Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
40. Berbahagialah!


__ADS_3

" Aku juga bahagia karena itu artinya kita bisa segera menikah dan anak kita akan segera mempunyai seorang ayah!" ujar Delima berusaha untuk tersenyum di hadapan Nathan yang saat ini sedang memeluknya.


" Mau berekspresi seperti ini, seakan-akan aku telah merebutmu dari suami yang kau cintai. Dan kau tahu? Aku seketika merasa benar-benar sangat berdosa untuk hal itu!" Nathan tampak terlihat murung karena merasa sedih dengan kenyataan itu.


" Kau mengatakan apa? Aku merasa bahagia dengan perceraian ini karena itu artinya kita bisa bersama-sama membangun rumah tangga yang bahagia bersama dengan anak yang ada di dalam kandunganku!" Delima berusaha untuk meyakinkan Nathan bahwa dirinya benar-benar tidak bermasalah dengan perceraiannya dengan Abdi.


Memang Delima merasa agak terganggu melihat wajah Abdi yang seperti sedih dan tidak rela dengan perpisahan mereka.


Selama hampir 5 tahun lamanya Delima selalu memimpikan dirinya akan dicintai oleh Abdi. Dia tidak pernah memimpikan rumah tangganya akan berakhir seperti ini dan dirinya sekarang berdiri di samping Nathan sebagai calon istrinya.


' Aku harap kau menemukan kebahagiaanmu Mas. Karena aku tidak suka melihatmu bersedih seperti itu!' bathin Delima ketika dia melihat mobil Abdi yang sudah meninggalkan parkiran pengadilan.


Bagaskara dan Arjun, mereka berdua mulai berpisah setelah sampai di mobil mereka masing-masing.


" Nathan Aku akan menunggumu untuk melamar putriku," ucap Bagaskara sebelum dia meninggalkan mereka berdua dan menuju ke kantornya.


" Baiklah Delima. Om akan menyiapkan acara lamaran yang meriah untuk kamu. Nathan siap-siaplah untuk menjadi seorang suami dan juga seorang ayah ingat untuk sampai ke tempat ini kau sudah berjuang sangat keras hargailah perjuanganmu sendiri dengan setia dan membahagiakan istri dan juga anakmu. Sekarang Om permisi dulu Delima!" pesan Arjun kepada Nathan dan Delima.


Nathan tersenyum Mendengarkan nasehat dari ayahnya. " Ya Pah! Terima kasih banyak atas nasehat Papa. Nathan pasti akan berjuang sangat keras untuk mewujudkan semuanya!" Nathan tersenyum kepada ayahnya yang saat ini terus menetap kepada Delima yang wajahnya hampir mirip dengan mawar, kekasihnya di masa lalu yang kini sudah meninggal bersama anak mereka.


" Baiklah Delima Om permisi dulu!" setelah berpamitan kepada Delima dan Nathan. Arjun kembali ke kantornya dan memerintahkan kepada sekretarisnya untuk segera menyiapkan acara lamaran untuk putranya.


Terlihat Natasha yang berusaha untuk menemui Arjun yang saat ini sedang sibuk menyiapkan acara lamaran Nathan untuk Delima.

__ADS_1


Arjun mengerutkan keningnya. Merasa tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh Natasha yang benar-benar sudah mempermalukan dirinya di hadapan anak buahnya yang lain.


" Sebenarnya apa maumu Natasha? Bukankah Om sudah bilang padamu, jangan pernah menemui Om di kantor ataupun di ruang publik!" terlihat Arjun yang begitu murka kepada wanita cantik yang berpenampilan seksi sekali.


Arjun bahkan kesulitan untuk menelan salivanya sendiri melihat hal itu.


" Aku rindu dengan Om! Kenapa Om sekarang sangat sulit untuk ditemui dan selalu menghindariku?" tanya Natasha cemberut dan misuh-misuh.


Natasha bahkan duduk di pangkuan Arjun dan mengalungkan dengan jenjangnya di leher pria paruh baya yang terlihat masih Tampan dan gagah.


" Ayolah Natasha!! Aku saat ini sedang bekerja dan kau lihat begitu banyak anak buahku yang memperhatikan kita di sini!" Arjun tampak begitu frustasi menanggapi semua yang dilakukan oleh wanita itu terhadap dirinya.


" Tutuplah tirainya Om! Sehingga kita bisa melakukan apapun tanpa harus takut terlihat oleh mereka!" Natasha berusaha untuk membujuk Arjun yang terus saja menepis tangannya yang berusaha memanjakannya.


" Tolong kau ingat-ingat lagi Natasha! Jangan sekali-kali datang lagi ke kantor ini! Telpon saja aku kalau kau ingin bertemu denganku!" pesan Arjun kepada Natasha ketika wanita itu meninggalkan kantornya dengan perasaan jengkel dan marah.


" Baiklah Om! Aku gak akan pernah datang ke mari lagi! Tapi Om harus datang ke apartemen aku! Aku sangat rindu dengan Om!" Natasha mencium bibir Arjun dengan penuh gairah di hatinya.


Arjun benar-benar merasa kesulitan untuk menolak pesona seorang Natasha yang selalu sukses membuat adik kesayangan dia yang sedang hibernasi jadi bangun.


" Ah, kau selalu saja menggoda aku!" Arjun menggeram kesal dan akhirnya dia malah mengangkat tubuh Natasha ke dalam kamar khusus yang ada di dalam kantornya.


Natasha tersenyum puas karena telah berhasil membuat Arjun Akhirnya kalah oleh pesonanya yang selama ini selalu sukses menaklukan Arjun Prawira.

__ADS_1


" Pulanglah ke apartemen kamu. Untuk saat ini cukup dulu. Nanti siang atau nanti malam aku akan datang ke apartemen kamu!" ucap Arjun sambil membersihkan dirinya di kamar mandi setelah selesai bercinta dengan Natasha yang tampak masih menikmati sisa percintaan mereka.


" Om, aku masih lelah. Bolehkah aku tidur di sini dulu? Setidaknya sambil menunggu jam makan siangmu datang!" Natasha kembali membujuk Arjun untuk membiarkan dirinya berada di situ.


" Baiklah!! Lakukanlah apa yang kau inginkan. Tapi ingat! Kau tidak boleh keluar dari ruangan ini barang satu langkah pun kalau bukan aku yang masuk ke dalam sini!" Arjun memberikan peringatan kepada Natasha agar tidak keluar dari ruangan itu dan membuatnya malu ketika bertemu dengan para kliennya.


Bagaimanapun Arjun selama ini selalu berusaha untuk menjaga reputasinya sebagai seorang bisnisman yang terhormat yang tidak pernah terkena scandal dengan para wanita nakal seperti Natasha.


" Ya Om sayang!! aku janji akan di sini dan menunggu Om!" ucap Natasha yang bergelayut manja pada Arjun yang hanya bisa pasrah dengan semua kelakuan Natasha.


Arjun hanyut kembali dalam ciuman panas Natasha yang selalu membakar jiwa mudanya. Natasha memang paling tahu bagaimana cara menaklukkan dia.


Arjun menarik nafasnya dalam-dalam. Kemudian dia menarik diri dari Natasha dia tidak mau kalau sampai lupa diri lagi seperti tadi. Bisa kacau semua jadwalnya kalau begitu. Dan Arjun tidak mau hal itu sampai terjadi kepada dirinya.


" Baiklah Om sayang! Kamu bekerjalah. Carilah uang yang banyak untuk bisa menyenangkan aku!" Natasha tersenyum begitu bahagia karena dirinya selalu berhasil menaklukkan Arjun tanpa banyak berusaha.


Tubuhnya dan kemanjaan dia sudah cukup menjadi modal untuk membuat Arjun bertekuk lutut padanya.


Akan tetapi Natasha sampai saat ini masih penasaran karena Arjun masih belum juga mau menikahinya.


Setelah Arjun meninggalkannya. Natasha pun kemudian mulai bangkit dan meneliti seisi ruangan itu.


" Apa jangan-jangan, selama ini, Om Arjun selalu membawa para gadisnya ke ruangan ini? Ih, menyebalkan banget sih!" Natasha tiba-tiba merasa cemburu ketika membayangkan hal tersebut.

__ADS_1


" Pantas saja dia selalu melarangku untuk datang ke kantornya. Pasti karena dia menyembunyikan sesuatu di sini!" monolog Natasha merasa tidak senang dan juga cemburu.


__ADS_2