Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
7. Aku akan merebut dia!


__ADS_3

Nathan benar-benar geram melihat kelakuan Abdi yang saat ini sedang marah kepada Delima karena permintaannya tidak diberikan oleh Delima.


' Dasar laki-laki sampah! Bukannya dia melindungi istrinya. Tetapi malah menteror istrinya dengan permintaan bodoh seperti itu!" ucap Nathan dengan sengit.


Nathan pun langsung menendang pintu utama kediaman Abdi dan langsung menerobos masuk ke dalamnya.


" Abdi! Apa kau tidak malu meminta uang kepada seorang wanita?" tanya Nathan sambil menatap tajam kepada Abdi yang terkejut melihat kedatangannya di sana.


" Ya ampun, Nathan! Sedang apa kau di sini? Kenapa kau mau datang ke rumahku, tidak mau mengabariku?" tanya Abdi sambil menyambut kedatangan Nathan.


Nathan kemudian mendekati Delima dan berusaha untuk membangunkan wanita itu yang sempai saat ini masih bersimpuh dan menangisdi hadapan Abdi.


Padahal Delima memang sengaja melakukan itu hanya untuk melihat seberapa kejam suaminya terhadap dirinya ketika dia berlaku sebagai wanita yang lemah.


Delima adalah wanita hebat yang memiliki banyak perusahaan atas nama dirinya sendiri. Dia tidak mungkin kalah hanya oleh orang bodoh seperti Abdi.


Selama ini Abdi bisa memukul dan juga menganiayanya karena dirinya yang mengizinkan bukan karena Abdi yang memang mampu melakukan itu.


Kalau Delima mau, hanya dalam hitungan detik dia bisa menghancurkan Abdi dengan kekuatannya sendiri.


Nathan kemudian mendudukkan Delima di kursi dan berusaha untuk menenangkan wanita itu yang masih terisak dalam tangis.


" Apakah kau butuh minum?" tanya Nathan sambil menatap delima yang sekarang sudah mulai tenang.


Abdi hanya mengurutkan rekeningnya menatap interaksi keduanya yang dirasa ganjil di matanya.


' Sejak kapan Nathan bodoh itu kenal dengan Delima?' batin Abdi merasa tidak nyaman melihat kebersamaan Nathan dan Delima yang sepertinya akrab satu sama lain.

__ADS_1


Selama ini Abdi tidak pernah melihat Nathan begitu peduli dengan wanita seperti saat ini Nathan memperdulikan Delima bahkan sampai rela mengambilkan air minum untuk istrinya yang tadi terus menangis karena ketakutan kepada dirinya.


Delima hanya tidak mau kalau sampai ayahnya terus-terusan diporoti oleh Abdi hanya untuk kesenangan dia dan juga kekasihnya.


Delima sudah mendapatkan laporan dari anak buahnya. Bahwa semua uang yang diminta oleh Abdi kepada ayahnya, telah dihabiskan oleh Abdi untuk membahagiakan kekasihnya dengan berjalan-jalan ke luar negeri bersama dan juga membangunkan sebuah butik untuk kekasihnya yang matre itu.


Delima tidak rela kalau kerja keras ayahnya harus dinikmati oleh Alana yang hanya sebagai kekasih gelap dari suaminya.


Walaupun Abdi tidak mengakui menikahan mereka berdua tetapi secara hukum Abdi adalah suaminya yang sah.


" Terima kasih Tuan Nathan sudah mau datang dan juga membantuku. Tetapi sebaiknya kau segera pulang saja. Karena ini adalah urusanku dengan suamiku!!" ucap delima sambil melirik ke arah Abdi yang sejak tadi terus melotot ke arah mereka berdua.


Sebesar apapun kemarahan di hati Abdi. Tetapi dia tidak berani untuk berbuat kasar kepada Delima di hadapan Nathan.


Bagaimanapun Abdi sedang menjaga image-nya di hadapan Nathan sebagai seorang pria baik yang tidak akan mungkin berani memukul istrinya.


' Ah sialan! Ada apa denganku kenapa aku merasa kesal sekali melihat mereka berdua dekat begitu?' batin Abdi sambil akhirnya menolehkan wajahnya ke arah lain.


Entah kenapa melihat Delima tersenyum kepada Nathan seketika hati Abdi seperti tidak rela dengan hal itu.


Abdi selama ini tahu bahwa Nathan bukanlah seorang laki-laki yang mudah jatuh cinta kepada seorang wanita. Tapi dari tatapan Nathan dia bisa menilai bahwa Nathan memiliki ketertarikan kepada istrinya.


Melihat hal itu, seketika timbul niat jahatnya untuk menggunakan delima agar bisa menggaet Nathan agar dirinya bisa memoroti harta Nathan yang tidak akan pernah habis dimakan 7 turunan.


Abdi sangat tahu bahwa Nathan adalah seorang konglomerat muda yang begitu terkenal di negeri ini.


Nathan Prawira adalah seorang CEO yang mengepalai transportasi udara di negeri ini.

__ADS_1


Oleh karena itu Abdi merasa seakan mendapatkan jackpot ketika melihat Nathan yang begitu memperdulikan Delima.


Akan tetapi hati kecilnya yang lain memberontak seakan tidak rela melihat istrinya begitu dekat dengan Nathan.


Abdi tampak begitu frustasi di dalam kamarnya yang terus mondar-mandir menunggu Nathan meninggalkan kediamannya. Karena Abdi tidak mungkin untuk mengusir sahabatnya yang sangat kaya raya itu dan juga mempunyai banyak kekuasaan di Jakarta.


Selama ini Abdi sudah mengatur banyak sekali jebakan untuk menjatuhkan Natal Tetapi semuanya gagal dan tak membuahkan hasil sama sekali.


" Aih kenapa Nathan lama sekali tidak pergi-pergi dari rumah ini? Aku harus segera berbicara dengan Delima!" ucap Abdi yang benar-benar sudah tidak sabar lagi untuk menunggu Nathan meninggalkan kediamannya.


Sementara itu Nathan dan Delima saat ini sedang berbincang di ruang tamu.


" Ayo aku akan mengantarkanmu untuk pulang ke rumah ayahmu untuk apa kau di sini kalau hidupmu hanya untuk menderita?" tanya Nathan kepada Delima yang hanya bisa menundukkan kepalanya.


' Ih kenapa nih orang dari tadi terus ngomong hal yang sama? Aku berada di rumah ini bukan karena aku tidak mampu untuk keluar dari rumah ini. Tetapi aku yang sedang mengumpulkan bukti-bukti kalau sebenarnya merekalah yang sudah memalsukan kematian adiknya Abdi hanya untuk menjebak ayahku!' batin delima sambil terus melirik ke arah Nathan yang terus saja mengoceh karena merasa marah dengan kelakuan Abdi terhadap Delima.


" Terima kasih atas kepedulianmu tapi aku adalah seorang istri dan tempatku adalah disamping suamiku!" ucap Delima berusaha untuk tersenyum kepada Nathan.


Nathan menggeram kesal mendengarkan jawaban dari Delima yang terkesan begitu pasrah dengan hidupnya. Padahal dia sudah sangat menderita hidup bersama Abdi selama bertahun-tahun.


" Aku tidak rela kalau kau harus terus menangis gara-gara b******* itu! Aku akan bertemu dengan ayahmu dan menceritakan semua kelakuan suamimu terhadapmu. Aku yakin ayahmu pastu tidak akan mungkin membiarkan putrinya hidup menderita bersama laki-laki seperti Abdi yang tidak pernah menghargai wanita sebagai istrinya!" ucap Nathan dengan begitu emosi.


Akan tetapi Delima langsung menarik tangan akan dan melarang pemuda itu untuk melakukannya.


" Tolong berhentilah untuk ikut campur dengan masalah orang lain. Sekarang juga, kau pulanglah karena aku sangat lelah dan ingin istirahat!" ucap Delima mengusir Nathan dari rumahnya.


Nathan tidak percaya kalau ada seorang wanita keras hati seperti Delima yang merasa baik-baik saja diperlakukan begitu buruk oleh suaminya yang hanya menginginkan harta ayahnya.

__ADS_1


" Kau benar-benar seorang wanita yang tidak bisa diprediksi!" ucap Nathan tampak begitu frustasi kemudian meninggalkan Delima sendirian di ruang tamu.


__ADS_2