
" Bos, menurutku sebaiknya sekarang Bos lebih fokus untuk mengurus pernikahan saja. Bos, biarkan masalah itu kita serahkan kepada tim yang akan saya bentuk. Bos nanti tinggal mengarahkan saja dari jauh," ucap Arya dengan hati-hati Karena bagaimanapun dia tidak mau kalau sampai Nathan merasa tersinggung lagi dengannya.
Nathan memainkan pulpen yang ada di tangannya sambil menatap Arya dengan serius membuat Arya jadi gugup dan salah tingkah sendiri.
Nathan menghela nafas. Nathan sebenarnya ingin marah lagi kepada Arya, tetapi melihat Arya yang sudah gugup Nathan jadi tidak tega di buatnya.
" Segera bentuk tim itu sekarang, aku ingin melihat dan mengawasinya dulu, lalu aku akan putuskan. Apakah aku akan mempercayainya atau tidak." Nathan tersenyum pada Arya yang langsung menghela nafas lega.
" Baiklah Bos. Akan saya hubungi mereka. Kebetulan tadi malam mereka sudah saya hubungi. Sekarang hanya tinggal konfirmasi apakah mereka bersedia atau tidak. Kalau tidak bersedia, maka saya akan meminta kepada anda untuk menurunkan jabatan mereka!" ucap Arya sambil meringis.
Arya kadang memang suka memanfaatkan hubungan baiknya bersama Nathan untuk menekan teman-teman yang lain agar menurut kepadanya. Soalnya kekuatan Nathan yang berpengaruh untuk menaklukkan mereka.
Arya mengalami kesulitan untuk mengerjakan tugasnya. Apabila rekan-rekannya tidak mau peduli dengan pengaturannya. Sementara dia dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan secepatnya oleh Bos besarnya bernama Nathan Prawira sang pemuja perfeksionis yang menyebalkan kalau sudah urusan pekerjaan, tentu saja.
" Baiklah!! Aku akan menurunkan jabatan mereka dan juga jabatanmu. Oh ya, aku rasa memotong gaji kamu selama 3 bulan tidak masalah sama sekali bukan?" tanya Nathan dengan senyum tengilnya yang menyebalkan bagi Arya.
Arya auto mendekati Nathan dan menggenggam telapak tangannya dengan wajah gugup luar biasa.
" Bos!! Aku cuma bercanda saja Bos.Tolong jangan ditanggapi serius, oke?" Nathan merasa lucu dengan ekspresi Arya yang ketakutan mendengar ancamannya.
" Kamu tahu Arya?? Jangan suka menggunakan hal seperti itu kepada rekan-rekanmu yang lain. Mereka memiliki keluarga yang harus diberikan makan dan pendidikan. Jangan mempermainkan karir seseorang hanya untuk mempermudahkan dirimu sendiri. Perbaikanlah kualitasmu sehingga membuat mereka menjadi segan dan tidak membangkang kepadamu." Nathan mencoba untuk menasehati Arya agar jangan sekali-kali menggunakan kekuasaannya untuk menekan orang lain agar menuruti semua kemauannya.
" Kita butuh orang-orang profesional untuk menghadapi masalah ini. Kita bisa mendapatkan hasil maksimal kalau mereka bekerja dari hati bukan karena paksaan. Apa kau mengerti?" tanya Nathan.
Arya mengangguk faham, kemudian berpamitan kepada Nathan untuk menemui rekan-rekan yang lain.
" Aih, hampir saja aku mencelakai diriku sendiri!" Arya kemudian menemui orang-orang yang sudah dia hubungi tadi malam untuk datang ke ruangan Nathan.
Diantara 10 orang yang dia tunjuk, hanya 8 orang yang bersedia bergabung. Karena yang dua orang lagi sedang menangani proyek yang sangat serius dan membutuhkan fokus untuk bisa sukses dan tidak kacau.
Arya mengerti dengan alasan yang dikatakan oleh mereka dan membiarkan hal itu. Arya mendengar dan mengingat apa yang dikatakan oleh Nathan tadi. Sehingga dia tidak berlaku sewenang-wenang terhadap rekan yang lain.
__ADS_1
" Baiklah, kalian kerjakan tugas kalian dengan baik. Kami permisi dulu!" Arya kemudian memimpin mereka semua untuk mengikutinya ke dalam ruangan Nathan.
Nathan terlihat puas dengan apa yang sudah dilakukan oleh Arya hanya dalam hitungan menit sudah bisa membawa orang ke harapannya untuk menyelesaikan tugas daratan yang akan dia berikan kepada mereka.
" Bos maafkan saya karena saya cuma bisa membawa 8 orang saja. Yang lainnya sedang sibuk dengan proyek lainnya Bos!" Nathan hanya mengangguk dan kemudian bangkit dari kursi kebesarannya. Mempersilahkan tim baru yang sudah dibentuk oleh Arya.
Arya terlihat gugup saat melihat Nathan yang hanya diam saja.
" Duduklah semuanya!! Ya ampun Arya!! Kenapa kau ketakutan seperti itu sih? Apakah aku sekejam itu? Sehingga membuatmu selalu gemetar melihatku?" tanya Nathan sambil tersenyum ke arah Arya.
Arya menggeleng, lalu duduk bersama dengan rekan-rekan yang lain.
" Baiklah terima kasih atas kesediaan kalian untuk menerima tugas rahasia ini. Semakin sedikit akan semakin baik. Arya, kau ingatkan 2 orang yang menolak pekerjaan ini agar tidak membuka mulut mereka kepada siapa pun juga! Karena apa yang akan kita lakukan hanya boleh diketahui oleh orang yang ada di sini. Apa kalian semua faham?" tanya Nathan kepada mereka semua yang mengangguk dan paham dengan apa yang dia katakan.
Setelah mereka rapat hampir 3 jam lamanya Mereka pun kemudian membubarkan diri.
Nathan terlihat bersiap-siap untuk meninggalkan kantor menuju kediaman Prawira. Arjun sudah mewanti-wanti kepada Nathan agar dia mulai sekarang tinggal di kediaman utama keluarga Prawira.
Tadi kamarnya remang-remang jadi tidak melihat kalau ada orang lain di dalam sana.
" Ya ampun!! Kau membuat aku terkejut!" Nathan bahkan sampai memegang jantungnya yang sedang berdebar sangat kencang sekali.
Natasha mendekati Nathan yang saat ini hanya menggunakan celana saja. Natasha terlihat begitu bernafsu melihat pemuda yang sudah bertahun-tahun sangat dicintainya. Akan tetapi sangat sulit untuk digapai.
" Mau apa kamu dekat-dekat aku?? Eh, Bagaimana caranya kau bisa masuk ke dalam kamarku, huh?" Nathan langsung meraih kemejanya yang tadi dia taruh di nakas karena terlalu ingin membaringkan tubuhnya di ranjang.
Natasha tertawa melihat Nathan yang begitu gugup saat dirinya membaringkan tubuh di sebelah Nathan.
" Keluar dari kamarku! Aku ingin beristirahat!" Nathan terlihat tidak nyaman dengan kehadiran Natasha di dalam kamarnya.
Natasha mendekati Nathan yang saat ini sedang berdiri di ambang pintu dan membuka pintu kamarnya agar Natasha keluar dari sana.
__ADS_1
" Ayolah Nathan!! Papah kamu sedang pergi ke luar kota sampai hari pernikahanmu nanti. Sementara itu, apa kau tidak ingin menikmati masa lajang kamu, sebelum menikahi Delima? Hmm? Aku bersedia untuk menemanimu dan menghangatkan ranjang kamu selama kamu tidak dapat bertemu dengan calon istri kamu," Natasha mulai menjelajahi tubuh Nathan yang tadi hanya di kancing ala kadarnya saja. Karena gugup dengan kehadiran Natasha di dalam kamarnya tanpa dia ketahui.
Pakaian Natasha yang terbuka dan transparan membuat Nathan mengalami kesulitan menelan salivanya sendiri.
Nathan sangat tahu kalau Natasha sejak dulu Memang menyukainya dan selalu berusaha untuk mendekatinya. Akan tetapi, Nathan tidak pernah menduga kalau Natasha akan senekat Itu menerobos masuk kediamannya dan masuk ke dalam kamarnya.
Nathan langsung mendorong tubuh Natasha ketika wanita itu hendak melepaskan kancing-kancing bajunya.
" Segera tinggalkan kamarku secara baik-baik. Sebelum aku menyeretmu keluar dari kediaman Prawira seperti seekor anjing!" ucap Nathan kesal luar biasa.
Nathan mengepalkan kedua tangannya berusaha untuk menahan amarah dan juga hasrat yang sejak tadi terus saja di pancing oleh Natasha.
Pakaian Natasha yang terbuka dan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sempurna. Benar-benar membuat Nathan kesulitan menahan gejolak di dadanya dan kepalanya merasa pening sekali.
Untung saja Nathan mengingat kalau Natasha adalah wanita yang sedang dekat dengan ayahnya dan 3 hari lagi adalah hari pernikahannya bersama Delima.
Nathan selalu mengingat bahwa orang-orang seperti Natasha dan Abdi selalu mencari celah untuk menjebak dan juga menghancurkan hidupnya hingga berkeping -keping tanpa sisa.
" Pergi Natasha!!" Nathan lalu mendorong tubuh Natasha yang tadi hampir saja memegang area sensitifnya dengan tidak sopan hingga jatuh ke lantai.
Natasha terlihat meneteskan air matanya. Merasa sakit hati dan juga merasa tersinggung dengan apa yang dilakukan oleh Nathan kepadanya.
Nathan menutup telinga dan matanya yang terasa berdenyut atas bawah gara-gara perbuatan Natasha yang kurang ajar.
" Wah, aku harus segera meninggalkan kediaman ini. Kalau tidak kesejahteraan diriku akan terancam gara-gara wanita dajjal Itu." Nathan terlihat begitu geram.
" Ya Allah!! Semoga kau tetap melindungiku dari semua godaan ini agar aku bisa melewatinya sampai hari H pernikahanku bersama Delima!" Nathan kemudian langsung mengunci otomatis kamarnya sehingga tidak akan bisa dibuka oleh siapapun kecuali dirinya yang membuat akses tersebut.
Nathan pergi ke kamar mandi dan berusaha untuk menetralkan sesuatu yang ada di dalam dirinya yang tiba-tiba saja bangkit tanpa dia minta. " Aih kau itu baper sekali!! Masa lihat kayak gitu aja kau langsung menggeliat begitu? Dasar bodoh!" ucap Nathan memarahi junior kesayangan dia yang lagi manggut -manggut frustasi sejak tadi.
Nathan bagaimanapun adalah laki-laki yang normal yang pasti akan berekasi dengan hal demikian yang di tawarkan oleh Natasha.
__ADS_1
Daging mentah yang tidak halal untuk Nathan. "Ya ampun!! Bagaimana mungkin Papa bisa berurusan dengan wanita Dajjal itu? Dia bahkan sekarang begitu berani dan lancang menawarkan hubungan terlarang denganku! Ya elah!! Dia sedang bunuh diri sendiri! Apa dia tidak tahu? Kalau Ayahku memasang CCTV di setiap sudut rumah ini yang selalu memantaunya di manapun. Dasar wanita bodoh!" sungut Nathan sambil berendam dengan air dingin demi menenangkan junior kesayangannya yang baper gara-gara Natasha.