
Setelah merasa senang dan merasa cukup untuk melakukan pencitraan kepada publik tentang pernikahan mereka berdua yang masih baik-baik saja. Mereka pun kemudian kembali ke tanah air dan tinggal bersama dengan Bagaskara.
" Aku senang sekali sekarang kita kembali ke Indonesia, rasanya seperti pengantin baru yang sedang jatuh cinta!" ucap Abdi sambil tersenyum pada Delima.
Akan tetapi Delima menanggapinya dengan dingin saja. Delima tahu Abdi melakukan semua itu hanya untuk harta yang dimiliki oleh ayahnya dan juga untuk menyakiti Nathan yang merupakan musuh besarnya.
Delima bisa melihat tidak ada ketulusan di dalam senyum maupun segala perbuatan yang dilakukan oleh Abdi kepada dirinya.
Akan tetapi ketika mereka berada di depan publik delima pasti selalu menyambut semua gombalan receh Abdi kepada dirinya dengan hangat seperti seorang istri yang mencintai suaminya.
" Kau memang seorang artis yang sangat hebat! Aku sangat salut dengan Delima. Kau begitu hangat ketika kita di hadapan publik akan tetapi di sini kau begitu dingin seperti kulkas dua pintu!" ejek Abdi yang merasa jengkel melihat Delima yang tidak mau menanggapi apapun yang dilakukan dirinya kepada Delima. Sungguh Itu adalah sebuah penghinaan bagi Abdi.
Delima hanya tersenyum sinis menanggapi hal itu. " Hhhhh, bukankah kau juga seorang aktor yang sangat hebat? Saat di dalam hati kamu, kau membenciku dan juga membenci ayah dari anakku, tetapi kau masih bisa memujiku dan juga memperlihatkan cinta yang begitu besar untuk aku di depan publik. Apa kau tahu? kok itu sudah sama persis seperti maling yang teriak maling dan Aku muak melihatmu!" ucap Delima yang merasa kesal luar biasa pada Abdi.
Abdi yang merasa jengkel dengan ucapan Delima dia pun kemudian mendekati delima dan mengangkat dagunya hingga tinggi.
" Kamu dengar ya! Walaupun kamu sekarang merasa hebat dan merasa di atas angin. Karena kita sekarang tinggal di rumah ayah kamu, akan tetapi bagiku, kau tetaplah Istriku yang harus menurut denganku! Paham kamu? Jangan mencoba untuk menguji kesabaranku dengan tingkahmu yang sombong itu!" ucap Abdi yang kemudian mencium bibir Delima.
Delima terkesiap dengan kelakuan Abdi yang tidak biasa itu. Padahal dulu Abdi sangat anti melakukan hal seperti itu. Entah kenapa sekarang dia melakukannya. Bahkan seperti yang tidak merasa keberatan sama sekali.
Delima berusaha untuk memberontak dan berusaha untuk melepaskan diri dari cengkeman Abdi yang semakin menciumnya dengan dalam.
__ADS_1
" Brengsek!" ucap Delima sambil menampar Abdi yang malah tertawa terbahak-bahak melihat delima yang wajahnya memerah seperti kepiting rebus.
" Haha! Aku ini suamimu yang sah baik secara hukum maupun secara agama. Dengar Delima! Aku berhak melakukan hal yang lebih daripada itu ke atas dirimu!" ucap Abdi dengan senyum tengilnya yang terasa sangat menyebalkan untuk Delima.
" Kau! Jangan berharap bisa menyentuhku lebih dari ini!" ucap Delima yang berusaha menjauh dari Abdi.
Akan tetapi Abdi seakan tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Delima dia malah semakin meringsek dan mendekati Delima.
Delima sudah ketakutan melihat mata Abdi yang berkabut yang seakan ingin melahapnya hidup-hidup.
Abdi sudah hampir satu bulan lamanya tidak pernah menyentuh wanita. Apalagi sekarang hubungannya dengan Delima di depan publik sudah semakin baik. Abdi juga melihat Delima yang begitu cantik. Tidak seperti biasanya yang selalu memperlihatkan sisi buruk di hadapannya. Entah kenapa dulu Delima selalu berpenampilan jelek di hadapan dirinya sehingga membuat Abdi akhirnya tergoda untuk menjerat Alana sebagai kekasih barunya.
" Kau, kau mau apa? Pergi dari sini!" ucap Delima dengan begitu gugup sambil terus mundur dari Abdi yang semakin mendekat ke arahnya.
Terlihat Abdi yang tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Delima yang begitu lucu menurut dirinya.
" Haha! Aku memiliki hak atas dirimu Delima. Semuanya jika aku mau, semua yang ada pada dirimu akan menjadi milikku. jadi kau tidak bisa menolak ketika aku menginginkan kamu. Kecuali kalau kau ingin dianggap sebagai istri durhaka!" ucap Abdi kembali ******* bibir Delima yang entah bagaimana caranya kini seakan telah menjadi candu untuk Abdi yang sudah lama tidak menyentuh wanita.
Ya, sejak hubungan Abdi dengan Alana semakin merenggang membuat dia menjadi kelaparan akan wanita. Aiya.. Abdi sekarang sudah tidak perduli siapa Delima. Yang penting hasrat kelelakiannya bisa segera tersalurkan. Abdi juga sepertinya melupakan kalau saat ini Delima sedang mengandung anak Nathan. Musuh besarnya.
Dengan mata berkabut, tubuh Delima di angkat oleh Abdi ke atas ranjang mereka. Ranjang yang selama ini selalu dingin karena Abdi yang lebih senang menghangatkan ranjang milik Alana daripada ranjang milik mereka berdua pada selama masa pernikahan mereka dulu selama lima tahun lamanya. Bahkan selama itu, Delima masih bersegel karena Abdi yang tidak pernah menyentuhnya bareng sejengkal pun hingga akhirnya Nathan yang mendapatkan jackpot itu dan membuka segel Delima hingga akhirnya dia hamil sekarang.
__ADS_1
" Apa yang terjadi sebenernya dengan kamu? Kenapa kamu melakukan hal ini? Abdi!! Hentikan apapun yang akan kau lakukan padaku!" ucap Delima yang sudah mulai merasa ketakutan kepada Abdi yang seperti kesetanan bahkan sekarang sudah mulai membuka pakaian Delima.
Mata Abdi terbelalak begitu sempurna ketika dia sudah berhasil meloloskan semuanya dan melihat tubuh Delima yang begitu indah.
" Ternyata tubuh kamu lebih indah dari pada Alana! Aku ternyata selama ini sangat bodoh karena sudah melewatkan mutiara di dalam rumahku sendiri! Gara-gara kebodohanku, Nathan sialana itu yang telah melepas segel kamu yang seharusnya menjadi milikku sejak 5 tahun yang lalu!" ucap Abdi yang seakan sudah melupakan segalanya dan sekarang yang ada hanyalah ingin membayar lunas hutangnya kepada Delima selama lima tahun lamanya menjadi suami Delima.
" Aku akan menerima anak haram yang ada di dalam kandunganmu sebagai anakku walaupun kau tidak membayarku 100 juta tiap bulan. Akan tetapi kau harus memulai untuk menerima pernikahan kita layaknya pernikahan normal lainnya. Layani aku layaknya suami kamu!" ucap Abdi Setelah dia berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan dari Delima yang kini sedang menangis karena Abdi yang telah memperkosa dirinya.
" Hey, aku hanya mengambil hakku sebagai seorang suami untuk apa kau menangis? Aku yang bodoh karena selama 5 tahun selalu membiarkanmu sendiri dan tidak pernah menganggap kamu sebagai istriku! Tapi kamu tenang saja sayang, aku sekarang sudah sadar bahwa kamu lebih baik dari Alana dan mulai sekarang aku akan memperlakukanmu selayaknya istriku!" ucap Abdi yang kemudian mencium Delima dengan penuh hasrat birahi.
Delima berusaha melepaskan diri dari Abdi tetapi selalu gagal. Entah kenapa Abdi selalu mempunyai tenaga yang kuat untuk selalu menaklukkannya di atas ranjang.
Hingga akhir nya untuk yang ke dua kalinya, Abdi kembali menjamah tubuh Delima hingga terasa remuk redam seluruh tubuh Delima karena perbuatan Abdi yang seperti sedang kesetanan itu.
Setelah puas menikmati tubuh Delima. Abdi kemudian meninggalkannya begitu saja menuju ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket. Setelah bercinta dengan Delima sampai dua ronde pada malam itu.
" Gila! Kenapa aku sangat bodoh karena selama ini tidak pernah melirik Delima? Padahal dia begitu dekat denganku! Abdi teruslah buat Delima jatuh cinta padamu dan jangan biarkan Delima sampai bersatu dengan Nathan, walaupun demi anak itu!" monolog Abdi yang saat ini sedang merasa bahagia. Karena sudah berhasil mengambil sesuatu yang harus diambil sebelumnya.
Abdi menyesali waktu lima tahun yang telah dia habiskan di luar sana hanya untuk berpetualang dan menyakiti Nathan dengan merebut Alana darinya.
" Sekarang wanita yang dicintai oleh Nathan ada di sampingku. Maka aku tidak usah sibuk untuk mencari alat balas dendam di luar sana. Apalagi sekarang Alana sudah tidak bisa aku gapai. Gara-gara perbuatan ayahnya yang selalu menghalangi hubungan kami!" monolog Abdi yang ternyata sedang menginginkan Delima untuk dijadikan sebagai alat pembalasan dendamnya kepada Nathan, musuh bebuyutannya.
__ADS_1