Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
25. Harus bagaimana?


__ADS_3

Bagaskara saat ini tengah berada di dalam kamarnya menatap sebuah foto wanita cantik yang dulu sangat dia sayangi sebagai adiknya.


" Mawar bagaimana kabar kamu adikku?" tanya Bagaskara dengan air mata berlinang di kelopak matanya yang keriput karena di makan usia.


Tampaknya Bagaskara sedang kembali mengingat tentang adiknya yang bunuh diri karena patah hati ditinggalkan oleh ayahnya Nathan, Arjun Prawira.


" Apakah benar kalau sudah saatnya untuk aku melepaskan dendam di hati ini kepada keluarga Prawira atas kematianmu yang tidak adil?" tanya Bagaskara seperti sedang berbicara dengan mawar yang ada di dalam foto yang ada di tangannya.


Bagaskara pun kemudian tertidur karena keletihan dan juga tekanan batin yang terlalu besar yang selama ini selalu menghimpit jiwanya dengan dendam dan amarah terhadap keluarga Prawira.


Delima saat ini ingin masuk ke dalam kamar ayahnya. Karena dia merasa bersalah sekali. Karena tadi sudah membuat ayahnya bersedih gara-gara dirinya.


" Papah?" tanya Delima ketika dia melihat ayahnya yang tidur sambil memeluk sebuah foto di pelukannya.


Delima pun kemudian mengambil bingkai foto tersebut dan menatapnya dengan lekat.


" Ini kan foto bibi Mawar. Siapa laki-laki yang ada di sampingnya? Tampaknya mereka berdua sangat berbahagia. Apakah pria ini adalah kekasih Bibi mawar?" tanya Delima bermonolog dengan dirinya sendiri.


Delima pun kemudian menaruh kembali bingkai foto tersebut di atas nakas di samping tempat tidur ayahnya.


Delima menyelimuti tubuh ayahnya agar tidak terlalu dingin ketika sang ayah terjaga. Delima mencium kening ayahnya dengan penuh kasih sayang.


" Selamat malam Papah!" setelah mengucapkan selamat malam kepada Ayahnya. Delima pun kemudian pergi ke arah kamar tidur yang ada di sebelah kamar sang ayah. Kamar tamu yang ada di mansion sang ayah. Delima memutuskan akan mulai pindah kamar dia tidak mau tinggal sekamar dengan Abdi dan di jadikan sebagai pelampiasan bagi pria yang berstatus sebagai suaminya.


Hati Delima saat ini masih merasakan sakit dengan kejadian masa lalu di mana Abdi selalu merendahkan dan juga menyakiti dirinya. Delima tidak mau hidupnya di jadikan permainan oleh Abdi yang selama ini tidak pernah menghargai pernikahan mereka berdua. Namun secara aneh, Abdi tiba-tiba saja menginginkan untuk menikahi dia secara normal seperti pernikahan orang lain.


Bagaimanapun Delima sadar bahwa pernikahannya sudah ibarat seperti gelas yang sudah pecah dan sangat sulit untuk dikembalikan seperti gelas baru.


Kepercayaan Delima terhadap Abdi sudah menipis dan bisa dikatakan sudah hilang sama sekali.


Apalagi Delima sudah mengetahui trek-rekord seorang Abdi yang selama ini selalu menjadikan Nathan sebagai musuh besarnya.


Delima tidak mau dijadikan sebagai alat pembalasan dendam oleh laki-laki itu.

__ADS_1


***


Abdi yang sudah selesai mandi. Kini dia tampak kebingungan mencari istrinya yang tidak ada di dalam kamar.


" Kemana Delima?" tanya Abdi yang berusaha mencari ke semua sudut dalam kamarnya.


Setelah dia yakin kalau diterima tidak ada di dalam kamarnya. Abdi pun kemudian pergi keluar dan mencari keberadaan delima di seluruh mansion.


" Kemana sebenarnya dia? apa dia masih belum sadar dengan statusnya sebagai seorang istri? Apa dia masih mengharapkan dirinya bisa bersanding dengan Nathan Prawira? Oho!! Jangan pernah berharap!! Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi!" monolog Abdi dengan mata berapi-api.


Saat Abdi melihat seorang pelayan yang melintas di hadapannya. Dia pun memanggil pelayan itu.


" Kau tahu di mana istriku?" tanya Abdi pada pelayan itu.


" Tadi terakhir kali saya melihat Nyonya Delima, beliau masuk ke dalam kamar tuan Bagaskara. Setelah itu saya tidak tahu beliau pergi ke mana lagi, Tuan!" ucap pelayan itu sambil menundukkan kepalanya.


Setelah mendengarkan penjelasan itu, Abdi pun kemudian menyuruh pelayan tersebut untuk meninggalkannya.


" Tidak mungkin kan kalau Delima tidur bersama ayahnya?" monolog Abid sambil menggelengkan kepalanya menolak pemikirannya sendiri.


Abdi kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar Bagaskara dan membuka pintu kamarnya ketika dia melihat kamar itu tidak dikunci.


Abdi masuk ke dalam kamar Bagaskara dan mencari keberadaan Delima di dalam ruangan itu. Saat matanya melihat Bagaskara yang sedang terlelap dengan mata yang sembab terlihat Abdi mendekati nya.


" Ternyata tua bangka ini kalau sedang tidur lumayan menyedihkan. Ngomong-ngomong, kenapa dia menangis sebelum tidur?" Abdi tampak memperhatikan seluruh ruangan Bagaskara berharap menemukan delima di sana. Akan tetapi Abdi mendapatkan sebuah kekecewaan. Karena Delima tidak ada di sana sama sekali.


" Kemana istri durhaka itu? Apakah sangat sulit untuk menurut kepada suaminya?" Setelah yakin Delima tidak ada di dalam kamar Bagaskara. Abdi pun kemudian meninggalkan ruangan itu.


Abdi untuk sesaat melihat pintu yang ada di sebelah kamar Bagaskara. Hatinya penasaran ingin mengetahui keberadaan Delima apakah ada di sana atau tidak.


Ketika Abdi mencoba untuk membuka pintu kamar itu ternyata pintunya terkunci dari dalam. " ****! Aku yakin Delim pasti ada di dalam kamar ini!" Abdi pun kemudian menyerah untuk menemukan keberadaan Delima. Karena dia sudah yakin 100% bahwa Delima ada di dalam kamar itu.


Karena melihat waktu yang sudah semakin larut. Abdi pun kemudian memutuskan untuk tidur di ruang tamu karena dia merasa malas untuk tidur di kamarnya tanpa Delima.

__ADS_1


***


Nathan saat ini sedang berkunjung ke Mansion milik ayahnya. Nathan mengerutkan keningnya ketika dia melihat Natasya yang keluar dari Mansion sang ayah.


" Mau apa wanita itu di mansion ini?" tanya Nathan sambil menggelengkan kepalanya berusaha menepis apa yang ada di dalam kepalanya sendiri.


" Ah! Biarkan saja. Bukankah itu urusan ayahku? Lagi pula Ayahku adalah seorang duda. Tidak masalah bukan kalau dia memiliki pacar?" tanya Nathan mencoba untuk bersikap acuh tentang masalah ayahnya yang mungkin saja berhubungan dengan Natasha.


Selama beberapa tahun belakangan ini Natasha selalu mengejar Nathan dan selalu menginginkan dia sebagai kekasihnya.


Akan tetapi hati Nathan yang pada dasarnya memang sudah dingin dan tidak menginginkan berhubungan dengan wanita lagi. Nathan selalu mengusahakan dirinya untuk tidak berdekatan dengan para wanita yang selalu menggoda dan berusaha mendekatinya dengan segala cara.


" Nathan?" tanya Natasha ketika dia melihat Nathan yang masuk ke dalam Mansion tanpa menyapa dirinya.


" Hmmm," ucap Nathan yang melenggang begitu saja dari hadapan Natasha.


Natasha yang merasa senang karena melihat Nathan tanpa sadar dia mengikuti pemuda itu masuk ke dalam Mansion kembali.


" Apakah kau datang untuk menemui ayahmu Nathan? Ayahmu saat ini sedang sakit makanya dia memintaku untuk mengunjungi nya di sini. Sering-seringlah datang kemari Nathan. Kasihan ayahmu sangat kesepian tinggal sendirian di mansion sebesar ini!" ucap Natasha sambil terus mengikuti Nathan yang saat ini sedang berjalan ke arah kamar ayahnya yang ada di lantai 3.


Saat Nathan sudah berada di dalam lift, dia menatap kepada Natasha yang hendak masuk ke dalam lift juga.


" Apakah aku datang ke kediaman Ayahku harus kau kawal? Hmmm? Pergilah dari sini! Karena aku tidak suka melihat kamu di sekitar aku!" ucap Nathan dengan Ketus mengusir Natasha dari kediaman ayahnya.


" Aku tidak peduli hubungan apa yang kau jalani bersama dengan ayahku. Tapi, ketika aku berada di mansion ini. Pergilah dan menyingkir dari hadapanku!" ucap Nathan menatap tajam ke arah Natasha yang begitu terkejut melihat penolakan yang begitu besar yang diperlihatkan oleh Nathan kepadanya.


Natasha kemudian mundur dan memilih untuk membiarkan Nathan sendirian untuk bertemu dengan ayahnya.


" Baiklah Nathan aku pulang dulu!" ucap Natasha dengan suara bergetar Karena sejujurnya hatinya saat ini benar-benar sakit mendapatkan perlakuan yang begitu keras dari laki-laki yang sangat dia cintai.


Salah satu hal yang menjadi alasan Natasha mau dekat bersama dengan Arjun adalah karena dia ingin dekat dengan Nathan. Dia berharap Arjun akan menikahinya sehingga dia memiliki status sebagai ibu tiri Nathan.


Akan tetapi Arjun tampaknya tidak memiliki keinginan sama sekali untuk menjadikan dirinya sebagai pasangannya. Pasangan yang akan menemani dirinya di masa tuanya.

__ADS_1


" Aku heran! Ayah dan anak kenapa memiliki temperamen yang sama sih? Mereka berdua sama-sama menyebalkan! Tapi Om Arjun masih mending! Dia masih mau mengajak aku naik ke ranjang dia. Masih mau membelikan barang-barang branded untukku tidak seperti Nathan yang selalu Ketus dan jahat denganku!" monolog Natasha yang benar-benar merasa sangat tersinggung dan sakit hati dengan apa yang dilakukan Nathan kepadanya.


__ADS_2