
Saat ini Delima sedang berdiskusi dengan Abdi di atas balkon kamar mereka dan tanpa diketahui oleh Delima. Bahwa saat ini Nathan sedang memperhatikan interaksinya bersama dengan Abdi.
" Kamu sebenarnya mencintai Nathan?" tanya Abdi dengan perasaan campur aduk.
" Bukan urusanmu Aku mencintai Nathan atau tidak. Sekarang perjanjian kita hanyalah kau mengakui anak yang ada di dalam kandunganku sebagai anakmu. Dan aku akan membayarmu 100 juta setiap bulan! Setidaknya sampai anak di dalam kandungan aku lahir, kita masih berstatus sebagai suami istri. Setelah itu Papaku akan mengurus perceraian kita berdua!" Delima bersiap untuk pergi meninggalkan Abdi tetapi Abdi malah menarik tangannya dan berusaha untuk mencium bibirnya.
Momen itulah yang dilihat oleh Nathan dan membuat Nathan merasa cemburu dan juga sakit hati. Karena mengira kalau Delima tidak menginginkan dia untuk menjadi ayah dari anak mereka berdua.
Hal yang sebenarnya adalah karena Abdi melihat Nathan yang saat ini sedang melihat mereka berdua. Sehingga untuk menyakiti Nathan, Abdi sengaja menarik tubuh Delima untuk menuju ke arahnya dan kemudian mencium bibirnya. Semua itu dilakukan hanya untuk menyakiti Nathan. Karena di hati Abdi tidak ada rasa cinta sedikitpun untuk Delima yang dia rasakan terhadap Delima hanyalah ingin memanfaatkan delima untuk menyakiti Bagaskara dan juga Nathan.
Melihat Abdi yang mencium Delima dan Delima yang seakan membiarkannya saja. Hal itu membuat Nathan akhirnya pergi meninggalkan tempat itu karena hatinya tidak sanggup untuk melihat kemesraan di antara keduanya. Hal itu benar-benar menyakitkan bagi Nathan yang sebenernya mencintai Delima. Apalagi saat ini nathan akan memiliki anak bersama dengan Delima.
" Kamu sebenarnya mau apa sih Mas? Kenapa bersikap barbar seperti ini?" tanya Delima sambil mendorong tubuh Abdi untuk menjauh darinya.
Sementara itu Nathan yang sekarang sudah berada di mansion miliknya. Dia terus saja mengingat kejadian di mana Abdi yang sedang mencium Delima.
" Ah, sial!" Nathan bahkan sampai melemparkan gelas wine yang ada di tangannya.
Arya yang baru saja pulang dari kantor merasa terheran melihat Nathan yang saat ini tampak begitu frustasi.
" Ada apa bos?" tanya Arya merasa bingung melihat bosnya yang seperti sedang frustasi sekali terlihat dari wajahnya yang kusut masai dan tidak sedap di pandang.
Nathan kemudian berdiri di atas balkon kamarnya. Menatap bulan yang saat ini sedang bersinar dengan terang karena sedang purnama penuh.
" Bos, kamu baik-baik saja?" tanya Arya lagi.
__ADS_1
Arya benar-benar sangat khawatir dengan kondisi Nathan yang sangat memprihatinkan. Bahkan terlihat rambut Nathan acak-acakan karena sejak tadi terus diacak untuk melampiaskan emosinya.
" Bos, katakan ada masalah apa? Tolong jangan membuatku takut Bos!" Arya kemudian mencari sapu dan juga serok untuk membersihkan pecahan gelas yang tadi dilemparkan oleh Nathan.
Nathan tidak mengatakan apapun. Dia hanya terus menatap bulan yang seperti sedang menertawakan dirinya yang tidak mampu melakukan apapun untuk memperjuangkan cintanya bersama dengan Delima.
Delima benar-benar bisa hidup tanpa dirinya. Bahkan ketika dia hamil Delima pun seakan tidak membutuhkan dirinya untuk bertanggung jawab dan menjadi ayah dari anak yang di kandungnya.
Delima malah kini semakin akur dan semakin mesra bersama dengan Abdi.
" Arya! Apakah aku malah telah membantu Abdi untuk hidup bahagia bersama Delima? Dengan aku tanpa sengaja telah memberikan anak di dalam pernikahan mereka?" tanya Nathan seperti orang yang kehilangan akal.
Arya yang sebenarnya tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Nathan. Dia hanya mampu menarik nafasnya dalam-dalam.
" Bos Istirahatlah kalau kau merasa lelah. Tolong jangan terlalu memaksakan diri. Saya tidak mau kalau misalkan bos nanti hidupnya menjadi tidak sehat lagi! Ingat Bos hanya dengan kesehatan kita bisa memperjuangkan sesuatu yang kita inginkan!" nasehat Arya Setelah dia berhasil membersihkan semua pecahan kaca yang ada di lantai.
" Arya! Aku sedang sakit parah! Mental Aku sedang jatuh, sejatuh jatuhnya dan aku saat ini sedang tidak tahu harus melakukan apa! Aku mohon Arya! tolong bantu aku untuk menyelesaikan permasalahan hidupku saat ini! Aku tidak tahu harus melakukan apa Arya! Semuanya seperti sedang berkolusi untuk menyakitiku!" Nathan sampai melorot dan bersimpuh di atas lantai tampak sekali kalau dia sedang sedih.
Arya tidak sanggup untuk memberikan penghiburan kepada Nathan yang saat ini sedang merasakan kelelahan lahir dan batin.
Arya hanya mampu duduk diam di situ untuk menemani bosnya yang saat ini hanya membutuhkan teman bicara bukan nasehat ataupun cacian darinya.
" Apa kau tahu Arya? Ternyata dulu Ayahku pernah menghamili bibinya Delima yang membuat akhirnya bibinya Delima bunuh diri karena malu dan tidak sanggup untuk menanggung aib. Hal itulah yang membuat Bagaskara sampai sekarang selalu berusaha menyerang perusahaan kita!"
Arya benar-benar terkejut mendengarkan perkataan dari Nathan yang baru dia ketahui hari ini.
__ADS_1
" Bos, tenanglah! Anda jangan terlalu terbawa dengan emosi seperti ini. Sekarang ayo beristirahatlah! Bukankah besok kita harus pergi ke Singapura untuk menandatangani tender yang sudah disepakati? Bos saat ini benar-benar membutuhkan istirahat bukan wine ataupun alkohol!"
Arya berusaha untuk menasehati Natan dia pun berusaha untuk memapah tubuh Nathan yang terasa begitu lemas seakan tak bertenaga sama sekali.
Semangat hidup Nathan saat ini memang benar-benar sedang melayang pergi entah ke mana. Semua itu gara-gara dia melihat kemesraan antara Delima dan Abdi.
Arya membaringkan tubuh Nathan di atas kasur dan menyelimutinya.
" Tidurlah dulu Bos besok aku akan membangunkanmu agar kita tidak terlambat pergi ke bandara!" setelah mengatakan itu Arya kemudian mematikan lampu utama dan membiarkan lampu yang ada di atas nakas tetap hidup untuk sekedar memberikan penerangan untuk Nathan di kamarnya.
Arya yang benar-benar merasa prihatin ke kehidupan Nathan. Dia saat ini hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Aku percaya bos kalau jodoh kalian pasti akan bertemu suatu saat nanti. Akan tetapi kalau memang Nyonya Delima memang bukan jodohmu. Biar kau tangisi seperti apapun, tidak akan mungkin Nyonya Delima akan menjadi milikmu!" monolog Arya sambil menutup pintu kamar Nathan yang sudah mulai berusaha untuk bisa terlelap.
Arya berusaha untuk menghubungi Bagaskara. Arya berusaha untuk bernegosiasi dengan ayahnya Delima agar bisa membuat Delima menikah dengan Nathan.
Arya tahu kalau tanpa disadari Nathan telah mencintai Delima. Walaupun sampai saat ini Nathan belum mengakuinya. Akan tetapi kalau melihat dari gelagat Nathan yang selama ini selalu cuek dengan wanita. Arya bisa melihat kalau Nathan selama ini selalu merasa sedih kalau sudah memikirkan tentang Delima yang sekarang sedang hamil anaknya Nathan. Sementara Delima hingga saat ini masih belum bercerai dengan Abdi.
" Aneh sekali kenapa Tuan Abdi tidak bercerai dengan Nyonya Delima? Bukankah seharusnya mereka bercerai? Karena saat ini nyonya Delima sedang mengandung anak Tuan Nathan. Bukankah harusnya mereka bercerai?" Arya mencoba untuk menghubungi anak buahnya agar menyelidiki masalah itu.
Bagaimanapun Arya tidak bisa membiarkan Nathan merasakan kesepian ataupun kesedihan yang berlarut-larut karena memikirkan masalah Delima dan Abdi.
" Tolong selidiki tentang pernikahan antara Tuan Abdi, menantu Bagaskara grup dengan Nyonya Delima! Ingaah! Kau harus segera mendapatkan hasilnya dan laporkan semuanya padaku secara detail!" perintah Arya dengan tegas dan tanpa bisa dibantah.
Di dalam perusahaan yang dipimpin oleh Nathan Arya adalah orang nomor 2 setelah Nathan. Arya memiliki kekuasaan yang hampir sama seperti Nathan.
__ADS_1
" Baiklah bos! Saya akan segera menyelidiki mereka berdua!" setelah selesai berbicara dengan detektif itu Arya pun kemudian menutup panggilan telepon.