Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
65. Bodoh!!


__ADS_3

Rebecca saat ini sedang duduk di balkon rumahnya dia terlihat memikirkan sesuatu.


' Bodoh!! Bisa-bisanya kau termakan oleh rencanamu sendiri. ****!! Apa kau mau menikah dengan pemuda lebay itu?? Ya ampun Rebecca!! Kau adalah definisi perempuan bodoh yang ada di dunia ini. Kau mau menembak seorang CEO, malah seorang asisten yang Kau dapatkan! Kau benar-benar tidak bisa diharapkan!' Rebecca terlihat kesal dengan dirinya sendiri.


Saat Rebecca sedang frustasi memikirkan apa yang akan dia jelaskan kepada Bagas, ponselnya berdering dengan tidak sabarnya.


" Ih, siapa sih?" monolog Rebecca kesal karena sudah mengganggu kesenangnya untuk melamun.


Rebecca kemudian bangkit dan mengambil ponselnya yang ada di atas nakas di liriknya Arya yang sedang tidur. " Tampan sekali!" ujar Rebecca tampa sadar saat dia melihat Arya yang saat ini sedang pulas.


Rebecca langsung menggoyangkan kepalanya. Ketika dia sadar bahwa dia begitu konyol dengan tingkahnya itu.


" Sadar, Rebecca!! Jangan gila!!" Rebecca merutuk dirinya sendiri yang begitu konyol dan tidak percaya dengan dirinya sendiri yang sekarang malah memuji Arya.


Asisten Nathan yang telah menggagalkan semua rencananya bersama Bagas.


Saat Rebecca melihat Siapa yang menelponnya. Rebecca sontak merasa lemas tubuhnya.


" Oh, Tuhanku!" Rebecca mulai frustasi ketika melihat Bagas yang ternyata menelponnya.


Rebecca segera menjawab panggilan dari Bagas. " Ya?" seketika jantung Rebecca merasa berdebat sangat kencang ketika mendengar suara Bagas yang mulai ngegas.


" Kamu ke mana aja Rebecca? Astaga! Dari tadi malam aku menghubungimu. Dan kamu gak mau mengkatnya?" tanya Bagas yang kesal luar biasa.


" Aku tidak membuka ponsel. Sejak semalam ponselku aku matikan. Karena aku tidak mau terganggu dengan apapun untuk menjalankan rencana kita. Ada apa memang?" tanya Rebecca berpura-pura tidak mengetahui apa yang membuat Bagas marah.


Bagas mengatakan kalau dia akan datang ke apartemennya. Akan tetapi Rebecca melarangnya. Bagaimanapun di situ sedang ada Arya. Tidak mungkin dia membiarkan Bagas melihat pemuda itu.

__ADS_1


" Ceritakan saja. Ada apa?? Kau tidak usah datang kemari! Karena aku sedang pusing dan tidak ingin di ganggu siapapun!" ucap Rebecca dengan suara ketusnya yang membuat Bagas menjadi jengkel.


Bagas pun kemudian menceritakan apa yang terjadi tadi malam bahwa Rebecca tidak bermalam dengan Nathan.


' Jadi Nathan tadi malam bersama dengan Delima, alih-alih datang ke hotel yang aku minta?' Rebecca menepuk jidatnya sendiri ketika menyadari bahwa dia memang sejak awal sudah salah berkomunikasi.


' Kau memang bodoh, Rebecca!' Rebecca terus merutuki dirinya sendiri.


" Jadi tadi malam Kau bersama siapa? Karena Nathan ada di restoran bersamaku dan Delima tadi malam," tanya Bagas penasaran.


" Aku tadi malam sendiri. Aku pulang setelah Nathan tidak datang-datang. Kau pikir aku bodoh?? Akan menunggu lelaki yang akan tidur denganku, tanpa kejelasan akan datang atau tidak?? Sudahlah Bagas! Aku capek banget dan sekarang mau tidur dulu! Bye!" Rebecca langsung menutup panggilan telepon tersebut tanpa menunggu jawaban Bagas.


Jantung Rebecca berdebar sangat kencang dia takut kalau sampai Bagas marah setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi tadi malam di kamar hotel itu.


" Hhhhh, bodoh!! Bodoh!!" Rebecca terus memukul kepalanya sendiri.


Arya yang sejak tadi mendengarkan percakapan antara Rebecca dan Bagas terlihat mengepalkan kedua tangannya.


' Sudah kuduga kalau dia diperintah oleh seseorang untuk mencelakai Tuan Nathan. Bagas?? Bukankah dia adalah sepupu dari tuan Nathan? Kenapa dia mempunyai niat untuk mencelakai Tuan Nathan? Aku harus bisa menjebak perempuan ini untuk bisa mendapatkan lebih banyak informasi untuk aku laporkan kepada Tuan Nathan.' monolog Arya yang sampai saat ini masih terus berpura-pura tidur setidaknya Arya ingin mendapatkan informasi lebih banyak lagi.


Akan tetapi berpura-pura tidur terlalu lama juga terasa amat melelahkan sehingga akhirnya Arya pun bangun.


Arya menggeliatkan tubuhnya seakan-akan dia baru terbangun. Arya melihat Rebecca yang saat ini sedang berdiri di pinggir balkon dan melihat langit malam yang indah.


Arya memeluk Rebecca dari belakang dan menaruh kepalanya di ceruk leher Rebecca.


' Aku harus membuat dia jatuh cinta padaku. Untuk mengetahui siapa saja orang yang memiliki niat jahat terhadap Tuan Nathan. Pasti orang itu ingin menghalangi pernikahan Tuan Nathan dengan Nyonya Delima. Aku tidak boleh membiarkan orang-orang jahat itu menang begitu saja.' bathin Arya yang kesal setengah mati.

__ADS_1


Rebecca terkejut ketika melihat Arya yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya dan memeluk serta mencium lehernya.


' Ah, pria ini lama-lama membuat aku bisa gila!' Rebecca menemukan dirinya terlena dengan semua yang dilakukan oleh Arya kepadanya.


" Kamu sedang apa sayang?? Alih-alih tidur bersamaku?? Hmmm? Kau membuat aku tidur kedinginan." Arya mencium kembali ceruk leher Rebecca yang wangi dan membuat dirinya hilang akal.


Rebecca hanya diam, karena dia tidak mau kalau sampai Arya bisa mendengar bahwa dirinya saat ini sedang berdebar-debar.


" Aku Saya sedang melihat langit malam yang menjadi kesukaanku. Kenapa kau bangun?" tanya Rebecca berusaha menekan perasaannya sendiri.


Rebecca berusaha sekuat tenaga agar dirinya tidak terlalu terbawa arus permainan itu.


" Benarkan?? Ah, ya!! langit malam di atas balkon mu benar-benar sangat indah. Aku akan betah kayaknya tinggal di sini." Bagas mengulas senyum kepada Rebecca.


Rebecca seketika merasakan sekujur tubuhnya merinding saat Arya mengendus lehernya yang terbuka. Ya! Saat ini Rebecca sedang menggunakan gaun tidurnya. Jadi bisa di katakan saat ini tubuh Rebecca sangat sensitif karena menggunakan pakaian tipis.


Arya kesulitan untuk bisa mengendalikan dirinya sendiri. Sejak kemarin malam, Arya saya akan lupa dengan tugasnya sebagai seorang asisten yang harus selalu siap sedia di samping Nathan.


Rebecca seakan telah memberikan dunia yang baru kepada Arya. Dunia yang sebelumnya tidak pernah dimasuki oleh pemuda itu.


" Sayang, kita masuk yuk, aku kangen sama kamu!" ucap Arya di telinga Rebecca.


Rebecca hanya menurut saja saat Arya kembali menggendong tubuhnya. Mereka berdua udah sama persis seperti pengantin baru yang sedang mabuk asmara.


Semalaman mereka berenang dalam birahi yang seakan tiada akhirnya. Arya dan Rebecca seakan terpenjara di dalam permainan yang telah mereka susun sendiri dan mereka telah terjebak di dalamnya.


' Aku akan bermain hingga akhir! Entah sampai kapan ini akan menjeratku semakin dalam.' bathin Rebecca yang merasa bingung dengan dirinya sendiri yang seakan tidak mampu menolak apapun yang di lakukan oleh Arya ke atas tubuhnya.

__ADS_1


Akal dan logikanya di khianati oleh tubuhnya yang malah menikmati semua yang Arya berikan padanya. ' Biarlah, apa yang akan terjadi besok, terjadilah!' bathin Arya yang akhirnya memutuskan untuk bermain hingga akhir.


__ADS_2