Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
62. OMG!!


__ADS_3

Setelah mengirimkan alamat hotel. Rebecca kemudian mulai mempersiapkan jebakan yang akan dia jalankan untuk menggoldkan rencana tersebut.


Rebecca segera menghubungi Bagas agar menghubungi Delima. Hal itu di lakukan supaya rencana mereka bisa saling berkesinambungan satu sama lain.


" Good job, Rebecca! Kau memang hebat! aku salut dengan kemampuanmu yang hanya dalam waktu sekejap sudah berhasil membuat Nathan mau membuat janji dengan kamu." Bagas terlihat begitu bahagia karena usahanya sudah 50% berhasil.


Rebecca begitu bersemangat mendapatkan pujian dari Bagas yang selama ini menjadi idolanya dalam diam.


" Baiklah kau tinggal bersiap-siap untuk memberikan bonus besar kepadaku," Rebecca terkekeh membayangkan dirinya akan menghabiskan waktu bersama dengan Bagas yang selama ini sangat sulit untuk bisa dia dekati. Kalau bukan Bagas sendiri yang membutuhkannya. Jangan harap dirinya bisa mendekati pemuda itu.


Setelah mereka sepakat dengan rencana yang sudah disusun rapi oleh Bagas. Mereka pun langsung mengeksekusi rencana tersebut. Karena bagaimanapun dua hari lagi pernikahan Nathan dan Delima akan berlangsung. Maka tidak ada banyak waktu untuk mereka bersantai.


Sementara itu Arya yang saat ini masih sibuk dengan pekerjaannya. Arya langsung mencatat alamat dan kamar hotel tempat dirinya membuat janji penuh dengan Rebecca di dalam buku agendanya.


Setelah itu Arya kembali fokus dengan pekerjaannya dan tidak memikirkan lagi perihal tersebut.


***


Bagas saat ini sedang berada di kediaman Delima. Dia sedang membujuk Delima untuk makan malam bersamanya dengan alasan sebagai tanda perpisahan sebelum Delima menikah dengan Nathan.


Delima yang memiliki hati yang baik dan tidak pernah berpikir negatif kepada siapapun juga, tanpa merasa curiga sedikit pun, Delima menerima tawaran Bagas.


" Tapi ingat ya, No alkohol!! Karena aku saat ini sedang hamil. Aku tidak boleh lagi untuk mengkonsumsi minuman yang berbahaya untuk janinku!" Delima memberikan saraf kepada Bagas yang auto mengangguk.


" Tidak masalah. Lagi pula itu hanya makan orang biasa. Aku janji tidak akan ada alkohol ataupun hal-hal negatif yang lainnya. Kau cukup duduk manis di hadapanku dan menikmati makanan yang disediakan oleh pihak restoran. Aku sudah sangat senang sekali!" Bagas tersenyum miring karena merasa bahagia sekali rencananya berjalan begitu mulus.


" Baiklah aku akan menjemputmu jam 07.00 malam. Bersiap-siaplah dengan dandan yang cantik!! Aku ingin malam ini menjadi malam yang berarti untuk kita berdua!" Bagas terlihat begitu terbawa suasana yang tiba-tiba saja terasa begitu mengharu biru untuk dirinya.


" Ya ampun, Bagas! Kau ini seperti kita mau melakukan apa saja sih. Kita itu selamanya akan menjadi sahabat dan tidak akan lebih dari itu. Paham?" Delima kemudian menyuruh Bagas untuk pulang karena dia harus beristirahat apabila nanti malam dia hendak pergi untuk makan malam bersama dengan Bagas.


Bagas kemudian pulang dengan hati bahagia. Bagas sudah membayangkan bahwa delima akan meninggalkan Nathan tanpa pikir panjang setelah malam itu.


" Aku akan menyediakan bahuku dan juga hidupku untuk kamu, Delima agar kau bisa bersandar kepadaku untuk selamanya! Aku selalu mencintaimu Dilema dan tidak akan pernah melepaskanmu untuk siapapun!" Bagas terlihat begitu terobsesi dengan delima yang sudah hampir lebih dari 10 tahun dia berusaha belum juga bisa mendapatkannya.

__ADS_1


Delima terlihat sedang beristirahat saat Nathan menghubunginya.


" Sayang kamu sedang apa?" tanya Nathan.


" Aku sedang beristirahat. Kenapa memangnya sayang?" tanya Delima sambil membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


" Kok tumben sih?? Baru jam segini kamu sudah beristirahat. Biasanya Kamu masih sibuk untuk mengurus rencana pernikahan kita," Nathan tampak kepo dengan urusan Delima.


Delima kemudian menjelaskan bahwa malam ini dia memiliki rencana untuk makan malam bersama Bagas. Nathan terlihat begitu emosi dengan kelakuan sepupunya yang rupanya tidak mendengarkan apapun yang dia katakan kepada Bagas.


" Di mana kalian akan makan malam?" tanya Nathan dengan nada posesif yang luar biasa.


Delima akhirnya memberitahukan tempat di mana mereka akan bertemu.


" Baiklah sayang. Selamat makan malam ya. Ingat kau tidak boleh pulang terlalu larut. Bagaimanapun kau harus mengingat bahwa kau saat ini sedang hamil!" Nathan memberikan nasehat kepada dirinya agar menjaga kandungannya dan tidak pulang terlalu malam.


" Ya sayang. Jangan khawatir Bagas pasti akan menjagaku kok. Dia itu sejak dulu adalah sahabatku yang bisa aku andalkan. Sayang, kau tidak usah khawatir ya? Ini hanya makan malam perpisahan saja. Sebelum Aku menikah denganmu!" ucap Delima sangat bahagia karena Nathan tidak mengamuk mendengarkan rencana makan malamnya bersama Bagas.


" Iya sayang. Tidak apa-apa. Lagi pula Bagas itu kan adalah sepupuku. Tidak mungkin kan kalau dia mempunyai rencana jahat untuk memisahkan kita?" tanya Nathan dengan tertawa Sumbang yang membuat Delima menjadi tidak nyaman karenanya.


Setelah telepon ditutup Nathan langsung menghubungi Arya.


" Arya Kau di mana sekarang? Apakah bisa datang ke mansionku? Aku butuh sekali bantuan darimu!" Nathan to the point ketika panggilannya langsung diangkat oleh Arya yang saat ini masih berada di kantornya.


Sejak Nathan mengajukan cuti untuk persiapan pernikahannya bisa dikatakan 80% tugas Nathan dikerjakan oleh Arya.


Setelah pekerjaan itu selesai, maka Ary akan membawanya kepada Nathan untuk ditinjau dan ditandatangani.


" Maaf Bos aku sudah membuat janji dengan seorang model yang menawari perasaan kita untuk slot promosi. Memangnya ada apa bos?" tanya Arya kepada Nathan.


Mendengar Arya sudah mempunyai janji Nathan pun kemudian membatalkan.


" Baiklah kau lakukan saja pekerjaanmu. Aku akan mengurus diri sendiri!" Nathan pengertian langsung menutup panggilan telponnya bersama Arya.

__ADS_1


Nathan mendengus kesal karena Arya yang ternyata sudah memiliki rencana sendiri.


" Dasar Arya menyebalkan! Dia selalu saja serta itu kalau aku sedang butuh dia!" terlihat Nathan yang menggerutu gara-gara asistennya yang ternyata tidak bisa dia minta untuk datang ke hotel demi menggagalkan makan malam bersama Bagas.


Nathan terus memikirkan sebuah rencana yang matang untuk dirinya bisa pergi ke hotel tersebut tanpa diketahui oleh ayahnya.


Ayahnya benar-benar memberlakukan aturan yang sangat ketat kepada Nathan agar dia tidak boleh keluar sampai hari H pernikahan dirinya dengan Delima.


Nathan mengerti bahwa semua itu adalah untuk kebaikannya tetapi saat ini dia benar-benar sedang hujan dan harus pergi menemui Delima di hotel itu.


Entah kenapa Nathan merasa perasaannya sangat tidak nyaman dengan apa yang disampaikan oleh delima tentang Bagas.


Setelah menemukan rencana yang sangat bagus untuk membuat dirinya bisa keluar dengan selamat tanpa harus membuat keributan. Nathan pun kemudian tidur dan beristirahat agar dia bisa beraksi dengan aman pada malam hari.


Nathan akan pergi ketika ayahnya sudah tidur.


Nathan akan mengakali para penjaga yang sudah disewa oleh ayahnya untuk dapat mengamankan dirinya agar tidak pergi dan bergentayangan keluar sana.


Rebecca yang saat ini sudah bersiap-siap untuk pertemuannya bersama laki-laki yang dianggap sebagai Nathan. Nathan sudah menyiapkan semuanya dengan sempurna. Makanan bahkan minuman yang sudah dicampur dengan obat perangsang sudah dia siapkan semua di atas meja.


" Sempurna! Aku hanya tinggal menunggu kedatangan Nathan." Rebecca kemudian menghubungi nomor telepon yang tadi siang membuat janji dengannya.


" Kau di mana? Aku dari tadi sudah menunggumu!" Tanya Rebecca yang sudah tidak sabar untuk mewujudkan impiannya malam ini agar bisa bersama dengan Nathan Prawira yang selama ini selalu menjadi pembicaraan para artis dan juga model ibukota yang menjadikan Nathan sebagai incaran hidup mereka.


Rebecca sangat tahu sangat sulit untuk menaklukkan seorang Nathan Prawira yang terkenal dingin dan juga datar terhadap para wanita yang mendekatinya.


Oleh karena itu semua persenjataan sudah disiapkan oleh Rebecca dengan sangat matang dalam rangka mewujudkan rencananya untuk menaklukkan Nathan.


Rebecca sangat senang sekali ketika mendengarkan suara bel di depan pintu kamar yang sudah dipesan untuk pertemuan itu. Lampu kamar dibuat temaram agar menciptakan suasana romantis.


Rebecca membuka pintu kamar dan tidak terlalu melihat jelas wajah laki-laki yang datang ke dalam kamar itu.


Bagaimanapun Rebecca sudah mengenal sosok Nathan. Tetapi dia tidak pernah berjalan secara langsung dengan Nathan. Jadi Rebecca tidak bisa membedakan Nathan yang sesungguhnya dengan orang lain.

__ADS_1


Perawakan dan juga body yang dimiliki oleh Arya hampir mirip dengan Nathan. Jadi Rebecca tidak berpikir bahwa itu adalah orang lain.


" Selamat datang!! Mari saya sudah menunggu Anda dari tadi. Oh ya, karena ini tergolong jam makan malam. Bagaimana kalau kita makan malam bersama dulu?? Saya yakin Anda pasti belum makan malam kan?" tanya Rebecca dengan sok akrab.


__ADS_2