Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
23. Kesedihan


__ADS_3

Delima saat ini sedang menangis di atas ranjang nya. Dia menyesali kenapa harus setuju dengan keinginan Abdi untuk mereka tidur saat kamar tidur.


' Bodoh! Kenapa kau harus melakukan hal seperti ini Mas Abdi? Saat hati ini sudah berubah dan bukan milik kamu lagi. Hiks hiks. Dahulu ketika aku setiap malam selalu merindukan dan menantimu. Kau lebih sibuk untuk bersama dengan Alana dari pada menghabiskan waktumu denganku. Kau sungguh semena-mena sekali!' bathin Delima yang sekarang terasa begitu menyakitkan dengan perlakuan Abdi kepadanya.


Seharusnya malam itu menjadi hari bersejarah untuk Delima. Karena untuk pertama kalinya suaminya, setelah hampir 6 tahun tidak pernah menyentuhnya. Sekarang dia mau menjamah Delima dan memberikan nafkah bathin yang sejak dulu dinantikan oleh Delima.


Namun Delima tidak mengerti, kenapa hal itu sama sekali tidak membuat hatinya bahagia? Tetapi dia malah merasa sakit hati dan terhina atas perbuatan dari Abdi.


Abdi mendekati delima ketika dia sudah selesai mandi dan membersihkan tubuhnya dari sisa percintaan mereka berdua.


Abdi tersenyum melihat Delima yang masih menangis pilu di ranjang hanya dengan selimut yang menutupi tubuh polosnya.


" Kenapa kau menangis sayang? Apakah kau berharap kalau si Nathan b******* itu yang menyentuhnya? Iya?" tiba-tiba saja Abdi terlihat marah kepada Delima.


Entahlah Abdi juga tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Hanya membayangkan delima bersama dengan Nathan sudah membuat Abdi benar-benar merasa emosi.


" Kau gugurkan saja anak bajingan itu! Aku akan memberikanmu anak yang lebih tampan dan pintar daripada anak bajingan itu!" Ucap Abdi yang tiba-tiba saja mengangkat dagu Delima yang saat ini masih terpukul hatinya, gara-gara perbuatan Abdi yang sudah memaksa nya untuk melayani dirinya.


" Jangan bermimpi! Aku tidak akan pernah membunuh anakku! Apa kau dengar itu?" tanya Delima dengan mata yang berapi-api.


Delima pun kemudian tergesa-gesa meninggalkan Abdi yang terlihat marah kepadanya.


" Apa sebenarnya yang kamu mau?" tanya Delima saat melihat Abdi yang mencekal tangannya dan melarangnya meninggalkan dia di sana.


" Gugurkan anak itu! Apa kau dengar itu?" Tanya Abdi dengan geram luar biasa.


Sontak Delima pun tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi dari Abdi yang seperti sedang cemburu kepada Nathan yang menjadi ayah dari anaknya.


" Kau menyuruhku untuk menggugurkan kandunganku. Memangnya kau yakin kalau kau bisa menghamili seorang perempuan?" tanya Delima dengan tatapan meremehkan.

__ADS_1


Abdi terkesiap mendapatkan pertanyaan semacam itu dari Delima. Abdi tidak menyangka kalau delima yang selama ini selalu polos dan terlihat menderita ternyata mulutnya bisa pedas juga.


" Apa maksud perkataanmu?"


" Bukankah selama ini kau selalu menjalin hubungan bersama dengan Alana? Hmmm, kalau gak salah, lebih dari sekitar 5 tahun bukan? Kenapa pacar kamu itu gak pernah hamil? Apakah itu tidak menjadi bahan pertanyaanmu?" tanya Delima yang sontak membuat Abdi terkejut bukan kepalang.


" Kau Lihatlah! Nathan hanya satu kali melakukannya padaku dan aku sekarang sedang hamil anaknya." ucap Delima berusaha untuk memprovokasi Abdi agar mau melepaskannya dan tidak mengganggu nya lagi dengan hal-hal aneh.


Bagaimana mungkin seorang ibu akan menggugurkan anaknya sendiri? Walaupun itu adalah dengan perintah suaminya sendiri. Akan tetapi Delima tidak akan pernah mau melakukan itu.


" Kau, kau, lancang! Siapa yang sudah membuat kamu berani mengatakan hal-hal yang tidak berguna itu?" tanya Abdi yang terlihat begitu gugup saat berhadapan dengan delima yang sekarang malah tersenyum meremehkannya.


Abdi kemudian pergi meninggalkan Delima sendirian di dalam kamarnya.


Abdi memilih untuk pergi ke klub malam untuk menjernihkan pikirannya yang saat ini sedang kacau gara-gara Delima.


" Apakah benar kalau aku tidak bisa mempunyai anak? Delima benar! Kenapa selalu hampir 5 tahun aku bersama dengan Alana. Kenapa dia tidak pernah hamil?" tanya Abdi kepada dirinya sendiri.


" Abdi! Ada apa denganmu? Kenapa kau seperti ini apakah di kantormu sedang ada masalah?" tanya Surya yang benar-benar merasa khawatir dengan kondisi Abdi yang sejak datang ke sana, Abdi hanya terus meminum alkohol tanpa mengatakan apapun tanpa memakan apapun.


Saat melihat Alana yang masuk ke dalam klub dengan Natasha. Abdi langsung menarik tangan Alana menuju sebuah ruangan yang kosong. Sehingga membuat Alana menjadi salah paham kepada Abdi.


Alana berpikir kalau Abdi akan melakukan sesuatu kepadanya seperti biasanya. Akan tetapi Alana terkejut ketika melihat Abdi yang malah menatapnya dengan begitu tajam dari atas rambut hingga ujung kaki.


" Mau apa kau sayang? Kenapa dari tadi kau Cuma diam saja?" tanya Alana merasa bingung kepada Abdi yang sudah selama hampir 1 bulan tidak bertemu dengannya, tetapi masih begitu anteng dan tidak meminta jatah kehangatan padanya. Sungguh aneh! Tidak seperti biasanya.


" Katakan padaku Alana. Selama 5 tahun kita berhubungan badan.Apa yang kau lakukan? Kenapa kamu tidak pernah hamil anakku?" tanya Abdi mengutarakan semua kebingungannya pada Alana.


Terlihat Alana tertawa terbahak-bahak saat mendengarkan pertanyaan konyol dari Abdi yang menurutnya begitu lucu.

__ADS_1


" Kenapa kau tertawa?" tanya Abdi yang tampak bingung dengan Alana.


" Ya iyalah! Ngapain juga aku harus hamil anakmu? Ayolah Abdi! Kita kan tidak menikah. Bagaimana kalau nanti kau tidak mau bertanggung jawab denganku dan aku melahirkan sendiri? Hal itu akan menjadi aib besar bagi keluargaku!" ucap Alana begitu damai Sentosa nyaris tanpa beban sama sekali saat mengatakan itu.


" Lalu apa yang kau lakukan agar kau tidak hamil anakku?" tanya Abdi merasa bingung.


" Tentu saja aku minum pil anti kehamilan! Ya ampun! Memang nua apalagi yang bisa aku lakukan?" tanya Alana sambil menggelengkan kepalanya.


Abdi terkesiap mendengarkan jawaban Alana. Kemudian dia pun meninggalkan Alana begitu saja dalam kebingungannya.


" Aneh banget sih! Ada apa sih dengan Mas Abdi? Kok tumben dia berperilaku begitu?" monolog Alana kepada dirinya sendiri ketika dia melihat Abdi yang pergi begitu saja meninggalkan dia di ruangan kosong itu.


Padahal dulu setiap kali lama mereka tidak bertemu, Abdi pasti akan selalu menarik dirinya ke ruangan itu hanya untuk bercinta.


" Sebenarnya Mas Abdi kenapa sih? Kok dia ga bermain dulu sih? Kan aku rindu sama dia. Satu bulan ga ketemu aku jadi karatan begini," ucap Alana sambil menggigit bibir bawahnya yang seakan sedang menahan hasrat dan gairahnya sendiri.


" Aih, gara-gara Mas Abdi kenapa dia harus meninggalkanku begini? Aku sekarang yang kebingungan untuk mencari pelampiasanku!" monolog Alana yang merasa frustasi dengan yang saat ini terjadi kepadanya.


Saat melihat Surya melintas di depan ruangan itu, tanpa pikir panjang Alana langsung menarik tangan Surya dan menyerang pemuda itu. Awalnya Surya bingung akan tetapi lama-lama Dia pun akhirnya mengikuti permainan Alana dan mulai pro dengan kegiatan mereka malam itu.


" Wow! Kamu ternyata sangat pro dengan hal beginian!" ucap Alana memuji Surya yang sanggup memberikannya kepuasan berlipat.


" Aku ini seorang laki-laki! Kenapa kau bisa melakukan hal ini padaku? Bagaimana kalau Abdi tahu Ayo kita lakukan sekarang?" tanya Surya mulia khawatir dengan sahabat nya.


Alana kembali menggunakan pakaiannya kemudian dia melambaikan tangannya kepada Surya yang masuk kebingungan di tempatnya.


" Ini akan menjadi rahasia kita berdua. Selama kau tidak mengatakannya kepada Mas Abdi, maka tidak ada yang akan pernah tahu. Lagi pula Mas Abdi sepertinya sudah tidak tertarik denganku. Mungkin karena selama beberapa bulan ini kesulitan bertemu denganku. Karena papaku yang selalu membatasi gerak langkahku. Mas Abdi jadi marah atau mungkin dia sudah menemukan mainan baru yang bisa membuatnya senang. Sehingga tidak menginginkan aku lagi!" ucap alamat dengan senyum yang benar-benar membuat Surya kelapakan dibuatnya.


" Kalau Abdi sudah tidak menginginkanmu lagi, kau datanglah padaku. Karena aku akan memberikan apapun yang kau minta!" ucap Surya dengan senyum di bibirnya.

__ADS_1


Mendengarkan perkataan dari Surya, Alana hanya tersenyum kemudian meninggalkan Surya begitu saja.


Surya kemudian mengenakan kembali pakaiannya yang tadi di singkirkan begitu saja oleh Alana.


__ADS_2