Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
48. Selalu saja


__ADS_3

Delima merasa lega setelah kepergian Nathan dari cafe. Karena itu artinya kebohongannya tidak akan diketahui oleh tunangannya.


Ya, Delima berbohong tentang ayahnya yang mengajak bertemu di kafe. Padahal Delima datang ke Cafe itu hanya ingin menenangkan diri. Setelah mendengarkan semua percakapan antara Nathan dan Arya mengenai Abdi yang ternyata sedang mencari cara untuk melakukan blokade terhadap perusahaan Nathan.


" Aku tidak pernah menyangka kalau ternyata Mas Abdi hanya sedang melakukan penipuan terhadapku dengan pura-pura baik. Padahal dia sedang merencanakan sesuatu yang jahat terhadap Nathan. Hampir saja aku tertipu dengan wajah malaikatnya. Untung saja aku tidak membatalkan gugatan perceraian itu dan tetap memilih untuk menikah bersama Nathan," Delima terlihat begitu galau dan merasa kecewa dengan kenyataan tentang Abdi yang ternyata hanya pencitraan saja di hadapannya.


Delima memang tahu sejak dulu Abdi dan Nathan adalah musuh abadi sejak lama yang tidak pernah terlihat akur.


Oleh karena itu Delima benar-benar sangat salut kepada Nathan yang bahkan mau memberikan saham 10% dari perusahaan Prawira group ntuk Abdi hanya agar mantan suaminya mau menceraikan dirinya.


" Apa kau tahu Mas Abdi? Aku benar-benar sangat kecewa padamu!" monolog Delima sangat kesal luar biasa.


" Hampir saja aku tertipu dengan wajah malaikat kamu. Hampir saja aku kepincut dengan sikap innocent kamu." Delima benar-benar merasa kecewa.


Sepanjang siang itu delima menghabiskan waktunya di cafe tanpa memikirkan apapun lagi. Dia hanya ingin menenangkan dirinya sambil memakan dessert kesukaannya dan juga membaca novel yang dia sukai.


" Delima?" tiba-tiba saja datang seseorang yang memanggil namanya.


Delima yang tidak merasa mengenalnya hanya bisa mengerutkan keningnya.


" Siapa ya?" tanya Delima.


" Apa kau tahu?? Aku benar-benar pangling denganmu. Kamu Delima bukan?" tanya pria itu yang begitu excited karena bertemu lagi dengan teman lamanya.


" Ya, aku memang Delima! Tapi siapa kamu? Aku nggak kenal deh! Gak usah sok akrab sama aku!" kesal Delima terhadap laki-laki itu yang dengan seenak jinaknya main duduk saja di hadapannya.


" Astagfirullah kamu sombong banget. Padahal kita cuma nggak ketemu 3 tahun aja tapi kamu udah ngelupain aku!" terlihat laki-laki itu kecewa ketika melihat Delima yang bersiap untuk meninggalkannya.

__ADS_1


" Weh, aku Bagas masa kamu lupa sih sama aku?" tanya pria itu sambil menggelengkan kepalanya.


" Bagas siapa sih? Astagfirullah! Aku nggak kenal loh! Udah ya, aku mau pergi! Sebaiknya kamu nggak usah ganggu aku!" Delima memasang wajah amarahnya kepada laki-laki itu yang sok kenal kepada dirinya.


Laki-laki itu menepuk jidatnya karena benar-benar menganggap Delima sangat payah karena sudah melupakan dirinya.


" Aku Bagas weh!! Teman kamu ketika SMA dulu. Bagas yang pernah nembak kamu sampe 5 kali, tapi terus saja kamu menolak aku karena aku Jadi adik kelasmu!" Bagas terlihat kecewa karena Delima yang tidak mengenalnya lagi.


Delima terlihat mengerutkan keningnya dan terus memperhatikan laki-laki yang mengaku sebagai teman sma-nya.


" Hmmm, aku masih belum Ingat tentang kamu tapi sama-sama aku mengingat tentang sejarah itu." Delima akhirnya kembali duduk di kursi yang tadi sempat dia tinggalkan.


" Bagaimana kabarmu Selima? Lama sekali kita tidak pernah bertemu. Jadi pantas kalau kamu tidak mengingatku lagi." Bagas kemudian menceritakan banyak hal kepada Delima yang secara perlahan mulai membuka memori dan juga ingatan Delima tentang laki-laki itu.


" Ya ampun ternyata kamu adalah Bagas. Bagas Aditama!! Pria konyol yang seminggu sekali selalu memberikan surat cinta untukku di laci mejaaku! Hahaha!" Delima bahkan sampai tertawa terpingkal gara-gara mengingat kejadian itu.


" Ya ampun kau mengingat kejadian konyol itu tetapi kau tidak mengingat kalau aku adalah superhero kamu selama masa SMA kita. Apa kamu tidak ingat? Kalau aku yang selalu menyelesaikan semua masalahmu dengan para laki-laki yang selalu mengejarmu dulu?" tanya Bagas dengan senyum kecutnya.


Terlihat Bagas kemudian mulai menceritakan banyak hal kepada Delima sehingga membuatnya menjadi kembali mengingat masa-masa SMA mereka berdua.


" Apakah kamu benar-benar sudah mengingat tentang aku?" tanya Bagas sambil menatap wajah Delima dengan lekat.


" Ya, aku ingat dengan kamu. Bagaimana dengan kabarmu sekarang sudah punya anak berapakah?" tanya Delima dengan wajah sumeringahnya.


Terlihat Bagas yang menundukkan kepalanya dengan wajah sedih.


" Aku belum menikah sampe sekarang. Karena pas hari pernikahanku, tiba-tiba saja calon istriku mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat," Delima merasa bersalah karena sudah membangkitkan kenangan buruk Bagas dengan pertanyaannya tadi.

__ADS_1


" Maafkan Aku karena sudah buat kamu sedih," terlihat Delima yang mengusap telapak tangan Bagas yang saat ini sedang sedih.


Dari kejauhan terlihat Nathan yang masuk ke dalam Cafe dan merasa tidak senang melihat kekasihnya duduk bersama laki-laki lain. Alih-alih bertemu dengan calon mertuanya seperti yang dikatakan oleh Delima sebelum dia meninggalkan tunangannya di cafe tadi siang karena begitu banyaknya pekerjaan yang sedang menunggunya di kantor.


" Sayang kamu bilang mau bertemu dengan ayahmu tadi. Apakah dia ayahmu?" tanya Nathan terlihat tidak senang melihat keakraban antara Delima dengan Bagas.


Delima kemudian memperkenalkan Nathan dengan Bagas yang langsung merasa tidak nyaman dengan kehadiran Nathan di antara mereka berdua.


" Sayang perkenalkan dia adalah temanku sewaktu SMA Baru saja kami bertemu. Namanya Bagas. Bagas, perkenalkan dia adalah tunanganku namanya Nathan Prawira. Sebentar lagi kami akan menikah," Bagas terlihat mengerutkan keningnya karena merasa bingung.


Jelas-jelas dirinya sedang melihat bahwa Delima saat ini sedang hamil. Tapi kenapa mereka baru saja mau menikah? Bathin Bagas benar-benar merasa aneh dan bingung.


Delima bisa merasakan perbedaan raut wajah yang ditunjukkan oleh Bagas setelah kedatangan Nathan di antara mereka.


" Katakan pada ku, apakah kau benar-benar tunangan Delima ?" tanya Bagas dengan tatapan tidak bersahabat kepada Nathan.


" Ya! Aku adalah calon suaminya dan juga Ayah dari calon anaknya. Kenapa?? Apakah kau ada masalah dengan hal itu?" tanya Nathan merasa tidak senang dengan pertanyaan yang diberikan oleh Bagas.


" Tidak apa-apa. Aku hanya merasa heran, kenapa kalian baru mu menikah? Sementara kandungan Delima seperti ini hampir masuk angka 4 bulan." ucap Bagas dengan begitu hati-hati karena takut menyinggung perasaan Delima dan juga Nathan.


" Saya rasa hal itu bukanlah kapasitasmu untuk mencampurinya. Sayang ayo kita pulang kau salah terlalu lama berada di cafe ini. Aku takut kalau nanti Papah akan mencari kamu," Nathan langsung menarik tangan delima untuk keluar dari Cafe dan meninggalkan Bagas dalam kebingungan akan sikap Nathan yang sangat tidak bersahabat kepadanya sebagai teman Delima di masa SMA nya dulu.


" Benar-benar seorang laki-laki yang sangat tidak sopan!" ujar Bagas merasa tersinggung dengan apa yang dilakukan oleh Nathan kepadanya saat ini.


" Padahal aku baru saja bertemu dengan Delima dan baru hendak berbincang-bincang. Kenapa dia datang mengganggu seperti itu? Menyebalkan sekali!" terlihat Bagas yang misuh-misuh dan terus menetap ke arah Nathan dan delima yang sudah meninggalkan kafe itu dan membuat Bagas benar-benar merasa terganggu dengan kelakuan Nathan yang sangat Barbar dan begitu posesif terhadap Delima.


" Baru menjadi calon suami saja, dia sudah berperilaku seperti itu! Menyebalkan!" Bagas kemudian meninggalkan kafe dengan amarah di hatinya kepada Nathan.

__ADS_1


__ADS_2