
Keesokan harinya Rebecca dan Arya mempersiapkan diri untuk datang ke pernikahan Nathan dan Delima.
Bagas benar-benar kesal melihat adegan itu.
" Apa yang terjadi sebenarnya?" Bagas tidak menyangka kalau ternyata Rebecca malah menghianatinya.
" Kurang ajar!" Bagas merasa marah sekali dengan apa yang terjadi.
Nathan mengerutkan keningnya melihat sepupunya yang malah meninggalkan acara pesta pernikahannya bersama Delima dengan amarah yang terlihat jelas di wajahnya yang garang.
Arya merasa begitu puas ketika melihat Bagas yang meninggalkan pesta pernikahan dengan amarah yang luar biasa.
Rebecca bahkan tidak berani menatap Bagas yang merasa dikhianati olehnya.
" Dasar perempuan dungu!" rutuk Bagas ketika dia melintas di hadapan Rebecca.
Rebecca kesulitan menelan salivanya sendiri mendengar apa yang di katakan oleh Bagas yang Bahkan tidak mau berbicara dengannya.
' Gawat Bagas pasti akan menyebarkan videoku yang ada padanya.' Rebecca tampak begitu gelisah ketika memikirkan kemungkinan Bagas yang akan membalas dendam kepadanya.
Arya terus menatap Rebecca dengan lekat. Sejak tadi mata Arya terus memperhatikan Rebecca yang tampak begitu gelisah dan galau setiap kali melihat ke arah Bagas yang sekarang sudah meninggalkan acara pernikahan Nathan dan Delima.
' Jadi benar mereka berdua memiliki hubungan yang tidak biasa? Aku penasaran, sejauh apakah hubungan mereka selama ini?' bathin Arya yang sejak tadi terus memeluk Rebecca dengan posesif.
Entah kenapa Rebecca tidak menolak sama sekali apapun yang dilakukan oleh Arya kepadanya.
" Selamat ya, Bos! Semoga pernikahan kalian akan selalu langgeng." ucap Arya ketika dirinya memberikan selamat kepada Nathan.
Nathan berbisik di telinga sang asisten," Eh, selama dua hari Aku tidak bisa melihatmu. Jadi kamu bersama wanita itu? Siapa dia?"
__ADS_1
Arya pun kemudian memperkenalkan Nathan dengan Rebecca. Rebecca tentu senang sekali karena diperkenalkan oleh Arya kepada Nathan secara langsung.
" Bos, perkenalkan namanya Rebecca. Dia adalah kekasihku. Sebentar lagi dia akan menjadi calon istriku." Arya melirik kepada Rebecca yang hanya bisa tersenyum kecut kepadanya.
' Ya ampun nasibku yang buruk. Kenapa tidak berjodoh dengan laki-laki tampan ini? kenapa aku malah harus terjebak dengan asistennya yang gila ini?' batin Rebecca benar-benar merasa frustasi ketika memikirkan kembali tentang nasibnya bersama Arya.
Nathan menatap Rebecca dengan lembut. Nathan merasa senang karena akhirnya Arya menambahkan hatinya kepada seorang wanita secantik Rebecca.
" Terima kasih karena kamu sudah hadir dalam hidup asistenku yang tampan ini. Percayalah padaku. Kau tidak akan menyesali mengenalnya. Arya adalah laki-laki yang baik." Nathan kemudian memperkenalkan Delima kepada Rebecca.
" Dia istriku yang tercinta, namanya Delima. Sayang, perkenalkan dia adalah kekasih Arya," Delima menggulurkan tangannya dan bersalaman dengan Rebecca.
Rebecca sebenarnya sangat malas untuk menyambut perkenalan itu. Karena dia tidak suka melihat Delima yang sekarang telah resmi menjadi istri Nathan.
" Hallo, senang berkenalan denganmu." Rebecca kemudian memeluk Delima.
" Senang berkenalan denganmu juga. Semoga kalian segera menikah ya? Dan di berikan kebahagiaan dalam rumah tangga kalian," ucap Delima mengulas senyum kepada Rebecca dengan tulus.
Rebecca hanya tersenyum kecut saat dia mendengarkan doa tersebut dari Delima.
" Terima kasih atas doamu!" ucap Rebecca yang kemudian menarik tangan Arya untuk meninggalkan arena pesta.
Arya mengerutkan keningnya karena dia tidak mau untuk meninggalkan acara tersebut. Bagaimanapun juga dirinya mempunyai kewajiban untuk mendampingi Nathan dalam menyambut tamu-tamu pernikahannya.
"Ayolah!! Aku benar-benar sudah bosan berada di sini!" Rebecca menatap tajam kepada Arya dan memohon kepadanya agar segera membawanya keluar dari ballroom pernikahan Nathan dan Delima.
Arya kemudian berpamitan kepada Nathan. "Maafkan aku Bos, kekasihku katanya sudah lelah dan ingin pulang nanti aku kembali lagi ke sini setelah mengantarkan dia." Arya berpamitan kepada Nathan yang hanya tersenyum melihat Arya yang tampaknya serius menjalin hubungan dengan Rebecca.
"Pergilah dan hati-hati di jalan!" Nathan memberikan izinnya kepada Arya untuk pergi dari acara pernikahannya.
__ADS_1
Setelah Arya dan Rebecca pergi, terlihat Delima berbisik kepada Nathan." Tampaknya Arya sangat mencintai Rebecca akan tetapi Rebecca sepertinya tidak terlalu menanggapi perasaan cinta Arya. Terlihat dia yang sejak tadi terus saja cemberut," Nathan mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh istrinya.
Nathan juga bisa merasakan Aura yang tidak menyenangkan dari wajah Rebecca ketika menatapnya.
Nathan bisa merasakan kalau wanita itu menyimpan sesuatu untuk dirinya.
'Apa itu hanya pikiranku saja ataukah memang benar-benar kenyataan?' batin Nathan merasa tidak nyaman.
Bagaimanapun Nathan berharap kebahagiaan untuk Arya. Nathan tidak mau asistennya itu selalu jadi jomblo abadi.
"Aku berharap Arya menemukan cinta sejatinya." doa terbaik dari Nathan untuk asisten dan juga sahabat terbaiknya yang selama ini selalu menemaninya dalam suka dan duka.
Saat Nathan tengah berbahagia dengan pernikahannya terdengar dering ponsel Nathan. " Sebentar ,Sayang. Aku akan menerima panggilan telepon ini dulu. Tampaknya ini hal yang penting," Nathan kemudian meninggalkan Delima di atas pelaminan untuk menerima telepon dari ketua tim yang diperintahkan untuk mengambil kembali saham dari tangan Abdi.
"Ya??" tanya Nathan penasaran.
"Bos, kita sudah berhasil memenangkan kasus itu di pengadilan. Pengadilan tadi telah mengabulkan tuntutan kita untuk mengembalikan saham 10% tersebut dari tangan Abdi yang telah terbukti dengan sangat meyakinkan bahwa dia berbuat curang di belakang kita dengan memaksa para pemegang saham lainnya untuk menjual saham kepadanya. Pengadilan sudah memutuskan agar Tuan Abdi mengembalikan semua saham yang telah dia beli secara paksa dari para pemegang saham kita." ucapnya senang.
Nathan merasa bahagia sekali dengan berita yang dibawa oleh ketua tim yang dia bentuk secara khusus bersama Arya untuk menghadapi Abdi yang berniat jahat ingin merampas perusahaan miliknya.
"Kerja bagus!! Terima kasih atas kerja keras kalian semua." Nathan benar-benar bahagia dengan berita itu.
Nathan langsung berlari ke arah pelaminan dan memeluk Delima dengan erat.
"Ada apa?" tanya Delima yang merasa terheran melihat suaminya begitu bahagia.
"Sayang! Akhirnya perjuangan kita untuk mendapatkan kembali saham dari Abdi yang dulu telah aku berikan kepadanya, telah di kabulkan oleh pengadilan. Mereka berhasil membuktikan bahwa Abdi memang memiliki niat jahat untuk menghancurkan perusahaan aku. Dengan memaksa para pemegang saham lainnya di perusahaanku untuk menjual saham milik mereka kepada Abdi dengan harga tinggi yang tidak sesuai dengan harga pasaran," Delima benar-benar bahagia sekali mendengarkan kabar itu.
Bagaimana pun juga, Delima merasa hatinya was-was ketika memikirkan tentang Nathan yang harus berjuang untuk melawan kejahatan Abdi yang selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apapun yang dia mau.
__ADS_1