Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
35. Bertemu rival


__ADS_3

Dengan penuh kemantapan Arjun menemui Bagaskara. Karena dia ingin membicarakan tentang masa depan putranya bersama dengan Delima yang saat ini sedang mengandung cucu pertamanya.


Bagaimanapun Arjun tidak akan membiarkan cucunya terlahir tanpa pernikahan yang jelas.


' Cukup sudah masalah yang terjadi antara aku dan Mawar di masa lalu. Aku tidak mau kalau sampai Nathan dan Delima mengalami nasib yang sama seperti aku dan Mawar di masa lalu. Aku tidak akan membiarkan Bagaskara menghancurkan kehidupan anakku dan juga calon cucuku.' bathin Arjun yang tidak mau mengalah lagi kepada Bagaskara yang selama ini selalu melampiaskan dendam kepadanya karena masalah 20 tahun yang lalu antara dirinya dengan Mawar yang kini sudah meninggal.



visualisasi Arjun Prawira



visualisasi Bagaskara


Arjun langsung masuk ke dalam ruangan Bagaskara setelah dipersilahkan oleh sekretaris Bagaskara.


Untuk pertama kalinya setelah 20 tahun lamanya mereka berdua berhadapan secara langsung.


Bagaskara menatap begitu dingin kepada Arjun yang saat ini sedang berusaha untuk menetralkan perasaannya ketika berhadapan dengan Bagaskara.


" Duduklah! Apa Kau hanya akan berdiri saja di situ?" tanya Bagaskara dengan suara dinginnya yang menusuk telinga.


Tanpa perintah dua kali Arjun pun duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu.


Bagaskara terlihat bangkit dari kursi kebesarannya dan kemudian duduk di hadapan Arjun yang sejak tadi terus memperhatikannya dengan mata elangnya.

__ADS_1


" Katakan padaku! Ada apa kau datang kemari?" tanya Bagaskara dengan suara yang tidak bersahabat sama sekali.


" Aku datang untuk memenuhi undanganmu! Apa kau sudah lupa kalau kau menyuruhku datang melalui Nathan, putraku?" tanya Arjun yang mulai merasa Jengah dengan ke aroganan dan kesombongan Bagaskara yang saat ini sedang diperlihatkan kepadanya.


Bagaskara terlihat berpikir sejenak kemudian dia pun tersenyum sekilas ketika dia mengingat tentang perintahnya kepada Nathan pada saat Nathan akan pulang dari rumahnya pada saat tadi malam.


" Cepat katakan apa yang ingin kau katakan padaku?" sekarang giliran Arjun yang memperlihatkan kesombongannya di hadapan Bagaskara.


Bagaskara dan Arjun benar-benar membuat gemes siapapun yang melihat mereka berdua saat ini. Dua orang laki-laki sombong yang sama-sama tidak mau mengalah dengan egonya masing-masing.


" Cih! Kau kira aku sudi untuk berbicara denganmu, huh? Kalau bukan karena masalah cucuku yang saat ini sedang butuh seorang ayah. Aku juga tidak sudi untuk berbicara dan bertemu denganmu!" Bagaskara berdecih lidah untuk membuat Arjun merasa kesal kepadanya.


Arjun hanya menggelengkan kepalanya melihat singa tua yang begitu sombong dan tidak mau mengalah sedikitpun kepadanya.


" Kau mengundangku untuk datang jauh-jauh kemari hanya untuk marah-marah kepadaku? Cih! Mendingan aku pulang saja dan tidur di rumah daripada harus mendapatkan perlakuan tidak sopan dari tuan rumah seperti kamu!" Arjun sudah bersiap untuk kembali bangkit akan tetapi Bagaskara langsung menyentuh tangannya.


" Tolong duduklah! Ada hal yang sangat penting yang harus kita bicarakan tentang kedua anak kita yang saat ini sedang saling jatuh cinta!" Bagaskara Akhirnya bisa merendahkan suaranya untuk bisa berbicara dan berkomunikasi dengan Arjun.


" Cih. Orang sepertimu ternyata bisa berbicara baik juga?" tanya Arjun tampak jengah ketika melihat Bagaskara yang kembali melotot kepadanya.


Sebenarnya hati Arjun cukup merasa bahagia melihat Bagaskara yang sudah banyak mengalah kepadanya sejak tadi.


" Ayolah Arjun Cukup sudah kau dari tadi memprovokasiku terus. Aaat ini cucu kita tidak bisa menunggu lagi. Apa kau mau dia lahir tanpa seorang ayah?" tanya Bagaskara akhirnya langsung to the point untuk membicarakan maksud dari pertemuan itu.


" Aku tidak ada masalah apa-apa dengan pernikahan mereka berdua. Di sini kan yang punya masalah adalah kamu yang sampai saat ini masih belum bisa berdamai dengan masa laluku bersama mawar yang sudah berakhir sangat lama sekali!" Bagaskara terlihat mengepalkan kedua tangannya dan bersiap Untuk mengantarkan Boga mentah kepada Arjun yang sejak tadi terus *******-***** hatinya dengan kata-katanya yang sangat pedas dan menyakitkan.

__ADS_1


" Apa kau belum puas? Kalau belum aku kirim ke kantor polisi dari tadi kau terus saja membuatku marah!" ancam Bagaskara kepada Arjun yang hanya bisa bercak lidah untuk melampiaskan kekesalan di hatinya.


" Memangnya Apa salahnya aku kan mengatakan hal yang benar kalau di sini memang kau yang bermasalah dengan pernikahan mereka berdua. keluargaku bahkan sudah mengorbankan 10% saham perusahaan Prawira group untuk b******* itu agar mau melepaskan putrimu! Apakah ketulusan dari Putraku masih kurang di dalam kacamatamu?" terlihat Arjun yang menatap tajam ke arah Bagaskara yang langsung gugup seketika.


" Saham 10% dari perusahaan Prawira group itu kalau di konversi bisa lebih dari 10 miliar Bahkan mungkin sampai 100 miliar ketika harga saham senang naik! Apakah kau sanggup untuk mengeluarkan biaya seperti itu hanya untuk menikahkan putrimu?" tanya Arjun sambil menatap tajam ke arah Bagaskara yang tampak terkesiap mendengarkan pertanyaan semacam itu.


" Putraku sangat mencintai putrimu dan dia tidak mau menjadi b******* yang membiarkan putranya lahir tanpa seorang ayah. Katakan padaku Di mana letak kesalahan Putraku sehingga kau bersikeras untuk menentang pernikahan mereka?" tanya Arjun yang sekali lagi menatap wajah Bagaskara yang tampak gugup dan tidak berani untuk menatap mata Arjun secara langsung.


" Sejak dulu kau kan yang selalu menantang untuk kami maju bertanggung jawab. Bahkan dulu pun kalau kau tidak menentang pernikahanku dengan Mawar, tidak mungkin sampai adikmu terjun dari balkon kamarnya. Katakan padaku sebenarnya apa yang menjadi kesalahan kami sehingga kau selalu memperlihatkan sikap permusuhanmu yang begitu besar?" tanya Arjun yang benar-benar merasa bingung dengan sikap Bagaskara yang menurutnya terlalu berlebihan dan tidak masuk akal.


" Pada akhirnya kau selalu menyalahkan kepadaku yang katanya tidak mau untuk bertanggung jawab dengan kehamilan Mawar yang padahal pada kenyataannya adalah kau yang tidak mengizinkanku untuk melamar adikmu saat itu!" Arjun akhirnya membeberkan semua kenyataan yang terjadi selama 20 tahun lamanya selalu dia tutupi karena dia tidak mau memberikan arang wajah Bagaskara.


Bagaskara terlihat gugup mendengarkan apa yang dikatakan oleh Arjun.


Selama ini Bagaskara memang selalu merasa bersalah atas meninggalnya mawar yang begitu tiba-tiba.


Awalnya Bagaskara berniat untuk menjodohkan Mawar kepada Putra sahabatnya. Siapa yang mengetahui kalau ternyata Mawar malah sudah hamil oleh Arjun Prawira. Sehingga dia pun menolak Arjun yang waktu itu menginginkan bertanggung jawab kepada adiknya yang sedang hamil 3 bulan lamanya.


" Selama ini aku diam terus karena aku menjaga harga dirimu sebagai seorang kakak. Tetapi kau terus saja mendesak keluarga Prawira menuju jurang kehancuran dengan semua aksimu yang selalu mengganggu perusahaan kami di manapun kami berada. Untuk kali ini aku tidak akan mengalah lagi karena bagaimanapun kebahagiaan Putra dan juga calon cucuku ada di tanganku saat ini!" Arjun menatap tajam ke arah Bagaskara yang kesulitan menelan salivanya sendiri mendengarkan semua yang dikatakan oleh Arjun yang memang benar dan tidak salah.


" Restui pernikahan mereka dan kita berdamai dengan masa lalu. Dengan begitu kita bisa menemukan ketenangan di masa tua memaafkan diri sendiri dan mengurus cucu kita bersama-sama! Bagaskara kita sudah tua sudah tidak layak untuk gondok-gondokan lagi hanya untuk masa lalu yang sudah berakhir lama sekali! Aku yakin mawar pun pasti ingin hidup tenang di alam sana dengan kau melepaskan dendammu sampai disini saja! Bagaskara Apa kau tidak menginginkan adikmu hidup bahagia di alam sana?" tanya Arjun yang berusaha dengan sangat keras untuk bisa membujuk Bagaskara agar mau menerima pernikahan Nathan dan Delima.


Bagaskara terus berpikir dan memperhatikan Arjun yang saat ini sedang berusaha keras untuk membujuk dirinya.


" Minta maaf lah pada Mawar untuk masalah dulu dan datanglah ke makamnya. Aku ingin kau menemui adikku disana!"

__ADS_1


__ADS_2