
Delima akhirnya menarik Bagaskara ke dalam kamarnya untuk berdiskusi dengan ayahnya mengenai Abdi dan juga kandungannya saat ini.
" Pah, sebaiknya kita memanfaatkan Mas Abdi untuk mau mengakui anak di dalam kandungan ku sebagai anaknya. Karena aku melihat sepertinya Nathan tidak mau bertanggung jawab dengan kehamilanku. Ya, sepertinya Nathan takut dengan papa atau mungkin tidak menyukai menjadi menantu Papa, karena kan Papa sudah menyiksa dia lahir batin. Di perusahaan Papa selalu saja mencari gara-gara dengan Nathan dengan menjadikan dia rival bisnis papa. Entah ada dendam apa papa sama Nathan!" ucap Delima merasa frustasi dan pening kalau sudah berbicara tentang ayahnya dan juga Nathan yang telah menghamili dirinya.
Terlihat Bagaskara yang sedang memikirkan apa yang dikatakan oleh Delima. Bagaimana pun juga dia tidak bisa membiarkan cucunya lahir tanpa seorang ayah.
" Baiklah kalau begitu. Rasanya juga wajar kalau kalian menikah dan memiliki anak. Papa yakin pria benalu itu mau untuk dimanfaatkan oleh kita asalkan seluruh keluarganya tidak kita laporkan ke kantor polisi!" ucap Bagaskara dengan mata nyalang.
Sejujurnya kalau menilik dari pribadi Bagaskara yang tidak pernah bisa memaafkan kesalahan orang dia sangat mustahil untuk melepaskan seorang seperti keluarga Abdi yang hampir 5 tahun telah menipunya dan mengeruk kekayaan yang tidak sedikit dari keluarganya.
Akan tetapi Bagaskara pun harus memikirkan tentang kemungkinan Delima, apabila menikah dengan Nathan pasti akan memberikan lebih banyak kepusingan kepada dirinya. Dan Bagaskara tidak mau terjadi hal seperti itu.
Dendam kesumatnya kepada keluarga Prawira tidak akan pernah bisa terhapuskan begitu saja. Hanya dengan Nathan yang telah menghamili putri berharganya.
Sampai kapanpun Bagaskara tidak akan pernah sanggup untul melupakan perbuatan Arjun Prawira yang sudah menghamili adiknya dan kemudian meninggalkan dia begitu saja. Sehingga akhirnya adiknya memutuskan untuk bunuh diri.
" Baiklah sayang. Ayo kita beritahukan kepada Abdi tentang rencanamu. Papa pasti akan mendukung semuanya! Karena sejujurnya Papa pun merasa tidak nyaman Kalau kau menikah dengan Nathan hanya gara-gara anaknya ada di dalam kandungannya! Papa juga tidak yakin kalau kau mencintai bajingan itu. Benar bukan?" tanya Bagaskara yakin.
Delima hanya tersenyum kecut mendapatkan pertanyaan seperti itu dari ayahnya.
__ADS_1
Delima belum merasakan kalau dirinya mencintai Nathan. Selain karena interaksi mereka yang bisa dikatakan jarang mereka pun hampir bisa di katakan tidak memiliki perasaan satu sama lain.
Mungkin Nathan pernah merasakan cinta ataupun suka kepada Delima. Tetapi semua itu mendadak hilang setelah mengetahui identitas delima sebagai anak dari Bagaskara.
Entahlah Nathan mendadak kebas perasaan nya. Setelah Nathan mengetahui bahwa Delima adalah anak dari musuh bebuyutan nya yang selama ini selalu memberikan banyak kepeningan di kepalanya karena selalu mengganggu perusahaannya.
Setelah menemukan kesepakatan dengan ayahnya. Delima pun kemudian menemui Abdi dan mengutarakan semua yang tadi telah didiskusikan dengan ayahnya.
" Kau akan tetap menikah dengan anakku. Tetapi hanya sebagai status di atas kertas. Nanti kami akan mengirimkan uang 100 juta setiap bulan ke dalam rekeningmu untuk biaya hidupmu. Selebihnya kami tidak peduli lagi tentang kamu! Cukup kau akui anak yang saat ini di kandungan Delima sebagai anakmu kepada setiap orang yang bertanya tentang identitasnya. Selain itu aku juga akan berusaha melupakan untuk menuntut semua keluarga penipumu itu ke kantor polisi dan menganggap masalah ini sudah beres." ucap Bagaskara kepada Abdi.
Abdi terkesiap mendengarkan ucapan dari Bagaskara yang benar-benar telah menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang laki-laki.
Delima sangat tahu arti pandangan Abdi yang seperti itu. Yah! Abdi memang selama ini hanya menggunakan dia sebagai ATM berjalan yang bisa selalu dikeruk. Abdi pikir perusahaan Ayahnya adalah tambang emas yang benar-benar tidak akan pernah dia lepaskan untuk bisa mendapatkan uang tanpa perlu bekerja keras.
" Baiklah aku akan menerima tawaran kalian!" ucap Abdi dengan senyum menyebalkannya.
" Tapi dengan satu syarat!" ucap Abdi tersenyum.
" Cih, manusia dalam keadaan kepepet seperti kamu masih memiliki syarat juga? Ah, kau benar-benar laki-laki yang tidak tahu diri!" umpat Bagaskara merasa sangat jijik dengan Abdi yang benar-benar tidak tahu malu sama sekali terhadap keluarganya yang sudah dia poroti habis-habisan selama ini.
__ADS_1
" Apa?" tanya Delima penasaran.
" Beritahu padaku. Siapa ayah dari anak yang ada di dalam kandungan kamu?" tanya Abdi benar-benar penasaran dengan kenyataan Siapa ayah dari bayi yang ada di dalam kandungan Delima.
Padahal setahu Abdi, selama ini Delima tidak pernah memiliki hubungan dengan siapapun karena dia selama ini selalu menekan Delima dan juga menjatuhkan mentalnya. Sehingga Delima memiliki perasaan insecure untuk berdekatan dengan pria manapun.
" Bukan urusanmu untuk mengetahui siapa Ayah dari cucuku tugasmu hanya mengakui dia sebagai ayahnya dan engkau di sini tidak punya posisi tawar-menawar sama sekali!" ucap Bagaskara sudah mulai kehabisan kesabaran untuk menanggapi manusia sampai Abdi yang terlalu banyak tingkah dan gaya ketika berhadapan dengannya.
Akan tetapi Delima menggelengkan kepalanya kepada sang ayah.
" Nathan Prawira dia adalah Ayah dari anakku!" ucap Delima dengan datar dan dingin.
" Apa?" kaget bukan kepalang ketika Abdi mendengar jawaban tersebut.
" Bagaimana bisa? Di mana kalian bertemu? Sehingga bisa membuat anak yang ada di dalam kandungannya?" tanya Abdi yang benar-benar sangat penasaran dengan kenyataan itu.
" Semuanya adalah karena kau Mas. Kau yang telah menjebak Nathan dengan obat perangsang yang sangat mematikan. Pada saat itu Nathan kebetulan bertemu denganku di klub malam mililnya dan dia menarikku ke kamar dia untuk membantu membebaskan dia dari pengaruh obat setan itu!" ucap Delima menatap geram ke arah Abdi yang benar-benar terkejut sekali.
' Ah sialan! Rupanya istriku sendiri yang sudah menyelamatkan musuh besarku! Benar-benar keterlaluan sekali! Kalau bukan karena Delima yang waktu itu menolongnya. Sekarang Nathan pasti sudah mati dan celakanya sekarang aku malah yang harus menjadi tumbal dari kecelakaan malam itu dengan mengakui anak bajingan itu sebagai anakku! Benar-benar karma buruk untuk hidupku!' bathin Abdi yang merasa kesal bukan main.
__ADS_1
Bagaimana tidak? Delima yang sudah menggagalkan rencananya yang sudah dia atur dengan begitu matang selama beberapa bulan dan sekarang dia juga yang harus menjadi tameng untuk kesalahan malam itu. Apakah ada hal yang lebih membogongkan dari hal itu semua untuk Abdi?? Terlihat Abdi meraup wajahnya dengan kasar.