Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
28. Rencana Nathan


__ADS_3

Pagi itu Nathan berencana ingin bertemu dengan Bagaskara. Nathan ingin meluruskan semua masalah di masa lalu yang terjadi antara ayahnya bersama dengan mawar. Adik dari Bagaskara yang telah bunuh diri gara-gara sang ayah yang katanya telah menghamil Mawar akan tetapi ayahnya tidak mau bertanggung jawab.


" Aku harus meluruskan semua masalah yang sebenarnya tidak ada hubungannya denganku itu. Aku tidak boleh kehilangan kesempatan untuk bisa mengakui darah dagingku sendiri!" monolog Nathan dengan begitu percaya diri dan keyakinan yang sangat besar yang ada di dalam dirinya.


Nathan percaya bahwa ketulusannya untuk bertanggung jawab dengan kehamilan delima pasti akan diterima oleh Bagaskara dengan baik.


Apalagi Nathan pernah ingat dengan kata-kata Bagaskara yang menginginkan dirinya untuk bertanggung jawab kepada Delima yang saat ini sedang mengandung anaknya.


Dengan semangat membara dan juga keyakinan yang luar biasa. Nathan pun melangkahkan kakinya menuju perusahaan Bagaskara.


" Tolong sampaikan kepada Tuan Bagaskara. Bahwa Nathan Prawira saat ini ingin bertemu dengannya!" Nathan tersenyum kepada resepsionis yang saat ini sedang menatap kepadanya.


" Maafkan saya tuan! Apakah anda sudah membuat janji dengan Tuan Bagaskara?" Tanya resepsionis tersebut kepada Nathan.


Nathan langsung menggelengkan kepalanya kepada resepsionis itu.


" Maafkan saya tuan. Kalau Anda belum membuat janji dengan Tuan Bagaskara, saya tidak bisa untuk menyampaikan keinginan anda untuk bertemu dengan beliau!" petugas resepsionis itu menatap-natan dengan Penyesalan akan tetapi Nathan bisa mengerti posisi petugas itu.


Nathan kemudian menghubungi Arya yang saat ini sedang berada di kantornya.


" Arya bukankah kau kemarin katanya sudah membuat Janji temu dengan sekretaris Tuan Bagaskara? Kenapa sekarang aku kesulitan untuk menemui tua bangkotan itu?" tanya Nathan dengan begitu gemas karena dia kesulitan untuk bertemu dengan Bagaskara.


Arya kemudian meminta maaf kepada Nathan dan berjanji kepada atasannya bahwa dia akan segera membuat Janji temu kepada sekretaris Bagaskara.


" Cepatlah kau buat janji dengan tua bangka itu! Aku tidak punya banyak waktu untuk bolak-balik!" Nathan yang saat ini benar-benar sedang kesal dan jengkel sehingga tidak bisa mengendalikan mulutnya.


" Siapa yang kau sebut dengan tua bangka?" Nathan benar-benar terkejut luar biasa ketika dia melihat Delima yang sudah ada di belakangnya dengan tatapan penuh pertanyaan.

__ADS_1


Nathan jadi gugup seketika. Karena umpatan nya untuk ayah Delima ternyata didengarkan sendiri oleh wanita yang ingin dia nikahi.


" Mau apa laki-laki ini kemari?" tanya Delima kepada petugas resepsionis yang tadi dia lihat berbicara dengan Nathan.


Petugas resepsionis menjadi salah tingkah sendiri. Karena dia tidak mungkin mengatakan kepada Delima bahwa laki-laki tampan yang sejak tadi sangat menarik perhatiannya sedang mengumpat bos besar kantor di mana diriku bekerja sekarang.


" Cepat katakan! Apa yang ingin dia lakukan di kantor ini?" Delima tampak sudah tidak sabar melihat petugas resepsionis yang begitu kebingungan untuk menjawab pertanyaannya.


" Aku ingin bertemu dengan ayahmu. Tetapi dia bilang kalau aku harus membuat janji dulu untuk bertemu dengannya. Oleh karena itu aku meminta kepada asistenku untuk segera membuat Janji temu dengan ayahmu. Apa kau puas?" tanya Nathan dengan merasa gerah melihat Delima yang tampak begitu dingin kepadanya.


Hati Nathan benar-benar mencelos. Ketika memikirkan bahwa Delima ada kemungkinan pasti akan membencinya setelah mendengar umpatannya untuk ayahnya.


" Jadi dua bangkai yang kau katakan tadi itu adalah ayahku?" tanya Delima sambil menatap tajam ke arah Nathan yang langsung gugup seketika.


Nathan terlihat menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, " Maafkan aku. Kau tahu kan? Kalau hubunganku dengan ayahmu selama ini tidak baik. Jadi mungkin itu adalah kebiasaanku memanggil dia sejak dulu. Jadi terbawa hingga sekarang!" Nathan sampai menundukkan kepalanya karena tidak berani untuk melihat Delima yang sedang melotot ke arahnya karena emosi.


" Untuk apa kau ingin bertemu dengan ayahku? Hmmm? Kau tahu bukan? Kalau ingin bertemu dengan ayahku, maka kau harus membuat Janji temu dulu dengan sekretaris ayahku. Baru kau bisa berhadapan dengannya!" Delima berniat untuk pergi dan meninggalkan Nathan. Akan tetapi Nathan langsung mencekal tangannya dan menariknya untuk mengikuti Nathan ke dalam mobil miliknya.


" Eh, Apa yang kau lakukan Nathan? Cepat lepaskan aku!" Delima terus berusaha untuk memberontak akan tetapi Nathan benar-benar sudah bertekad ingin berbicara dengan Delima sebelum dia bertemu dengan Bagaskara.


" Tolonglah jangan kau mempermalukan diriku dengan terus memberontak seperti itu. Aku hanya ingin berbicara denganmu. Setelah itu aku akan mengantarmu kembali kemarin ataupun ke Mansion ayahmu!" mendengar apa yang dikatakan oleh Nathan Delima pun kemudian menurut dan tidak memberontak lagi kepada Nathan.


Nathan kemudian menyalakan mobilnya setelah melihat Delima yang sudah mulai bisa tenang dan terkondisikan situasinya.


Nathan membawa Delima ke sebuah taman yang dulu pernah dia lihat ketika delima sedang berbicara dengan sekretarisnya.


" Cepat katakan apa yang kau butuhkan dariku sekarang? Waktuku tidak banyak. Karena sebentar lagi aku harus melakukan meeting dengan para klien ayahku yang datang dari luar negeri!" Delima mengucapkan apa yang ada di dalam hatinya secara gamblang kepada Nathan.

__ADS_1


Nathan menarik nafasnya dalam dalam kemudian meraup wajahnya berusaha untuk menetralkan hatinya yang saat ini sedang kacau balau.


" Aku mohon padamu Delima. Segeralah kau urus perceraianmu dengan Abdi. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah! Aku tidak akan membiarkan anakku di aku oleh Abdi sebagai anaknya!" demi mendengarkan ucapan Nathan, Delima sangat terkejut luar biasa.


Untuk beberapa saat lamanya delima tidak bisa berkata apa-apa. Sama seperti Nathan pikiran Delima pun saat ini sedang Blank dan tidak bisa berkata-kata.


" Aku mohon Delima! Berikan kesempatan padaku untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah kulakukan padamu! Tolong jangan biarkan sejarah kembali berulang seperti sejarah Bibirmu dengan ayahku! Aku mohon Delima. Mari kita memperbaiki sejarah buruk yang terjadi di dalam keluarga kita!" Delima tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Nathan.


" Apa maksud kata-katamu Nathan? Kau jangan ngelawak di depan aku! Karena aku tidak mengerti sama sekali!" Delima sudah bersiap akan meninggalkan Nathan tetapi tangannya digenggam oleh Nathan dengan erat.


" Aku mohon dengarkanlah cerita yang akan aku ceritakan padamu!" Nathan benar-benar saat ini sedang putus asa dan dia tidak tahu harus melakukan apalagi untuk bisa membujuk Delima agar mau bercerai dengan Abdi dan menikah dengannya.


Nathan kemudian menceritakan semua yang diceritakan oleh ayahnya pada malam kemarin persis sama dan tidak ada satupun yang terlewatkan.


" Ya ampun! Benar-benar Karma buruk yang menimpa keluarga kita! Aku tidak tahu kalau ternyata ada sejarah seperti ini di dalam keluarga kita berdua! jadi karena alasan itu Ayahku setiap malam selalu menangis ketika menatap foto Bibi mawar? Ternyata Bibiku meninggal gara-gara ayahmu?" tanya Delima yang seperti baru mendengarkan cerita itu untuk pertama kalinya.


Selama ini Bagaskara memang tidak pernah menceritakan kejadian yang merupakan aib bagi keluarganya kepada siapapun.


" Percayalah padaku Delima ! Aku sangat ingin menghapuskan karma buruk di antara keluarga kita. Aku mohon pada Delima. Tolong Bantulah aku untuk bisa melepaskan dendam keluarga ini yang sudah berlangsung puluhan tahun lamanya!" Nathan menggenggam telapak tangan Delima dan menatap wajahnya dengan begitu serius.


Nathan tahu bahwa apa yang sedang dia minta kepada delima adalah sesuatu yang sangat sulit dan sesuatu yang sangat mustahil bisa dia dapatkan dengan mudah.


Nathan pun tidak mengetahui hubungan terbaru antara Delima dengan Abdi. Akan tetapi satu yang Pasti! Bahwa Nathan tidak akan pernah mengizinkan anaknya memanggil Abdi dengan sebutan ayah. Hal itu akan dipastikan oleh Nathan tidak akan pernah terjadi dalam hidupnya.


Delima saat ini masih syok mendengarkan cerita tersebut dan dia berusaha untuk menerima semuanya dengan lapang dada.


" Saat ini hubunganku dengan Mas Abdi sudah semakin membaik. Bahkan dia sudah banyak berubah. Rasanya akan sangat ganjil kalau tiba-tiba aku mau mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan. Apalagi kau lihatkan beberapa hari yang lalu kami sudah melakukan press conference tentang keadaan rumah tangga kami yang sangat baik di hadapan publik. Rasanya aku tidak akan mungkin mencorengkan kotoran ke mukaku sendiri bukan? Dengan tiba-tiba saja mengajukan surat perceraian kepada suamiku sendiri. Maafkan aku Nathan. Sepertinya itu adalah sesuatu yang sangat mustahil untuk saat ini aku lakukan!" Nathan benar-benar kecewa dengan apa yang didengarkan dari mulut Delima.

__ADS_1


" Abdi tidak pernah mencintaimu. Percayalah padaku! Sia hanya menggunakan mu untuk menyakitiku untuk membuat aku marah dan juga kesal! Kau tahu kan kalau Abdi selama ini selalu mencari gara-gara denganku? Dia adalah definisi manusia munafik yang tidak pernah menunjukkan wajahnya secara gamblang sebagai musuhku di hadapan publik!" ucap Nathan dengan begitu geram ketika dia menceritakan segala tentang Abdi yang selama ini selalu mencari gara-gara dan juga berbuat banyak hal keburukan ke dalam hidupnya maupun ke pada perusahaannya yang dia Pimpin.


__ADS_2