
Setelah makan siang, Natasha pulang dengan amarah di hatinya karena tidak berhasil membawa Arjun ke apartemennya.
" Dengarkan aku, Natasha! Aku harus segera mengurus masalah lamaran Nathan bersama dengan calon istrinya. Jadi, tolong jangan terus mengganggu aku seperti ini!" akhirnya Arjun bisa bersikap tegas kepada Natasha.
Natasha yang cukup syok mendengarkan penuturan dari Arjun yang mengatakan bahwa Nathan akan segera melamar seorang wanita.
" Nathan akan menikah? Dengan siapa, Om?" Natasha terlihat tidak senang mendengarkan berita itu. Arjun bisa menangkap ketidakbahagiaan di wajah Natasha.
" Rencananya besok aku dan keluarga besarku akan melamar di kediaman Bagaskara untuk Nathan dan, sekitar satu bulan lagi, Nathan akan segera menikah dengan Delima!" Arjun menjelaskan segala hal tentang Nathan dan Delima kepada Natasha.
Natasha yang tiba-tiba merasa hatinya terluka akhirnya langsung berpamitan kepada Arjun untuk pergi ke kantor Nathan. Bagaimanapun, saat ini Natasha ingin sekali bertanya secara langsung kepada Nathan tentang berita yang dia dengar dari Arjun.
Natasha sebenarnya mencintai Nathan. Dia merasa bahwa hatinya sangat hancur mendengar berita itu. Selama ini Natasha mendekati Arjun hanya untuk membuat Nathan merasa cemburu kepadanya. Namun, semua itu sepertinya tidak berpengaruh sama sekali kepada pemuda itu.
Semua yang dilakukan oleh Natasha selama ini, sepertinya malah berbalik kepada dirinya sendiri. Dia malah yang selalu merasa cemburu kepada setiap wanita yang mendekati Arjun dengan segala pesona mereka. Apalagi, selama ini Arjun tidak pernah mau memberikan kejelasan mengenai status hubungan mereka.
Natasha benar-benar kelimpungan. Saat ini dia terus menelusuri jalanan ibukota dengan linglung. Natasha mengendarai mobilnya tanpa tujuan.
Awalnya, Natasha ingin sekali mendatangi kantor Nathan. Tetapi dia takut dengan amarah Nathan yang selalu mengusirnya walaupun baru melihat dia sejenak. Natasha tidak mempunyai nyali untuk berhadapan dengan Nathan secara langsung, apalagi Nathan juga sudah mengetahui bahwa dirinya adalah peliharaan ayahnya.
Sebobrok apapun Natasha tetap saja dia merasa malu terhadap laki-laki yang dia cintai.
Akhirnya, Natasha berakhir di sebuah taman di mana dia melihat Abdi juga saat ini sedang melamun sendirian di sana.
" Abdi!! Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Natasha kepada laki-laki yang saat ini masih memejamkan matanya.
Mendengarkan suara yang begitu familiar di telinganya, Abdi pun kemudian membuka mata dan melirik kepada Natasha.
__ADS_1
" Natasha? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Abdi yang merasa heran melihat wanita itu duduk di sampingnya.
" Kamu sedang apa di sini, melamun sendirian saja?" tanya Natasha lagi kepada Abdi.
" Yah, seperti orang lain yang berada di taman ini. Aku di sini untuk mencari ketenangan. Lalu, bagaimana denganmu?" tanya Abdi sambil menatap ke arah Natasha yang penampilannya begitu berantakan.
Natasha yang saat ini pikirannya sedang kacau tidak memperdulikan tentang dirinya sendiri atau penampilan nya lagi. Saat ini Natasha hanya ingin melarikan diri dan bersembunyi dari orang-orang yang mengenalnya.
" Apa kau sudah mendengar kabar Kalau Nathan akan menikah?" tanya Natasha pada Abdi dengan penuh pertanyaan.
" Tentu saja aku sudah mendengar karena aku lah yang sudah membuat dia bisa menikah!" Abdi terlihat tersenyum masam ketika mengatakan hal tersebut.
" Maksud kamu apa?" terlihat Natasha yang merasa heran mendengar jawaban dari Abdi.
" Yah, aku menceraikan istriku agar Nathan bisa menikahinya!" Natasha benar-benar terkejut luar biasa mendengar pengakuan dari Abdi.
" Ya, mantan istri karena hari ini kami sudah resmi bercerai!" Natasha benar-benar tidak mempercayai apa yang dia dengarkan kali ini.
" Kau tidak sedang bercanda denganku kan Abdi? Bagaimana mungkin seorang Nathan Prawira yang selama ini selalu menjaga dirinya dari wanita yang mengejar dia, kini menjadi seorang pebinor?" tanya Natasha yang merasa benar-benar tidak mempercayai hal tersebut.
" Kau ingat dengan peristiwa saat aku mengundangnya untuk datang ke hari ulang tahun Alana?" tanya Abdi pada Natasha.
" Apa hubungannya?" Natasha tidak kebingungan dengan hal tersebut.
" Aku yang sudah membuat mereka saling menemukan satu sama lain. Kau ingat kan? Waktu itu aku memberikan obat perangsang untuk Nathan, yang aku lakukan hanya semata-mata untuk menjebak dia di hadapan publik. Tapi ternyata dia malah meniduri istriku untuk membebaskan dirinya dari pengaruh obat itu. Sekarang, mantan istriku sedang hamil anak Nathan sehingga mereka akhirnya harus menikah demi masa depan anak yang ada di dalam kandungannya!" Natasha sampai menggelengkan kepalanya mendengar semua cerita yang dikatakan oleh Abdi.
" Ini benar-benar seperti alur cerita novel online yang ada di ponsel kita di masa sekarang! Asmara satu malam bersama istri musuhku!! Aku rasa judul itu sangat cocok untuk cerita kamu, Nathan, dan mantan istri kamu!" Abdi sampai terbelalak mendengarkan ucapan dari Natasha.
__ADS_1
" Sudahlah, kau jangan bercanda dan jangan menertawakan penderitaan orang lain! Kau sendiri, apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Abdi sambil menatap kepada Natasha yang kembali mengingat kesedihannya.
Terlihat Natasha menghela nafasnya dengan berat.
" Kau tahu kan? Aku berhubungan dengan ayahnya Nathan. Akan tetapi, Om Arjun sama sekali tidak pernah mau menjadikanku sebagai istrinya! Aku kesal sekali! Karena hari ini aku melihat dia bercinta dengan wanita lain di kantornya!" Natasha bercerita dengan mata penuh amarah.
Abdi hanya tertawa terbahak-bahak mendengarkan cerita dari Natasha.
"Laki-laki brengsek hanya layak untuk perempuan brengsek. Jika kau ingin memiliki pasangan yang baik, perbaikilah dirimu terlebih dahulu. Maka Tuhan juga akan mempertemukanmu dengan jodoh yang baik," ujar Abdi dengan nada tegas yang membuat Natasha tersinggung.
"Apakah kau merasa dirimu adalah laki-laki yang baik?" tanya Natasha, mengawasi Abdi yang terlihat sedih.
"Aku tidak mengatakan bahwa aku adalah laki-laki yang baik. Namun, aku berusaha menjadi lebih baik," jawab Abdi sambil bangkit dari kursinya dan meninggalkan Natasha sendirian di taman.
Natasha merasa Abdi sedang mengalami kesedihan yang besar, karena terlihat jelas dari tatapannya dan semangatnya yang semakin memudar.
"Apakah kau pernah bertemu lagi dengan Alana?" tanya Natasha, berhenti di tengah jalan dan membuat Abdi memandangnya dengan terkejut.
"Sudah lama sejak aku bertemu dengan Alana. Ada apa dengannya?" tanya Abdi, merasa heran dengan pembicaraan tiba-tiba tentang mantan kekasihnya.
Natasha bangkit dari duduknya dan berniat pergi.
"Ku dengar Alana akan segera menikahi bodyguard yang selalu dikirimkan ayahnya untuk menjaganya," ujar Nathasa. Abdi terkejut setelah mendengar berita itu.
"Aku berharap dia menemukan kebahagiaan dan tidak menderita. Dia berhak hidup bahagia dengan siapapun yang menjadi suaminya," lanjut Abdi, berdoa untuk kebahagiaan mantan kekasihnya meskipun hatinya masih terluka.
"Alana hamil dengan anak bodyguard itu. Kau tidak tahu kekacauan apa yang terjadi di rumahnya," ujar Natasha, membuat Abdi semakin terkejut dengan kabar tersebut.
__ADS_1