Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
15. Tersinggung??


__ADS_3

Natasya sebenernya merasa tersinggung dengan ucapan Arjun yang mengatakan bahwa dirinya tidak layak untuk menjadi Nyonya Prawira. Akan tetapi dia sudah bertekad akan menaklukkan Arjun sehingga dirinya bisa menjadi bagian dari keluarga Prawira yang sangat terkenal di ibukota.


Nathan Prawira sebagai calon pewaris Prawira group memang sangat menarik hatinya. Akan tetapi ramai dan kelakuan Nathan sangat sulit untuk di taklukkan oleh Natasya. Sehingga membuat dia begitu putus asa dan frustasi.


Bahkan terkadang Natasha berpikir bahwa Nathan mungkin adalah gay yang lebih menyukai bersama dengan Arya. Daripada bersamanya ataupun para gadis yang selalu menggodanya.


Ya!! Nathan selalu pergi ke mana-mana bersama Arya dan tidak pernah terpisahkan. mereka berdua bahasan tinggal bersama di dalam satu apartemen.


Sifat posesif Arya sebagai seorang asisten benar-benar selalu mengganggu Natasha maupun beberapa gadis lainnya.


Terkadang Arya selalu bersikap berlebihan ketika para Gadis itu selalu menggoda Nathan. Tidak tahu kenapa sekarang Arya begitu mendukung hubungan antara Delima dan Nathan yang terlihat begitu rumit bagi semua orang.


Bagaimana tidak?? Nathan adalah seorang pria dengan ketampanan Hakiki yang sangat sulit untuk tolak oleh seorang gadis. Akan tetapi harus berhubungan dengan Delima yang seorang wanita bersuami. Lebih parah lagi, suaminya adalah Abdi, musuh bebuyutan dari Nathan sejak dulu akan tetapi selalu menampakan diri sebagai sahabat darinya.


Kadang Arya sangat muak dan kesal dengan kemunafikan yang ditunjukkan oleh Abdi kepada atasannya.


" Kenapa sih Tuan tidak pernah bertindak secara terang-terangan untuk menangani seorang Abdi? Kadang-kadang Dia sangat keterlaluan dengan kelakuannya yang menyebalkan dan sok keren itu! Padahal dia hanya terus-terusan memungut sampah yang dibuang olehmu!" cibir Arya yang merasa kesal luar biasa pada sosok Abdi.


Lebih parah daripada itu Delima bahkan merupakan putri dari Bagaskara yang selama ini selalu menjadikan Nathan sebagai musuh bagi perusahaan yang dia pimpin.


" Sudahlah! Sejak kapan sih kamu jadi julid dengan urusan orang lain? Kau kerjakan saja tugasmu! Coba, mana file-file yang harus aku tandatangani? Kau tahu kan? Kalau aku sudah satu minggu berada di rumah sakit? Sehingga tidak bisa masuk ke kantor?" tanya Nathan kesal pada Arya yang kini hanya meringis padanya bukannya memberikan apa yang diminta olehnya.


" Mana berkasnya?" mata Arya tampak ketakutan ketika Nathan melotot ke arahnya.

__ADS_1


" Maafkan saya bos. Saya lupa berkasnya tidak dibawa ke mari. Tadi saya buru-buru sekali ketika bos nelpon untuk saya segera datang ke sini. Saya kira terjadi apa-apa dengan bos. Saya panik Bos. Maafkan saya!" ucap Arya dengan mata penuh penyesalan.


Arya sampai menangkupkan kedua tangannya di hadapan Nathan agar mau memaafkannya.


" Ya sudah, cepat kau kembali ke kantor dan bawa berkasnya ke mari! Bukankah berkas itu harus segera dikirimkan kepada klien kita? Ya ampun Arya kenapa kau sangat ceroboh sekali?" tanya Nathan yang terlihat kecewa dengan kinerja Arya yang tidak biasanya melakukan kesalahan seperti itu.


Arya terlihat lemas ketika mendapatkan perintah dari Nathan. " Bos apa gak bisa nanti dulu? Saya baru saja datang kemari dan masih sangat lelah. Kau tahu kan Bos? Kalau jalanan ibukota itu sangat macet dan juga sangat melelahkan?" tanya Arya berusaha untuk membujuk Nathan agar membiarkan dirinya beristirahat dulu.


Nathan hanya bisa menjalankan kepalanya melihat tingkah laku Arya yang dia nilai sebagai perilaku kemalasan.


" Ya sudah kau suruh saja kurir kantor untuk mengantarkannya kemari!" ucap Nathan pada Arya memberikan solusi untuk masalah mereka berdua.


Akan tetapi Arya langsung menggelengkan kepalanya menolak usul dari Nathan.


" Kenapa?"


Nathan mengepalkan kedua tangannya dan tampak terlihat begitu kesal.


" Terus mau kamu gimana?" tanya Nathan mulai kesal dan tidak sabaran.


" Bos! Tunggulah sebentar dulu. Biarkan saya bernafas. Apa kau tidak melihat saya ngos-ngosan seperti ini? Tadi saya sampai berlari dari parkiran rumah sakit. Karena saya khawatir dengan anda!" ucap Arya meminta kepada Nathan untuk bisa sedikit saja memahami masalahnya.


Nathan hanya mendengus kesal melihat tingkah laku Arya yang terkadang sangat ngelunjak dan tidak tahu diri terhadap dirinya.

__ADS_1


" Ya sudah aku berikan waktu satu jam untuk beristirahat! Aku tidur dulu kalau begitu!" ucap Nathan pada akhirnya mengalah pada Arya.


Arya pun akhirnya merasa senang karena Nathan tidak mendesaknya untuk segera kembali ke kantor mereka untuk mengambil berkas rahasia yang sejak kemarin sangat dijaga olehnya.


" Terimakasih bos!" ucap Arya senang sekali.


Melihat Nathan yang sudah memejamkan matanya, Arya pun kemudian membaringkan tubuhnya di sofa yang berada di ruangan perawatan Nathan yang kelas VVIP itu.


Tadi malam Arya bergadang bersama dengan Nathan. Untuk menyelesaikan pekerjaan mereka yang sangat menumpuk karena Nathan yang sudah terlalu lama berada di rumah sakit karena luka-luka fatal yang di akibatkan oleh Bagaskara.


Nathan memang sengaja tidak mau untuk memberitahukan ayahnya tentang kondisinya saat ini. Karena dia takut akan terjadi keributan antara Bagaskara dan Arjun.


Dengan terus menguap, Arya pun akhirnya memejamkan matanya di sofa dan tertidur pulas di sana.


Di saat Nathan terbangun dia terkejut melihat Arya yang sampai saat ini masih belum bangun dari tidurnya.


" Ya ampun sebenarnya di sini yang menjadi bos tuh dia atau aku sih? Kenapa aku malah jadi selalu naik darah begini? Tapi hanya Arya yang mengerti ritme pekerjaan aku. Tidak banyak asisten yang mampu mengikuti gaya kerjaku. Ah, menyebalkan!" rutuk Nathan merasa frustasi sendiri dengan Arya yang begitu santai dalam menghadapi pekerjaan dirinya bersama Nathan.


Akan tetapi Nathan pun tidak tega untuk membangunkan Arya yang terlihat sekali pemuda itu tampak begitu kelelahan.


" Baiklah karena mengingat hubungan baik di antara kita. Maka aku akan mengizinkanmu untuk tidur 1 jam lagi. Kalau kau tidak bangun juga, lihat saja apa yang akan kulakukan padamu!" monolog Nathan terlihat berusaha untuk bersikap sabar kepada Arya.


Arya dan Nathan adalah sahabat lama mereka disatukan oleh situasi dan kondisi yang selama ini selalu menyertai kehidupan mereka berdua.

__ADS_1


Arya yang anak yatim piatu, membuat Nathan tidak tega untuk membiarkan pemuda itu hidup di luar sana tanpa pekerjaan maupun tempat tinggal.Sehingga akhirnya Nathan menawarkan area untuk menjadi asistennya.


Ya, sejak SMP Nathan sudah menjadikan Arya sebagai asisten dia. Itu dilakukan oleh Nathan untuk memberikan harga diri kepada Arya yang selalu butuh uang untuk biasa hidupnya.


__ADS_2