
" Kamu benar-benar sangat kurang ajar! Bagaimana mungkin kau berani mengatakan harus itu kepada Alona? Dia adalah seorang gadis yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai calon istrimu. Setelah kau bercerai dengan Delima!" Rossa benar-benar marah dengan kelakuan Abdi yang telah mempermalukan Alona di depan umum dengan semua yang dia katakan yang begitu menusuk hati gadis itu.
" Dari mana Mama tahu kalau dia adalah wanita yang cocok untuk dijadikan sebagai calon istriku?" tanya Abdi dengan tatapan sinis luar biasa.
" Tentu saja Mama melihat dari sosial medianya yang begitu banyak menampilkan foto-foto cantiknya dan kesuksesannya!" Rossa tampak begitu bangga ketika dia mengutarakan apa yang sudah dia lakukan.
Abdi tertawa terbahak-bahak mendengarkan pengakuan dari ibunya.
" Mama sudah termakan oleh dunia sosmed yang tidak 100% benar. Semua itu hanyalah pencitraan dan mepalsuan yang tidak pernah Mama tahu keasliannya seperti apa!" Abdi kemudian menepiskan kedua tangannya kemudian meninggalkan ibunya untuk kembali ke kamar.
Rossa terlihat mengerutkan keningnya karena dia tidak mengerti apa maksud dari Abdi mengatakan hal seperti itu kepadanya.
" Kenapa kau mengatakan itu kepada Mama Abdi? Memangnya apa yang kau tahu tentang Alona?" Rossa mengejar putranya sampai ke dalam kamar akan tetapi Abdi langsung menutup pintu kamarnya dengan rapat bahkan menguncinya dari dalam.
" Katakan sama Mama! Apa yang sudah kau ketahui tentang Alona?" tanya Rossa sambil menggedor pintu kamar Abdi dengan terburu-buru dan tidak sabar.
" Mama buka ponsel Mama! Abdi sudah mengirimkan semua yang sudah Abdi tahu tentang Alona!" Rossa kemudian mencari ponselnya dan membuka apa yang tadi dikirimkan oleh putranya.
" Oh my God! That Is not true?" Rossa begitu terbelalak melihat foto-foto mesra Alona dengan beberapa laki-laki yang masuk ke dalam ponselnya.
__ADS_1
" Apa ini Abdi?" tanya Rosa pada putranya.
Rossa seperti tidak mempercayai apa yang dia lihat dengan mata kepalanya sendiri.
" Tidak mungkin Alona yang memiliki wajah begitu polos. Ternyata begitu murahan? Kenapa dia berpenampilan seperti ini dan bermesraan dengan begitu banyak laki-laki. Apa maksud semua ini?" Rossa kembali menggebrak pintu kamar Abdi karena dia benar-benar penasaran dengan semua foto-foto itu.
" Masa Mama tidak bisa membaca sendiri sih apa yang tertera di dalam foto-foto itu?" update akhirnya membuka pintu kamarnya dan membiarkan Rosa untuk masuk.
" Jelaskan sama mama karena mama benar-benar tidak mengerti semua ini!" Rossa kemudian duduk di depan Abdi dan bersiap untuk mendengarkan apa yang akan dijelaskan oleh putranya tentang Alona wanita yang telah dia pilih untuk menjadi calon menantunya yang baru.
" Mah Alona itu seorang PSK. Dia seorang PSK yang sangat mahal. Dia menjadi langganan para pengusaha muda yang mau menjadikan dia sebagai pacar untuk beberapa saat lamanya. Mama pernah mendengar istilah pacar sewaan? Itulah yang selalu digeluti oleh Alona untuk bisa mendapatkan semua kekayaannya sekarang!" Rossa sampai membekap mulutnya sendiri karena benar-benar tidak percaya dengan kenyataan yang dikatakan oleh Abdi kepadanya tentang Alona yang di akhirat adalah perempuan baik-baik dan kaya raya.
Abdi tertawa terbahak-bahak mendengarkan ucapan ibunya yang seperti orang linglung.
" Percayalah pada Abdi mah. Untuk saat ini, tidak ada wanita yang lebih kaya selain Delima. Apalagi sekarang dia akan menikah dengan Nathan yang merupakan seorang pewaris dari Prawira group yang memiliki begitu banyak perusahaan di dalam dan di luar negeri. Ketika suatu saat nanti Delima menjadi janda seorang Nathan, maka dia akan menjadi janda yang paling kaya raya di Jakarta mungkin di Indonesia!" Rossa benar-benar terbelalak mendengarkan ucapan putranya yang dia yakini bahwa itu adalah kebenaran terlihat dari ekspresi Nathan yang begitu serius ketika berbicara tentang hal itu kepadanya.
" Baiklah kalau begitu kau jomblo saja tunggu sampai Delima menjadi Janda. Dan kau rebut kembali wanita itu untuk jadi menantu Mama!" Abdi sampai menggelengkan kepalanya mendengarkan semua yang dikatakan oleh ibunya yang benar-benar sangat aneh dan absurd baginya.
" Nathan dan Delima itu saling mencintai satu sama lain. Selain itu Nathan juga tidak akan mungkin mau untuk meninggalkan Delima. Karena dia telah berkorban begitu banyak untuk bisa menjadikan dirinya sebagai istrinya." Abdi kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang dan ingin tidur karena dari tadi Ibunya terus saja mengganggu waktu istirahatnya.
__ADS_1
" Sudahlah Mah! Sebaiknya Mama keluar saja. Aku ingin tidur dan beristirahat. Mama sebaiknya tidak usah ikut campur tentang kehidupanku lagi!" minta Abdi kepada Rossa agar tidak mengganggu kehidupan pribadinya dengan hal-hal yang tidak penting seperti masalah perjodohan.
Rossa tampak begitu lemas setelah mengetahui bahwa Alona ternyata memiliki profesi lain di dalam hidupnya yang glamor.
" Baiklah Mama akan pergi dan mama juga tidak akan mengganggu kamu lagi urusan pribadimu. Mama akan percaya dengan apapun yang kau putuskan!" Abdi sangat senang mendengarkan janji ibunya yang itu artinya hidupnya sekarang akan kembali damai tanpa ibunya yang selalu merecoki kehidupannya.
" Terima kasih Mama karena mama sudah percaya denganku. Percayalah Abdi pasti tidak akan mengecewakan mama!" Abdi berusaha sekuatnya untuk meyakinkan ibunya bahwa dia pasti bisa meraih kesuksesan tanpa harus mengandalkan seorang wanita untuk menuju tangga tertinggi di dalam Puncak kehidupannya.
Abi sudah bertekad akan menggunakan saham yang diberikan oleh Nathan agar dia mau melepaskan terima akan dia jual dan dia akan membangun perusahaannya sendiri.
Abdi sudah merasa bosan dengan perusahaan yang selama ini dia geluti bersama dengan sang kekasih.
Apalagi sekarang kekasihnya bisa dikatakan sudah sangat jarang sekali menghubungi ataupun mencarinya.
Abdi sudah memutuskan bahwa sekarang dia akan melupakannya dan tidak akan pernah mau mendatanginya lagi.
" Aku percaya bahwa aku pasti bisa mencapai puncak tanpa harus mengandalkan kekuatan seorang wanita! Aku akan buktikan bahwa aku adalah seorang laki-laki sejati dan aku bisa sukses tanpa harus mendompleng kepada siapapun!" Abdi sekarang bertekad untuk merubah dirinya menjadi lebih baik karena dia percaya bahwa ketika dia sudah memperbaiki hidupnya maka Allah juga pasti akan memperbaiki kualitas jodohnya.
Abdi sudah bosan untuk hidup dengan cara yang tidak baik. Dia bahkan merasa sangat malu ketika memikirkan tentang sikap dan kelakuannya selama ini kepada Delima saat mereka masih menjadi suami istri.
__ADS_1
" Aku akan berubah dan aku tidak akan lagi menjalani kehidupan seperti dulu lagi!" janji Abdi kepada dirinya sendiri.