Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
20. Perasaan Nathan


__ADS_3

Nathan yang sudah keluar dari rumah sakit tampak sedang merenung di kamarnya terlihat Arya yang mendatanginya.


" Bos Kamu sedang apa di situ?" tanya Arya yang begitu aneh melihat Nathan tampak termenung di sebelah jendela kamarnya dan terus menetap ke arah taman bunga yang dulu pernah dibangun oleh Alana ketika mereka masih menjadi pasangan kekasih.


Arya terus mengikuti tatapan Nathan dan akhirnya dia bisa mengerti Kalau saat ini Nathan tampaknya sedang merindukan mantan kekasihnya yang telah direbut oleh Abdi beberapa tahun yang lalu.


Kalau bukan karena perbuatan Abdi yang meniduri Alana, saat ini Nathan pasti sudah bertunangan dan menikah dengan Alana.


Hati Nathan tiba-tiba merasa sedih dan juga galau. Ketika memikirkan tentang masa depan dan juga masa lalunya yang sepertinya tetap mangkrek di tempat.


" Bos, Apa kamu sedang merindukan Nona Alana?" tanya Arya yang benar-benar merasa prihatin melihat kondisi Nathan saat ini.


Terlihat Nathan menghela nafasnya begitu dalam berkali-kali dan itu membuat area merasa sangat prihatin dan juga sedih.


Arya yang paling tahu betapa Nathan begitu mencintai Alana. Akan tetapi hatinya hancur seketika ketika mengetahui tentang Alana yang ternyata selama ini berhubungan dengan Abdi di belakangnya.


" Aku hanya sedang memikirkan tentang kehidupanku yang rasanya sangat aneh. Apa kau tahu? Kemarin aku melihat berita di televisi kalau saat ini Delima dan Abdi sedang melakukan perjalanan ke Meksiko. mereka hendak melakukan bulan madu kedua bersama. Aku sungguh tidak mengerti dengan kehidupanku dan Abdi. Kenapa laki-laki satu itu seperti momok yang begitu menakutkan? Dia sepertinya terus saja mau membayangi hidupku sejak dulu hingga saat ini. Arya Sebenarnya apa yang terjadi terhadap hubunganku bersama dengan Abdi? Padahal dulu di waktu maksa sekolah kami hubungan kami tidak seburuk sekarang!" terlihat Nathan yang sedang menyesali semua kejadian di dalam hidupnya yang selalu saja berkaitan dengan Abdi.


Seperti ada benang kusut yang sangat sulit untuk diluruskan oleh dirinya. Ketika dia berpikir tentang hubungannya dengan Abdi maupun keluarga Bagaskara.


Ketika mengingat tentang Bagaskara, seketika hati Nathan menjadi sedih. Karena dia harus melepaskan Delima di dalam hidupnya. Walaupun dia tahu bahwa Delima saat ini sedang hamil anaknya.


Nathan sebenarnya sangat excited dan merasa bahagia karena delima saat ini sedang mengandung darah dagingnya. Akan tetapi ketika dia mengingat penghinaan dan juga kejahatan Bagaskara terhadap perusahaan dan juga keluarganya seketika hati Nathan menjadi dingin.

__ADS_1


Hingga saat ini Nathan masih belum terlalu mengerti kenapa Bagaskara selalu membenci dan selalu mencari gara-gara dengan dirinya dan juga perusahaan yang dia Pimpin.


Bahkan Bagaskara begitu frontal ketika sudah berurusan dengan keluarga Prawira.


Di setiap Lini perusahaan Bagaskara selalu menancapkan kuku-kukunya untuk memata-matai perusahaan keluarga Prawira.


Sehingga membuat Nathan harus selalu waspada kepada setiap apapun yang menjadi anak buahnya sendiri.


Nathan pernah mengalami kerugian yang sangat besar. Gara-gara Perbuatan penghianat industri yang ditanamkan oleh Bagaskara di dalam perusahaannya. Sehingga akhirnya membuat dia harus berjuang mati-matian selama berbulan-bulan untuk kembali masuk ke dalam tahap normal setelah perbuatan curang yang dilakukan oleh Bagaskara terhadap perusahaannya.


" Sudahlah Bos lupakan saja semua itu. Sekarang yang penting bos harus kembali sehat dan kita harus membalas semua perbuatan Bagaskara yang sudah mengirimkan bos ke rumah sakit dalam keadaan Hampir mati!" ucap Arya dengan nada geram dan juga marah yang terlihat jelas di matanya.


Selama ini Arya lah yang selalu dengan setia menemani Nathan dalam setiap kondisi maupun siklus kehidupannya.


Terlihat Arya yang diam untuk beberapa saat lamanya sehingga membuat Nathan menjadi bingung dengan kelakuan asistennya.


" Ada apa?" tanya Nathan.


" Bos Apa kau yakin tidak ingin bertanggung jawab dengan anak yang saat ini sedang dikandung oleh Delima?" tanya Arya yang tampak ragu dengan keputusan atasannya dan sekaligus sebagai sahabatnya.


Terlihat Nathan meraup wajahnya dengan kasar. " Awalnya aku merasa bahagia dan juga senang dengan kabar itu. Percayalah Arya. Aku juga berniat ingin sekali untuk mempertanggungjawabkan perbuatanku itu. Akan tetapi setelah mengetahui Bagaskara yang menjadi Ayah Delima yang telah begitu tega menghajar ku sampai hampir mati. Seketika aku tidak menginginkan lagi anak itu untuk menjadi bagian dalam hidupku!" ucap Nathan merasa kesal sekali.


Arya bisa mengerti perasaan bosnya saat ini. Akan tetapi dia merasa kasihan kepada Delima dan juga bayinya yang sebenarnya tidak berdosa kepada Nathan maupun keluarga Prawira.

__ADS_1


" Kenapa?" tanya Nathan kepada Arya dengan mengerutkan rekeningnya.


Arya sebenarnya ingin mengatakan kerisawan hatinya. Tetapi dia tidak mau kalau sampai membuat Nathan marah dan emosi kepadanya.


" Tidak apa-apa Bos. Ya sudah saya akan kembali ke kamar saya. Saya lelah dan ingin beristirahat sejenak sebelum nanti kita pergi ke kantor untuk melakukan meeting di sore hari." ucap Arya pada Nathan.


Nathan sejak keluar dari rumah sakit memang diharuskan untuk bed rest oleh dokter. Oleh karena itu dia lebih banyak melakukan pekerjaan kantornya di dalam rumah. Natham melakukan semuanya secara virtual bersama dengan tim maupun dewan direksi di perusahaan miliknya.


Apabila ada hal-hal yang mendesak yang harus diurus oleh Nathan pasti dia lebih memilih untuk mengutus Arya untuk mewakilinya.


Bagi Nathan Arya adalah orang kepercayaan nya dan dia tidak merasa berat ataupun bimbang untuk mengutus Arya dalam melakukan ataupun. Nathan bahkan selalu mempercayakan proyek-proyek penting kepada pemuda itu.


Bisa dikatakan Nathan dan Arya selama 15 tahun ini selalu menghabiskan kehidupan mereka hampir 90% selalu bersama.


Arya yang selalu merasa berterima kasih kepada Nathan yang sudah menolong kehidupannya dia tidak pernah membiarkan Nathan dalam kehidupan sendirian ataupun kebingungan untuk mengurusi masalahnya.


Arya selalu berusaha untuk menjadi yang terdepan dalam menghadapi semua perkara maupun masalah di dalam kehidupan Nathan. Bahkan mungkin kedua orang tua Nathan sudah tergeserkan benar-benar posisinya di hati Nathan.


" Arya jangan lupa kita harus segera menyusun strategi untuk terlepas dari pengaruh Bagaskara grup!" ucap Nathan kembali mengingatkan asistennya yang amat dia andalkan selama ini.


Arya tersenyum kepada Nathan kemudian dia pun meninggalkan sahabatnya untuk kembali menjalankan kesukaannya yaitu menerawang jauh ke masa lalunya.


Arya sangat tahu kalau Nathan sampai saat ini masih belum bisa move on dari sosok Alana yang sangat mencintainya dan juga dia cintai. Akan tetapi Alana telah direbut oleh Abdi dengan begitu kejam dan tanpa tahu malu sama sekali.

__ADS_1


Hingga saat ini Nathan masih belum mampu untuk merelakan perpisahannya bersama dengan Alana yang terjadi begitu dramatis.


__ADS_2