Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
32. Sabarlah


__ADS_3

Nathan mendekati Delima dan berusaha untuk membujuknya agar tidak nekat dan terjun dari atas balkon kamarnya.


" Aku mohon Delima kemarilah karena aku ingin berbicara denganmu!" ucap Nathan berusaha untuk membujuk Delima.


Saat Delima sedang lengah karena sibuk menangis. Nathan dengan kecepatan yang luar biasa. Dia langsung menarik tangan Delima untuk menjauh dari bibir balkon.


" Apa yang telah kau lakukan ini? Kau benar-benar membuatku sangat jengkel!" ucap Delima menatap tajam kepada Nathan yang saat ini sedang berusaha untuk memeluknya dengan erat.


" Aku mohon Delima. Tolonglah diamlah agar aku bisa berbicara denganmu dengan baik!" Nathan berusaha untuk menenangkan Delima agar tidak terus memberontak dari pelukannya.


Delima sontak menangis seseguhkan di dalam pelukan Nathan yang saat ini sedang berusaha untuk menenangkannya.


" Percayalah padaku Delima. Aku pasti akan membuatmu hidup bahagia. Aku janji aku juga akan membujuk ayahmu agar menerima pernikahan kita! Kamu nggak boleh menyerah begitu saja untuk perjuangan cinta kita!" Abdi yang melihat mereka berdua menangis dan saling berpelukan merasa tidak nyaman hatinya ada semacam kecemburuan yang saat ini sedang dia rasakan.


' Apakah sebaiknya Aku mundur saja dan membiarkan mereka hidup bahagia?' bathin Abdi yang benar-benar tidak tega melihat delima saat ini menangis begitu sedih di dalam pelukan Nathan.


Bagaskara yang tadinya berniat ingin memisahkan antara delima danatan pun hanya bisa membeku di tempat.


" Apa sebenarnya yang diinginkan oleh papamu? Kenapa dia sangat sulit untuk merestui hubungan kita? Padahal kalau menilik dari kejadian tentang Bibi kamu yang meninggal karena ayahku yang ga mau tanggung jawab, kejadian itu tidak ada hubungannya dengan kita berdua. Rasanya tidak adil kalau kita harus kehilangan kisah cinta kita hanya karena masa lalu yang kelam dari kedua orang tua kita! Delima aku menolak untuk menerima itu! Mari kita berjuang untuk mempertahankan hak anak kita agar memiliki keluarga yang utuh!" Nathan terus berusaha untuk membujuk delima agar mau diajak berjuang olehnya.

__ADS_1


" Sejujurnya aku pun tidak tahu kenapa Papa sampai saat ini begitu membenci keluarga parawira hanya karena masa lalu tentang Tante aku yang meninggal." Delima berusaha untuk bersikap tenang dan melupakan sakit hati dan juga kesedihannya.


Nathan kemudian menggandeng tangan Delima untuk bisa berbaring di atas ranjangnya. Bagaimanapun Nathan tidak mau kalau sampai melihat Delima kelelahan ataupun merasa sakit karena sejak tadi dia terus menangis dan merasa tertekan batinnya karena kisah cinta mereka yang tidak mendapatkan restu dari ayahnya.


Nathan mendekati Abdi dan meminta kepada Abdi untuk segera mengurus perceraiannya bersama dengan Delima.


" Aku mohon segeralah kau urus perceraian kamu dengan Delima. Agar aku dan Delima bisa segera menikah. Bukankah selama ini kau pun tidak mencintai Delima?" tanya Nathan sambil menatap tajam kepada Abdi yang sejak tadi terus melihat ke arahnya dengan tatapan penasaran.


" Kamu katakan saja syarat apa yang kau inginkan dari aku agar kau mau melepaskan Delima untuk menikah denganku. Aku berjanji aku akan mengusahakan semua syarat yang kau berikan secepatnya. Aku tidak akan pernah membiarkan anakku berpisah dariku!" Nathan menatap tajam kepada Abdi yang seperti mendengarkan perkataannya.


" Apa Kau pikir aku serendah itu sehingga aku rela menjual pernikahanku hanya untuk materi?" tanya Abdi dengan tatapan tajam yang sangat menusuk hati Nathan.


" Apa kau tahu?? Bukankah selama ini kau telah menjual pernikahanmu untuk uang? Kau bahkan menipu kematian adikmu hanya untuk membuat kau bisa menikah dengan Delima dan meminta uang secara bebas kepada perusahaan Bagaskara! Ayolah Abdi kau tidak usah bersandiwara di hadapanku seperti seorang laki-laki yang begitu mencintai istrinya karena aku tidak akan percaya dengan semua sandiwara itu!" Abdi terlihat mengepalkan tangannya merasa jengkel kepada Nathan yang selalu saja mempunyai kelemahan untuk menjatuhkannya.


" Ketahuilah bahwa aku sudah mengetahui semua kebusukan keluargamu. Bahkan aku mempunyai bukti-buktinya secara lengkap. Kalau kau tidak mau melepaskan Delima. Maka Aku akan mengirimkan bukti-bukti itu ke kantor polisi atas Kasus penipuan!" Abdi benar-benar kesal sekali dengan ucapan Nathan Tetapi dia pun tidak mau mengambil resiko dengan bersitegang bersama Nathan.


" Aku juga mempunyai banyak bukti bahwa selama ini kau sudah mencuri dari perusahaan Bagaskara. dan aku juga mempunyai bukti tentang perselingkuhanmu dengan beberapa wanita selain kekasihmu yang saat ini!" Nathan Merasa tidak senang untuk menyebutkan nama mantan kekasihnya yang telah berselingkuh dengan Abdi karena itu benar-benar menyakiti hati dan juga harga dirinya sebagai seorang laki-laki sejati.


Abdi menghafalkan kedua tangannya merasa kesal dan juga marah karena dia tidak memiliki senjata apapun untuk melawan Nathan maupun Bagaskara.

__ADS_1


" Apa benar kamu akan menerima semua syarat yang aku berikan asalkan aku mau melepaskan Delima untuk menjadi istrimu?" tanya Abdi lahirnya menunjukkan Wajah aslinya dan meminta kepada Nathan untuk mendapati janjinya.


" Selama syarat yang kuberikan masuk akal aku tidak keberatan untuk mewujudkannya! Katakan saja apa yang kau inginkan!" Nathan menatap Abdi dengan begitu dekat dan bisa melihat keserakahan di wajahnya.


" Aku menginginkan saham di perusahaanmu terserah kau akan memberikannya berapa persen tapi yang jelas aku ingin memiliki hak suara di dalam perusahaanmu!" Nathan tersenyum mendapatkan syarat dari Abdi.


" See? kamu hanya memandang pernikahanmu dengan Delima tidak lebih dari bisnis yang menguntungkan hidupmu." Nathan tertawa.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Nathan Abdi terlihat terkesiap dan merasa sedikit tersinggung.


" Ya sudah kalau begitu. Aku tidak akan pernah mau melepaskan Delima untuk menjadi istrimu biarlah aku akan selamanya menjadi anjing dari keluarga Bagaskara!" Nathan langsung menarik tangan Abdi yang berniat untuk meninggalkan mereka dia pun kemudian langsung tersenyum kepada laki-laki yang selalu menunjukkan diri sebagai sahabatnya ketika berada di depan publik.


" Aku memiliki saham sebesar 60% di perusahaanku saat ini. Aku akan memberikan 10% nya untukmu dan akan segera ku transfer setelah kau dan Delima resmi bercerai!" mendengar apa yang dikatakan oleh Nathan Abdi benar-benar sangat bahagia dia pun langsung menyalami tangan Nathan dan menyetujui perjanjian itu.


" Besok pagi aku akan langsung mengurus perceraianku dengan delima dan kau siapkanlah berkas transfer sahamnya untuk Namaku!" Nathan hanya tersenyum melihat kebahagiaan di wajah Abdi.


Bagaskara dan Delima hanya menatap satu sama lain melihat pengobatan yang begitu besar yang sudah diberikan oleh Nathan kepada Abdi hanya untuk bisa melepaskan delima agar bisa menikahinya.


Saham 10% dari perusahaan milik Nathan itu bisa lebih dari 10 miliar nilainya kalau di jaul oleh Abdi. Karena mengingat harga saham perusahaan Nathan yang sangatlah tinggi.

__ADS_1


__ADS_2