Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
63. Senjata makan tuan


__ADS_3

Rebecca yang saat ini sedang bahagia karena bisa makan malam bersama Nathan sampai lupa diri.


Dia minum wine dengan banyak dan melupakan batas toleransi dirinya sendiri akan minuman beralkohol tersebut.


Sementara itu Arya yang sudah jatuh ke dalam jebakan yang diatur oleh Rebecca mulai merasakan tubuhnya yang kepanasan.


" Aih Ada apa dengan diriku?" Arya merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Tetapi dia tidak mengetahui hal tersebut.


Arya berpamitan dan meminta untuk pulang. Tetapi ketika dia membuka pintu, ternyata pintunya sudah dikunci oleh mereka sehingga membuatnya tidak bisa keluar dari tempat itu.


" Ayolah!! Malam ini kita bersenang-senang aku berjanji kau tidak akan merasa rugi." Rebecca mulai menggoda Arya dengan pesonanya.


Arya yang saat ini memang sudah benar-benar terpengaruh oleh obat perangsang yang diberikan Rebecca dalam dosis tinggi. Arya sudah mulai kuhilangan kontrol atas tubuhnya sendiri.


Akhirnya malam itu mereka menghabiskan malam panas bersama. Rebecca yang dalam keadaan mabuk berat. Dia melupakan bahwa kamar hotel itu dia kunci dari dalam dan tidak ada yang bisa masuk ke dalamnya kecuali dia yang membukanya.


Setelah aktivitas panas itu. Rebecca dan Arya malah terlelap dalam tidur dalam pelukan Arya yang telah memberikan malan terindah baginya. Rebecca tidak mendengarkan gedoran pintu dari Bagas.


" Aih kenapa ini Rebecca malah tidak membuka kuncinya sama sekali? Dasar perempuan bodoh!! Kalau saat ini Nathan sedang bersama dengan Delima. Lalu siapa laki-laki yang ada di dalam sana? Ya ampun!! Rebecca sejak dulu kau tidak pernah bisa aku andalkan!" Bagas terlihat begitu frustasi dan terus mondar-mandir di depan pintu kamar hotel yang saat ini sedang ditempati oleh Rebecca dan Arya.


Sementara itu Delima saat ini sedang makan malam bersama dengan Nathan. Nathan benar-benar merasa bahagia sekali dengan rencana yang sudah dibuat oleh Bagas. Sehingga membuat dia bisa bertemu dengan kekasihnya yang sudah selama beberapa hari tak bertemu dan membuat dia sudah gila karena rindu.


" Ya ampun sayang!! kita tidak bertemu beberapa hari saja rasanya sudah seperti seabad saja!" Nathan sejak tadi terus menggenggam telapak tangan Delima dan menciumnya dengan lembut.


Bagas yang telah menjemput Delima di rumahnya, begitu datang bersama Delima ke restoran, ternyata mendapati Nathan datang juga ke sana. Walaupun mereka sudah selesai makan malam. Karena Nathan yang memang datang terlambat.


Untuk datang ke restoran itu Nathan harus melakukan kongkalingkong dengan para Bodyguard ayahnya yang terus menjaga Nathan seperti anak perawan yang takut kenapa-napa. Arjun benar-benar mengawasi putranya agar tidak datang menemui Delima di tempatnya.


Arjun sengaja melakukan itu karena dia sangat kenal sifat dan tabiat dari Nathan yang sangat sulit sekali untuk diatur.


" Kamu ini ada-ada saja. Lusa kan sudah menjadi hari pernikahan kita. Ayo kita pulang sekarang. Jangan sampai orang tua kita melihat kita bersama. Mereka pasti akan mengamuk karena menganggap kita tidak mentaati peraturan mereka!" ucap Delima yang kemudian bangkit dari tempat duduknya dan pergi bersama dengan Nathan.


Sementara itu Bagas saat ini sedang sibuk di depan kamar yang dia pesan untuk Rebecca.


Terlihat Bagas yang begitu frustasi karena semua rencana bagus yang sudah dia susun ternyata kacau dan berantakan.

__ADS_1


" Dasar Rebecca bodoh! Ke mana saja dia?? Astaga! Dari tadi dipanggil, ditelepon, tidak juga mau mengangkat telpon dia. Apa sebenarnya yang sedang dia lakukan di dalam sana?" Bagas terus menggerutu sepanjang malam sambil mondar-mandir di depan pintu kamar itu.


Dengan perasaan kesal dan juga marah. Bagas akhirnya menyerah dan meninggalkan kamar hotel dengan perasaan amarah yang luar biasa terhadap kebodohan yang sudah dilakukan oleh Rebecca.


" Awas aja besok aku akan memberi pelajaran perempuan itu!" Bagas pun kemudian kembali ke apartemennya dengan penuh amarah.


Saat Bagas kembali ke restoran tempat dia tadi meninggalkan Delima bersama Nathan. Ternyata Nathan dan Delima sudah meninggalkan restoran yang sudah dia booking.


Malam itu menjadi hari tersial dalam hidup Bagas. Karena semua yang dia rencanakan gagal total. Walaupun dia sudah mengeluarkan begitu banyak modal dan usaha.


Bagas menghabiskan waktunya dengan meminum alkohol untuk melampirkan emosi dan amarah yang saat ini sedang berkecamuk di dadanya.


Keesokan paginya Rebecca mulai membuka kelopak matanya. Hatinya sangat bahagia karena telah berhasil membawa Nathan ke atas ranjangnya.


Hatinya berbunga-bunga mengingat kejadian tadi malam yang begitu menakjubkan untungnya.


Rebecca tersenyum ketika melihat sesosok laki-laki tampan yang masih terlelap di sampingnya sambil memeluknya dengan erat.


" Ya ampun, ini kayak mimpi!! Tidak pernah bisa aku bayangkan! Kalau ternyata aku bisa berada di kamar ini bersama dengan Nathan Prawira. The most wanted para model dan artis ibukota! Sebentar lagi aku pasti akan menjadi Nyonya Prawira dan Hidupku akan terjamin tanpa harus lelah bekerja lagi!" Rebecca terus bermonolog dengan dirinya sendiri karena merasakan kebahagiaan luar biasa di dalam hatinya saat ini.


Sementara itu Arya yang saat ini masih merasakan pusing kepalanya. Setelah mengkonsumsi alkohol dan juga obat perangsang dosis tinggi membuat sekarang tampak bingung dan amat berantakan.


" Ya ampun apa yang terjadi padaku? Kenapa Kepalaku pusing sekali?" Arya kemudian melihat ke sekeliling dan dia begitu terkejut ketika mendapatkan dirinya berada di sebuah kamar hotel dengan pakaian wanita yang berserakan di lantai menyatu dengan pakaiannya sendiri.


" Astaga!! Apa yang terjadi di sini? Ya ampun!" Arya segera memunguti pakaiannya dan menggunakannya secara serampangan karena dia begitu gugup dan juga panik.


" Ya Tuhan apa yang sudah terjadi padaku? Apa yang terjadi ini?? Siapa yang sudah melakukan hal seperti ini padaku? Ya ampun!! Siapa yang sudah berbuat jahat padaku? Beraninya dia! Mengambil keperjakaanku yang Ingin Ku persembahkan untuk istriku!" Arya terlihat murka dan juga geram.


Sepintas lalu Arya kembali mengingat semua kejadian pada malam itu di saat dirinya mendapatkan undangan dari seseorang yang mengaku sebagai model bernama Rebecca.


" Ah, pasti dia yang sudah melakukan kejahatan ini padaku dia harus bertanggung jawab atas semuanya!" Arya yang tadinya berniat untuk keluar dari kamar hotel. Akhirnya mengurungkan niatnya. Setelah dia melihat pintu kamar mandi yang terbuka.


Mata Arya terbaru sempurna Setelah melihat siapa yang keluar dari kamar mandi itu.


" Rebecca?? Jadi benar kau yang sudah melakukan ini padaku?" tanya Arya dengan begitu geram dan juga marah.

__ADS_1


Rebecca terlihat terkejut mendapatkan laki-laki yang ternyata berbeda dari yang pernah dia lihat di televisi.


" Eh, siapa kamu?? Bukankah tadi malam aku bersama dengan Nathan Prawira? Kenapa bisa jadi kamu yang ada di sini?" tanya Rebecca yang terlihat begitu bingung dan heran.


" Jadi kamu mempersiapkan semua jebakan itu adalah untuk Tuan Nathan? Sungguh jahat!! Sungguh seorang wanita yang sangat keji!" Arya begitu marah dengan apa yang dilakukan oleh Rebecca kepadanya.


Rebecca terlihat memutar bola matanya dengan malas.


" Sudahlah kamu tidak usah berlebihan seperti itu. Lagi pula di sini aku yang rugi! Bukan kamu! Kamu toh enak, bisa tidur dengan model sepertiku. Lah aku?? Aku rugi besar karena semua rencanaku gagal total gara-gara kamu yang sudah menyelinap masuk kemari!" Rebecca terlihat begitu marah kemudian menyuruh Arya untuk segera pergi dan meninggalkan kamar hotel.


Arya terlihat mengerutkan keningnya karena tidak mengerti apa maksud perkataan dari Rebecca.


" Siang itu kau yang menghubungiku dan mengajak untuk bertemu di sini. Aku tidak menyelinap untuk datang kemari. Kau sendiri yang mengundangku kemari! kau Lihatlah semua buktinya!" Arya pun kemudian menyerahkan ponselnya di mana terdapat chatting dari Rebecca yang memberikan alamat hotel tersebut kepada Arya.


Rebecca kesulitan menelan salivanya sendiri gara-gara masalah itu.


" Jadi siapa dirimu?" tanya Rebecca yang mulai menyadari bahwa dirinya telah melakukan kesalahan.


" Namaku adalah Arya. Aku adalah asisten pribadi dari Tuan Nathan. Saat ini Tuan Nathan sedang mengajukan cuti karena hari pernikahan yang sebentar lagi akan segera dilaksanakan. Oleh karena itu Tuan Arjun Perwira telah mendelegasikan semua pekerjaan yang berhubungan dengan Tuan Nathan kepadaku. Aku tidak menipumu sama sekali kau saja yang mempunyai niat jahat Tuan Nathan. Kau sengaja membuat jebakan ini untuk menggagalkan rencana pernikahan Tuan Nathan dan nyonya Delima?" otak cerdas Arya langsung bekerja dengan cepat.


" Kau jangan bicara sembarangan Aku tidak menjebaknya!" Rebecca terlihat begitu gugup di hadapan Arya.


Arya mendekati Rebecca kemudian dia mengunci tubuh wanita itu di tembok dengan kedua tangan kekarnya. Tubuh Rebecca yang saat ini masih menggunakan handuknya setelah mandi tampak gemetar dengan tatapan Arya yang begitu horor di matanya.


" Apa yang akan kau lakukan padaku?" Rebecca terlihat begitu gugup melihat mata Arya.


" Kau sudah menjebakku dan membuatku harus kehilangan keperjakaanku yang seharusnya aku serahkan kepada istriku nanti. Kau harus bertanggung jawab dengan itu semua! Apa kau mengerti?" Rebecca seketika gugup melihat tatapan Arya yang begitu membunuh.


Bayangan percintaan mereka tadi malam yang sangat seru dan indah bagi Rebecca. Seketika berkelebat di dalam matanya lagi. Seketika jantung Rebecca berdegup sangat kencang. Rebecca seakan tidak bisa bernafas lagi menatap mata area yang seakan hendak menelanjanginya.


" Kau tidak boleh melarikan diri dariku! Karena sebentar lagi aku akan melamar kamu dan menjadikanmu sebagai istriku. Ingat! Kau harus bertanggung jawab atas malam ini!" Rebecca sampai gemetar tubuhnya melihat dan mendengarkan semua yang dikatakan oleh Arya yang begitu mengintimidasinya.


Seumur-umur Rebecca baru melihat laki-laki gila seperti Arya yang malah menuntut pertanggungjawaban darinya setelah Menghabiskan malam panas bersama.


" Jangan gila! Karena aku tidak akan pernah menikahimu!" Rebecca berusaha untuk melepaskan diri dari Arya. akan tetapi Arya tidak memberikan kesempatan sama sekali kepada Rebecca untuk melarikan diri darinya.

__ADS_1


__ADS_2