Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
64. Kesal


__ADS_3

Rebecca akhirnya berhasil melarikan diri dari Arya yang tidak juga mau melepaskannya sejak keluar dari hotel.


" Sial!! udah Rencana gagal total aku malah jadi dikejar-kejar sama orang gila itu!" Rebecca sampai merinding kembali memikirkan tentang Arya yang tetap mencari dan mengejarnya.


Rebecca langsung masuk ke dalam apartemennya. Setelah dia berhasil melepaskan diri dari cengkraman Arya yang memaksa untuk menikah dengannya.


" Astaga!! Punya dosa apa aku sampai ketemu laki-laki seperti dia? Ya ampun!! Keren sih! Tapi tetap aja aneh rasanya. Kok ada laki-laki yang seperti itu sih? Seharusnya kan aku yang ribut meminta dia menikahiku. Kok ini malah dia yang ribut meminta pertanggungjawaban dariku?" Monolog Rebecca yang sungguh sangat bingung.


Rebecca tadi memang sengaja berputar-putar kota Jakarta untuk mengelabui Arya agar tidak bisa menemukan alamatnya.


Begitu sampai di depan gedung apartemen miliknya Rebecca pun langsung masuk menuju ke Unit miliknya.


Rebecca merasa lega sekali karena akhirnya dia bisa melepaskan diri dari Arya.


Akan tetapi Rebecca begitu terkejut. Ketika dia mau membuka pintu apartemennya, tiba-tiba saja Arya sudah berada di sampingnya dan berdiri dengan tatapan horornya yang membuat jantung Rebecca berpacu lebih cepat dari biasanya.


" Ya ampun!! Bagaimana caranya Kau bisa ada di sini?" tanya Rebecca yang tadi sudah membuka pintu apartemen miliknya dia tampak terkesiap ketika melihat Arya yang langsung masuk ke dalam unitnya begitu saja.


" Eh, apa yang kau lakukan?? Astaga!! Aku bisa melaporkan ke kantor Polisi lih, dengan kamu menerobos ke properti orang lain!" ancam Rebecca kepada Arya.


Akan tetapi Arya tidak memperdulikan sama sekali. Arya meletakan koper kecil yang tadi dia bawa, masuk ke dalam kamar Rebecca. Sehingga sukses membuat Rebecca benar-benar frustasi di buatnya.


" Eh, Kenapa kau pakai acara memasukkan kopermu ke dalam kamarku?? Apa yang sedang kau lakukan? Ya ampun!! Weh!! Aku Sedang bicara denganmu! Apa kau tidak dengar?" tanya Rebecca mulai kehilangan kesabaran terhadap kelakuan Arya yang sangat absurd menurutnya.


Arya berlaku seakan-akan apartemen itu adalah miliknya.


" aku akan tinggal di sini sampai kamu menyetujui untuk kita menikah. Setidaknya setelah pernikahan Tuan Nathan, aku akan melamarmu dan menikahimu setelahnya." Rebecca sampai tersedak salivanya sendiri mendengar omong kosong yang dikatakan oleh Arya kepadanya.


" Weh!! Kamu nggak usah gila ya! Aku tidak akan pernah menikah denganmu. Jadi sekarang juga silakan keluar dari rumah ini!" Rebecca bahkan sampai menarik tangan area untuk keluar dari unit miliknya.


Akan tetapi Arya mendapatkan tubuhnya saat ini bukanlah sia-sia dia melatihnya dengan gym setiap hari dan juga Marathon secara teratur bersama dengan Nathan.


Bukannya Arya yang ketarik untuk keluar dari apartemen itu yang ada malah Rebecca yang tertarik ke dalam pelukannya.


Rebecca benar-benar gugup ketika jarak mereka begitu dekat.

__ADS_1


" Kau, kau mau apa?" Rebecca sungguh tidak bisa berbuat banyak karena saat ini tubuhnya sudah terkunci oleh Arya.


" Aku sudah bilang kepadamu! Kau tidak usah banyak bertingkah!! Karena aku pasti akan menikahimu. Sekarang kau harus gunakan cincin ini. Karena kau sekarang sudah resmi menjadi tunanganku. Tunggulah setelah pernikahan Tuan Nathan dan Delima selesai. Kita akan menikah setelahnya! Oh ya, aku juga sudah membawakanmu gaun untuk kita besok menghadapi pernikahan Tuan Nathan sebagai pasangan!" Rebecca tidak bisa berkata-kata karena semuanya seakan sudah diatur dengan begitu sempurna oleh Arya.


Rebecca bahkan sampai tidak bisa berkata-kata karena perbuatan Arya yang benar-benar di luar ekspektasinya sebagai seorang wanita.


" Apa kau serius akan mengajak aku ke pernikahan Nathan?" tanya Rebecca dengan gugup luar biasa.


Keringat dingin bahkan sudah mengucur dari dahinya. Arya mendekatkan wajahnya ke wajah Rebecca. Hidung mereka sudah saling menempel satu sama lain.


Rebecca kesulitan menelan salivanya sendiri melihat pesona seorang Arya yang saat ini berada di depannya dan tak berjarak sama sekali. Arya menarik tengkuk Rebecca dan mencium bibir wanita cantik yang semalam telah mengambil keperjakaannya untuk pertama kali.


Rebecca merasakan lututnya begitu lemas dengan apa yang dilakukan oleh Arya terhadapnya yang begitu lembut dan melenakan. Rebecca merasa kehabisan akal.


Tubuh Rebecca seakan limbung. Akalnya mengatakan bahwa dirinya harus segera melepaskan diri dari hari akhir akan tetapi tubuhnya menghianati dirinya sendiri.


' Ya Tuhan! Apa yang sedang kulakukan ini kenapa aku malah terhanyut di dalam pesona dia? Oh Tuhan!! Apa ini yang disebut Senjata makan tuan?' bathin Rebecca semakin lemah saja tubuhnya karena semua perbuatan natal yang sudah membuat dia bertekuk lutut.


Kalau Arya tidak menopang tubuhnya Rebecca pasti sudah terjatuh sejak tadi. Arya membawa Rebecca ke dalam kamar hingga akhirnya mereka kembali mengulangi perbuatan mereka di hotel itu dalam keadaan sadar sesadar-sadarnya.


Rebecca terlihat ngos-ngosan setelah mereka berolah raga siang. Rebecca benar-benar merasa jengkel terhadap dirinya sendiri. Karena bukannya melarikan diri dari Arya, tetapi dirinya malah menyambut dengan senang hati apa yang di lakukan oleh Arya terhadapnya.


Arya merasa bahagia karena akhirnya dia bisa menemukan wanita yang mampu membuat dia jatuh cinta. Selama ini Arya kesulitan untuk menemukan seorang wanita yang bisa membuat dia merasakan jantungnya berdebar sangat cepat hanya dengan melihat wajahnya saja. Rebecca yang angkuh dan sombong benar-benar telah mengunci hati Arya.


Arya sudah bertekad akan menjadikan rebeka sebagai istrinya Dia tidak peduli dengan masa lalu Rebecca sebelumnya.


" Tunggulah setelah pernikahan Taun Nathan, aku pasti akan melamarmu dan menikahi kamu!" Rebecca tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Alih-alih dia menolak dia apa yang di katakan oleh Arya, Rebecca malah menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan Arya yang entah Sejak kapan telah berhasil membuatnya merasa tenang.


Mereka berdua pun kemudian memutuskan untuk tidur kembali. Karena sungguh di akui atau tidak, olahraga semacam itu memang membutuhkan tenaga yang ekstra dan membuat tubuh mereka terasa begitu lelah.


***


" Ih, ke mana ini Arya? Aneh banget! Dari tadi aku menghubunginya. Kenapa susah sekali? Apa dia lupa kalau hari ini harus mengecek ballroom pernikahanku? Awas saja!! kalau sampai pernikahanku tidak sempurna aku pasti akan menurunkan jabatannya dan memotong gaji dia 50%!" ucap Nathan terlihat begitu geram.


Seharian itu Nathan terus mondar-mandir di dalam kamarnya. Nathan merasa sangat kebingungan karena tidak bisa menghubungi Arya yang nomornya nonaktif sejak semalam.

__ADS_1


" Tuan. Kenapa Anda memanggil saya?" tanya kepala security.


Nathan menghela nafasnya dengan dalam ketika melihat security itu datang dan masuk ke dalam kamarnya.


" Tolong wakili aku untuk mengecek ballroom pernikahanku besok! Kau sendiri kan? Ayahku tidak mengizinkanku untuk ke mana-mana. Sementara asistenku nggak tahu ke mana, dia malah menghilang di saat Genting semacam ini! Awas saja!! Aku pasti akan memberikan dia pelajaran!" Nathan benar-benar kesal sekali kepada Arya yang telah mengabaikan tugas dan pekerjaannya tanpa izin dulu.


Kepala security pun kemudian langsung meninggalkan Nathan. Setelah menyanggupi tugas yang diberikan oleh Tuan mudanya.


Arjun yang baru turun dari kamarnya terlihat mendekati kepala security.


" Kenapa kau keluar dari kamar Putraku?" tanya Arjun dengan penasaran.


" Itu Tuan, Tuan muda meminta saya untuk mewakilinya mengecek ballroom pernikahan untuk besok. Karena asistennya sejak tadi di hubungi, tapi tidak bisa!" ucap kepala security.


Arjun terlihat menarik nafasnya dengan dalam kemudian menyuruh kepada Security untuk meninggalkannya.


Arjun kemudian menuju ke ruang makan dan meminta kepada pembantunya untuk segera memanggil Nathan agar makan bersamanya.


Nathan dengan damai Sentosa duduk di hadapan Arjun.


Arjun yang sudah mengetahui kelakuan Nathan yang tadi malam telah menyelinap keluar rumah. Hanya untuk menemui Delima dan makan malam bersama calon istrinya.


Akan tetapi Arjun pura-pura tidak mengetahui kejadian itu. " Ke mana asistenmu? Kenapa tumben sekali dirimu sendirian saja tanpa pendamping?" tanya Arjun sambil mengoleskan selai ke atas roti.


Nathan menatap ayahnya dengan lekat, " Arya mungkin memiliki kepentingan yang lain di luar sana. Oleh karena itu dia tidak datang kemari hari ini. Kenapa memang?" tanya Nathan sambil mengerutkan keningnya.


Karena tidak biasanya ayahnya menanyakan tentang Arya yang merupakan asisten andalan Nathan.


Nathan boleh berbangga kepada Arya. Karena sepanjang yang diketahui oleh Nathan pria adalah seorang asisten yang setia kepadanya.


Walaupun kadang-kadang Arjun suka mengintrogasinya dan memberikan beberapa info yang diinginkannya tentang Nathan.


Bagaimanapun Arya sadar dengan posisinya sebagai seorang asisten yang berdiri di antara ayah dan anak yang memiliki ego sama-sama besar dan sama-sama tidak mau mengalah. Oleh karena itu Arya benar-benar menguatkan mentalnya untuk berdiri diantara mereka tanpa harus mengorbankan integritasnya sebagai seorang asisten profesional untuk Nathan yang sudah mengaji dan juga memberikan segala fasilitas untuknya.


" Tumben sekarang kamu begitu anteng? Biasanya kamu selalu marah-marah kalau asistenmu tidak tepat waktu!" Nathan merasa Jengah mendengar ucapan ayahnya yang terdengar seperti sedang meledeknya.

__ADS_1


" Sebaiknya Papa urus aja urusan papa sendiri. Papa tidak usah ikut campur urusanku. Masalah Arya itu adalah hak pribadiku untuk mengatur dia, paham??!"


__ADS_2