Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
54. Kesal


__ADS_3

Setelah selesai berendam di dalam bathtub. Abdi pun keluar dari kamar mandinya dan dia melihat bahwa kamarnya sudah kosong tidak ada siapapun lagi di aana.


" Wanita itu pasti sangat marah padaku! Karena perbuatanku yang sudah jahat terhadapnya! Aih, Abdi! Kau benar-benar seorang laki-laki b******* ! Kau marah terhadap Delima dan Nathan, tetapi orang lain yang menjadi pelampiasan amarah kamu!" terlihat Abdi yang menyesali apa yang sudah terjadi di dalam kamar itu.


Abdi melihat kembali kondisi ranjangnya yang seperti kapal pecah dan dia mengingat kembali apa yang baru saja terjadi di sana.


Abdi menyugar rambutnya dengan frustasi. Abdi tahu kalau dirinya telah berbuat kesalahan dengan yang menyakiti hati wanita yang telah dia panggil semalam untuk menemani dirinya di atas ranjang.


Abdi sekarang sudah memiliki kekayaan yang tak berseri setelah Nathan menyerahkan 10% saham miliknya kepada Abdi sebagai kompensasi dari perceraiannya bersama dengan Delima.


Selain itu Bagaskara juga memberikan sebuah perusahaan kepada Abdi untuk kompensasi juga dari Bagaskara. Karena dia tidak mempersulit proses pengadilan sehingga Delima bisa segera menyandang status jandanya dari Abdi.


" Ah sudahlah!! Aku yakin dia juga sudah tahu dan pasti mengerti bahwa itu adalah resiko pekerjaannya!" akhirnya Abdi memilih untuk melupakan kejadian itu dan tidak mau mengingatnya lagi karena hanya akan membuat dirinya merasa buruk.


Setelah sarapan Abdi bergegas untuk pergi ke kantor yang dihadiahkan oleh Bagaskara kepadanya. Sepanjang perjalanan Abdi terus memikirkan tentang pernikahan Nathan dan Delima. " Benar-benar keterlaluan! Bagaimana mungkin mereka tidak menunggu masa iddah selesai? Apa mereka benar-benar tidak menghargai kau sebagai mantan suami Delima? Menyebalkan!" Abdi terus menggerutu dan marah-marah gak jelas.


Begitu sampai di kantornya terlihat Abdi yang kesulitan untuk mendapatkan fokusnya dalam bekerja. Abdi hanya sibuk bermain dengan pulpennya dan terus memandangi foto pernikahannya bersama Delima.


" Benar kata orang! Ketika sudah tidak dimiliki, barulah sesuatu itu terasa berharga. Aih, Abdi! Kau memang asli laki-laki dungu. Bahkan Nathan yang baru kenal Delima saja, sampai rela melepaskan sahamnya Prawira group sebanyak 10% hanya untuk mendapatkan dia sebagai istrinya. Akan tetapi kau malah memperlakukan dia seperti wanita yang tak berharga selama bertahun-tahun jadi istrimu! Kau adalah definisi laki-laki goblok yang ada di dunia ini! Lihatlah sekarang Alana, dia bahkan hamil oleh bodyguard-nya sendiri. Wanita yang dulu Pak agung-agungkan dan kau pandang begitu mulia melebihi Delima yang menjadi istrimu sendiri." Abdi terus bermonolog dengan dirinya sendiri. Sambil matanya yang tertuju ke arah potret mereka berdua saat melakukan prosesi pernikahan.


Tanpa terasa air mata mulai menetes di kelopak mata Abdi.


" Maafkan aku Delima! Maafkan kebodohanku selama menjadi suamimu. Semoga kau bisa memaafkanku dan semoga setelah aku bisa mendapatkan Prawira group dari Nathan, kau mau kembali kepadaku lagi!" Abdi semakin bersemangat untuk merampas Prawira group dari tangan Nathan.


***

__ADS_1


Bagas terlihat sedang menunggu delima di depan pintu gerbang kediaman Bagaskara.


Kebetulan hari ini Nathan datang ke kediaman Bagaskara untuk memperlihatkan ballroom hotel tempat pernikahannya bersama Delima akan dilangsungkan.


Sebenarnya hal itu hanyalah akal-akalan Nathan saja. Karena dia ingin bertemu dengan Delima yang tidak diperbolehkan ke mana-mana lagi oleh Bagaskara.


" Mau apa kau datang ke rumah calon istriku? Apakah peringatanku kemarin tidak jelas untukmu? Jangan ganggu calon istriku! Larena dia 3 hari lagi akan menjadi istriku yang tercinta. Apa kau tidak lihat kesibukan yang ada di Mansion ini? Semua itu adalah tentang aku dan Delima yang akan segera meresmikan pernikahan kami!" Nathan terlihat begitu geram melihat Bagas yang hanya memutar bola matanya dengan malas.


Bagas malahan memilih untuk masuk ke dalam kediaman Delima. Ketika dia melihat rombongan pembawa bunga masuk ke dalam mansion Bagaskara.


" Eh, sialan banget dia! Dia tidak mau untuk memperhatikan apa yang kukatakan padanya! Benar-benar laki-laki yang bernyali besar!" Nathan kemudian mengejar Bagas dan menariknya untuk keluar dari Mansion keluarga Bagaskara.


" Heh Kau tidak mendengar apa yang aku katakan?" tanya Nathan dengan mata yang memerah karena amarah yang ada di hatinya sekarang.


" Aku adalah calon suami Delima. Apa kau tidak mengerti? Aku juga adalah calon ayah dari anak yang sedang dia kandung. Jadi sebaiknya kau segera tinggalkan tempat ini! Karena aku tidak suka kau bergaul dengan calon istriku!" wajah Nathan sudah memerah karena amarah di hatinya yang sudah tidak bisa dikontrol lagi olehnya.


Bagas hanya tersenyum miring karena mencemooh apa yang dikatakan oleh Nathan.


" Yaelah, baru calon suami kanm? Abdi yang sudah jadi suami saja bisa jadi mantan. Apalagi cuma calon suami?" tanya Bagas benar-benar Sudah berani mati karena berani mengejek Nathan Prawira.


Nathan yang merasa marah dia langsung meraih kerah kemeja yang digunakan oleh Bagas dengan amarahnya.


Nathan langsung menghadiahkan Boga mentah kepada Bagas yang lagi-lagi mengejeknya dengan senyumannya yang begitu tengil dan menyebalkan menurut Nathan yang sedang dikuasai oleh api amarah dan juga api kecemburuan.


Kemudian terjadilah perkelahian antara keduanya yang membuat orang-orang yang saat ini sedang sibuk mengurus persiapan pernikahan Nathan dan Delima, tampak terkejut dan kemudian melerai keduanya.

__ADS_1


" Apa yang sedang kalian lakukan?" terlihat Delima yang langsung mendekati keduanya.


Nathan langsung melepaskan Bagas. Setelah dia melihat Delima yang datang dan mendekat ke arahnya.


" Ada apa ini Sayang? Kenapa kau harus bertengkar seperti ini sih?? Ya ampun! Lihatlah mukamu ini. Aih! Apakah kau akan mengucapkan ijab kabul dengan wajah seperti ini?" Delima benar-benar frustasi melihat kelakuan calon suaminya yang sangat kekanak-kanakan.


Nathan sengaja menunjukkan eksistensinya di hadapan Bagas dengan cara memeluk Delima dengan begitu posesif. Nathan bahkan tanpa ragu langsung mengecup bibir Delima. Delima bahkan sampai memerah wajahnya karena begitu malu dilihat oleh orang-orang yang sedang membantu untuk merias mansion miliknya dan juga Bagas yang hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum sinis.


" Kekanak-kanakkan! Ga keren sama sekali!" Bagas terlihat mendekati Delima yang tadi melepaskan dirinya dari pelukan Nathan yang seperti hendak mencekiknya karena terlalu erat.


Nathan melotot sempurna ketika Bagas berani sekali menggenggam telapak tangan Delima. " Eh pria gila!! Apa kau benar-benar sudah bosan hidup, huh?? Dari tadi kau mencari gara-gara denganku!" Nathan kembali tersulut emosinya melihat tingkah laku Bagas yang sangat menyebalkan.


" Ya ampun Bagas! Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Amanda yang melihat putranya berada di kediaman Bagaskara bersama dengan Nathan keponakannya.


Bagas selama ini memang tinggal di luar negeri Jadi wajar kalau Nathan tidak mengenalnya dengan baik sebagai sepupunya sendiri.


" Ada apa ini Nathan? Kenapa ribut-ribut dengan sepupumu?" tanya ibunya Bagas yang merupakan Tante dari Nathan.


" Jadi dia Anaknya tante?" tanya Nathan dengan begitu sinis sambil melirik ke arah Bagas yang terlihat tidak suka kepadanya.


" Dia anak bawaan Om Ridwan dari pernikahannya yang pertama!" Amanda menjelaskan kepada Nathan agar keponakannya itu tidak salah paham kepadanya maupun keluarganya.


Nathan hanya bisa menganggukkan kepalanya dan tidak memperdulikan lagi apapun yang dikatakan oleh Amanda.


Nathan sudah terlanjur membenci Bagas yang sudah sesuka hatinya mendekati calon istrinya yang tidak dia berikan izin untuk didekati oleh siapapun.

__ADS_1


__ADS_2