Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
61. Usaha Bagas


__ADS_3

Bagas benar-benar sudah bertekad akan mendapatkan Delima sebagai istrinya. Bagas mulai Membuat strategi untuk menggagalkan pernikahan Nathan dan Delima.


Waktu yang sempit membuat Bagas berpikir ekstra keras untuk bisa membuat mereka saling membenci dan akhirnya menggagalkan pernikahan mereka yang hanya tinggal menghitung hari.


Siang itu Bagas terus mondar-mandir di dalam kamarnya. Berpikir dan berpikir, rencana apa yang akan dia gunakan untuk membuat Delima membatalkan rencana pernikahan mereka.


" Aku tahu!! Aku akan mengundang seorang model untuk menggoda Nathan. Aku yakin laki-laki sombong seperti dia pasti tidak akan tahan mendapat godaan dari seorang wanita." Bagas tersenyum miring merasa bahwa idenya adalah sesuatu yang sangat brilian.


Bagas kemudian menghubungi temannya yang merupakan seorang model terkenal dan sering check out dengannya apabila sedang gabut dan butuh sentuhan di atas ranjang.


" Ada apa? Tumben kau menghubungi aku duluan! Biasanya aku menghubungi dulu pun kau selalu jual mahal," tanya Rebecca dengan suara dibuat manja.


Bagas yang saat ini sedang terburu-buru dan tidak ingin banyak berbasa-basi langsung mengutarakan niat dan keinginannya kepada Rebecca yang tentu saja sangat bahagia mendengarkan request tersebut.


" Nathan Prawira?? Are you serious?? Tapi bener ya, kalau aku berhasil mendapatkan dia, aku boleh menikah sama dia?" tanya Rebecca dengan wajah berbinar seakan mendapatkan lotre dalam hidupnya.


Tentu saja sebagai seorang model Rebecca mengenal siapa itu Nathan Prawira yang merupakan pewaris satu-satunya dari Prawira group yang memiliki banyak Armada pesawat terbang maupun transportasi darat lainnya.


" Iya Kau boleh mendapatkannya! Terserah mau kau apakan!" ucap Bagas mantap.


" Selain itu aku juga ingin mendapatkan jaminan darimu, setiap aku menginginkanmu, kau harus selalu stand by dan datang ke apartementku dengan suka rela. Tidak peduli rencana ini gagal ataupun berhasil. Mau tidak boleh mengingkari kesepakatan ini! Hadiah ini tidak berpengaruh oleh apapun. Entah renaca ini berhasil ataupun gagal. Apakah kau setuju?" tanya Rebecca dengan senyum penuh kemenangan di bibirnya.


Rebecca benar-benar memanfaatkan momen yang ada di depan matanya dia benar-benar tidak melepaskan kesempatan untuk bisa mendapatkan pelayanan dari Bagas yang selama ini selalu sanggup membuat dia melayang penuh kenikmatan.


Bagas menarik nafasnya dalam-dalam dia tahu poin itu pasti akan diajukan oleh Rebecca. Karena Bagas mengingat bahawa wanita itu memiliki hasrat yang selalu menuntut untuk terpuaskan.


Karena waktu yang sudah sangat sempit dan dia pun tidak mempunyai banyak waktu untuk bernegosiasi dengan siapapun lagi dengan terpaksa Bagas pun kemudian mengiyakan permintaan Rebecca.

__ADS_1


" Baiklah tidak masalah. Akan tetapi satu bulan tidak boleh lebih dari tiga kali. Karena bagaimanapun, aku suatu saat pasti akan memiliki istri. Aku tidak mau kalau sampai istriku merasa dikhianati karena waktuku jauh lebih banyak denganmu!" Bagas akhirnya menyetujui dan memberikan syarat kepada Rebecca yang tentu saja merasa sangat bahagia dengan keputusan Bagas.


" Oke aku setuju. Bagiku tidak masalah. Pasti suatu saat nanti aku bisa membuatmu melamar dan menikahiku. Sehingga aku bisa mendapatkanmu selamanya!" ucap Rebecca dengan penuh percaya diri akan tetapi Bagas langsung memotong ucapannya.


" Lebih baik kau putuskan dan fokus untuk bisa mendapatkan Nathan sebagai calon suamimu. Aku akan menikahi Delima sebagai istriku. Cukup sampai di situ! Kau tidak usah terlalu banyak berkhayal untuk mendapatkan sesuatu yang lainnya!" Bagas mengatakan sesuatu yang benar-benar membuat Rebecca menciut nyalinya seketika.


" Segera laksanakan tugasmu! Kamu harus bisa membawanya ke atas ranjang dan kemudian rekam semua kegiatan kalian di sana. Kau harus mengirimkan kepadaku!" Bagas sangat bahagia seakan-akan rencananya sudah berhasil di depan mata.


Rebecca tampak tidak setuju dengan apa yang diinginkan oleh Bagas. Karena bagaimanapun, namanya sebagai seorang model sedang dipertaruhkan di sana. Kalau sampai Bagas menghianatinya dan menyebarkan video tersebut kepada publik. maka bisa dikatakan karirnya akan hancur total. Rebecca tidak bersedia melakukan itu.


" Lalu bagaimana keinginanmu?" Bagas mencoba untuk bernegosiasi dengan Rebecca. Karena bagaimanapun Rebecca adalah satu-satunya kandidat yang ada di kepalanya saat ini.


" Aku akan memberikan hotel tempat kami check in dan kau ajaklah calon istrinya untuk melihat adegan kami berdua. Bukankah itu jauh lebih menakjubkan? Aku yakin, efeknya pasti jauh lebih hebat daripada sekedar mengirimkan video yang nggak penting!" Bagas terlihat memikirkan apa yang dikatakan oleh Rebecca.


Cukup lama Bagas memikirkannya. Karena bagaimanapun dia tidak mau kalau sampai Delima berpikir kalau itu adalah rencananya. Dia harus melakukan semuanya dengan matang tanpa meninggalkan jejak.


Rebecca pun kemudian menutup panggilan telepon. Karena waktu yang diberikan sangat sempit. Jangan sampai rencana itu gagal. Maka dia harus mengatur rencana sendiri agar misi yang diberikan oleh Bagas bisa sukses tanpa hambatan.


Rebecca hari itu pergi ke salon untuk mempercantik dirinya agar bisa memikat seorang Nathan Prawira yang selama ini menjadi The Most Wanted para wanita yang mengincar harta kekayaan sebagai tujuan hidup mereka.



visualisasi Rebecca


Setelah selesai dari salon Rebbeca langsung mendatangi perusahaan Prawira Group bersama manajernya.


Mereka akan berpura-pura mengunjungi Prawira group untuk menawarkan jasa model kepada perusahaan itu demi promosi perusahaan yang pasti akan membutuhkan jasa model cantik seperti Rebecca.

__ADS_1


Dengan penuh percaya diri dan tanpa merasa takut sama sekali. Rebecca mendatangi perusahaan Nathan.


Rebecca menemui resepsionis dan meminta untuk bertemu dengan Nathan. Akan tetapi resepsionis mengatakan kalau Nathan saat ini sudah tidak lagi berangkat bekerja karena sedang dipingit oleh ayahnya.


" Ya ampun! Apakah dia masih memiliki tradisi semacam itu? Di pingit?" Rebecca terlihat tertawa lucu. Resepsionis hanya menanggapinya biasa saja. Karena baginya hal itu tidak penting sama sekali.


Rebecca pun kemudian meminta kepada resepsionis tersebut untuk menyambungkan dirinya agar bisa berkomunikasi dengan Nathan.


Resepsionis memberikan nomor telepon Arya sebagai asisten dari Nathan.


" Silakan hubungi nomor ini ya, Kak. Kalau ingin berkomunikasi dengan Tuan Nathan." resepsionis itu pun kemudian memberikan kartu bisnis Nathan dengan nomor telpon Arya yang tercantum di sana.


Rebecca yang merasa senang sekali. Dia tidak terlalu memperdulikan nama yang tertera di dalam kartu bisnis tersebut. Karena dia hanya membutuhkan nomor telepon yang ada di dalamnya.


Setelah menyalin nomor telepon yang ada di dalam kartu bisnis itu. Rebecca langsung mengembalikan kartu bisnis yang tadi diberikan oleh resepsionis karena dia merasa malas untuk menyimpannya.


" Terima kasih atas informasi dan kerjasamanya!" Rebecca kemudian langsung meninggalkan Prawira Group


Di dalam mobil, Rebecca mulai menghubungi nomor yang ada di dalam kartu tersebut.


" Halo. Apakah aku sedang berbicara dengan Nathan Prawira?" tanya Rebecca to the point karena dia tidak mau menghabiskan waktunya untuk sesuatu yang tak penting.


Arya yang saat ini sedang fokus untuk membaca berkas-berkasnya hanya mengatakan, " Ya, ada apa ya?" Rebecca merasa senang sekali mendapatkan jawaban tersebut dari lawan bicaranya.


" Aku adalah seorang modal Namaku Rebecca. Saat ini aku memiliki penawaran untuk penggunaan jasa model untuk promosi perusahaan. Apakah anda bersedia untuk kita bertemu dan membicarakan hal tersebut?" tanya Rebecca dengan begitu percaya diri.


" Baiklah. Kau kirimkan saja alamatnya. Aku akan datang setelah makan malam. Karena siang ini aku benar-benar sangat sibuk dan hanya ada waktu setelah jam itu!" ucap Arya yang kemudian langsung menutup panggilan telepon tersebut.

__ADS_1


Rebecca yang merasa sangat bahagia karena telah mendapatkan sambutan positif dari mangsanya. Rebecca pun langsung mengirimkan alamat serta Nomor kamar hotel yang sudah dipesan oleh Bagas untuk rencana itu ke nomor yang baru saja dia hubungi.


__ADS_2