Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
59. Pameran


__ADS_3

Keesokan paginya Nathan benar-benar terkejut ketika mendapatkan studio seni rupanya sudah kosong lompong semua karyanya sudah tidak ada di tempatnya lagi.


Nathan benar-benar panik dibuatnya sehingga dia langsung mencari asisten ayahnya yang bekerja di Mansion milik ayahnya.


" Pak, ke mana semua lukisanku? Kenapa tidak ada?" Nathan sepertinya sudah melupakan apa yang dikatakan oleh ayahnya tadi malam mengenai pameran dan sebagainya.


Karena memang Nathan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Arjun.


Bagaimana mau percaya? Selama ini Arjunlah orang yang paling keras menentangnya untuk menekuni hobinya melukis.


" Tuan muda tadi orang-orang dari galeri datang untuk mengambil semua karya Tuan muda. Karena hari ini akan diadakan pameran tunggal untuk semua karya milik tuan muda!" Nathan sampai Limbung mendengarnya tidak percaya sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh asisten ayahnya.


" Kau jangan bercanda! Cepat katakan di mana semua lukisan itu!" Nathan terlihat mulai emosi kepada asisten ayahnya yang dia nilai sedang berbohong.


Terlihat Arjun yang saat ini sedang keluar dari lift. Setelah dia mandi dan bersiap-siap untuk sarapan.


" Nathan kau itu masih muda tetapi sudah pikun apa?" suara Arjun begitu menggelegar di ruangan sehingga membuat Nathan terkejut dibuatnya.


" Apa maksud perkataan papa pagi-pagi sudah mengajak berantem diriku?" Nathan terlihat Ketus kepada ayahnya sendiri.


" Kau tidak ingat kalau tadi malam Papa sudah janji kepadamu? Kalau hari ini Papa akan membuatkan pameran tunggal untuk semua karyamu?" Nathan terbelalak mendengarkan apa yang dikatakan ayahnya.


Nathan mencubit pipinya sendiri benar-benar tidak percaya bahwa ayahnya mengatakan kata-kata semacam itu.


Nathan masih ingat semua yang dilakukan ayahnya hanya untuk menjatuhkannya agar tidak pernah bermimpi tentang dunia lukis.


Nathan benar-benar tidak percaya bahwa ayahnya benar-benar mewujudkan impiannya untuk melakukan sebuah pameran tunggal untuk memamerkan semua hasil karya seumur hidupnya mencintai seni rupa.


" Papa serius Nathan. Sekarang semua tim sudah bersiap untuk melakukan pameran tunggal untuk karyamu. Tepat pada hari pernikahanmu akan dibuka pameran tersebut selama satu minggu. Bersiap-siaplah untuk mulai menjadi bintang di dunia seni rupa!" Arjun kemudian menyerahkan sertifikat sebuah galeri atas nama Nathan.


Nathan masih belum mempercayai semua yang ada di hadapannya saat ini.


Seorang Arjun prawira yang selama ini menghalalkan segala cara untuk membuatnya melupakan dunia seni rupa. Sekarang malah menyerahkan sebuah galeri dan mempersiapkan pameran tunggal untuk dirinya. Hal itu benar-benar sesuatu yang sangat mustahil bagi Nathan. Walaupun hanya dalam mimpi sekalipun.


Nathan langsung memeluk ayahnya dengan begitu dengan air mata yang mulai menetes di kelopak matanya.


Nathan melihat tanggal yang tertulis di dalam sertifikat itu dia mengetahui bahwa selama ini Ayahnya tidaklah 100% menantang cita-citanya. Ayahnya mencintainya dengan caranya sendiri dan selama ini Nathan yang tidak mengerti tentang ayahnya sendiri.


" Sudah tidak usah kau menangis! Kau itu seorang Prawira kau harus menjadi seorang laki-laki yang tangguh dan juga kuat. Apalagi sebentar lagi kau akan menjadi seorang ayah. Kau akan mengerti. Bagaimana perasaan papa saat ini. Karena mempunyai anak bengal sepertimu yang sangat sulit untuk diatur!" Nathan terlihat tertawa mendengarkan apa yang dikatakan ayahnya tentang dirinya.

__ADS_1


" Bukankah kebanggaanku adalah warisan darimu kau juga dulu adalah pemberontak yang sangat handal. Bukan?" tanya Nathan kepada ayahnya.


Arjun membelalakkan matanya mendengar ucapan dari putranya.


" Eh bocah nakal apa yang kau katakan?" Arjun langsung memfitting leher putranya yang sudah lama sekali menjauh darinya.


" Bukankah Papa juga adalah pemberontak ulung? Papa dulu lebih memilih menjadi asisten dari Tuan Kevin Atmajaya dan meninggalkan kakek di Amerika? Kalau bukan karena Kakek yang sakit keras tidak mungkin kan papa mau mengambil alih perusahaan Prawira Group?" Arjun benar-benar terkejut mendengar semua perkataan anaknya yang ternyata mengetahui masa lalunya bersama Kevin Atmajaya.


" Idih, papa kok seperti yang terkejut begitu? Mama yang telah menceritakan semua itu padaku." Nathan tersenyum kepada ayahnya yang membuat Arjun akhirnya melepaskan dirinya.


" Seberapa banyak kau mengetahui tentang Ayahmu di masa lalu?" Arjun akhirnya memilih untuk duduk di sofa yang ada di dalam kamar Nathan.


" Mama menceritakan semuanya padaku. Kenapa Pah? Apakah itu semua adalah aibmu di masa lalu?" tanya Nathan sambil meringis kepada ayahnya yang malah menjitak kepalanya dengan pelan.


Tampaknya ayahnya sudah kembali seperti dulu yang selalu menyayangi dan mencintai Nathan.


Hubungan mereka berdua memang sedikit merenggang. Setelah meninggalnya Santi. Karena penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh medis.


" Papa tidak pernah mengatakan kalau masa lalu Papa adalah sebuah aib. Tidak pernah! Itu semua adalah bagian dari kehidupanku yang berharga. Papa agak terkejut saja. Bagaimana caranya kau bisa mengetahui semua itu? Padahal selama ini Papa tidak pernah menceritakannya padaku!" Nathan kemudian menghidupkan layar besar yang ada di hadapannya di mana sebuah video berputar di hadapan mereka.


Video itu adalah tentang Santi yang saat itu sedang bercerita tentang sang ayah yang menjadi idolanya sejak dulu.


Kerinduan di hati Arjun semakin besar setelah melihat video itu.


" Nathan segeralah bersiap-siap untuk pameranmu dan setelah itu kau akan dilantik untuk menjadi CEO dari Prawira Group. Karena Papa benar-benar ingin segera pensiun dan menemani ibumu di desa!" Nathan kemudian melihat Arjun yang meninggalkan kamarnya dengan air mata yang bercucuran di kelopak matanya.


Ayahnya yang selama ini selalu tegas keras dingin dan juga galak semua itu sekarang telah menghilang dari hadapannya Hanya menyisakan seorang laki-laki yang sedang merindukan istrinya yang sudah tiada.


Ya! Kerinduan yang menyakitkan adalah disaat kita merindukan orang yang sudah meninggal dan itulah yang saat ini sedang dirasakan oleh Arjun.


Saat ini Arjun sedang menangis di dalam kamarnya dan melihat kembali album foto yang selama ini selalu dia simpan dengan baik di dalam kamarnya.


" Sayang, Kenapa beberapa hari ini aku selalu memimpikanmu dan selalu merindukanmu? Apakah kau sudah memanggilku untuk menemuimu?" terlihat Arjun yang terus mengelus wajah istrinya yang berada di dalam album foto yang saat ini sedang dia Pandangi dengan penuh Kerinduan.


Selama ini Arjun selalu mencintai Santi. Wanita pertama yang telah menaklukkan hatinya dan membuat dia percaya untuk menjalani sebuah pernikahan yang selama ini selalu dihindari.


Mawar, adalah masa lalu yang tidak pernah bisa ditebus oleh Arjun karena Bagaskara yang dulu tidak pernah merestui hubungan mereka sehingga akhirnya kisah cinta mereka Kandas begitu saja.


Santi yang telah membuat Arjun kembali percaya bahwa di dunia ini masih ada cinta sejati. Arjun akhirnya mau menerima keinginan ayahnya untuk menjadi pewaris dari penampilan grup dan meninggalkan pekerjaannya sebagai asisten Kevin Atmajaya.

__ADS_1


Sebuah kisah kehidupan yang telah membentuk seorang Arjun menjadi pribadi yang sangat kuat dan tangguh.


Arjun masih mengingat bagaimana dirinya bersama dengan Kevin berjuang untuk melawan David yang merupakan seorang mafia kelas kakak yang selalu mencari masalah dengan mereka berdua.


Perjuangan hidup mereka tidaklah sederhana hingga sampai ke titik ini.


Kevin dan Qiara sekarang tinggal di Meksiko meninggalkan dirinya di Indonesia bersama kesepian dan kesendiriannya.


Di saat senggang, Arjun kadang mengunjungi sahabatnya yang pernah menjadi bos besarnya di masa mudanya dulu.


" Tunggulah aku pasti akan segera datang dan menemuimu!" ucap Arjun sambil mencium foto Santi yang saat ini sedang tersenyum kepadanya.


Sebuah kerinduan yang sangat besar terhadap istrinya yang saat ini sedang dirasakan oleh Arjun setelah berbicara dengan Nathan. Sehingga membuatnya semakin mantap untuk segera melepaskan jabatannya sebagai CEO Prawira group kepada putranya satu-satunya.


Pagi itu Arjun tidur dengan memeluk album foto yang berisi tentang kenangannya bersabar Santi di masa lalu.


Nathan yang saat ini sedang memeriksa ayahnya cukup terenyuh melihat wajah ayahnya yang begitu sayu dan kelihatan lelah.


" Aku baru tahu kalau ternyata Papa begitu mencintai Mamaku. Aku kira kalau Papa hanyalah seorang Casanova yang suka bermain-main dengan para gadis nakal." Nathan kemudian meninggalkan kamar ayahnya untuk segera bersiap-siap menuju Galeri yang akan melakukan pameran tunggal untuk semua keahliannya yang telah dia lukis seumur hidupnya.


Perasaan Nathan benar-benar sangat bahagia dia serasa seperti hidup kembali setelah lama sekali dirinya vakum dari dunia lukis.


Nathan berpamitan kepada asisten ayahnya yang sampai saat ini masih dengan setia menunggu Arjun yang masih tertidur di kamarnya.


" Paman katakan pada Ayahku kalau saat ini aku berada di galeri untuk mempersiapkan pameran milikku!" Nathan berpesan kepada asisten ayahnya dan segera melajukan kendaraannya menuju Galeri yang telah diberikan sang ayah.


Nathan merasakan hatinya benar-benar sangat bahagia.


Nathan segera menelpon Arya untuk datang ke galeri dan membantunya mempersiapkan segala sesuatu untuk pameran tunggalnya.


Arya yang selalu stand by 24 jam langsung datang menemui Nathan di galeri.


" Bos apa yang mau kau lakukan di Galeri ini?" tanya Arya yang kelihatannya masih mengantuk terlihat dari wajah bantal yang masih terlihat di wajahnya.


Nathan langsung mengkeplak kepala asistennya yang terkesan seperti tidak profesional dalam bekerja.


" Arya Lihatlah Penampilanmu! Apakah kau pantas menjadi seorang asisten dari CEO sepertiku? Kau benar-benar saat memalukan! Cepat sana pulang lagi dan kau perbaiki penampilanmu sebelum Aku benar-benar memecat kamu!" Nathan sampai berkacak pinggang di hadapan Arya yang auto melotot kepada bos besarnya.


" Bos aku seperti ini kan gara-gara kau yang menyuruhku untuk segera datang kemari. Sementara aku baru saja bangun tidur. Bagaimana aku mau tampil perfeksionis, coba? Kalau kau hanya memberiku waktu 10 menit untuk sampai kemari. Sebetulnya kau punya otak atau tidak? Semena-mena sekali Kau Padaku!" entah setan Apa yang sedang merasuki Arya sehingga dia berani sekali menentang kekuasaan seorang Nathan.

__ADS_1


__ADS_2