Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku

Asmara Satu Malam Bersama Istri Musuhku
41. Kesal


__ADS_3

Natasha akhirnya memilih untuk duduk di atas ranjang dan merenungkan semua yang selama ini terjadi di dalam hubungannya bersama dengan Arjun perwira.


Lamat-lamat Natasha mendengar suara yang ada di luar ruangan. Seperti suara wanita yang sedang bermanja-manja.


" Om bilang mau menikahi aku!! Selama beberapa bulan aku menunggu Om, tapi om tidak juga datang-datang!" ucapnya sambil bergelayut manja di leher Arjun.


Arjun sampai frustasi menghadapi para wanita itu yang semuanya meminta untuk menikah dengannya.


" Kau kan sudah aku putuskan. Kenapa kau masih merasa sebagai kekasihku?" tanya Arjun yang sekarang merasa kepalanya hampir meledak karena kehadiran wanita itu.


" Tapi aku tidak mau putus denganmu, Om Arjun! Aku ingin kita menikah!" ucap wanita itu yang bernama Selena.


Natasha yang saat ini sedang mengintip melalui tukang kunci tampak begitu keram dan begitu kesal.


Tetapi Natasha tidak mau membuat Arjun marah kepadanya. Sehingga dia hanya bisa memperhatikan wanita yang bernama Selena itu dan terus mengingat-ingat wajahnya.


' Aku akan membuat perhitungan dengan wanita itu. Karena dia sudah berani sekali dan menggoda kekasihku!' bathin Natasha yang merasa sebagai pemilik seorang Arjun Prawira.


" Sudahlah Selena!! Pergilah dari kantorku karena sebentar lagi klien penting akan segera datang kemari!" Arjun tampak begitu marah dan juga frustasi karena Selena yang sangat sulit untuk dikendalikan.


" Aku tidak mau pergi sebelum Om menjanjikan akan segera menikahi aku!" Selena malah dengan begitu percaya diri mulai ******* bibir Arjun yang tadi habis bercinta dengan Natasha.


Natasha sudah mendidih darahnya melihat semua yang terjadi di dalam kantor itu.


Arjun memang sang casanova yang tidak pernah menolak daging mentah yang datang kepadanya secara gratis.


Natasha terus menggenggam telapak tangannya ketika melihat Arjun yang mulai terpengaruh dan hendak bercinta dengan wanita bernama Selena tadi.


Untung saja sekretaris Arjun mengetuk pintu sehingga hal itu tidak terjadi.


Tok tok tok

__ADS_1


" Maafkan saya tuan di luar klien kita sudah menunggu untuk meeting bersama!" ucap sekretaris Arjun dari balik pintu.


" Kau sudah dengarkan? Bahwa sekarang ada klien yang sedang menungguku. Sekarang pulanglah!" ucap Arjun yang bersiap untuk meninggalkan Selena.


Tapi Selena tidak mau mengalah. Dia malah langsung membuat Arjun tidak bisa berkutik sama sekali. Sehingga percintaan singkat antara keduanya terjadi. Arjun sampai kelapakan dengan gairah selena yang sukses membuat dirinya melayang ke langit ke tujuh hanya dalam waktu 5 menit.


" Baiklah Om! Aku akan pulang dulu!" Selena kemudian keluar dari ruangan Arjun setelah membereskan penampilan dirinya yang agak kacau setelah pertempuran singkat mereka tadi.


Arjun yang masih lemas di kursinya. Setelah Selena tadi naik ke pangkuannya dan mengajak kuda-kudaan dengan dia dan membuat adik kesayangannya harus meronta-ronta minta dipuaskan.


Arjun hanya menggelengkan kepalanya. Melihat kelakuan Selena yang benar-benar membuat dia tidak bisa berkata-kata.


" Ya Tuhan!! Bisa hancur reputasiku kalau begini terus!" Arjun mulai frustasi dengan kelakuan semua wanita yang pernah hadir dalam hidupnya dan sangat sulit untuk dia tinggalkan.


Tok tok tok


" Tuan cepatlah tamu kita sudah menunggu di ruangan rapat!" sekali lagi sekretaris Abdul mengingatkan kepada atasannya bahwa dirinya sudah ditunggu oleh klien mereka.


" Gila!! Jam segini kamu sudah membuat dua orang wanita melayang ke surga!" monolog Arjun kepada dirinya sendiri sambil membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa percintaan bersama Selena.


Natasha yang saat ini berada di dalam ruangan benar-benar sangat marah melihat semua yang dia lihat baru saja di dalam ruangan Arjun.


" Sialan!! Rupanya inilah yang menjadi alasan dia untuk melarangku datang ke kantor dia! Dasar Om Arjun buaya darat!!" Natasha terlihat begitu geram kepada Arjun yang sekarang sudah keluar dari kantornya menuju ruangan meeting.


" Lihat saja aku tidak akan membiarkan kau bermain-main denganku!" Natasha begitu marah dan kesal.


" Aku kan membuatmu tidak punya waktu dan tenaga untuk melayani wanita lain!" Natasha sudah bertekad bahwa dirinya akan terus menempel kepada Arjun dan membuat dirinya hamil sehingga Arjun tidak bisa lagi mengelak untuk menikahinya dan menjadikan dia sebagai Nyonya Prawira.


Natasha sudah bertekad bahwa dia akan menebalkan mukanya untuk membuat cita-citanya segera berhasil.


" Aku akan menjadi Nyonya Prawira dan menjadikan Nathan sebagai putra tiriku!" Natasha kemudian membaringkan tubuhnya dan berniat untuk tidur karena bagaimanapun tubuhnya terasa begitu lelah setelah bercinta dengan Arjun yang walaupun sudah paruh baya tetapi masih sanggup membuat dia melayang ke langit ke tujuh.

__ADS_1


Sementara itu Arjun saat ini sedang sibuk dengan kliennya yang berasal dari Australia. Bersama dengan timnya Mereka pun kemudian membicarakan tender yang akan segera dimulai.


" Baiklah Tuan Arjun semoga saja kerjasama Kita akan membuahkan keberuntungan dan juga kesuksesan bersama!" ucap wanita bersama Claudia sambil menjabat telapak tangan Arjun dengan lembut.


Arjun menyambut uluran tangan dari Claudia.


" Semoga kerjasama Kita akan menghasilkan kebaikan dan juga kesuksesan!" doa Arjun.


" Tentu saja!" bisik Claudia di telinga Arjun.


Sejujurnya Claudia sejak tadi tidak bisa fokus untuk rapat. Karena dia melihat kiss mark yang begitu banyak di leher Arjun. itu adalah perbuatan Selena yang tanpa disadari oleh Arjun yang sedang fokus mencari kenikmatan untuk mereka berdua.


Arjun merasa bulu kuduknya merinding mendengarkan bisikan tersebut.


" Bagaimana kalau kita merayakan kerjasama ini di hotel sambil makan malam bersama?" tanya Claudia kembali berisik di telinga Arjun.


" Tidak usah. Terima kasih karena saya sedang sibuk dengan banyak jadwal!" Arjun menolak tawaran daging mentah yang ditawarkan oleh Claudia padanya. Karena saat ini Arjuna masih lemas. Bahkan kakinya kesulitan untuk berdiri gara-gara perbuatan Selena dan Natasha yang tadi sudah menyerangnya habis-habisan.


Claudia tampak kecewa. Tetapi dia tidak kehabisan akal.


" Baiklah lain kali aku akan mengundangmu ke apartemenku!" Claudia kemudian meninggalkan kantor Arjun dengan perasan kecewa.


' Dia tadi Terlambat untuk meeting bersama denganku pasti karena ada ***** yang membuat dia lemas seperti itu!' batin Claudia yang merasa kesal sekali kepada Arjun yang tidak mau mengikuti keinginannya.


Padahal yang sudah-sudah, biasanya Arjun tidak pernah menolak keinginannya.


Setelah kepergian Claudia. Arjun kemudian masuk ke dalam ruangannya dan meminta kepada sekretarisnya untuk menyediakan makan siang untuk dirinya dan juga Natasha yang masih tidur di dalam ruangan tempat dia beristirahat ketika bekerja di kantor dan malas untuk pulang ke rumahnya.


" Heran kenapa para wanita itu selalu saja menjadikanku sebagai tempat bercocok tanam?? Apakah di wajahku ini terlihat sifat mesum sehingga mereka selalu mencariku untuk mendapatkan yang mereka inginkan?" monolog Arjun sambil membaringkan tubuhnya di sofa.


" Om, katanya mau ke apartemen aku. Yuk kita ke sana!" tiba-tiba saja Natasha sudah berada di samping Arjun dan mengagetkannya.

__ADS_1


" Pulanglah Natasha Aku masih harus bekerja. Kita akan makan siang bersama di sini. Tadi aku sudah memesan makan siang untuk kita berdua. Setelah itu kau pulanglah!" pinta Arjun kepada Natasha yang sejak tadi terus menggoda dan berusaha untuk membuat dirinya jatuh kembali ke dalam pelukannya seperti tadi.


__ADS_2