
" Baiklah aku akan berusaha untuk merestui hubungan mereka. Tapi ingat satu kali aku melihat putriku menangis gara-gara Putramu. Jangan harap aku akan mengampuninya!" ucap Bagaskara dengan tatapan penuh ancaman kepada Arjun Prawira.
Arjun hanya bisa memutar bola matanya dengan malas merasa kesel juga kepada Bagaskara yang hanya pintar mengancam dirinya maupun putranya.
" Kita akan merestui hubungan mereka untuk kebahagiaan keluarga dan juga cucu yang ada di dalam kandungan putrimu. Kalau kau hanya terus mengutamakan dendam di hatimu. Percayalah padaku! Akan sulit bagi mereka untuk menemukan kebahagiaan!" Bagaskara menyimak semua yang dikatakan oleh Arjun yang merupakan Rival sejatinya sejak dulu.
" Oke, Oke! Segera kau persiapkan lamaran ke keluargaku kalau memang berniat untuk menjadikan putramu sebagai suami dari putriku!" akhirnya Bagaskara mengalah demi kebaikan semua orang.
Bagaimanapun Bagaskara juga tidak mau kalau sampai cucunya mengalami hidup tanpa seorang ayah. Apalagi Abdi sudah mengajukan gugatan perceraian kepada putrinya dan hanya tinggal menunggu persidangan untuk mengesahkannya.
" Baiklah aku akan segera mengatur lamaran untuk putrimu setelah persidangan selesai!" Arjun kemudian berpamitan kepada sekarang setelah mendapatkan apa yang dia inginkan.
" Aku harap kita bisa melepaskan dendam masa lalu hanya sampai di sini demi kebahagiaan kedua putra dan putri kita juga cucu kita!" Arjun berusaha untuk membuat perdamaian bersama Bagaskara. Walaupun dia tahu bahwa itu pasti akan sangat sulit tapi dia tetap ingin mencobanya.
" Kita akan lihat nanti kalau putramu bisa menjadi seorang suami yang baik untuk putriku aku akan mempertimbangkan permintaanmu tadi!" Bagaskara masih saja mempertahankan sikap arogansinya yang membuat Arjun benar-benar kesal akan tetapi demi anak dan cucunya Arjun berusaha untuk menekan rasa amarah dan kesombongan di dalam dirinya.
" Aku pulang dulu!" setelah berpamitan Arjun langsung meninggalkan kantor Bagaskara group dengan perasaan bahagia. Setidaknya dia merasa lega, lamarannya tidak akan ditolak oleh Bagaskara ketika dia membawa keluarga besarnya untuk melamar Delima demi Nathan anak satu-satunya.
Dengan perasaan tenang Arjun kemudian meninggalkan kantor Bagaskara group.
***
Nathan yang saat ini sedang berada di kediaman Bagaskara Dia meminta kepada Delima untuk segera mempersiapkan diri untuk menerima lamaran dari keluarga besarnya yang akan segera datang setelah putusan pengadilan ditetapkan.
" Terima kasih karena kamu sudah berkorban begitu banyak demi kebersamaan kita!" Delima benar-benar merasa sangat terharu dengan perasaan dan juga cinta yang diberikan oleh Nathan untuknya.
__ADS_1
Kalau laki-laki lain tidak mungkin akan mau melakukan hal tersebut. Apalagi Delima yang merupakan istri dari musuh dari Nathan.
" Asmara satu malam dengan istri musuhku akhirnya akan happy ending dengan pernikahan kita berdua!" Delima hanya bisa tersenyum mendengarkan apa yang dikatakan oleh Nathan.
" Semoga yang menjadi cita-cita kita berdoa untuk membentuk keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah akan bisa tercapai!" harapan besar Delima benar-benar ditujukan kepada pernikahan mereka suatu saat nanti.
" Amien sayang!! kita harus berdoa yang baik untuk rumah tangga kita nantinya!" Nathan tersenyum sangat bahagia karena memikirkan bahwa rumah tangga mereka sudah ada di depan mata.
" Percayalah bahwa sesuatu yang baik pasti akan selalu dibantu oleh Yang Maha Kuasa!" delima memberikan semangat kepada Nathan untuk berjuang mewujudkan cinta mereka berdua.
Abdi merasa senang sekali Setelah dia diperlihatkan surat kuasa transfer saham atas namanya yang diberikan oleh Nathan.
Dengan begitu bersemangat Abdi mengurus perceraiannya bersama Delima.
Minimal dia bisa mendapatkan kekayaan yang ditawarkan oleh Nathan untuk melepaskan Delima sebagai istrinya.
" Kau memang sangat pintar Abdi! Mama benar-benar sangat bangga denganmu Abdi! Wanita bisa kau cari kapan saja dan di mana saja. Akan tetapi harta kekayaan yang melimpah, sulit untuk mendapatkannya kalau kau tidak memiliki keberuntungan!" puji ibunya Abdi ketika Abdi mengunjunginya dan menunjukkan transfer saham yang sudah difotokan oleh Nathan kepada dirinya.
Wanita paruh baya itu tidak melihat kesedihan di mata Abdi karena harus kehilangan istri yang saat ini penting di hatinya.
Abdi langsung masuk ke dalam kamarnya setelah berbincang sebentar dengan ibunya yang mata duitan dan juga selalu menuntut kemewahan darinya.
" Syukurlah akhirnya Abdi bisa melepaskan diri dari wanita itu. Aku akan mempersiapkan wanita baru yang lebih kaya raya dari Delima. Dia akan menjadi mangsa baru untuk dikeruk harta kekayaannya oleh kami!" monolog Amber dengan penuh kebahagiaan.
Amber sangat tahu bahwa putranya adalah seorang laki-laki yang tampan dan juga menarik. Bahkan setiap kali dia arisan banyak ibu-ibu yang selalu menanyakan tentang putranya untuk dijadikan calon suami Bagi putri mereka yang cantik dan kaya.
__ADS_1
Mencari calon istri yang kaya raya bagi Amber adalah sesuatu yang mudah karena mengingat pergaulannya bersama dengan ibu-ibu sosialita yang selalu memamerkan harta kekayaan yang dimiliki oleh mereka di dalam pergaulan mereka.
" Aku akan mulai menyeleksi calon menantu aku berikutnya! Ah senangnya! Abdi sejak dulu memang selalu menjadi kesayanganku. Dia adalah putra kebanggaanku yang selalu menurut denganku!" dengan penuh kesenangan Amber kemudian mulai Scroll akun media sosial teman-temannya mencari wanita-wanita muda yang kelak akan dia jadikan sebagai calon menantu.
Amber matanya langsung melotot sempurna ketika melihat foto seorang wanita cantik yang menarik perhatiannya.
" Kelihatannya dia akan cocok untuk menjadi istri Putraku yang berikutnya. Aku akan mencoba menghubungi ibunya. Siapa tahu memang dia adalah jodoh yang dipersiapkan untuk Putraku!" Amber pun kemudian langsung menghubungi Ibu dari wanita yang menarik perhatiannya.
" Jeng Risma! Bagaimana kalau kita bertemu? Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada Jeng!" Rosa mengajak bertemu kepada Risma yang saat ini masih sedang berada di cafe miliknya.
" Ada acara apa ya Jeng? Kalau bisa katakan saja di telepon. Karena saya benar-benar sangat sibuk! Apalagi jam segini Cafe benar-benar sedang ramai sekali. Putri saya kalau hanya bekerja sendiri dia akan kelimpungan." Risma menolak keinginan Rossa untuk bertemu dengannya.
Bagaimanapun Risma sudah mengenal rasa dengan cukup baik melalui teman-temannya yang lain sesama sosialita.
Reputasi Rossa cukuplah untuk membuat Risma berhati-hati terhadapnya.
" Baiklah Jeng saya akan datang ke cafe dan kita bisa bertemu di sana!" Rossa akhirnya mengalah untuk mendatangi calon mangsa yang sedang dia buru untuk dipersiapkan sebagai calon istri putranya.
" Baiklah akan saya tunggu di sini!" Risma pun langsung menutup panggilan telepon tersebut. Setelah itu dia kembali fokus untuk bekerja. Walaupun pikirannya agak terganggu dengan keinginan Rosa untuk bertemu dengannya secara tiba-tiba.
" Ada apa ya? Kenapa Rosa tiba-tiba mengajak bertemu denganku?" tanya Risma dengan perasaan was-was.
" Ada apa Mah?" tanya Alona Putri semata wayang Risma.
" Ini teman Mamah tiba-tiba saja ngajak bertemu. Padahal selama ini selalu cuek sama mama Setiap kali Ada arisan sosialita!" ucap Risma mengutarakan pikirannya kepada Alona, putri kesayangannya.
__ADS_1