
Setelah berkas perceraian diajukan oleh Abdi ke pengadilan agama. Nathan pun memenuhi janjinya untuk mentransfer 10% saham perusahaan milik perwira group yang ditangani olehnya.
Arjun terlihat memerah wajahnya ketika dia mendatangi kantor Nathan.
" Jelaskan ini kepada papa!" Nathan sudah tahu bahwa hal ini pasti akan terjadi bahwa ayahnya pasti akan protes dengan apa yang telah dia lakukan.
" Memangnya kenapa Pah? Bukankah saham itu adalah milikku dan aku juga yang telah membesarkan perusahaan ini?" tanya Nathan tanpa merasa gentar sama sekali kepada Arjun yang saat ini sedang marah luar biasa kepada putranya yang begitu gegabah dan sangat ceroboh.
" Kau tahu kan? Kalau apa yang kau lakukan ini sangat membahayakan Perusahaan kita?" tanya Arjun tampak tidak bisa menahan emosinya kepada Nathan.
" Pah itu hanya bagian dari sahamku! Tidak akan membahayakan sama sekali kepada perusahaan Papa. Lagi pula ini adalah perusahaan yang aku bangun sendiri. Walaupun dengan nama Prawira Group, tapi aku membangun cabang ini dengan jerih payahku sendiri!" Nathan berani menentang mata Arjun karena dia merasa bahwa dia tidak bersalah apalagi dia sedang memperjuangkan cintanya dan juga masa depan putranya.
Arjun terlihat menarik nafasnya dengan dalam. Dia ingin sekali memukul anaknya tetapi Nathan sekarang sudah dewasa dan dia sudah memiliki kekuatannya sendiri.
" Jelaskan kepada Papa apa yang kau lakukan ini?" Arjun berusaha untuk menyabarkan dirinya dengan semua yang dilakukan oleh Nathan yang tanpa bertanya dulu kepada dirinya sebelum mengambil keputusan.
" Aku melakukan itu demi memperjuangkan cintaku untuk wanita yang kucintai!" Arjun terbelak mendengarkan ucapan Nathan yang benar-benar sangat bulshit baginya.
" Apa maksud perkataanmu?" Arjun masih belum bisa nggak dengan semua penjelasan Nathan.
__ADS_1
" Papa ingat bukan kalau Papa telah menyakiti hati seorang wanita bernama Mawar? Wanita itu adalah Bibi dari wanita yang kucintai yang saat ini sedang mengandung anakku! Aku ingin bertanggung jawab dengan anak yang ada di dalam kandungan Delima! Aku tidak ingin mengulang sejarah yang sama seperti papa yang begitu pengecut dan lari dari tanggung jawab sehingga tante Mawar harus meninggal karena menahan rasa kecewa kepada papa!" ucapan Nathan benar-benar menusuk hati Arjun.
" Kenapa transfer saham di dalam sini bukan atas nama wanita yang kau cintai ataupun nama Bagaskara. Siapa itu Abdi?" tanya Arjun yang mulai melunak suaranya.
" Abdi adalah suami dari Delima Pah! Dia meminta syarat transfer saham 10% agar dia mau menceraikan istrinya!" demi mendengarkan jawaban dari Nathan, Arjun bahkan sampai melotot sempurna benar-benar tidak percaya bahwa putranya melakukan hal demikian tercela.
" Apakah benar kalau kau adalah Putraku?" tanya Arjun yang benar-benar tidak mempercayai apa yang dia dengarkan dari mulut putranya sendiri.
Nathan kemudian menceritakan semuanya kepada Arjun tanpa dia sembunyikan apapun dari ayahnya.
Arjun terlihat begitu geram setelah mendengarkan cerita dari Nathan tentang Abdi yang telah menjebaknya hingga terjadi kecelakaan semacam itu.
" Lalu kenapa kau berbaik hati sekali kepada b******* itu?" Arjun terlihat begitu marah.
Terlihat Arjun menarik nafasnya dalam-dalam dan di terlihat sangat frustasi. Akan tetapi Arjun pun merasa lega karena putranya bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.
" Tampaknya kau memang sudah dewasa. Kau sekarang sudah tidak membutuhkan papamu lagi!" Nathan hanya tersenyum mendengarkan pujian dari ayahnya.
" Papa jangan bilang begitu. Kami tetap membutuhkan Papa untuk datang melamar kepada keluarga Bagaskara. Setelah proses persidangan perceraian diputuskan. Maka kita akan langsung melamar Delima!" Nathan tersenyum simpul kepada ayahnya.
__ADS_1
" Dengarkan Papa Nathan. Tolong jangan berikan berkas ini kepada Abdi dulu. Saat ini tunggulah dulu sampai keputusan pengadilan keluar. Papa hanya takut kalau dia melakukan kecurangan ataupun kelicikan kepadamu!" nasehat Arjun kepada putranya yang tersenyum mendengarkan ucapan Arjun yang mendukung putranya dengan 100%.
" Percayalah Pah! Nathan sudah mengatur semuanya dengan baik dan Nathan pun tidak akan mau untuk dikacangin oleh orang licik seperti Abdi!" Arjun benar-benar merasa legah karena putra semata wayangnya sekarang sudah dewasa dan sudah mengerti untuk melakukan sesuatu dengan bijaksana dan aman.
" Terima kasih karena Papa mau percaya kepada Nathan dan mau mendukung hubungan kami berdua. Walaupun Nathan tahu, Papa dan juga Papanya Delima tidak pernah akur!" Nathan merasa bangga kepada ayahnya yang bisa melepaskan dendamnya demi kebahagiaan dirinya bersama Delima.
" Demi kebahagiaanmu dan juga cucu Papa. Papa bisa melepaskan semuanya. Baiklah kalau begitu papa akan segera mempersiapkan acara lamaran untuk kalian berdua!" Arjun pun kemudian berpamitan kepada Nathan dan segera kembali ke kantor miliknya sendiri.
Di sepanjang perjalanan Arjun terus merenungkan apa saja yang telah dibicarakan olehnya bersama dengan Nathan.
" Ternyata Putraku sudah dewasa. Dia sekarang bisa menyelesaikan semua masalahnya sendiri tanpa bertanya dulu kepadaku!" Arjun mau memijit pelipisnya yang terasa begitu sakit kalau sudah memikirkan tentang keluarga Bagaskara yang selama ini seperti kanker yang tidak pernah bisa sembuh dari dalam hidupnya.
" Aku berharap setelah pernikahan Nathan dan Delima akan ada titik terang perdamaian di antara kami berdua. Demi cucuku dan juga kebahagiaan Putraku sebaiknya Aku mengalah kepada mereka." terlihat Arjun yang kemudian sibuk dengan MacBook yang dia pegang dan sudah tidak peduli lagi dengan apapun yang akan dilakukan oleh Nathan terhadap perusahaan yang sekarang dikelola olehnya sendiri.
Bagaskara tahu bahwa kemampuan putranya dalam mengelola perusahaan sangatlah luar biasa dan sangat bisa dia percaya.
Cabang yang saat ini dikendalikan oleh Nathan sekarang sudah berkembang sangat pesat dan itu tanpa bantuan dari Arjun.
" Ayo kita mendatangi perusahaan Bagaskara Group!" perintah Arjun kepada sopirnya yang langsung mengarahkan mobil mereka menuju perusahaan milik Bagaskara.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Arjun terus berpikir apa yang harus dia lakukan untuk bisa menaklukkan singa tua itu yang sama ini selalu saja menunjukkan taringnya untuk menyakitinya dan juga putranya.
" Tampaknya aku harus membuat sebuah kesepakatan bersama dengan Bagaskara. Agar dia tidak mengganggu rencana pernikahan Nathan dan Delima!" dengan penuh kemantapan dan keyakinan Arjun melangkahkan kakinya menuju perusahaan Bagaskara group dan langsung minta bertemu dengan pemimpinnya yang selama ini selalu menjadi musuh bebuyutan perusahaan Prawira Group maupun pribadi seorang Arjun perwira yang handal dalam segala hal.