Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
JANGAN TERLALU KHAWATIR


__ADS_3

"Gimana Mom persiapan pernikahan Kakak dan Nayla? Udah berapa persen?"


Azizah bertanya seraya membolak-balik buku menu yang ada di tangannya, Ia sedang menghabiskan waktu makan siang bersama Mommy-nya, Karina.


"Sudah hampir 100%, Sayangnya... orang tua Nayla keberatan jika pernikahannya diadakan di sini, Jadi, kita harus mengalah, Kita yang akan kembali ke Indonesia"


Ucap Karina tersenyum lembut.


Azizah hanya terdiam. Membayangkan kembali ke kampung halamannya itu membuatnya sedikit takut.


"Jangan terlalu khawatir sayang, Indonesia itu luas, lagipula Kamu sudah berkeluarga sekarang, jadi jikapun bertemu dengannya, Dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa"


"Bagaimana dengan anak-anak Mom... Bukankah Mommy dan Daddy bilang bahwa Mas Axel tidak tahu jika anak-anaknya masih hidup? Bagaimana kalau..."


"Sayang... Mommy mengerti, tapi ada satu hal yang tidak bisa Kamu hindari, yaitu ikatan darah. Daddy-mu saat itu terpaksa melakukan kebohongan itu. Daddy dan Mommy sadar, kami salah karena memisahkan Shine dan Shiena dari ayah kandungnya. Tapi, saat itu Kami tidak punya pilihan lain karena kami tidak percaya siapapun. Bahkan, Kakakmu sendiri tidak memberitahu sahabatnya, Vano dan Radit"


Karina menjeda kalimatnya sejenak, kemudian melanjutkan.


"Tapi, bukan berarti Mommy dan Daddy akan melarang Axel untuk mengetahui dan bertemu dengan anak-anaknya jika Ia tahu nanti. Bagaimanapun Axel adalah Ayah kandung mereka"


"Tapi, bagaimana jika mas Axel akan merebut mereka dariku Mom?"


"Tidak akan. Mommy dan Daddy yang jamin. Percayalah Dia tidak akan sejauh itu Nak. Lagipula, Tuan Adhitama berada di pihak Kita, Axel tidak akan sanggup melawan Kakeknya sendiri"


Azizah mengangguk paham. Tapi raut kecemasan masih terlukis jelas di wajah cantiknya.


"Tenanglah, lagipula kita hanya beberapa hari disana Sayang, Jangan terlalu terbebani, Okay?"


"Okay Mom..."


Karina membelai wajah putrinya itu dengan penuh sayang, Mereka pun melanjutkan makan siang dengan nikmat dan hikmat.



"Selamat pagi Axel...."



Sapa Seorang Gadis muda dengan surai hitam sepanjang bahu. Senyuman lebar bertengger di bibirnya. Wajahnya imut dan sedikit chubby. Umurnya lebih muda 8 tahun dari Axel. Dania Daneswara, putri seorang pengusaha sukses yang selalu Tamara jodoh-jodohkan dengan Axel.



Axel terdiam. Mata tajamnya sama sekali tidak lepas dari layar benda hitam pipih serta jemarinya tetap fokus menari diatas keyboard dengan lincah.



Dania mencebik kesal. Axel selalu mengacuhkannya. Padahal hampir setiap hari Ia selalu berusaha untuk mengambil hati Pria yang telah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama itu.



Dari mulai membawakan makan siang, memberikan hadiah meski tidak ada hari khusus, menemaninya dalam setiap pertemuan meskipun dengan paksaan Tamara. Tapi, hati Pria itu sama sekali tidak tersentuh. Sangat keras dan dingin seperti es kutub.



"Axellll ..." Rengek Dania dengan suara melengking, hingga membuat Axel terpaksa menghentikan kegiatannya. Pria itu memutar bola matanya dengan malas.



Gadis ini!. Batinnya.


__ADS_1


"Dania stop, Aku sibuk. Aku tidak ada waktu untuk bermain-main. Pergilah"



Usir Axel dengan kejam. Namun bukannya mundur, Dania malah cengengesan seraya menghampiri Pria yang tengah emosi itu.



Dengan berani, Gadis itu malah meraih lengan Axel dan bergelayut manja disana.



Axel lelah. Rasanya marah saja sudah tidak cukup. Akhirnya Pria itu membiarkan Dania melakukan apa saja yang Gadis itu inginkan. Melarang pun percuma saja karena Dania seperti tidak punya kuping, alias tidak pernah mendengarkan omelannya. Mungkin bagi Gadis itu larangan sama dengan perintah.



Semakin dilarang malah semakin gencar Dania akan melakukannya. Jika bukan karena Mommy-nya mengancam akan bunuh diri maka Axel sebenarnya ingin sekali melempar Gadis yang baginya tidak punya harga diri ini keluar dari ruangannya sekarang.



"Jangan kerja terus, Udah siang. Ayo makan siang, Aku udah bawain makanan kesukaan Kamu"



"Aku nggak laper...."



"Ayo dong, Aku udah susah payah loh masak buat Kamu..."




Axel terdiam...



'*Axel, Azizah udah capek-capek masak lho buat bekal makan siang Kamu, bawalah. Ini makanan kesukaan Kamu*'


Kenangan itu tiba-tiba muncul. Dan Ia selalu membuang makanan yang Azizah siapkan untuknya dulu.



Sekarang, seolah ada perasaan tidak ingin mengulang kesalahan di masa lalu, Axel beranjak kemudian meraih kotak makan yang ada di tangan Dania.



Gadis itu nyaris memekik saking senangnya.



'*O.M.G Akhirnyaaa perjuangan Aku buat les masak sama mbak Surti nggak sia-siaaa hahahaha*'



Tanpa banyak berfikir, Dania segera mengekori Axel yang sudah duduk di sofa dan mulai membuka kotak makanan yang Ia bawa...



"Sudah sampai...."

__ADS_1


Karina tersenyum ke arah putrinya yang sejak tadi diam saja.


"Sayang... Mommy sudah bilang kalau..."


"Azizah Hamil Mom, Aku telat 5 Minggu"


Ucap Azizah tiba-tiba, wajahnya merona.


"Oh My... Alhamdulillah... Kamu serius sayang?"


"He'eum"


Sahut Azizah seraya mengangguk cepat.


"Kenapa Kamu nggak bilang sama Mommy dari tadi? Kapan Kamu test?"


"Tadi pagi Mom, Aku kurang enak badan, terus Aku inget kalau aku udah telat beberapa Minggu, dan pas aku test hasilnya positif "


"Oooh Sayangkuuuu!!!" Karina segera memeluk erat putri kesayangannya itu.


"Kamu udah ke dokter Nak? Abimana udah tahu?"


Azizah menggeleng, wajahnya tampak malu-malu.


Cecar Karina beruntun, seusai melerai pelukannya. Azizah pun dibuat terkikik melihat tingkah panik Ibunya itu.


"Nanti malam Aku akan kasih tau mas Abi Mom..."


Ucap Azizah. Karina kembali memeluknya.


"Bahagia selalu sayang... Pokoknya Kamu harus kasih tahu Suami Kamu secepatnya, dan langsung datangi dokter OBGYN, okay? Mommy punya kenalan dokter OBGYN terbaik disini, Mommy jamin kamu dan bayi kamu akan..."


"Mooom... Tenang Mom, Aku pasti akan ke dokter kandungan nanti kalau udah kasih tahu mas Abi... Jangan panik gitu dong..."


Azizah terharu melihat rona bahagia dan antusias Karina, hatinya merasa hangat seketika.


"Mommy bahagia sekali sayang... Kamu pantas mendapatkan semua anugerah ini nak, Setelah apa yang Kamu alami dulu, Sekarang Allah SWT kasih kamu kebahagiaan bertubi-tubi, hati Ibu mana yang tidak bahagia? Mommy sangat bahagia melihat Kamu seperti sekarang ini, sayang...."


"Terima kasih Mom, Aku sayang sama Mommy"


"Oooh, Putri kecilku... I love you more"


"Ya udah Mom, Aku turun dulu ya, bentar lagi anak-anak pasti pulang. Aku mau kasih kejutan juga buat Mereka"


"Okay sayang, Mommy juga akan kasih tahu Daddy dan Kakakmu"


"Iya... Bye Mommy... Assalamualaikum"


Azizah pun turun dari Mobil Mommy-nya setelah berpelukan dan melayangkan kecupan manis di pipi wanita yang telah melahirkannya itu.


"Waalaikumsalam..."


"Hati-hati Mom..."


Karina mengangguk, tak lama berselang mobil pun melaju. Azizah kembali masuk ke rumahnya setelah beberapa saat melambaikan tangan ke arah mobil Mommy-nya.


"Kira-kira gimana ya reaksi mas Abi sama Anak-anak"


Fiuuuh... Tiba-tiba Azizah jadi deg-degan saat membayangkannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2