
Selesai mandi, Nayla segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah Bibi Ani. Sepertinya memang ada sesuatu yang penting sampai Azizah memintanya datang pagi-pagi begini. Karena jarang sekali Azizah meminta tolong jika tidak darurat.
Di tengah kegiatannya menempelkan sedikit riasan di wajahnya, handphone Nayla tiba-tiba meraung, menampilkan sebuah nama yang entahlah, membuat Nayla kadangkala menjadi salah tingkah, Darren.
"Aduh... pak Dirut mau ngapain dah pagi-pagi udah nelpon aje"
Nayla sebenarnya enggan untuk menjawab panggilan itu, tapi setelah di pikir-pikir....
"Halo! Hari ini Saya libur pak Dirut"
"Galak banget sih... Aku cuma mau ngomong sebentar"
Darren terkekeh mendengar suara judes dan cempreng Nayla.
"Ya udah cepetan mau ngomong apa?"
Sahut Nayla dengan kadar ketus bertambah 50% yang sebenarnya hanya untuk menutupi kegugupannya.
"Makan sama Saya, mau nggak? Papa saya dateng dari Melbourne"
"Nggak bisa, Saya mau ke rumah Mba Azizah, katanya mau minta tolong"
"Minta tolong apa?"
Tanya Darren seketika, begitu mendengar nama Azizah.
"Ya mana Saya tahu, kan Saya belum kesana"
"Iya juga yah, Kalo gitu Kamu tolong Azizah aja, kalau ada apa-apa jangan lupa kabari ya, soalnya Azizah lagi ada yang ngintai"
"Ngintai? Siapa pak? Mantan suaminya?"
"Bukan... Yang jelas Dia bukan orang baik... Makanya kalo ada apapun, atau kalian pergi kemanapun, harus kabari Saya, okay?"
"Okay pak Dirut, siap!!"
"Good Girl. Oh ya, jangan sampai Azizah tahu kalau Kamu laporan ke Saya ya"
"Siap pak... Tapi, ini sama aja saya menusuk mba Zizah dari belakang dong"
"Beda lah, Kita melakukan ini demi kebaikan Dia"
"Iya juga ya..."
"Hmn... kalau gitu Kamu samperin Azizah gih. Saya jadi pengen ke suatu tempat"
"Kemana pak?"
"Nanti aja Saya ceritain.. Okay? Bye cantik!"
Tut...
"Astaghfirullahaladziiim... Sadar Nay, sadar... Kamu sama pak Dirut ity bagaikan Air susu sama Air Ciliwung, beda kasta...nggak boleh baperrr!!"
Sesampainya Di rumah Azizah...
"Hai Nayla... Kita pergi sekarang..."
Ucap Azizah sesaat setelah Nayla memasuki rumahnya.
"Lho... Mau kemana mba..?"
"Mmm, nanti Aku ceritain di taxi ya"
"Sekarang aja mba, dih kan Aku jadi takut..."
"Takut kenapa sih... okey... Mba mau nemuin mantan suami mba..."
__ADS_1
"Hahhh??? Mba Zizah gila??"
Ups... Nayla sampai kelepasan bicara saking kagetnya.
"Mba nggak punya cara lain Nay, kemarin Mamanya mas Axel datang kesini dan akhirnya ribut sama Mamanya mas Darren... Mau sampai kapan? Aku nggak mau nyusahin banyak orang. bagaimanapun ini masalah pribadi antara mba Zizah dan mas Axel. Makanya mba mau menyelesaikan semuanya. Mba mau mengakhiri semuanya di depan mas Axel. Mba pengen Dia tahu bahwa mba udah nggak mau kembali atau mengulang rumah tangga lagi sama Dia..."
Nayla hanya bisa mengangguk pasrah. Ia mengerti perasaan Azizah. Masalahnya kini merambah kemana-mana dan melibatkan banyak orang.
"Ya udah, Ayok Nayla temenin..."
"Makasih ya Nay..."
"Sama-sama mba... "
Merekapun berjalan keluar rumah menuju taxi online yang sudah di pesan Azizah. Tanpa Azizah sadari, Nayla diam-diam mengirim pesan pada Darren sekaligus men-share current location pada Darren agar jejaknya dan Azizah bisa di ikuti.
Nayla merasakan firasat buruk akan terjadi pada mereka.
*
*
Ting!
Bunyi notifikasi pesan berdenting nyaring membuat Darren ya g tengah sibuk membahas beberapa rencana dengan Abimana tercuri atensinya.
'Wuih Nayla'
Batin Darren girang, pria itu kemudian tersenyum sumringah seraya menyambr gawainya dari atas meja, membuat Abimana menggeleng pelan.
Namun setelah membaca isi pesan Nayla, senyum yang menghiasi wajah tampannya seketika sirna.
"What the hell"
Umpat Darren pelan, namun tentu saja Abimana masih bisa mendengarnya.
"Azizah pergi nemuin Axel"
"What??"
"Yes... Ini Nayla baru aja ngirim pesan plus lokasinya ke Gue"
"Ya udah Kita susul"
"Oke... Gila, apa sih yang di pikirin Zizah"
Keluh Darren setengah kesal.
Kedua pria itu pun segera bergegas menyusul Azizah dan Nayla, mengikuti lokasi yang telah dibagikan Nayla.
***
"Akhirnya, kesempatan emas ini datang juga"
"Betul Nona"
Preman pasar yang setia menemani Alexa ikut tersenyum mendengar ucapan bos-nya itu.
"Jangan sampai kehilangan jejak. Aku sudah tidak sabar untuk mengeksekusi wanita itu secepatnya"
Alexa tertawa ringan disertai seringaian puas yang menghiasi bibirnya.
Bagaimana tidak, setelah berhari-hari hanya bisa mengintai seperti orang bodoh, akhirnya buruannya yang keluar sarang untuk menyerahkan diri. Dan beruntungnya, Ia berhasil menyingkirkan orang-orang suruhan yang menjaga Azizah.
"Kali ini Kamu benar-benar akan Aku hancurkan"
Alexa tersenyum lebar sembari mengangkat sebuah botol berisi tulisan kimia.
__ADS_1
Yups, itu adalah air api 🔥 yang telah Ia siapkan untuk menghancurkan wajah Azizah.
"Satu botol kecil ini cukup untuk menghancurkan hidupmu, bahkan masa depanmu, ******! Hahahaha...
Cepat, sepertinya mereka berhenti di depan mall itu"
Alexa menunjuk Taxi online yang dikendarai Azizah masuk ke dalam parkiran mall yang tak jauh dari jalanan tempat mereka melaju.
Dan benar saja, dari kejauhan Azizah dan juga gadis yang baru pertama kali Alexa lihat turun dari Taxi dan masuk kedalam bangunan Mall itu.
"Kamu berjaga di belakangku, Jangan lupa gunakan penutup kepala dan masker"
"Baik Nona"
Alexa dan Pria di sampingnya itu pun segera turun dan bergegas mengejar langkah Azizah yang sudah cukup jauh berada di depannya.
Alexa berusaha mengejar agar tidak kehilangan jejak. Karena terburu-buru dan hanya memperhatikan bayangan Azizah yang kian menjauh, Alexa sampai tidak memperhatikan jalan dan menabrak seseorang.
"Hati-hatilah mbak..." Seru orang itu dengan kesal.
'Maya?' Batin Alexa terkejut. Wanita itu seketika menunduk dan segera minta maaf.
"Maaf mba, saya terburu-buru"
Maya memicingkan matanya, Ia seperti mengenali wanita ini. Dan kenapa pula wanita ini masih mengenakan masker? masa pandemic sudah berlalu bukan?
'Ah, udahlah' Batin Maya tak peduli. Kemudian Ia pun segera berlalu meninggalkan Alexa yang sebenarnya sudah sangat tegang.
Alexa bisa kembali bernafas lega begitu melihat Maya keluar dari dalam Mall. Ia pun segera berbalik dan... Sayangnya Azizah sudah menghilang entah kemana.
"Aduuuh.... Kamu tadi perhatiin nggak wanita itu ke arah mana?"
"Maaf Nona, Saya tidak sempat memperhatikan karena ikut terkejut tadi"
"Haiiissh.... Ck! Ya udah kita berpencar, Kamu cari ke sebelah sana, Aku kesini"
Alexa menunjuk ke arah kanan untuk preman itu, Sementara dirinya akan mencari di sebelah kiri.
Sementara itu....
"Mereka kesini Ren?"
Tanya Abimana sembari tergesa-gesa turun dari mobilnya disusul oleh Darren.
"Iya nih, GPS Nayla ada di mall ini, Kita ikutin aja share-lok dari Nayla"
Sahut Darren sembari berjalan menghampiri Abimana dan menunjukkan lokasi Nayla dari layar ponselnya.
"Iya udah cepetan. Ada yang janggal soalnya Gue nggak liat orang-orang Gue disini"
"Gue juga..."
"Jangan-jangan..."
Ucap Abimana dan Darren berbarengan. Mereka saling menatap seolah menemukan jawaban yang sama atas dugaan mereka. Alexa! Tanpa aba-aba, Kedua Pria itu sontak berlari kencang menuju ke Mall dengan panik.
"Loe juga mikirin apa yang Gue pikirin wok?'
"Hmn..."
"Aduuh... Zizah ada-ada aja deh, Kalo si Alexa beneran disini gimana?"
"Makanya kita harus cepat nyusul mereka sebelum terjadi apa-apa"
Darren mengangguk, mengikuti arah ponselnya menuju ke tempat Nayla dan Azizah berada.
Bersambung....
__ADS_1
Sementara