
MENGINGAT SEMUANYA
Darren dan Abimana melangkah dengan hati-hati sambil terus menatap waspada kearah sekitar mereka.. Dan tiba-tiba....
Setttt.... Setttt...
Benar saja, beberapa orang pria tinggi besar lengkap dengan senjata api di tangan mereka sudah menghadang seraya tertawa terbahak-bahak.
"Ckckck... Kalian datang untuk mengantar nyawa?"
Ucap salah seorang dari mereka dengan nada mengejek.
"Mungkin mereka sudah bosan hidup bro"
Sambung yang lainnya
"Hahahaha"
Mereka melanjutkan tawanya sampai.
"Hahaha, jangan terlalu percaya diri Bangsat, Justru Aku datang untuk mencabut nyawa kalian semua"
Ucap Darren dengan suara dalam namun mencekam. Matanya tiba-tiba memancarkan bara yang panas.
Tiba-tiba....
Syuuuuung dor!!!!
Seseorang dari mereka yang berdiri paling belakang tumbang.
Darren dan Abimana saling menganggukkan kepala dan segera berlindung di balik dinding, tak lama kemudian melayangkan tembakan ke arah orang-orang itu. Dari arah berlawanan, Radit dan Axel pun melakukan hal yang sama.
Alhasil, baku tembak diantara 4 pria dan gerombolan orang suruhan Karina itu pun tak terelakkan.
Suara tembakan bergema di mana-mana. Jika saja ini terjadi di lingkungan warga sudah pasti akan menjadi pusat perhatian.
Tak memakan waktu lama, semua orang suruhan Karina itu sudah tergeletak di tanah, Bau anyir dan warna merah pekat menghiasi lantai bangunan itu.
Keempat pria itu kemudian naik ke lantai kedua dari gudang suwung itu. Mereka kembali berpencar ke arah yang berlawanan, tanpa banyak bicara, tanpa bersuara. Hanya kaki-kaki panjang mereka yang sigap melangkah dengan cepat agar bisa segera menyelamatkan Azizah dari Karissa si wanita ular yang berbisa.
Sementara itu, antara Karissa dan Azizah masih terlibat dalam obrolan yang sama sekali tak Azizah indahkan. Wanita hamil itu terus berfokus pada keadaan sekitar, benar-benar mencari celah, cara atau apapun itu untuk bisa lari.
__ADS_1
"Kamu tahu? Sebenarnya Tante ini nggak jahat... Kalau saja Kakakku yang serakah itu tidak merebut semua yang seharusnya menjadi milikku..."
Azizah menatap Karissa dengan marah, Meski Dia tidak ingat sama sekali kejadian penculikannya dulu, mungkin karena Ia masih terlalu kecil, tapi mendengar Karissa menjelekkan Karina jelas membuatnya marah.
"Daddymu...maksudku Rheimon... Jika saat itu Aku yang menikah dengannya bukankah seharusnya Kamu dan Darren lahir dariku??? Hihihi... Tapi tidak apa-apa, Aku bisa menyingkirkan kalian, Jika Rheimon tidak bersamaku maka Dia juga tidak boleh bahagia dengan siapapun, apalagi dengan si Brengsek Karina, benar kan?"
"Mmmmm.... Mmmmm"
Azizah baru pertama kali merasakan ingin memaki seseorang, Jadi hanya karena cintanya bertepuk sebelah tangan wanita ini menjadi gila seperti sekarang? Dia sangat cantik, sama seperti Karina, Kenapa bisa-bisanya memiliki pemikiran yang sangat sempit.
"Kenapa? Kau ingin mengatakan sesuatu?"
Karissa tersenyum sinis, namun detik itu juga ia membuka lakban yang menutupi Azizah dengan kasar hingga bibir wanita itu berdarah.
"Apa Anda tidak waras?? Lepaskan!!"
"Hahahaha tidak waras??? Yah Sepertinya begitu hahahaha... Mmm tunggu, apa katamu tadi? Lepaskan?Karissa mendekat, kemudian tangannya dengan kasar menjambak Azizah yg mengenakan hijab itu. Tidak hanya itu, Karissa juga menodongkan pistolnya di wajah Azizah.
Azizah menggigit bibirnya kuat-kuat. Perempuan ini benar-benar kasar dan jahat. Azizah menatap Karissa yang wajahnya hanya berjarak satu jengkal darinya itu dengan berani. Mungkin karena emosi yang tiba-tiba membara di hatinya, Wanita yang tengah berbadan dua itu tiba-tiba menghantamkan kepalanya di wajah Karina hingga perempuan jahat berusia 47 tahun itu terpekik kesakitan.
Azizah dengan segera melepaskan ikatan tangannya dan berlari merebut pistol di tangan Karissa, Wanita yang tiba-tiba mendapat energi extra itu lantas menggunakan pistol itu untuk memukul Karissa berkali-kali hingga Bibi kandungnya itu tersungkur.
Tanpa membuang waktu, Azizah berlari ke arah jalan yang sedari tadi Ia perhatikan,
Ucap Azizah pada dirinya sendiri meski sebenarnya untuk berjalan cepat saja Dia sudah kesulitan.
Belum juga mencapai tujuannya, Karissa tiba-tiba berteriak,
"Heidi kaliann, tangkap perempuan sialan itu!!
Dan benar saja, dari berbagai arah muncul pria-pria seram berbaju hitam menatap tajam ke arah Azizah. Ia diam membeku. Tubuhnya seketika merinding.
"Hahahaha.... Mau kemana Keponakanku?? Fiuuuh tenagamu lumayan juga hmm??"
Karissa naik pitam, berani-beraninya perempuan ini menghajarnya seperti itu.
"Aku berubah, pikiran.. Aku akan mempercepat kematian mu dasar bocah sialan!!"
"Aaaahhh"
Azizah menutup wajahnya dengan kedua tangannya saat melihat Karissa berlari kearahnya Sebelum terdengar suara gaduh yang menggelegar. Suara tembakan!!
__ADS_1
"Sialll!!!"
Karina mengumpat saat satu persatu anak buahnya tumbang, tak lama kemudian....
"Azizah....!!!"Azizah menoleh...
"Mas.... Axel??" Azizah terdiam... Bagaimana Axel bisa tiba-tiba ada disini?
Namun Azizah melihat, ternyata Axel tidak sendirian.
"Azizah!!" Darren dan Abimana segera menghambur ke arahnya.
Darren memeluk adiknya dengan erat. Ia mengingat semuanya, semuanya!!!
"Kamu nggak apa-apa dek?"
Azizah mengangguk, dan entah kenapa Ia kembali memeluk pria yang ternyata adalah kakak kandungnya itu.
"Mas Darren nggak apa-apa?"
Ucap Azizah seraya melerai pelukannya dan melihat kepala Kakaknya berdarah.
"Nggak apa-apa... Ini luka kecil" Tangan besar Darren meraup wajah kecil Azizah yang sedikit tembeb... Adiknya yang malang... Adik kesayangannya... akhirnya mereka bisa bertemu kembali....
"Uluh uluh... Mengharukan sekali... Aku benar-benar ingin menangis tersedu-sedu uhhh"
Ucap Karissa disusul dengan suara tawanya yang menyebalkan...
Darren menoleh ke arah Tantenya itu. Bukan, sekarang Karissa bukan lagi Tantenya. Dia adalah wanita paling jahat yang pernah Ia temui seumur hidupnya.
"Abi... Axel... Tolong bawa Azizah pergi dari sini... Perempuan laknat ini biar Aku yang mengurusnya"
Ucap Darren penuh amarah. Rasanya tangannya sudah sangat gatal ingi mencabik wanita yang menghancurkan masa kecilnya, membuatnya terpisah dari Adiknya, membuat senyuman dalam keluarganya sirna...
"Waaw... Aku takut sekali... Tapi sayangnya, Aku ingin bilang bahwa... Kalau Aku mati maka kupastikan Kalian semua juga akan mati, disini... Bersamaku"
Karissa tersenyum penuh misteri, Tak lama setelahnya, Ia mengeluarkan sebuah remot control.
"Sekali Aku menekannya, maka.... Kita semua akan pergi ke Surga bersama-sama... Indah sekali bukan, hmn??"
Darren, Abimana, dan yang lainnya mendadak pucat... Ini semua benar-benar diluar perkiraan mereka...
__ADS_1
Apa yang akan terjadi pada mereka???
Bersambung