Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
NOTEBOOK RAHASIA


__ADS_3

Darren tengah sibuk memeriksa beberapa dokumen seketika menghentikan aktivitasnya saat mendengar suara ketukan pintu. Tak berapa lama, Papa nya muncul dengan senyuman lebar dan kedua tangan terbentang. Darren pun menyambut pelukan Papa nya.


"Kamu sangat sibuk, son"


"Begitulah.... Ada apa pa? Darren yakin pasti ada sesuatu yang penting"


Rheimon terkekeh mendengar penuturan putra kebanggaannya itu, Instingnya tidak berbeda jauh darinya. Kuat dan tepat.


"Kamu benar son. Papa dan Mama akan ke Jakarta"


"Sekarang?"


"Ya, satu jam lagi kami akan berangkat"


"Kalau boleh tahu...."


"Nanti papa ceritakan semuanya sepulang dari sana"


Rheimon memotong pertanyaan Darren dengan cepat seraya menepuk pundak putranya itu. Darren hanya bisa pasrah seraya tersenyum canggung. Tadinya ia masih berharap papanya akan memberitahunya segalanya. Tapi, sepertinya orang tuanya memang belum ingin menceritakannya. Jadi Dia hanya bisa menerima.


Rheimon melihat kekecewaan dari wajah Darren, Ia mengerti. Kemudian Pria berusia 55 tahun itu berkata,


"Kamu percaya padaku kan, Son?"


Darren yang menunduk segera mendongakkan kepalanya, menatap manik Papanya, dengan cepat Ia mengangguk.


"Bagus. Percayalah Aku tidak mungkin membohongi Kamu, hanya saat ini belum waktunya. Papa janji sepulang dari Jakarta papa akan menceritakannya padamu, jadi siapkan dirimu untuk mendengarkan semuanya"


Darren kembali mengangguk, tak lama kemudian Rheimon memeluk erat putranya. Mereka berpelukan cukup lama. Sampai Karina muncul di depan pintu dan menghampiri dua pria kesayangannya itu.


"Jadi, Aku tidak diajak?"


"O' come on.. kemarilah Mom"


Karina terkekeh kemudian menyambut pelukan keduanya, jadilah mereka seperti drama Upin dan Ipin beserta Mail, saling berpelukan diiringi dengan tawa ❤️


~


Selepas kepergian orang tuanya yang kekeuh tidak ingin diantar sampai ke Bandara, Darren kembali menyibukkan diri dengan mempelajari dokumen-dokumen sebelumnya, yang ternyata adalah semua informasi tentang... fauzi Ibrahim. Ayah angkat Azizah.


"Informasi tentang Fauzi benar-benar tertutup. Sampe orang-orang Gue aja nggak bisa menggali barang secuilpun! Sial!"


Di tengah rasa frustasinya, tiba-tiba handphone miliknya berdering.

__ADS_1


Anak buahnya menelepon.


"Ya, Bicaralah"


"Mmmm... Maaf bos, anu... Saya..."


Suara seorang pria terdengar bergetar dari seberang telepon.


"Ada apa?? Gue lagi kesel, jangan bikin Gue terpaksa bikin Loe nggak bisa ngomong selamanya"


"Ampun Bos... Kami... Kehilangan jejak Alexa dan Papanya"


Mendengar berita buruk dari anak buahnya itu, Darren yang memang sedang dalam keadaan frustasi menjadi semakin emosi.


"Goblok!!!! Cari sampai ketemu!!! Awas aja kalau kalian gagal menemukan keberadaan mereka sekarang, Gue pecahin k*pala kalian satu persatu!!!"


Pungkas Darren penuh emosi, disusul dengan suara erangan yang menakutkan.


"Aaaarrrgh! Brengsek!!!"


Sementara itu di Rumah sakit...


"Ssshhh...."


Maya yang masih terjaga dan melihat keadaan Azizah pun sedikit khawatir. Karena Ia juga pernah mengandung, dan sangat mengerti kesulitan yang kini tengah dialami Azizah.


"Mbak.... Mbak Azizah nggak apa-apa?"


Azizah menoleh kemudian tersenyum.


"Nggak apa-apa mbak Maya, biasalah udah hamil tua jadi mulai pegal-pegal"


"Mmmm... Bye the way jangan panggil Aku mbak ya, panggil Maya aja mbak..."


"Oke deh... Maya... Kamu udah mendingan?"


"Udah kok... Mbak Azizah yang kayaknya nggak baik-baik aja. Tiduran aja mbak di sofa itu..."


Ucap Maya seraya menunjuk sofa yang cukup besar di sudut ruangan.


Azizah kembali tersenyum.


'Maya ternyata baik dan perhatian, tidak seperti penampakannya yang galak dan judes' batinnya.

__ADS_1


"Nggak apa-apa emang? Terus Kamu gimana? Mas Abi kan belum kesini?"


"Isssh... Nggak apa-apa.. lagian yang luka tangan aku mba.. kalo ada apa-apa, atau pengen apapun itu, Aku bisa jalan sendiri..."


"Hihi... Ya udah... Aku rebahan disana ya..."


"Hm... tidur juga nggak apa-apa mbak..."


"Hehe, iya... Makasih ya..."


"Hmmm... Sama-sama"


Azizah pun melangkah menuju sofa itu dan membaringkan tubuhnya disana. Dan benar saja, tidak sampai 1 menit wanita itu langsung terlelap.


"Hmm, emang ya dimana-mana wanita itu sama. Sok-sokan kuat padahal udah mau tepar... Kaya Aku ini wkwkwk"


Maya pun ikut memejamkan matanya, terlalu lama berbaring ternyata membuatnya gampang mengantuk.


Sementara itu di Jakarta...


Reymond dan Karina menatap tajam Pria sepuh yang tersenyum lembut di hadapan mereka.


Yah, kedua orangtua kandung Azizah itu sudah bertemu dengan Tuan Aditama, untuk memastikan kecurigaan mereka tentang keterlibatan keluarga Djaja dalam penculikan putrinya itu.


Tapi, seperti sudah mengetahui tujuan Reymond dan Karina, Adhitama justru terlihat tenang. Ia malah menyodorkan sebuah notebook usang ke hadapan Reymond dan Karina.


"Sungguh, kalau kalian mengira Aku yang melakukannya, Demi Allah, kalian salah. Aku sendiri baru mengetahui bahwa Azizah bukan anak Fauzi setelah istri Fauzi wafat, 4 tahun lalu"


Meski terlihat tenang dan jujur, namun Reymond tidak bisa percaya begitu saja. Memang pada dasarnya Ia orang yang tidak mudah terpengaruh dan mempercayai perkataan orang tanpa bukti yang masuk akal.


Adhitama merasakan itu, Ia kemudian bangkit dan berjalan pelan menuju ke arah lemari tepat di depan ranjang pasiennya.


Ia kemudian mengeluarkan sebuah kotak besar, cantik dan terdapat sebuah pita menghiasi bagian luarnya.


Reymond dan Karina yang sedari tadi mengawasi setiap gerakan Adhitama pun menjadi penasaran setelah melihat kotak itu...


Kotak apa itu?


Hai semua, aduuuh Aku baru kembali setelah setengah tahun... Aku kehilangan semangat, maaf OOT tapi awal tahun 2023 aku kena kemalangan, jadi sama sekali nggak kepikiran nulis. Tapi Alhamdulillah sambil berjalan beberapa bulan terakhir aku sambil nulis dan akhirnya udah selesaiiii!!!


Yeayy... Jadi semua episode udah aku buat. Jadi insya Allah setiap hari akan aku rutin up 2 episode. sekarang aku nggak nargetin 1 episode 1000 kata, yang penting tetap nyambung dan berkesinambungan.


Thank you.... Dan maaf sudah membuat teman2 yang udah ngasih aku support kecewa karena Hiatus terlalu lama... Hehe 🤩🤩🤩 semoga dimaafkan yaa

__ADS_1


__ADS_2