Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
Kedatangan Karina


__ADS_3

"Om, boleh yaa Tasya ke rumah Sakit jengukin Tante Azizah"


Rengek Tasya dari seberang telepon membuat Abimana tersenyum lembut, kemudian menjawab dengan penuh kasih sayang,


"Iya boleh, nanti sama mbak ya kesininya"


"Oke Om, Tasya bawain apa ya Om, buat Tante Azizah?"


"Apa aja... yang penting Tasya ikhlas"


"Mmmm Oke deh. Tasya juga pengen sayang-sayang dedek bayi. Tasya kangeeen..."


"Hehehe, masa?"


"Iya Om, Tasya udah seminggu lebih nggak bisa main ke rumah Tante Tante Azizah gara-gara di suruh belajar terus sama mbak"


Tasya merajuk dengan suaranya yang lucu, membuat Om Gantengnya terkekeh.


"Iya kan Tasya mau ulangan"


"Iya Om, tapi sekarang kan ulangannya udah selesai, jadi boleh dong Tasya ketemu Tante Azizah"


"Okey... Om tunggu ya sayang"


"Oke Om, Dadah Om, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam sayang hati-hati ya..."


Tut. Panggilan pun berakhir.


"Tasya ya mas?"


Suara lembut itu mencuri atensi Abimana. Pria itu tersenyum lebar kemudian berkata,


"Hai, udah bangun?"


Azizah mengangguk, wajahnya lebih cerah dibandingkan kemarin. Dan itu membuat Abimana merasa sedikit lega.


"Tasya nanti mau kesini"


"Oh yah? emang anak-anak boleh masuk ke rumah sakit mas?"


"Boleh, kenapa nggak? lagian kan ada mbaknya juga"


"Oh.. Ya udah bagus deh, Aku kangen juga sama Tasya, udah lama nggak main ke rumah"


"Iya, Dia juga bilang kangen banget sama Kamu"


"Hehe, masa?"


"He'eum, Gimana semalam tidur kamu nyenyak nggak?"


"Alhamdulillah mas, habis minum obat semalam badanku lebih enakan"


"Alhamdulillah... Aku ikut lega dengernya"


"Mas udah sholat?"


"Subuh? udahlah... ini udah jam 7 pagi Zizah"


"Oh ya?? Yah Akun belum sholat"


"Nggak apa-apa, Di qadha aja kan kamu tidur karena pengaruh obat juga"


"Ya udah, Aku ambil wudhu dulu ya"

__ADS_1


"Nggak tayamum aja?"


"Nggak usah mas, Aku masih bisa jalan kok hehe, Kamu sekarang tahu tayamum juga ya"


"Hehe udah belajar dong"


"Hihi... pinternyaa..."


Ucap Azizah seraya terkekeh, membuat Abimana ikut terkekeh.


"Iya dong, Abimana Dharmawangsa gicu lohh"


"Dih... alay"


"Hahaha, Ya udah sini Aku bantu ke kamar mandi"


"Makasih...."


"Sama-sama...."


Abimana pun memapah Azizah perlahan seraya membawa botol selang infus yang masih sisa separuh menuju kamar kecil. Setelah memastikan Azizah masuk dengan aman, Abimana berbalik dan menunggu di balik pintu.


***


Seorang wanita dengan gaya berjalannya yang elegan menghipnotis makhluk-makhluk yang tengah hilir mudik di bandara internasional Juanda Surabaya. Dalam sekejap mata mereka bisa menebak bahwa wanita itu berasal dari kalangan atas. Semua yang menempel di tubuhnya terlihat berkelas. Wajah blasteran timur tengahnya semakin menjadi nilai plus plus plus untuknya, Karina Ishaq Atmaja.


Wajahnya sangat berseri. seperti tengah merasakan kebahagiaan yang begitu besar. Ia kembali ke tanah air, tidak hanya untuk kegiatan rutinnya seperti biasa, tapi juga untuk membuktikan sesuatu yang membuatnya berhari-hari sulit untuk memejamkan matanya.



"Fiuuuh Akhirnya Aku menginjakkan kaki lagi di Indonesia setelah sekian lama" Ucap Karina seraya merentangkan kedua tangannya menikmati sejuknya udara yang menerpa wajahnya.


"Sekian lama apaan, Orang setahun doang"


"Anak nakal!!! Heumm Can I have a hug Son??"


Karina menghampiri Darren yang kini juga merentangkan tangannya untuk menyambut pelukan ibunya.


"Kangen banget sama anak bujang ketayangan mama ini"


"Duh jangan keras-keras Ma, malu tahu. udah brewokan masih di tayang-tayang gitu hih"


"Hahaha, Kamu punya urat malu juga Son?"


"Nah kan, baru datang udah bikin kesel"


Darren pura-pura merengut membuat Karina semakin gemas. Percayalah, sebangkotan apapun seorang anak, dimata orang tua mereka tetaplah seperti bayi.


"Sorry, Son. Jadi, Kita langsung ke tempat Azizah?"


"Istirahat dulu ma, baru juga nginjek tanah udah mau ke Azizah aja. Kita makan dulu gimana?"


"Mama sudah makan di pesawat Son, Mama penasaran dengan gadis bernama Azizah itu..."


Ucap Karina dengan tatapan penuh harap.


"Tapi, Azizah lagi nggak di rumah Ma, Dia lagi di rawat di rumah sakit"


"What??? apa yang terjadi? kenapa bisa? apa Dia baik-baik saja?"


Tanya Karina beruntun dengan wajah paniknya, membuat Darren seketika mengernyit bingung.


"Kenapa mama panik begitu?"


Sungguh Darren tidak mengerti, Bertemu saja belum, tapi kenapa Mamanya bereaksi berlebihan seperti itu?

__ADS_1


"Eummm nggak... Mama cuma kaget, Karena mama pengen sekali ketemu Dia dan mencicipi kue buatannya yang enak seperti kata kamu itu... Eh.. malah di rumah sakit..."


Ucap Karina berusaha mencari alasan meskipun sedikit tidak logis.


Tapi, mau tidak mau Darren pun mempercayainya.


"Oh gitu... Kirain kenapa..."


"Hehe, ya udah kalau begitu kita jenguk Azizah aja gimana?"


"Sekarang?"


"Yes, Son"


"Mama nggak capek?"


"Enggak, Udah ayok...keburu siang"


Karina dengan tidak sabar menarik lengan putranya, menuju mobil Alphard Vellfire yang sudah bertengger gagah di hadapannya.


Darren pun mengulas senyum tipis melihat kelakuan ibunya yang tidak juga berubah. Suka heboh sendiri.


"Jadi, Kenapa Azizah bisa tiba-tiba dirawat di Rumah Sakit?"


Ucap Karina pada Darren yang kini tengah mengemudikan mobilnya. Darren pun kemudian menceritakan dengan detail apa ya g terjadi, sekaligus tentang perjalanan rumah tangganya dengan Axel.


Mendengar cerita Darren, entah kenapa hati Karina merasakan sakit yang sama, bahkan lebih sakit sepertinya.


"Apa Azizah dan bayinya sekarang baik-baik saja?"


Tanya Karina dengan suara bergetar, namun Darren yang tengah fokus menyetir tidak menyadarinya.


"Syukurlah saat ini semua baik-baik aja Ma, cuma ya itu harus lebih hati-hati, karena Zizah hamil dengan satu ginjal, lebih beresiko kata Dokternya"


Jawab Darren dengan sesekali mengalihkan pandangannya ke arah ibunya itu.


'Kalau Azizah benar-benar putriku, maka Aku bersumpah akan membalas semua perbuatan Tamara dan putranya itu. Aku akan hancurkan mereka yang telah menyakiti putriku'


Sumpah Karina dalam hati. Ia kenal betul sifat dan ketamakan Tamara Edelweis Djaja. Tidak bisa dibayangkan, selama ini bagaimana Azizah di perlakukan oleh wanita itu. semakin dibayangkan batinnya semakin marah dan kesal.


'Ini kesempatan bagiku, dengan mengunjungi Azizah Aku bisa mengambil sampel rambutnya untuk melakukan test DNA, mengenai bagaimana ceritanya Ia bisa masuk ke Keluarga Djaja, Aku akan mencari tahunya nanti, bersama Rheimon'


Rheimon adalah suaminya, Rheimon Hayes Atmaja.


Ia akan memberitahu suaminya jika Azizah benar-benar terbukti sebagai Putrinya melalui test DNA nanti.


"Ma? Kok malah bengong..."


"Oh, ya Son, kenapa?"


"Malah balik nanya, tadi Darren tanya, Mama nggak mau bawa apa gitu buat jenguk Azizah, ya kali dari Melbourne datang cuma berlenggang patah-patah"


"Iya yah... Gimana kalau kita beli buah dan beberapa cake aja?"


"Okay! setuju"


Darren pun membelokkan mobilnya menuju Mall yang tak jauh dari tempat mereka berada saat ini, setelah membeli buah tangan untuk Azizah, Barulah mereka akan ke rumah sakit.


Bersambung


Terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf ya beberapa hari ini tidak up karena Akunya tidak enak badan hehe


Semoga terhibur dan cerita gaje ini dapat dipahami ya ☺️❤️❤️


Luvv banyak-banyak ❤️🌹🤩🤩

__ADS_1


__ADS_2