
"Gue udah ketemu Azizah"
"Jangan bercanda di saat-saat kaya gini Dit, Nggak Lucu"
Sungut Axel marah. Ia tak habis fikir, bisa-bisanya Radit membual disaat Ia sedang banyak pikiran seperti ini.
"Loe boleh penggal kepala Gue kalo Gue bohong Xel"
Radit berbicara dengan sungguh-sungguh, Axel bisa mendengarnya dengan jelas.
"Dimana?"
"Surabaya"
Deg. Apa benar? apa Radit benar-benar telah menemukan Azizah?
"Sumpah kalo loe lagi ngeprank kali ini, beneran gue tembak kepala Loe!"
"Gue bersumpah. Gue kirim fotonya sekarang biar loe percaya. Tapi siapin mental Loe, karena bisa jadi abis liat foto ini Loe bakalan nangis bombay"
Axel terdiam namun rasa penasaran telah bercokol kuat di benaknya.
"Oke kirim sekarang, awas aja kalo Loe bohong!"
"Fine"
Tut. Radit mematikan panggilannya.
Tak lama berselang.
Ting!
Gawai Axel berbunyi, Rupanya Radit benar-benar mengirimkan beberapa foto ke WhatsAppnya.
Axel sedikit gugup membuka pesan-pesan itu. Entah kenapa jantungnya berdegup kencang, sangat kencang seolah ingin melompat keluar dari dadanya.
Ia sangat ingin melihat wajah wanita yang kini sangat di rindukannya. Ingin melihat seperti apa dia sekarang...
Klik... Axel memantapkan hati untuk membuka foto-foto yang telah dikirim oleh sahabatnya, Radit.
Bibir Axel tersenyum miris melihat foto pertama yang Ia klik.
Ada rasa nyeri yang menjalar cepat ke relung hatinya.
Wanita yang Ia sia-siakan, tampak sangat bahagia sekarang. Atensi Pria itu tercuri melihat perut Azizah yang sudah membesar.
"I'm so sorry... Maafkan Aku sayang, sudah menyia-nyiakan kalian"
Hanya satu kata itu yang mampu Axel ucapkan. Ia sungguh menyesal, harusnya Ia mendampingi Azizah dalam keadaan hamil seperti sekarang. Tapi apa yang telah Dia lakukan? Ia malah melukai dan menyakiti wanita yang tengah mengandung anaknya.
"Bagaimana caranya Aku menebus semuanya, Sayang... Aku bahkan takut untuk bertemu denganmu, Aku merasa sangat malu.."
__ADS_1
Axel bermonolog dengan suara bergetar. Rasa sesak memenuhi dadanya.
Pria itu kemudian kembali menggeser layar ponselnya. sedikit tersenyum melihat wajah wanita yang dirindukannya kini sangat berbinar dan ceria.
Cantik, batinnya.
Apalagi melihat Azizah memakai hijab, tampak lebih anggun dan menawan.
Namun sejurus kemudian, senyum tipis yang menghiasi bibir pria itu seketika pudar, saat melihat foto Azizah bersama dengan seorang, Pria??
*Foto hanya ilustrasi, jangan diambil hati 🤣
Kening pria itu semakin berkerut dalam saat melihat pria itu mirip dengan seseorang...
"What the hell, Abimana Dharmawangsa??"
Axel menurunkan scroll pada layar gawainya dengan cepat. Mengklik salah satu foto yang tercapture jelas gambar sang pria. Axel kemudian memutar layar ponselnya sehingga foto pria itu memenuhi layar.
'Benar, Pria ini adalah Abimana Aryasatya Dharmawangsa' Bathin Axel terkerjut.
Pria itu kemudian teringat akan kejadian di lelang tender bulan lalu. Ucapan Abimana tiba-tiba terngiang jelas di telinganya.
"Saya mencintainya, sangat. Namanya Azizah Nur Aida"
Memori ucapan pria itu bagai belati yang menusuk jantungnya.
"Jadi benar, yang dimaksud Abimana adalah Azizahnya??"
Axel mendongakkan kepala sesaat kemudian membungkuk dalam.
"Tidak, Aku yakin, Aku masih memiliki kesempatan. Aku harus kesana. Aku harus memohon maaf pada Azizah, Istriku. Yah, Aku harus ke Surabaya dan menemuinya"
Tekad Axel. Pria itu kemudian meminta tolong pada Linda untuk menyiapkan private jet nya.
"Lin, Tolong hubungi Oscar, Siapkan penerbanganku ke Surabaya. Malam ini"
"...."
"Aku sudah menemukan kembali Istriku, Azizah"
Dan malam itu juga, Axel terbang ke Surabaya.
***
"Gila Ren, Penghianat Loe ternyata!"
Ucap Radit penuh emosi. Ia tak menyangka jika Darren selama ini ikut menutupi keberadaan Azizah.
"Penghianat? Emang siapa yang Gue hianatin?"
Sahut Darren santai. Ekspresi sinus memenuhi wajahnya.
__ADS_1
"Axel itu sahabat kita Man!"
"Mantan, Jangan lupa Dia yang udah buang Gue buat si ****** Alexa!
"Loe dendam?"
"Jelas lah! Loe pikir Gue nggak kecewa sama Dia? Gue sama Dia bersahabat udah puluhan tahun. Tapi Loe liat? Dia bisa-bisanya mikir Gue mau nikung Alexa. Padahal Gue tulus mau nyelametin Dia dari ular berbisa itu!"
Jelas Darren yang membuat Radit berdecak kesal.
"Loe tahu Axel lagi bucin banget sama Alexa waktu itu"
"Yups! Dan Dia sampe lupa kalau Dia punya istri. Oh lupa Gue. Istrinya di buang ke perkampungan, Dia asyik-asyikan kumpul kebo sama selingkuhannya di apartemen mevvvah!!!"
Sarkas Darren yang membuat Radit bungkam seketika?
"Kenapa? nggak bisa jawab Loe? Hmn? Kita ini sama-sama bajingan man, tapi seumur hidup Gue, Gue selalu menghargai perempuan, even she was only my one night stand partner. Tapi Axel? Loe tahu sendiri Dia bahkan ngasih jatah istrinya lebih murah dari gaji pembantu!"
Lagi-lagi Radit hanya bisa membuang wajah.
"Oke, Awalnya Gue melakukan tugas ini akrena Kakek Adhitama udah nolongin perusahaan Bokap Gue. Tapi sekarang, Gue tahu kalau Azizah memang layak di lindungi dan dijauhkan dari bajingan tengik kaya sahabat Loe itu!"
"Ren!!"
"Diem! Loe yang dengerin Gue. Loe pikir kalau Axel nggak tahu tentang kebusukan Alexa, Dia Bakan menyesal gitu dan nyariin bininya? of course no? Big no! bahkan kalaupun Dia tahu bininya lagi bunting, mungkin dia bakal nyuruh orang buat bunuh bininya sama bayinya sekalian. Loe nggak lupa dong sama kejadian 3 tahun lalu yang akhirnya bikin kakek Adhitama kena komplikasi jantung?"
"Sekarang Gue tanya, Kalo Loe punya adik atau kakak perempuan yang diperlakukan kaya Azizah oleh suaminya sendiri, Loe sebagai saudaranya terima gitu? Kalau Gue sih enggak"
Ucap Darren dengan kesal. Entah kenapa menyebut kata saudara membuat Darren sangat sedih jika teringat masa lalu Azizah saat menjadi istri Axel.
"Tapi, Loe nggak tahu seberapa menyesalnya Axel Ren. Sumpah Dia juga sekarang hancur banget"
"Itu belum seberapa, Dibandingkan apa yang udah dia lakuin sama Azizah selama 4 tahun Dit, 4 tahun!!!!"
Seru Darren.
"Oke Fine, Kalo Loe emang nggak mau bantu Axel, berarti kita sekarang jadi rival. Karena Gue akan tetap di pihak Axel"
Ancam Radit dengan tatapan tajam.
"Oke Fine. Gue terima. Sekarang kita Rival dan Gue jamin Axel nggak akan pernah berhasil selama ada Gue!! inget itu!!!
Brak!!! Darren menendang pintu mobil Darren dan melayangkan tatapan membunuh pada sahabatnya itu sebelum meninggalkan Radit yang masih menatap nanar ke arah Pria yang dulu pernah menjadi teman curhat terbaiknya.
"Sorry Ren, Tapi Axel cuma punya Gue dan Vano"
Ucap Radit dengan mata memerah. Ia tak pernah menyangka hubungan persahabatan mereka akan pecah belah seperti ini.
Bersambung
Terima kasih atas kunjungannya teman-teman semoga terhibur dan cerita gaje ini dapat dipahami ya ☺️❤️❤️❤️
Akan ada banyak kejutan di episode-episode berikutnya, termasuk terkuaknya identitas Azizah yang sebenarnya..
__ADS_1
Soo... Jangan lupa like ya biar Aku semangat Updatenya ❤️❤️❤️❤️❤️🌹🌹🌷🌷