
Seorang Pria menangis tersedu-sedu sembari menatap layar komputernya.
Ia baru saja mendapatkan informasi dari istrinya, bahwa putri mereka yang hilang hampir 18 tahun yang lalu sudah di temukan.
Awalnya Ia sudah bertengkar dengan Karina karena Ia merasa istrinya sedang memainkan lelucon. Dan itu sama sekali tidak lucu, maka dari itu Ia sempat murka pada Karina yang tiba-tiba meneleponnya dan mengatakan omong kosong bahwa Karina telah menemukan Putri mereka yang hilang.
Bahkan sampai sekarang, Rheimon masih tidak bisa mempercayainya, lebih tepatnya takut untuk percaya. Tapi hasil tes DNA yang dikirimkan Karina melalui email membuatnya sungguh bahagia. Ia tidak tahu harus bagaimana mensyukuri nikmat Tuhan ini. Seperti mendapatkan mata air di tengah gurun pasir yang tandus. Ia mendapatkan kembali permata hatinya yang di culik 18 tahun lalu dan menghilang tanpa jejak hingga keluarganya mulai kacau balau. Putranya depresi. Ia dan Karina hampir bercerai, namun untunglah orang tuanya berhasil membantunya menyelamatkan bahtera keluarga mereka yang hampir karam .
"Dimana Dia?"
Rheimon masih menangis, terdengar suaranya bergetar menanyakan keberadaan sang putri pada siapa lagi jika bukan Istrinya, Karina.
"Di Indonesia Sayang, Aku bersamanya beberapa saat lalu"
Karina tak kalah haru, Ia juga menangis bahagia mendengar kegembiraan dan keharuan dari suara suaminya di seberang.
"Aku akan kesana hari ini juga"
Sahut Rheimon antusias.
"Besok saja. Ini pasti sudah tengah malam di Melbourne sayang. Jangan terburu-buru"
"Apanya yang terburu-buru??? 18 tahun Aku tidak bertemu dengan princess. Aku ingin sekali memeluknya sayang, menggendongnya seperti dulu"
"Stop Rheimon. Putrimu sudah berusia 24 tahun, bukan anak-anak lagi... Kau ini..."
"Yah... Kamu benar sayang, haaah terlalu lama sampai Aku lupa bahwa princessku sudah dewasa pasti..."
Rheimon terkekeh di sela-sela tangisnya.
"Dan tebak.... Kita akan segera punya cucu...!"
Seru Karina dengan bersemangat. Namun membuat Rheimon seperti terkena serangan jantung.
"Maksudmu... Cucu siapa?"
"Heeyy Kau ini... Putrimu sedang hamil Tuan Atmaja yang terhormat!!"
"Apa??? Kurangajar, siapa yang menghamilinya???!"
"Tentu saja suami... Maksudku mantan suami. Sudahlah kita bicarakan ini setelah Kau sampai ke Indonesia Okay? Ceritanya sangat panjang bahkan lebih panjang dari kisah Kita berdua. Dan lagi, Aku akan mengajakmu untuk berbuat kejahatan, menghancurkan seseorang ya g telah menyakiti putri kita! tapi.. Masalahnya Aku sudah mengantuk. Jadi... Tidurlah. Aku tunggu kedatanganmu Sayang... Daah!"
"Sayang... Tunggu dulu... Halo? Haloo??"
__ADS_1
Hah, kebiasaan Karina tidak pernah hilang. Suka sekali memutuskan panggilannya sepihak sebelum pembicaraan selesai.
Membuat orang penasaran sepertinya memang menjadi hobby Karina sejak dulu.
Tapi, Rheimon tiba-tiba teringat kata-kata terakhir Karina.
"Mantan suami? Maksudnya putriku adalah janda? Suaminya meninggal atau???? Ya Tuhan! Awas saja jika Dia di ceraikan, maka Aku bersumpah akan mencincang pria bedebah itu!"
Rheimon mengepalkan jarinya erat-erat.
Hampir semua pebisnis tahu tabiat Rheimon jika sudah murka. Ia akan membabat habis siapapun yang berani mengusiknya, terutama keluarganya. Apalagi ini menyangkut putrinya yang hilang karena kecerobohannya dulu. Waktu mungkin tidak bisa diputar kembali dan membuatnya mengulang masa-masa dulu saat bersama dengan keluarga kecilnya yang utuh.
Tapi, sekarang Tuhan memberinya kesempatan sekali lagi, maka Ia akan melakukan yang terbaik untuk princess kesayangannya,Rheina. Ia akan menjadi pelindung dan juga benteng terkuat untuk menjaga Rheina(Azizah) dari gangguan siapapun termasuk mantan suami Rheina.
Dan pada akhirnya, Rheimon tetap nekad terbang ke Indonesia.malam itu menggunakan Boeing pribadinya. Urusan visa dan lain-lain biar Asistennya yang mengurusnya. Tak apalah Dia jadi pendatang ilegal selama beberapa hari ke depan.hehe
Yang terpenting Ia ingin segera bertemu dengan princess kesayangannya, ingin melihat betapa cantiknya putrinya sekarang. Ia ingin memeluknya. Tidak peduli jika Rheimon harus baku hantam dengan istrinya, Karina. Yang penting Ia bisa segera bertemu Rheina.
"Rheina Sayang... Papa's Coming My Princessa!!!"
Seru Rheimon seraya menarik kopernya dengan semangat membara seperti prajurit yang hendak berperang melawan penjajah!! Merdeka!!
(Apa sih Aku gaje banget 🤣🤣🤣)
*
*
"Gima Dit? Udah dapat info?"
Tanya Axel yang kini tengah bersama Radit di ruang kerja Pria itu. Radit terlihat tengah sibuk mengetikkan sesuatu di keyboard komputernya. Keningnya sesekali berkerut seperti tengah memikirkan sesuatu yang berat.
"Susah banget buat melacak asal-usul keluarga pak Fauzi Xel. Kayak emang sengaja di blok"
"Serius??"
"Benar Xel, bahkan si Markus yang biasa jadi andalan Gue aja ngga bisa nembus data nya pak Fauzi"
Axel mengernyit bingung. Tiba-tiba riak wajahnya berubah pucat. Jangan-jangan... Kakeknya??
"Kenapa Xel?"
__ADS_1
Tanya Radit yang melihat perubahan ekspresi sahabatnya itu.
"Kenapa Gue ngerasa, Kakek Gue tahu tentang rahasia pak Fauzi? Apa jangan-jangan Kakek juga tahu kalo Azizah sebenarnya anak Tante Karin dan Om Rheimon?"
"Bisa jadi sih Xel, secara kan pak Fauzi itu orang kepercayaan Kakek Loe, dan setahu Gue, beliau udah kerja sama Kakek loe bahkan sebelum nikah"
"Yups, Loe bener. Jadi... Percuma aja Kita nyari informasi tentang pak Fauzi dan istrinya. Karena sumber informasinya bukan orang lain melainkan Kakek Gue"
"Hmn... So, Loe mau kembali ke Jakarta?"
"No, way. Selama Gue belum berhasil bawa Azizah balik sama Gue, Gue akan tetap disini. Gue udah pikirin buat sewa tempat untuk kantor sementara Gue disini. Jadi, Gue bisa tetap kontrol perusahaan by online. Lagian Gue udah minta tolong Vano buat gantiin Gue sementara sama asisten Gue"
"Well... Apapun rencana Loe, Gue cuma bisa support Xel"
"Thanks Bro. Loe sama Vano emang sahabat terbaik Gue"
"Sama-sama... Gue jadi inget Darren. Dulu kita selalu sama-sama, sekarang..."
Radit menunduk, Sementara Axel hanya menghela nafas berat. Ia tahu asal mula perseteruannya dengan Darren adalah kesalahannya. Dan sekarang Axel tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya.
****
"Jadi gimana? Kamu belum menemukan kesempatan untuk menyerang wanita itu?"
Kali ini Alexa sudah tidak sabar. sejak kemarin orang-orangnya hanya bisa mengintai dan mengintai, tanpa mampu berbuat apa-apa. Menyebalkan.
"Kami masih berusaha Nona"
"Cari cara secepatnya! Semakin cepat Aku menyingkirkan wanita itu, maka semakin cepat Aku mencapai tujuanku"
"Baik Nona, Kami akan mengusahakan yang terbaik"
"2x24 jam. Aku beri kalian waktu 2x24 jam. Jika belum menemukan cara apapun maka kalian akan merasakan akibatnya!"
Tut!
Alexa mematikan panggilannya dengan nafas memburu.
Benar-benar menguras emosi. Menyingkirkan 1 orang saja terasa sangat sulit karena begitu banyak yang melindungi Azizah.
Tapi, Alexa tidak akan menyerah. Ia akan melakukan cara, sekotor apapun itu asal Azizah bisa lenyap dari muka bumi ini maka Alexa akan melakukannya!!
Bersambung
__ADS_1