
"Aku sudah memaafkan Kamu mas, sungguh. Jauh sebelum Kamu meminta maaf. Aku sudah memaafkan Kamu. Aku sudah mengikhlaskan semua yang terjadi diantara Kita. Justru, Akulah yang saat ini harus meminta maaf... tentang... Tentang anak-anak Kita"
Azizah menunduk, Jemarinya memilin ujung baju yang Ia kenakan. Sementara Axel menatap mantan istrinya itu dengan wajah mendung.
Ia bersumpah, Ia telah menunggu saat-saat seperti ini bertahun-tahun lamanya, meski keadaannya sudah berbeda tapi, Axel siap mendengarkan apapun yang akan Azizah katakan padanya...
"Katakanlah, Aku mendengarkan..."Ucap Axel pelan. Pria itu berusaha menyembunyikan kegugupannya.
"Terima kasih. Tentang... Anak-anak, Aku minta maaf Mas, Aku menyembunyikan kenyataannya darimu. Aku menjauhkan Mereka dari Ayah kandungnya sendiri. Aku sadar itu sebuah kesalahan. Saat itu Aku terlalu takut sesuatu hal yang buruk akan terjadi pada mereka jika Aku kembali ke Indonesia. Dan juga, Aku takut Kamu akan mengambil mereka dariku.... Maaf"
"Kenapa Kamu bisa berfikir Aku akan memiliki keberanian mengambil Mereka darimu? Meski Aku adalah ayah mereka, tapi Aku sadar bahwa Aku masih tidak pantas untuk di sebut sebagai seorang Ayah. Aku cukup sadar diri akan hal itu Zizah, Aku telah banyak menyakiti Kamu, bagaimana Aku bisa menjadi tidak tahu diri dengan memisahkan Kamu dari Mereka. Hanya saja... Sekarang Aku tidak tahu bagaimana caranya mengenalkan diriku pada Anak-anakku sendiri... Aku... Apakah Aku akan punya tempat di hati mereka? Sementara sudah ada Abimana yang menggantikan ku"
Axel menunduk seraya tersenyum, tapi percayalah saat mengatakan semua itu hatinya sangat sakit. Yang Ia katakan adalah nyata, Siapa Dia saat ini untuk anak-anaknya? Sementara mereka sudah memiliki Abimana?
Azizah melihat tatapan terluka Pria itu. Seorang Pria yang baru mengetahui bahwa Ia memiliki anak di saat anaknya sudah menganggap orang lain sebagai Ayahnya.
Azizah semakin merasa bersalah, Tapi detik itu juga Ia yakin bahwa segala sesuatu di dunia ini pasti sudah mengikuti jalan takdir. Shine dan Shiena adalah anak-anak yang baik, Mereka pasti bisa menerima kenyataan tentang Axel suatu saat nanti.
"Kenalkan diri Kamu sama mereka pelan-pelan Mas, Mereka anak-anak yang baik dan penurut, Kamu akan bisa dekat dengan mereka dengan mudah. Saat waktunya sudah tepat, Kita bisa memberitahu mereka tentang Kamu yang adalah Papa kandung mereka, Hmn?"
Ucap Azizah seraya tersenyum, Ia menatap mata Axel dengan sungguh-sungguh, seolah ingin memberi keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja, Shine dan Shiena akan menerima Axel meski secara perlahan.
"Hmn... Terima kasih, Terima kasih karena bersedia memberiku kesempatan untuk bisa dekat dengan Shine dan Shiena"
"Kamu... Sudah tahu nama Mereka?"
"Hmn..."
"Mmmm baiklah, Aku mengerti. Untuk... Nama keluarga yang saat ini disandang oleh Shine dan Shiena, Mas Abi dan Aku sepakat untuk menggantinya dengan nama keluarga Djaja Kalau mas Axel menginginkannya"
"Tidak perlu terburu-buru, Serahkan saja semuanya pada anak-anak nantinya, Aku tidak terlalu memikirkan tentang hal itu sekarang"
Ucap Axel. Azizah menarik nafas lega karena Axel tidak marah sebab Ia membuang nama Djaja dari nama anak-anaknya dan menggantinya dengan nama keluarga Abimana.
"Baiklah, Kalau Mas Axel punya waktu, Mas bisa berkunjung ke rumah Daddy untuk bertemu anak-anak besok"
"Benarkah? Aku bisa menemui mereka besok?"
"Tentu saja, Mari Kita membuka lembaran baru sebagai saudara atau... Teman mungkin?"
Azizah tersenyum lebar, dan senyuman itu menular kepada Axel. Axel ikut tersenyum seraya mengangguk.
"Baiklah... Ngomong-ngomong, selamat... Aku barusan dengar Kamu dan Abimana akan segera memiliki bayi"
__ADS_1
"Hehe, Iya terima kasih. Mmmm... Kamu sendiri? Kapan akan menikah dengan Gadis itu mas? Siapa namanya? Dania?"
Tanya Azizah antusias. Sementara wajah Axel seketika berubah masam. Dania? Ya Tuhan Azizah. Kalau Axel boleh jujur dan tidak tahu diri. Ia masih sangat mengharapkan Kamu. Hatinya masih dipenuhi oleh namamu.
"Aku, belum berpikir untuk menikah, Aku masih fokus untuk memulihkan kondisi perusahaan"
Ucap Axel jujur. Hahhhh... Sepertinya Ia memang tidak ingin menikah lagi, kecuali jika Azizah.... Ah sudahlah. Axel membatin.
"Kenapa? Kelihatannya... Dia baik?"
"Ya, Dia memang gadis yang baik dan dari keluarga yang baik, Aku mengenal Ayahnya juga, Kami pernah terlibat kerjasama bisnis"
"Kalau begitu bagus dong"
"Tapi Aku belum ingin Zizah"
Axel mendadak putus asa untuk mengatakannya, Ia benar-benar tidak ada minat untuk menjalani hubungan baru.
"Baiklah, maaf... Aku mengerti mas, tapi... Kalau boleh memberi nasihat sebagai seorang teman, Aku hanya ingin bilang, terkadang Kita tidak menghargai seseorang atau sesuatu saat Ia ada di sisi Kita, Kita baru akan menyadarinya saat Seseorang itu sudah pergi... Jangan sampai menyesal dua kali mas..."
Jleb. Axel tiba-tiba terdiam. Ia memikrkan ucapan terakhir Azizah.
"Kalau begitu, Aku akan kembali ke dalam. Aku hanya izin beberapa menit sama mas Abi untuk berbicara denganmu"
"Jangan bicara seperti itu, Bukankan Kita sudah sepakat untuk melupakan semuanya dan membuka lembaran baru?"
"Ya, terima kasih"
"Sama-sama... Jangan lupa segera kembali, kasihan Dania sendirian"
Axel menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Hidup itu lucu sekali, wanita yang sangat Ia cintai dan dulu sangat mencintainya kini begitu bersemangat menjodohkannya dengan wanita lain. Hidup benar-benar berputar seperti roda becak.
"Ya, Aku akan kembali 5 menit lagi"
Ucapnya pada akhirnya.
Azizah pun berlalu meninggalkan Axel untuk kembali ke Pesta. Wanita itu tersenyum saat melihat suaminya sudah menunggu ditengah-tengah pintu seraya merentangkan tangannya.
"Akhirnya sayangku kembali..."
Ucap Abimana dengan puppy eyes nya.
"Tentu saja mas, Kan tadi Aku udah izin sama mas"
__ADS_1
"Iyaa, mas cuma takut nanti Kamu CLBK"
"Diih Kamu ini lho, ini didalam sini ada hasil karya ilmiah Kita, Kamu masih kepikiran hal kaya gitu?"
Sungut Azizah sebal seraya menunjuk ke arah perutnya.
"Iya Sayang, iyaaa... I love youuu, Cup"
Sahut Abimana yang dengan baik mengambil kesempatan untuk mengecup bibir istrinya.
"Ya udah Ayo masuk, Kak Darren sama Nayla pasti nyariin Kita"
"Okay"
Abimana menggandeng jemari Istrinya.
Azizah sedikit terkejut saat Ia hampir sampai di ruang pesta dan melihat Dania berdiri seolah-olah tengah menunggunya.
"5 menit lagi katanya Mas Axel akan kembali"
"Oh, Okay"
Dania juga terkejut karena Azizah tiba-tiba mengatakan itu, seolah tahu isi otak Dania yang ingin bertanya dimana Axel.
Dan benar saja, tidak jauh dari mereka nampak siluet tubuh Axel berjalan mendekat.
"Ya sudah, Kami kembali ke pesta dulu ya"
Pamit Azizah yang direspon dengan anggukan oleh Dania, kemudian Ia dan Abimana berlalu meninggalkan Dania dan Axel disana.
"Hai..." Ucap Dania penuh harap.
"Hmm, Ayo masuk... Maaf Aku tadi hanya merokok sebentar"
"Iya nggak apa-apa"
Axel tiba-tiba meraih jemari Dania dan menggandengnya menuju ke ruang Pesta.
Dania hampir memekik saking terkejutnya. Tapi Ia hanya terdiam membisu tanpa bisa berkata-kata sementara hatinya kini berbunga-bunga.
Axel menggandeng tangannya? Untuk pertama kalinya tanpa dipaksa???
*Ya Tuhan, Apa yang sedang terjadi*??? Batin Dania berteriak senang.
Bersambung
__ADS_1