Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
Hubungan Kalian Tidak Ada Urusannya Dengan Saya


__ADS_3

Alexa sudah memarkirkan mobilnya di depan Rumah Skait Amanah Mahmudah tempat Azizah dirawat.


Wanita yang selalu mengenakan pakaian seksi itu turun dari mobil setelah mengenakan kacamata hitamnya dengan gayanya yang angkuh.


Tanpa menunggu lama, Wanita itu segera menuju meja resepsionis untuk menanyakan dimana ruang rawat Azizah.


"Pasien atas nama Azizah Nur Aida, Ada di kamar nomor berapa Sus?"


"Sebentar ya Bu, Saya cek dulu"


"Ruang Dahlia, kamar no 4 lantai 2"


"Okay, Thanks"


Alexa berlalu meninggalkan resepsionis itu kemudian menuju lantai dua tempat yang sudah tak sabar ingin Ia kunjungi. Hatinya begitu arogan ingin menghancurkan wanita bodoh itu lagi, seperti dulu saat Ia masih bersama Axel.


Membuat Azizah disakiti dan di caci maki oleh Axel menjadi kegiatan favoritnya dulu.


Well, dikarenakan sekarang Axel tak lagi bersamanya, maka Ia yang akan melakukannya sendirian. Azizah adalah perusak rencananya dulu. Gara-gara perempuan itu, Ia gagal menjadi Nyonya Djaja.


Sekarang, meskipun Axel juga telah menolaknya, maka Azizah juga tidak boleh bersamanya. Karena Axel hanya miliknya. Axel dan keluarga Djaja harus berada di dalam genggamannya.


"Nomor 4"


Ucap Alexa, seketika senyum sinis dan sarkatis terbit dari bibirnya yang selalu di poles dengan warna merah merona.


Ceklek.


Wanita jadi-jadian itu langsung saja membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Membuat Abimana dan Azizah yang tengah bersenda gurau seketika menoleh.


Tawa yang tadinya indah menghiasi wajah Azizah lenyap sudah. berganti raut terkejut yang seketika berubah dingin. Menatap Alexa dengan tatapan datar.


"Waw, baru lepas dari Axel Kamu langsung dapat gantinya, benar-benar wanita liar"


Abimana yang mendengar kata kasar itu seketika berdiri dengan wajah merah padam.


"Siapa Anda?? Apa Anda tidak punya kaca? Anda masuk tanpa mengetuk pintu, dan lihatlah pakaianmu itu, Bukankah Anda yang lebih pantas di sebut liar??"


Alexa melotot ke arah Abimana.


'Siapa lelaki ini?' batin Alexa penasaran. Karena melihat wajahnya, Ia merasa seperti sudah pernah bertemu sebelumnya.


"Kenapa diam? Jika hanya ingin membuat keributan, sebaiknya Anda keluar atau... Aku akan menyeretmu dan melemparmu ke tengah jalan!"


Desis Abimana. Azizah membiarkannya saja. Ia tak mencegah ataupun melarang Abimana untuk berkata kasar pada Alexa. Karena perempuan itu memang tidak sopan dan bermulut kejam.


"Waw, waw, luar biasa. Tapi, sayangnya Aku tidak akan keluar sebelum mengatakan sesuatu yang penting pada wanita itu!"


Alexa berkata seraya menunjuk tepat ke wajah Azizah. membuat Abimana bertambah kesal. Saat ingin menyeret Alexa, Azizah dengan cepat bersuara,.


''Biarkan saja mas, Aku ingin dengar apa yang ingin wanita ini katakan''


Azizah menantang tatapan Alexa. Sejujurnya Alexa merasa terkejut melihat mata Azizah yang dingin. Ia seperti melihat orang lain, karena Azizah yang dulu bahkan sangat takut kepadanya.

__ADS_1


"Jadi? Apa yang membuat seorang Nona Alexa datang berkunjung?"


"Aku..."


"Alexa!!"


Suara bariton Axel mengejutkan Axel sekaligus Azizah.


Namun sejurus kemudian, Alexa malah memasang wajah sedih dengan mata yang berkaca-kaca, sungguh akting yang ciamik!


"Kenapa Xel? Aku hanya ingin mengatakan sebuah kenyataan pada Azizah, lagipula anak-anak kita nantinya akan menjadi saudara kan??"


Ucapan ambigu Alexa tentu tidak dipahami oleh Azizah, apalagi Abimana. Kening pria itu sampai berkerut dalam saking bingungnya.


Sementara Axel dan Radit yang sudah tahu tujuan Alexa mendadak cemas. terlihat dari wajah mereka yang menegang.


"Azizah...."


Alexa berjalan menghampiri Azizah yang tengah duduk di ranjang pasien dengan raut penasaran.


"Aku...."


"Stop Alexa atau Loe..." Axel mencoba untuk mencegah Alexa agar tidak berkata yang macam-macam.


"Cukup! Potong Azizah cepat. Kemudian melanjutkan.


"Katakan..."


Ucap Alexa dengan terisak. Wanita itu menunduk seolah terlihat sangat sedih padahal diam-diam Ia tersenyum licik.


Deg. Jantung Azizah seolah berhenti berdetak. Namun Ia segera kembali memasang wajah datarnya.


"No, Zizah. Dia berbohong. Itu bukan Anakku. sungguh, Aku bersumpah!"


Seru Axel dengan wajah memerah. Ia tak menyangka jika Alexa benar-benar mengatakan omong kosong itu.


"Lalu? apa hubungannya dengan saya, Nona Alexa? Anda tentu sudah tahu kalau kami sudah bercerai?"


Reaksi Azizah yang biasa-biasa saja tentu membuat Alexa seketika mendongak tak percaya. Ia tadinya berfikir Azizah pasti akan menangis seperti bayangannya. Tapi, Kenapa wanita ini malah tampak acuh?


Tak berbeda dengan Alexa, Axel pun terperangah mendengar ucapan Azizah yang acuh tak acuh.


"Hubungan kalian sama sekali tidak ada urusannya dengan Saya, begitu juga dengan kehamilan Anda. kenapa Anda harus repot-repot melaporkannya pada Saya? memangnya saya kantor pengaduan?"


"Kamu..."


"Saya tidak peduli. jadi, pergilah. Lakukan apapun yang ingin kalian lakukan, tapi tolong. berhentilah mengangguku"


"K-kamu yakin dengan apa yang Kamu ucapkan Azizah? atau hanya pura-pura?"


"Hahaha"


Azizah tertawa hambar, matanya yang jernih menatap tajam Alexa hingga membuat wanita berbaju seksi itu merinding.

__ADS_1


"Untuk apa pura-pura, lagi pula kalian sama-sama bajingan. sangat cocok satu sama lain. Segeralah menikah, jangan lupa untuk mengundangku"


"Zizah..."


Axel menatap nanar wanita berbaju pasien di hadapannya itu. Benarkah itu Azizah yang Ia kenal? Tidak, Azizahnya tidak akan bisa mengeluarkan kata-kata kotor seperti itu.


"Sekarang bisakah kalian pergi? Kalian akan membuat kesehatanku semakin menurun. Pergilah"


Semua orang terdiam. Bahkan Radit tak ubahnya seperti patung Pancoran. Tidak bersuara apalagi bergerak.


"Mas Abi, bisakah panggilkan security untuk membuat mereka mau pergi dari sini??"


"Tentu"


"Nggak usah, Kita pergi Xel"


"No! Zizah tolong percayalah padaku.."


Axel mencoba mendekati Azizah, namun dengan sigap Abimana menghalangi langkahnya.


"Minggir!!!"


Axel berkata dengan rahang mengeras. Ia melayangkan tatapan membunuh pada Abimana.


"Pergi!"


Desis Abimana tak kalah tajam. Ia sebenarnya sudah tidak tahan untuk menghajar Axel. Namun Ia sebisa mungkin menahan amarahnya yang sudah naik ke ubun-ubun.


"Apa-apaan nih!!!"


Darren yang baru saja masuk ke ruang Azizah sangat terkejut melihat ruangan itu sangat ramai seperti pasar ikan. Lebih terkejut lagi saat ia melihat Alexa teronggok di pojok ruangan.


"Eh Kuyang! Loe ngapain disini??"


Maki Darren seraya menunjuk Alexa.


Alexa yang tidak ingin berurusan dengan Darren tiba-tiba berlari keluar ruangan sampai hampir menabrak Karina yang berdiri di depan pintu masuk.


"Loe sama kuyang-Loe ngapain kesini sih? Kalian belum puas yah bikin Azizah sengsara? Gila! Gue mesti ngomong pake bahasa apa sih biar Loe paham Xel?? JAUHIN AZIZAH!!!"


"Ren!"


"Apa Loe! Nih ya sebelum Gue khilaf dan Gue bikin temen Loe ini babak belur, mending Loe bawa Dia cabut sekarang. Mumpung Gue masih sabar Raditya Rafa Benitez!"


Ancam Darren dengan tatapan nyalang ke arah Axel dan Radit. Radit tahu jika kali ini Darren tidak main-main, Ia pun segera menarik Axel dari sana. Meskipun Axel masih tetap setia berdiri seraya menatap ke arah Azizah yang jelas tak memperdulikan Axel sama sekali.


"Please Xel, Kita pergi dulu. Jangan buat keributan sekarang. Atau Azizah bakal lebih ilfeel sama Loe"


Akhirnya Axel mau bergerak dan mengikuti Radit keluar ruangan dengan langkah berat....


Bersambung....


Terima kasih atas kunjungannya teman-teman semoga terhibur dan cerita gaje ini dapat dipahami ya ☺️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2