Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
SIAPA GADIS ITU?


__ADS_3

Hari ini Azizah berangkat kerja pagi-pagi sekali, sementara Bibi Ani belum pulang karena Minggu ini beliau kebagian shift malam.


Azizah sengaja tidak melewati jalan yang biasa Ia akses untuk berangkat kerja. Sungguh Azizah takut jika tiba-tiba mantan suaminya itu muncul. Jadi, Ia putuskan untuk lewat pintu belakang rumah Bibi Ani yang tembus ke sebuah gang menuju jalan raya.


Kejadian Kemarin tidak pernah terbayangkan oleh Azizah. Sudahlah jauh-jauh Ia pergi meninggalkan kota, bahkan hanya Kakek Adhitama saja yang tahu akan kepergiannya.


Tapi, Sekarang Axel malah tiba-tiba muncul di rumahnya.


"Apa Aku pergi ke luar negeri aja ya... Tapi Aku nggak punya duit... Gimana ini nak..."


Gumam Azizah seraya mengelus perut buncitnya. Wajahnya sangat lesu dan tidak bersemangat.


"Apa Aku cerita aja ya ke Nayla, siapa tahu Nayla bisa ngasih solusi"


Azizah pun memantapkan hati untuk menceritakan masalahnya kini pada Nayla. wanita berhijab itu sedikit mempercepat langkahnya, agar segera sampai dijalan raya yang sudah terlihat dari kejauhan.


Sementara itu, Pria yang sedari tadi menjadi beban pikiran Azizah kini tengah berada di depan pintu rumah Bibi Ani.


Sudah 15 menit berlalu sejak Axel datang mengetuk pintu serta mengucap salam berulang-ulang. Namun tak ada sahutan sama sekali dari dalam. Rumah tampak sangat sepi.


Axel tiba-tiba di serang rasa panik.


"Apa jangan-jangan Zizah pergi lagi??"


Ucapnya dengan raut cemas. Axel kemudian berjalan meninggalkan rumah itu dan menuju mobilnya. Ia meraih ponselnya dari saku jaket untuk menghubungi sahabatnya, Radit.


Klik


"Halo Dit, Azizah nggak ada di rumah Dit, apa Dia udah pergi lagi?" Tanya Axel dengan cemas.


"Jangan panik dulu Xel, bisa jadi Dia udah berangkat kerja"


"Pagi-pagi begini?"


"Ya mungkin Dia udah nebak Loe bakalan ke rumahnya lagi jadi ya... Loe ngerti lah maksud Gue"


Mendengar ucapan Radit, Axel menghela nafas berat.


'Itu berarti Azizah sengaja menghindarinya?' batin Axel sedih.


"Udah, nggak usah putus asa gitu. Mending sekarang Loe coba ke pabriknya. Siapa tahu dia masuk malam"


"Oh ya, Loe bener juga Dit, Thanks ya. Gue kesana sekarang"


"Ya udah... Ati-ati"


"Hmn, Bye"


Tut. Axel pun mematikan panggilannya dan segera melajukan mobilnya menuju pabrik tempat Azizah bekerja.


***


"Wah tumben sekali Anak Mama yang ganteng ini telepon Mama duluan, pasti ada maunya"


Ledek Karina pada putranya, Darren.


Suara lembut wanita itu selalu membuat Darren tersenyum. Jujur Ia merindukan Mamanya yang kini menetap di Melbourne, Australia, bersama sang Papa. Berbagai cara sudah Darren lakukan untuk membujuknya agar bersedia tinggal lagi di Indonesia, Namun entah mengapa Mama dan Papanya selalu menolak.


Mama nya hanya sesekali berkunjung ke Indonesia, itu juga hanya untuk mengecek butik dan toko bakery miliknya. Paling lama sebulan. Setelahnya, Mamanya akan kembali ke Melbourne.


"Hehe, tau aja Mama. Jadi.. Darren emang butuh bantuan Mama nih"


"I Knew... So, what can I do for you, son?"

__ADS_1


"Jadi gini Ma, Darren punya teman baru, emmm cewek, Dia pinter banget bikin aneka kue dan makanan, enak banget! 99.9% hampir sama kaya buatan mama?"


"Really? Apa gadis ini spesial buat Kamu"


"No, way! Jangan salah paham Mom, Darren sudah punya pacar (dalam hati menyebutkan Aamiin untuk Nayla). Tapi, Darren juga merasa harus bantu cewek ini, ada rasa kasihan dan entah apa Mom tapi Darren yakin itu bukan perasaan cinta terhadap lawan jenis"


"Maksud Kamu? Mama masih belum mengerti"


"Mmm gini Ma, Cewek ini namanya Azizah, janda, lagi hamil. Dia itu cucu menantunya Kakek Adhitama Djaja Ma"


"Oh... Lalu?"


"Beberapa bulan lalu, Papa minta Darren buat ngawasin pabrik yang di Surabaya kan? Nah ternyata papa itu dimintain tolong sama Kakek Adhitama buat jagain Azizah ini dari mantan suaminya, tapi karena papa di Melbourne. Jadi, Papa ngasih tugas itu ke Darren Ma"


"Aduh Mama pusing. Kenapa Papa kamu sampai ikut campur urusan rumah tangga orang? Dan kenapa Azizah itu harus di jagain dari mantan suaminya"


"Karena suaminya jahat Ma. Pokoknya nanti aja Darren ceritain. Kelamaan Kalau di telepon"


"Ya sudah, jadi apa yang bisa mama lakukan untuk perempuan bernama Azizah itu?"


"Jadi..."


Darren pun menyampaikan keinginannya agar sang Mama mau mempromosikan kue-kue Azizah di toko-tokonya. Setelah itu Darren berniat untuk membuatkan toko bakery sendiri untuk Azizah, serta mengurus semua izinnya.


"Well, Mama bersedia. Tapi Mama tidak mau sembarangan mempromosikan produk Son, apalagi makanan. Jadi, biar mama akan mencicipi dan menilainya dulu. Setelah itu, kita lihat layak tidaknya untuk masuk ke toko Mama"


"Oke, siapa takut. Darren yakin Mama pasti suka. Tapi.. Mama kan nggak di sini?"


"Kejutan! Mama akan ke Indonesia hari Rabu besok"


"Really??"


"I miss you so much son"


"Mee too. Well, Darren akan tunggu Mama di Surabaya"


"Ok Mom, Oh ya, nih Darren kirim fotonya Azizah. Mama pasti kaget kalau liat Dia"


"Kaget? Kenapa?"


"Mirip banget sama Mama"


"Masa? Coba kirim sekarang, Mama jadi penasaran"


"Oke!"


Darren pun segera menggulirkan galeri foto-fotonya. Mencari beberapa potret dirinya dan Azizah serta Nayla yang diambil beberapa waktu lalu.


Klik. Sent.


"Udah mah. Liat dong... Azizah yang pakai hijab"


"Oke..."


Karina pun membuka salah satu foto yang terkirim di Line nya.


Deg!!!


Mata wanita itu membulat saat pertama kali melihat Azizah.


Gadis ini.....


****

__ADS_1


Azizah mengajak Nayla agar buru-buru pulang. Lagi, Ia takut Axel masih membuntutinya.


"Aduh mba Zizah, ada apa sih... bikin takut aja..."


"Cepetan Nay, Kita udah ketinggalan bis jemputan. Naik ojek aja ya?"


"Emangnya ada apa mba?"


Tanya Nayla kebingungan. Azizah memang belum sempat menceritakan tentang kedatangan Axel. Karena kebetulan Nayla tidak ke kantin. Kerjaannya menumpuk, katanya.


"Mantan suamiku datang kesini"


"Hahhh???? yang bener mba???"


"Iya makanya, Ayo cepetan"


Azizah memanfaatkan keadaan pabrik yang masih sangat ramai untuk menyelinap dibalik kerumunan karyawati lainnya. untungnya, banyak yang berjalan kaki seperti mereka.


Setelah merasa aman, Azizah pun sedikit lega. Beberapa meter lagi Ia akan sampai di gang tersembunyi sama seperti saat ia berangkat kerja tadi pagi.


"Azizah, Tunggu..."


Deg... Suara itu.... Axel??


Azizah dan Nayla menegang, Namun belum sempat Nayla menoleh, Azizah buru-buru menarik tangan Nayla dan mempercepat langkahnya, hampir setengah berlari.


"Zizah!!! tunggu, jangan lari, Aku mohon"


Mau tak mau Axel pun ikut berlari.


"Astaghfirullah, Nay, gimana ini...."


"Aduh mba, Aku juga nggak tahu..."


Greb!!


"Azizah, please. Dengarkan Aku dulu"


"Enggak, Urusan Kita sudah selesai. Saya mohon pergilah Tuan!! jangan ganggu Saya lagi"


"Nggak bisa, Kamu lagi hamil anak Aku, Tolong Zizah, Kasih Aku kesempatan. Aku janji akan menebus semua dosa Aku di masa lalu"


"Semua sudah terlambat Tuan, Saya sudah tidak ingin lagi kembali, tolonglah, lepaskan Saya, Saya mohon.."


Pinta Azizah dengan mata mengembun sementara Nayla sendiri bingung harus berbuat apa.


"No, Please... Zizah..."


"Hei bung, Lepaskan Azizah!"


Seru seseorang seraya mencekal pergelangan tangan Axel. Membuat Axel, Azizah dan Nayla kemudian menoleh ke arah orang tersebut.


"Abimana?"


Ucap Axel dengan tatapan tajam, Abimana hanya tersenyum miring, sorot matanya juga mengibarkan bendera permusuhan.


Apakah akan terjadi baku hantam???


Bersambung


Maaf telat update! Aku sibuk sekali hari iniii


Terima kasih atas kunjungannya teman-teman semoga terhibur dan cerita gaje ini dapat dipahami

__ADS_1


kalau ada typo, harap maklum yaa.. nanti aku revisi kalo ada waktu....


luv 💞💞💞


__ADS_2