
Tamara dan Azizah yang tengah bersitegang itu seketika menoleh ke arah Karina dan juga Sheila.
Belum sampai tepat di hadapan Tamara, Karina kembali berteriak.
"Hei Tamara! Apa yang sedang Kamu lakukan!!"
Tamara tentu saja mengernyit bingung, Karina? Kenapa wanita itu ada disini? Dan kenapa Ia harus begitu marah??
"Harusnya saya yang bertanya, Nyonya Atmaja, sedang apa Anda disini?"
"Bukan urusanmu, yang jelas Aku tidak akan membiarkanmu mengganggu Azizah!"
"Apa maksudmu? Jangan ikut campur. Kau tidak tahu apapun tentang masalah kami!"
"Oh ya? Sayangnya Aku tahu semuanya. Dan Aku disini untuk melindungi Azizah dari penjahat sepertimu!"
"Penjahat Katamu?? Jangan kurang ajar Karina, pergilah!! jangan ikut campur urusan orang! Apa Kau tidak punya kerjaan?"
"Haha, jangan harap Aku akan pergi jika Kau masih disini Tamara. Kau lah yang seharusnya pergi dari sini. Azizah sudah bukan lagi menantumu. Kau dan Putramu sendiri yang membuatnya pergi, sekarang untuk apa kalian bertingkah seolah merasa sangat kehilangan??? Memalukan!"
"Kau!"
"Kenapa? Apa yang Aku katakan benar kan?"
"Apapun itu, yang jelas tidak hubungannya denganmu!"
"Ada... Ada hubungannya dengan keluargaku!"
Karina menyahuti dengan penuh emosi.
Tamara dan juga Azizah yang mendengar ucapan Karina pun dibuat tidak mengerti.
"Apa maksudmu?" Tanya Tamara dengan tatapan tajam.
Karina hendak meladeninya namun Sheila bergerak cepat menyela perdebatan dua wanita itu, takut Karina kelepasan bicara dan menggagalkan rencana yang sudah mereka rancang.
"Rin...!"
Seru Sheila sembari melemparkan kode agar Karina menahan amarahnya.
Karina menoleh, Ia mengangguk paham kemudian berkata pada Azizah...
"Zizah, sebaiknya Kamu masuk kedalam nak, biar Tante bicara dulu dengan mantan mertuamu yang tidak tahu malu ini. Jangan mendengar keributan, tidak baik untuk kesehatanmu yang baru pulih"
Azizah ingin membantah, bagaimanapun seharusnya ini adalah antara dirinya dan Tamara. Azizah tidak ingin melibatkan orang lain , apalagi itu adalah Karina yang jelas tidak ada hubungannya dengan masa lalunya bersama keluarga Djaja.
"Shel... Tolong bawa Azizah masuk"
"Oke!"
"Tunggu dulu, Kalian ini mau apa sebenarnya? Seenaknya saja mencampuri urusan orang lain! Aku masih harus berbicara dengan Azizah!"
__ADS_1
"Protes ditolak. Azizah masuklah, Tante Sheila akan menemani kamu dan Bibi Ani"
Ucap Karina tanpa memedulikan wajah Tamara yang kian menggelap karena marah. Sementara Sheila secepat kilat membawa Azizah masuk ke dalam rumah bersama dengannya dan Bibi Ani.
"Kau ini benar-benar!"
Tamara sudah mengangkat tangannya tinggi-tinggi ingin menampar Karina yang sudah berani mengacaukan acara permintaan maafnya pada Azizah.
Tapi bukan Karina namanya jika gentar hanya dengan ancaman sebuah tamparan. Saat kuliah dulu bahkan Ia pernah menghajar teman kelasnya yang suka membully dirinya hingga patah tulang dan harus memakai kursi roda selama berbulan-bulan. Hanya sebuah tamparan?? Hmn! Kecil!
Karina tersenyum remeh sembari menantang tatapan Tamara.
Saat Tamara sudah hampir mendaratkan ke-lima jemarinya di wajah Karina, tiba-tiba...
"Mom!!!"
Suara laki-laki yang sangat di kenal oleh Tamara seketika membuatnya terhenti. Tamara menoleh dan terkejut melihat Axel ada di sana.
"Axel?"
Karina menatap pemuda tampan yang kini tengah berjalan menghampirinya bersama dengan pemuda lainnya yang sepertinya Ia juga mengenalnya.
'Jadi ini mantan suami Azizah? Tampan.. sayang sekali Dia tidak bermoral sama seperti Ibunya
Karina membatin,
'Kasihan sekali putrinya, memiliki suami dan mertua yang arogan seperti mereka berdua' lanjutnya dalam hati.
"Mommy... Kenapa Mommy tiba-tiba datang kesini tanpa ngasih tau Axel dulu?"
"Mom... nggak perlu... Biarin Axel berusaha sendiri"
Ucap Axel yang sebenarnya sedang sangat marah. Terutama pada Radit yang kini berdiri dengan gelisah di belakangnya. Axel marah besar setelah tahu bahwa Radit menghubungi Mommy-nya nya untuk datang ke Surabaya.
"See? Anakmu sendiri tidak butuh bantuanmu, jadi pergilah. Dan Kamu juga, Azizah sudah menolak Kamu, untuk apa Kamu masih mengganggunya"
Ucap Karina yang kini menatap Axel. Mereka memang hanya beberapa kali bertemu, itu pun meninggalkan kesan yang tidak cukup baik di hati Karina. Karena Axel sejak dulu memang terkenal dengan arogansi dan sikap dinginnya. Jadi, bisa di katakan Karina tidak begitu 'sreg' dengan Axel sejak dulu, meskipun dulu Pemuda itu bersahabat baik dengan putranya, Darren.
Sementara, Axel yang mendengar cemoohan Karina kini mengalihkan pandangannya pada Ibunda dari Darren itu. Ia sebenarnya tak terlalu perduli alasan kenapa Karina bisa dekat dengan Azizah. Tapi kali ini ucapan Karina sangat profokatif dan menurut Axel, Karina sudah masuk terlalu dalam pada permasalahannya dengan Azizah. Karina bukan siapa-siapa Azizah, jadi, Ia sama sekali tidak berhak ikut campur.
"Maaf Tante Karin, tapi... Saya rasa Tante tidak berhak ikut campur, karena ini tidak ada urusannya dengan Tante. Jadi, yang lebih pantas pergi adalah Tante"
Tandas Axel dingin, Karina tersenyum sinis. Anak ini! Benar-benar tidak sopan!
"Sayang sekali tapi ini adalah urusanku, Karena Kau sudah menggangu ketenangan hidup putriku"
"Putrimu??"
"Azizah... adalah putriku"
Axel terkekeh mendengar pengakuan Karina. 'Lelucon apa yang sedang wanita ini katakan'? Batinnya.
__ADS_1
"Tidak percaya? Baca!"
Karina melemparkan hasil test DNA miliknya dan Azizah ke wajah Axel.Tidak apalah sekali-kali Ia bertindak kurang ajar pada orang lain. Habisnya, Karina benar-benar muak melihat tawa Axel yang sangat mengejek.
Axel meraih kertas yang sedikit kusut itu dan membacanya.
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
Bola mata Axel hampir melompat keluar dari sarangnya setelah membaca 98,9% hasil test DNA itu menyatakan bahwa Azizah memiliki kecocokan DNA dengan Karina, dengan kata lain Azizah adalah...
"Nggak mungkin..."
Gumam Axel, Radit dan Tamara yang berada di sampingnya seketika ikut meraih kertas itu dan membacanya bersama-sama.
"Apanya yang tidak mungkin??"
Axel mendongakkan kepalanya. Menatap Karina dengan sorot tak percaya, Karina terkikik kemudian berkata dengan percaya diri,
"Sudah lihat? Kenapa?? kaget?? Wanita yang selama ini kalian anggap rendahan ternyata adalah putri seorang Atmaja?? Sayang sekali kalian terlambat mengetahuinya yah... Aku ikut prihatin...
Tapi.. Sayangnya peringatanku tetap berlaku. Jauhi Putriku!!! Atau Kau akan menyesalinya. Kau tentu tahu tabiat Suamiku bukan nak? Jadi...Menjauhlah dari Azizah. Atau.... "
Karina tidak menyelesaikan kalimatnya. Ia hanya menatap Axel denga tatapan membunuh, kemudian berlalu meninggalkan ketiga manusia yang masih mematung di hadapannya itu.
'Bagaimana mungkin??'
Axel masih terperangah menatap lembaran hasil test DNA itu. Kenapa bisa sangat kebetulan Azizah bertemu dengan Karina yang ternyata adalah Ibu kandungnya?
Lalu selama ini Pak Fauzi dan istrinya bukan orang tua kandung Azizah???
Sebenarnya apa yang sedang terjadi???
Axel membatin dengan frustasi.
"Dit, cari tahu bagaimana bisa Tante Karina tiba-tiba adalah ibu kandungnya Azizah??"
"Oke Xel, Gue akan cari tahu secepatnya. Gue sendiri juga penasaran. Azizah anaknya Tante Karin dan Om Rheimon, dan berarti juga Adiknya Darren.. Waduh.. makin berat nih perjuangan Loe Xel... Kayaknya...."
Radit segera menutup mulutnya rapat-rapat saat menangkap tatapan Axel yang seolah ingin mengulitinya hidup-hidup.
Glek. Pemuda itu menelan ludah dengan kasar. Sementara Axel hanya menarik nafas panjang, berusaha meredam amarahnya meskipun benar-benar ingin rasanya mencekik Radit sekarang juga.
Bersambung
Terima kasih atas kunjungannya teman-teman semoga terhibur dan cerita gaje ini dapat dipahami ya ☺️❤️
Terima kasih masih setia membaca Karyaku ini hehe
__ADS_1
Salam sayang.
Jangan lupa akan ada Give away di akhir Episode nanti sebesar 500 ribu untuk 2 orang pemenang 🌹❤️❤️❤️