Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
AZIZAH HILANG (LAST PART)


__ADS_3

"Pak Tolong, cek CCTV di depan ruang toilet lantai 4"


Ucap Rheimon tergesa-gesa hingga membuat penjaga keamanan disana kebingungan.


"Ada apa pak? Ada masalah?"


Tanya Pria parubaya berpakaian batik khas mall itu karena tidak berani menuruti permintaan Rheimon begitu saja, Ada SOP perusahaan yang harus ditaati.


"Anak Saya diculik Pak!! Tolong cepat cek CCTV nya sebelum mereka pergi jauh!!!"


Kalau bukan karena ada banyak orang, Rheimon pasti sudah mengeluarkan pistolnya ke arah Security yang menurutnya lamban ini.


"Baik pak baik!"


Jawab sang security begitu mendengar ucapan Rheimon.


Pria itu kemudian mengutak-atik komputer untuk melakukan pengecekan terhadap kamera pengintai itu.


"Maaf pak, kira-kira kejadiannya jam berapa?"


"Kurang lebih 15 menit yang lalu"


"Baik" Jawab security itu kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Dan benar saja. Dari kamera pengintai, seorang wanita yang tak lain adalah Karissa dan dua orang bodyguardnya tengah memapah Azizah keluar dari toilet dan menuju pintu darurat.


"Astaga!! Karissa???"


Karina berang bukan main, ternyata saudara kembarnya itu yang menculik Azizah.


"Cepat kita susul Sayang"


Sergah Karina cepat dan diangguki oleh Rheimon.


"Bisa kita bantu untuk memblok semua akses keluar agar pelaku tidak bisa kabur Bu, Saya rasa pelaku masih di area parkir"


"Oh baik Pak baik, terima kasih banyak"


Security itu mengangguk kemudian dengan cepat menghubungi jaringan petugas keamanan mall tersebut agar menutup semua pintu keluar dari seluruh area parkir yang ada di mall ini.


"Kalau begitu, bisa sekalian cek CCTV semua area parkir pak?"


"Tentu pak, tunggu sebentar"


Tak memakan waktu lama, Petugas keamanan itu segera menginformasikan keberadaan Karissa.


"Area parkir baseman Pak, Plat mobil B2242XX"


Tanpa pikir panjang, Rheimon dan Darren diikuti oleh Abimana dan Vano segera berlari menuju area itu. Sementara Karina dan Nayla yang meski ikut berlari namun tetap ketinggalan jauh.


"Telepon polisi Tante"


Usul Nayla tiba-tiba.


"Kamu betul Nay, Tante harus telepon polisi sekarang"


Karina pun bergegas mencari Call Center Polsek setempat dan segera menghubunginya.


Sementara diarea parkir.


"Cepat Bodoh! Kita harus segera pergi dari tempat ini"


Karissa dan Uda bodyguardnya cukup kesulitan membawa Azizah yang kini tak sadarkan diri karena mereka memarkirkan kendaraan mereka bersamaan dengan mobil Darren di baseman. Sementara restauran ada di lantai 4.

__ADS_1


Jadi, mereka harus bersusah payah menuruni tangga dari lantai 4 sampai baseman.


"Kalau bukan karena tujuanku, Aku tidak sudi melakukan kesulitan seperti ini!"


Sungut Karissa kesal. Kakinya serasa hampir patah karena Ia menuruni tangga sementara Ia memakai sepatu hak tinggi.


Setelah menemukan mobil mereka, Karissa dan kedua bodyguardnya itu segera memasukkan Azizah ke dalam mobil. Dengan cepat mereka menyalakan mesin mobil dan melaju meninggalkan tempat parkir itu.


Hanya berselang beberapa menit, Rheimon dan Darren tiba di baseman. Dan sekilas melihat mobil yang mereka duga sebagai mobil Karissa sudah melaju kencang.


"Siall!!! Cepat, cepat kejar mereka"


Darren dengan cepat menyambar kunci mobil disakunya dan segera menyusul mereka. Darren hanya bersama dengan Abimana. Sementara Rheimon dengan Vano masih menuju mobil mereka.


Darren melajukan mobilnya terlebih dahulu tanpa menunggu Daddy-nya.


"Brengsek!!! Bego banget Gue!!"


"Udah Ren, nyeselnya nanti aja. Yang penting kita kejar mereka dulu"


Ujar Abimana yang sudah senam jantung sejak tadi. Pikirannya kemana-mana sampai tidak bisa berkata-kata. Di otaknya hanya nama Azizah yang terus bermunculan. Sungguh, Ia tak pernah merasa setakut ini dalam hidupnya.


'Ya Allah, lindungi Azizah, jangan biarkan orang jahat itu menyakitinya dan bayinya' Batin Abimana tak putus merapalkan do'a untuk wanita yang sangat disayanginya itu.


"Itu Dia!"


Darren akhirnya melihat penampakan mobil Karina tepat di depannya,


Sementara itu...


"Madam, sepertinya Mereka mengejar Kita"


Ucap Sopir dengan suara tenang dan wajahnya yang datar. Ya namanya juga penjahat, tentu saja tidak memiliki rasa takut.


Saat Sopir itu sudah mendekati pintu keluar, Ia menyadari sesuatu.


"Pintu Keluar sepertinya sudah di blok Madam"


Karina menatap ke depan, kemudian terkekeh ringan,


"Terobos saja, apa susahnya"


Dan benar saja, tanpa berpikir lagi, Sopir itu menerjang palang pintu keluar hingga hancur dan beberapa penjaga terpental.


"Sial!!!"


Darren yang melihat ulah Karissa didepan matanya itu menjadi semakin kesal.


"Abi, tolong ambil hape Gue nih di saku jas. Share current location ke WhatsApp bokap Gue sekarang"


"Oke.. Oke"


Abimana segera merogoh saku jas Darren dan mraih Handphone milik Darren dari sana.


"Passwordnya tanggal lahir Nayla"


"Anda sinting? Saya mana tahu tanggal lahir Nayla"


Abimana geram sekali dengan Pria disampingnya ini. Dasar bodoh. Disaat genting seperti ini masih sempat membucin.


"140298"


"Oke"

__ADS_1


Setelah memasukkan Password itu, Abimana segera membuka aplikasi hijau milik Darren dan membuka riwayat Chat.Untungnya, Chat dengan Om Rheimon dan Tante Karina di sematkan oleh Pria yang tengah mengemudi dengan kecepatan tinggi itu, Jadi Abimana bisa langsung membagikan Current location pada kedua orangtua Darren itu.


"Udah"


Lapor Abimana singkat.


"Good. Sekarang Gue kudu banget nambah kecepatan, pokoknya apapun yang terjadi kita Nggak boleh kehilangan jejak mereka"


Mobil Karissa terus melaju meninggalkan jalan utama menuju tol.


Tanpa Abimana dan Darren sadari, Axel dan Radit sudah mengikuti mereka dari belakang. Sebenarnya bagus, Jika berdua saja maka keselamatan Abimana dan Darren jelas dalam bahaya. Jika ada Axel dan Vano setidaknya ada yang akan mem-backup mereka berdua.


Aksi kejar-kejaran itu terus berlanjut. Sampai akhirnya mobil Darren berhasil memepet mobil Karissa.


Kedua mobil itu nyaris bergesekkan, suara gerungan mesin serta suara gesekan ban dengan aspal yang nyaring membuat suasana jalan yang lengang itu menjadi sangat mengerikan.


Darren tidak bisa egois dengan membenturkan mobilnya dengan mobil Karissa, karena adiknya ada didalam mobil itu juga...


Tiba-tiba....


Dorrrr!!!


Seseorang melongok dari dalam mobil Karissa dan menembak ke arah mobil Darren.


Darren dan Abimana terkesiap dan cukup terkejut. Tapi bukan Darren Hayes Atmaja namanya jika tidak siap siaga dimanapun berada.


"Abi, didalem box itu ada Senjata, ambil... Loe bisa nembak kan?"


."Hah, jangan meremehkanku Bung. Aku bahkan bisa mengeluarkan isi kepala orang dengan sekali bidikan"


Ucap Abimana dan dihadiahi senyuman lebar oleh Darren.


Abimana dengan segera membuka box yang ada tepat di bawah kakinya. Benar saja, ada beberapa senjata api yang sangat ia hafal jenisnya disana.


"Habis Kau botak!"


Situasi berbalik dan Abimana dengan jitu menembak salah satu bodyguard Karissa.


Sniiiip!!! Duarrr!!!


"Aaaarrgh"


Laki-laki seram itu langsung tumbang dengan wajah berlumuran darah.


"Yasssh!!"


Seru Abimana puas.


"Hati-hati Bro, Disana ada Azizah"


Darren memperingatkan.


Abimana mengangguk paham, saat hendak melakukan serangan selanjutnya, tiba-tiba mobil Karissa itu berbelok dan mengambil jalur kiri mendadak!


"Aaargh Sial!!!"


Darren segera menginjak pedal rem. Dan memundurkan mobilnya yang sudah terlanjur melaju jauh dari arah Karissa barusan. Namun Ia dan Abimana terkejut saat mobil Axel melewati mereka dan kini mengejar mobil Karissa.


Radit muncul dari dalam Kaca mobil dan mengacung Handphonenya.


Darrenpun paham kemudian dengan segera menyusul meskipun mereka tertinggal cukup jauh karena kecepatannya barusan sudah diluar prediksi BMKG.


Kira-kira bisakah kedua orang yang kini tengah bermusuhan bisa bekerja sama kali ini untuk menyelamatkan Azizah dari Karissa???

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2