Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
Senjata Makan Tuan (Episode 74)


__ADS_3

Azizah dan Nayla sampai di sebuah Cafe kecil yang tepat berada di tengah foodcourt lantai 3 Mall Keong Racun itu..


Dari kejauhan Azizahnya sudah melihat Axel duduk di meja paling sudut. Pria itu seketika tersenyum saat melihat Azizah datang bersama dengan Nayla.


Axel mengerti, Dia sudah menduga bahwa mantan istrinya pasti tidak datang sendiri, untunglah bukan Darren atau Abimana yang menemani Azizah.


"Hai..."


Sapa Axel tepat saat Azizah sampai di hadapannya. Azizah hanya mengangguk, Axel tahu Ia tak boleh ber ekspektasi terlalu tinggi, tapi bagaimanapun hatinya masih berharap bahwa Azizah mengajaknya bertemu untuk memberinya sebuah kesempatan.


Azizah duduk tepat berhadap-hadapan dengan Axel, Sementara Nayla memilih untuk duduk di meja yang sedikit jauh dari mereka berdua. Karena Nayla sadar ini adalah masalah pribadi, jadi ia tak ingin mengganggu pembicaraan keduanya.


"Langsung aja mas, Aku fikir Aku nggak perlu banyak basa-basi"


Ucap Azizah datar, Ia sungguh ingin menyelesaikan pembicaraan ini dengan cepat. Ucapan Azizah yang to the point membuat Axel semakin gugup. Pria itu menatap mantan istrinya tanpa berkedip. Betapa Ia telah sangat bodoh menyia-nyiakan wanita sebaik dan se... cantik Azizah.



"Mas, Aku mohon, lepaskan hubungan masa lalu Kita. Kita sudah resmi bercerai"


"Zizah... Aku tahu kesalahanku sangat besar. Tapi, tidak bisakah Aku mendapatkan kesempatan? sekali saja.... Aku sudah berubah Zizah, sungguh... Aku mohon, demi anak-anak Kita..."


Axel kembali memohon, Ia meraih jemari Azizah dan menggenggamnya erat. Namun secepat kilat pula Azizah melepaskan tangannya.


"Sudah terlambat mas, Aku... Aku sudah tidak memiliki perasaan apapun padamu. Aku tidak ingin kembali dan tidak akan pernah. Semua yang terjadi padaku selama pernikahan kita terlalu pahit untuk di ulang. Kita tidak akan bahagia kalaupun Kita kembali bersama. Karena bayang-bayang masa lalu akan selalu menghantuiku. Semua yang Kamu lakukan terlalu membekas dan sulit untuk Aku lupakan Mas"


"Aku tahu.... Aku..."


"Mas, Kamu berhak bahagia, Akupun sama. Aku sudah memaafkan mu, Aku anggap semua yang terjadi diantara kita adalah bagian dari perjalanan hidup Aku. Mari lupakan semuanya. Kita jalani hidup kita masing-masing dengan damai. percayalah, Kamu akan menemukan pasangan sejatimu suatu saat nanti, Begitu juga... denganku"


Axel menatap sendu manik Azizah yang terlihat bersungguh-sungguh. Ia tahu akhirnya akan begini. Tapi, hatinya tetap saja sakit. Ternyata begini rasanya tidak diinginkan, sesakit ini rasanya tidak lagi dibutuhkan.



Tanpa sadar, air mata menetes dari pelupuk matanya. Axel mengingat anak-anaknya... Ia tahu, bahkan mungkin Ia tak pantas di sebut ayah dari si kembar yang kini tengah berkembang di rahim Azizah, tapi...


"Apa... Aku juga tidak berhak menjadi Ayah mereka?"


Tiba-tiba pertanyaan itu muncul dari bibir Axel, pria itu menatap perut Azizah yang sudah terlihat besar itu dengan emosional. Kesedihan mendalam tampak nyata dari sorot mata pria itu.


"Kamu masih bisa punya anak lagi mas...."

__ADS_1


"Maksud Kamu?"


Axel menatap tajam Azizah, apa maksud dari ucapannya??


"Kamu tampan, punya jabatan sekaligus sukses, akan ada banyak wanita baik yang pasti bersedia menikah denganmu, Dan... Kamu bisa punya anak yang banyak dengan istrimu nanti mas"


Wajah Axel mengeras mendengar jawaban Azizah, apakah hubungan bisa di putuskan semudah itu? istri baru katanya??


"Apa menurutmu hubungan darah seperti tali pita? bisa diputuskan begitu saja?"


Axel berucap dengan suara bergetar.


"Hubungan darah? Kamu lupa dengan apa yang Kamu lakukan pada darag daging Kamu sendiri? Kenapa sekarang Kamu mengungkit tentang hubungan darah?"


"Aku tahu Aku salah, Aku menyesalinya Zizah, sungguh! itu sebabnya Aku ingin memperbaikinya. Memperbaiki kesalahanku padamu, pada anak Kita"


"Tapi sayangnya,itu tidak akan membuat anak pertama kita hidup lagi mas. Sakitnya bahkan masih terasa sampai sekarang"


"Zizah..."


"Aku sudah katakan, Kita sudah tidak mungkin lagi kembali. Karena setiap melihat Kamu, Aku selalu mengingat semua perbuatan Kamu padaku, terutama pada bayiku dulu. Aku mungkin bisa memaafkan semuanya, tapi Aku tidak akan pernah lupa mas"


"Jadi, Aku mohon. Lepaskan Aku dan Kita jalani hidup masing-masing. Masalah ini menjadi sangat rumit, dan Aku tidak ingin merepotkan banyak orang mas. Maka dari itu, Aku mohon pergilah dari hidupku. Jalani hidupmu yang baru dan biarkan Aku meraih kebahagiaanku sendiri dan masa depanku bersama anak-anakku"


Pungkas Azizah yang kemudian segera bangkit dan hendak pergi dari sana. Tanpa Axel dan Azizah sadari, ada seseorang yang tengah menyeringai lebar sembari memperhatikan keduanya, Dialah Alexa.


"Nay, Ayo Kita pulang"


"Oh Oke mba..."


Nayla ikut bangkit dan kemudian melangkahkan kakinya mengekori Azizah disusul dengan Axel yang masih berusaha untuk mengejar mantan istrinya itu.


"Zizah, Please. Jangan lakukan ini.. Mas mohon!!"


Azizah tetap berjalan tanpa memedulikan Axel. setidaknya Ia sudah berusaha, Jika setelah ini Axel masih mengganggunya, maka Ia sudah memutuskan akan meminta bantuan Karina untuk meninggalkan negara ini.


Dintengah suasana tegang itu, tiba-tiba seseorang berseru....


"Mba Zizah, Awas?!!"


Prakkk... Suara botol pecah di sertai raungan seseorang nyaring memenuhi lantai 3 Mall itu...

__ADS_1


"Aaakhhhhh!!!!"


Dua wanota berguling di lantai, membuat semua orang yang ada disana terkejut bukan main. Semua mata menatap ke arah sumber keributan itu.


"Maya!!!!"


Abimana berlari kencang saat melihat adiknya terbungkuk dilantai. Diikuti oleh Darren yang menyusul di belakangnya.


"Astaghfirullah, mba Maya!"


Azizah segera menghampiri Maya yang memegangi tangannya.


"Auuuh panas!" Maya meringis kesakitan merasakan sensasi terbakar yang perih luar biasa di tangannya.


Sementara seseorang yang lain masih terguling dengan raungan yang lebih keras dari Maya. rupanya Air keras itu tumpah ke wajah Alexa 100 persen sebelum botol itu terlempar ke lantai. Benar-benar senjata makan tuan. Sayangnya, tangan Maya yang berusaha menampik botol itu malah terkena cipratan air yang terkenal dengan sifat mampu merusak jaringan kulit secara permanen itu.


Semua orang dengan cepat menghampiri Maya, sementara tak ada satupun yang memedulikan Alexa.


"Maya!"


Abimana meraih tubuh adiknya kedalam pelukannya. Ia menatap nanar tangan Maya yang memerah.


"Tanganku panas bange kak! huhu"


Maya menangis di pelukan Abimana. Tangannya melepuh dengan cepat.


"Kita ke rumah sakit"


Sahut Axel dan Darren bersamaan. Yang kemudian diangguki oleh Azizah, Nayla dan yang lainnya.


Abimana dengan sigap menggendong Maya dan berlari menuju eskalator. Sementara itu, Azizah menengok ke arah Alexa begitu juga dengan Nayla. Azizah baru saja ingin mengatakan pada Darren untuk menolong Alexa juga. Namun Darren dengan cepat membaca pikiran Azizah.


"Jangan menolong cobra kalau Loe nggak pengen kena bisa nya, Nggak usah peduliin Dia, bentar lagi juga anak buahnya dateng"


Kakak kandung Azizah itu segera menarik tangan adiknya sekaligus Nayla secepat kilat dan meninggalkan Alexa yang masih berguling-guling seperti ulat bulu.


Dan benar kata Darren tak berselang lama, Preman pasar sahabat sejati Alexa muncul dan tergopoh-gopoh menghampiri majikannya yang sudah tak sadarkan diri. Wajahnya gosong dan rusak. Preman itu kemudian dengan segera mengangkat tubuh Alexa dan berlari kencang keluar dari tempat itu untuk menyelamatkan majikannya.


Bersambung


Ini kenapa episodenya jadi kebalik dah harusnya ini episode 74 kenapa jadi episode 73 🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2