
Setelah Kejadian hari itu, Darren memberitahu Azizah agar jangan pulang sendiri atau berjalan kaki. Darren menawarkan mobil dan supir untuk mengantar dan menjemput Azizah, namun seperti biasa wanita itu menolak dan pada akhirnya setiap hari Azizah akan menggunakan bis jemputan yang di sediakan oleh pabrik.
"Makasih ya mas, udah bantu Aku"
"Nggak masalah, Loe baik banget. Gue nggak tega kalo Loe balik lagi sama Axel walaupun Dia..."
"Sahabat Kamu?"
"Mantan!"
"Hehe, Aku tahu Kamu masih sayang sama mas Axel"
"Eh Sorry, Gue normal kali"
"Maksud Aku sayang sebagai saudara, Kaya Aku sama Nayla"
Darren terdiam. Sejujurnya Ia memang tak begitu saja melupakan persahabatannya dengan Axel.
Ayolah, Mereka bersahabat sejak masih duduk di bangku SMP, melewati masa suka dan duka selama puluhan tahun bersama. Tapi kekecewaan Darren pada Axel sangat besar. Bukan tentang Azizah, tapi tentang pemikiran Axel yang sangat picik terhadapnya.
"Gue Sama Axel berteman sejak SMP, Kami sangat mengenal satu sama lain, tapi semenjak kenal sama Alexa, Axel berubah. Dia jadi jauh sama Gue, Radit dan Vano. Semua waktunya Dia kasih buat perempuan itu. Gue nggak masalah selama masih bisa nongkrong sesekali dan masih berkomunikasi dengan baik. Yang bikin Gue kecewa banget sama Axel. Bisa-bisanya Dia mikir Gue pengen ngrebut Alexa dari Dia. Gue bermaksud baik, karena Gue tahu Alexa itu punya niat jahat sama keluarga Djaja"
Ucap Darren dengan raut kesal. Azizah hanya tersenyum, mungkin Darren tidak sadar jika ceritanya mengorek luka yang sudah terkubur di hati wanita itu.
"Namanya juga cinta mas hehe"
Mendengar jawaban Azizah, Darren seketika menoleh.
Bodoh! Azizah kan mantan istrinya Axel. Dodol banget Gue! Batin Darren memaki dirinya sendiri.
"So-Sorry Zizah, Gue nggak bermaksud..."
"Nggak apa-apa... Aku udah move on kok... hehe..."
"Walaupun Loe udah move on tetep nggak etis dong, harusnya Gue nggak bahas masalah mantan Loe di depan Loe kan"
"Udah nggak apa-apa... Santai aja mas... Emmm ngomong-ngomong Mas Darren ini beneran suka sama Nayla? atau cuma sekedar naksir?"
Ucap Azizah kemudian, mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Hehe nggak tahu Gue, cuma Gue seneng aja gitu kalo lagi sama Nayla. Vibes nya beda kalo Gue lagi sama cewek-cewek yang lain sebelum kenal Nayla"
"Oh gitu... Yang penting mas nggak punya niat jelek kan sama Nayla? jangan ya... Mas tahu sendiri Dia itu tulang punggung keluarga, Semangat banget kan Dia kalo cari uang... padahal masih muda banget"
__ADS_1
"Itu dia yang bikin Gue kagum. Loe sama Nayla satu spesies kayaknya. Makanya kalian cocok banget berteman"
"Iya kayaknya. Aku nyambung banget sama Dia..."
Darren mengangguk paham, Ia kemudian kembali bertanya, namun kali ini bukan soal Nayla, melainkan Abimana.
"Terus Loe sendiri gimana sama si Brewok Abimana? maksud Gue perasaan Loe sama Dia gimana gitu?"
"Aku nggak tahu mas, Aku cuma merasa Mas Abi tulus baik sama Aku, sama Baby ku juga. Tapi untuk perasaan jujur aja Aku masih belum bisa membuka hati. Pengalaman masa laluku bikin Aku takut buat memulai hubungan baru secepat itu"
"Gue ngerti. Dan sebagai Abang kilat Loe, Gue akan mendukung apapun keputusan Loe. Karena Gue liat si brewok bener-bener tulus sama Loe. Tapi... Kalau Dia macem-macem sama Loe, Gue bakalan cincang-cincang terus Gue buang ke pantai selatan, biar dimakan hiu disana"
"Hehehe, ada-ada aja. Tapi makasih lho mas udah baik sama Aku. Ternyata kamu beda sama mas Axel"
"Karena Loe perempuan yang baik. Loe pantes diperlakukan dengan baik. Dan jujur, Gue merasa sayang sama Loe, sebagai saudara tentunya. Ternyata benar kata Kakek Adhitama, Loe perempuan yang luar biasa. Gue merasa beruntung ditugasi beliau buat jagain Loe. Banyak hal yang Gue pelajari dari Loe dan tentunya berkat tugas itu Gue ketemu Nayla hahaha "
Dasar Darren ujung-ujungnya Nayla juga kan. Mereka pun melanjutkan obrolan mereka di sore itu, di selingi dengan canda tawa.
Sudah beberapa hari ini Darren sering mengunjungi Azizah. Selain merasa punya sesuatu yang menarik hati pria itu untuk terus menjaga dan memperhatikan Azizah.
Darren merasa ada sesuatu yang membuatnya seolah ingin menyayangi wanita hamil itu. Bahkan Ia sangat bahagia saat tahu Azizah hamil anak kembar. sama seperti saat mengetahui kakak sepupunya hamil. Darren sangat bahagia saat itu.
Entah kenapa.. Ia sendiri tidak tahu. Yang jelas perasaan itu bukan seperti perasaan antara laki-laki dan perempuan, namun seperti Ia menyayangi anggota keluarganya.
"Selamat Siang, Bisa saya bertemu dengan Tuan Axel William?"
Ucap seorang wanita Sexy dengan gaun selebar 10 gelombang kiri 10 gelombang kanan yang terbuka berwarna merah menyala. Jangan lupakan bibirnya yang juga merah merona membabi buta, menjadikannya pusat perhatian.
"Nona... Nona Alexa?"
Ucap resepsionis itu terkejut. Alexa kembali muncul setelah berbulan-bulan menghilang. Berita tentang putusnya hubungan Axel dan Alexa memang sudah menyebar luas. Jadi resepsionis itu tentu sudah tahu jika perempuan cantik nan Sexy di hadapannya itu bukan lagi kekasih bos-nya.
"Yes, I am, Kamu sudah lupa denganku? Dimana Axel ku tercinta? Apa Dia di ruangannya?"
"Maaf Nona, Apa.. Nona sudah membuat janji?"
"Janji?"
Alexa menatap tajam resepsionis itu, namun senyumnya masih setia bertengger. Nampak anggun dan menakutkan secara bersamaan.
"Sejak kapan Aku harus membuat janji untuk bertemu dengan Axel?"
"Tapi... tapi Nona, Anda..."
__ADS_1
"Atau Kau sudah bosan bekerja disini?"
Resepsionis itu memucat. Padahal Ia tahu bahwa Alexa bukan lagi kekasih Axel, namun entah kenapa nyalinya sama sekali tidak berani untuk membantah perempuan itu.
Jadi mau tidak mau, resepsionis muda itu pun mengizinkan Alexa masuk.
"Terima kasih, Semoga harimu menyenangkan".
Alexa berlalu meninggalkan resepsionis yang masih pucat itu, melangkah angkuh ke dalam ruangan yang sudah sangat familiar baginya.
Sebelum Akhirnya Ia bertemu dengan... Linda.
"Loe?? ngapain lagi Loe kesini??"
"Wah wah... seorang berbicara sangat sopan kepada calon istri atasannya, luar biasa sekali"
Ucapan Alexa sontak membuat Linda ingin muntah.
'Calon istri gundulmu' batin Linda memaki.
"Wah setelah di buang Axel, Loe jadi tambah nggak tahu malu ya Lex. Kasihan, masih ngimpi aja Loe jadi bininya Axel. Jangankan jadi bini, Loe daftar jadi pembantunya aja gak bakal di terima sumpah"
Ucapan Linda yang sarkas membuat wajah Alexa mengeras. Tangannya terkepal erat.
"Lihat saja nanti Nona Linda Artamevia, Kamu akan menangis darah kalau Aku benar-benar jadi istri Axel"
Tak ingin meladeni Linda, Alexa dengan percaya diri melangkah memasuki ruangan mantan kekasihnya yang masih Ia anggap sebagai kekasih.
"Eh mau ngapain Loe!"
Tak menggubris teriakan Linda, Alexa masuk begitu saja dan berseru menggoda...
"Hai... Sweetheart, long time no see"
Axel yang tengah sibuk menelepon seakan di pukul palu mendengar suara Alexa, Ia menoleh seketika dan melihat wanita yang kini sangat di bencinya itu muncul dengan sangat percaya diri di depannya.
'Bajingan! Kenapa Dia bisa muncul disini??'
Bersambung....
Terima kasih atas kunjungannya teman-teman semoga terhibur dan cerita gaje ini dapat dipahami ya ☺️❤️❤️
Jangan lupa like ya buat yang suka ceritanya biar Aku semangat up-nya hehehehe ❤️🌷🌹🌹🌹🤩
__ADS_1