Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
Pertemuan


__ADS_3

Seperti halnya kemarin, Axel sudah menunggu di depan pabrik, tapi kali ini Ia datang sendiri.


Pukul 16.00 WIB seperti biasanya terlihat hiruk pikuk karyawan karyawati yang akan pulang kerja ataupun baru memulai shiftnya,


Axel memperhatikan satu persatu para karyawati yang keluar dari pabrik itu. Axel yakin Azizah akan ada diantara mereka.


Hampir 15 menit berlalu namun orang yang Ia tunggu tak juga terlihat. Sampai pabrik itu mulai sepi dan gerbang kembali di tutup, Azizah tidak juga keluar dari pabrik itu.


"Apa jangan-jangan, Zizah lembur? My God, Kerja sampe jam segini aja Aku yakin Dia capek banget apa lagi kalau lembur..."


Gumam Axel dengan raut cemas. Tak berapa lama Pria itu memutuskan untuk pergi, tapi alih-alih pulang, Ia malah membelokkan mobilnya ke arah rumah Bibi Ani.


Axel rasa. Semakin cepat Ia menemui Azizah akan lebih baik.


Disisi lain...


"Ya Allah paaak, Jadi Bapak minta saya sama mba Zizah bolos cuma buat ini??"


Nayla mendelik kesal seraya menunjuk kumpulan permainan yang ada di hadapannya.


Yups, Darren si cowok playboy cap minyak Gandapura baru saja menculik dua karyawatinya, membawa mereka pergi ke.... Timezone.


"Iya, Aku yakin kalian berdua pasti butuh hiburan, terutama dua bayi itu kan...??"


Ucap Darren dengan senyuman lebar seraya menunjuk perut Azizah. Membuat Azizah yang sedari tadi sudah terkikik sendiri menjadi tertawa keras.


Berbeda dengan Nayla yang justru sangat kesal. Ya, jelas saja kesal. Laporannya masih menumpuk tapi bos gemblung nya itu malah membawanya kabur.


Kadang kala Nayla tidak habis fikir, bagaimana bisa orang segesrek Darren di tunjuk sebagai pimpinan sebuah perusahaan besar??


"Monmaap nih Pak ya, Itu bayi masih di perut pak, ya kali Dia bisa ijin keluar sebentar buat main di Timezone. Bapak nih agak lain yah...."


"Kan Mommy nya yang main? Ya nggak Zizah?"


"Hahaha, Aku nggak bisa main begituan mas... bisanya main gundu"


Jawab Azizah jujur.


"Tuh kan, berarti kita sia-sia kesini! aduh mana kerjaan banyak. Kalau saya di pecat gimana pak??"


"Weh Kamu lupa kalau bosnya itu Aku? Kalo ada yang berani mecat kalian, pabrik Aku tutup"


'Dasar sedeng' Batin Nayla. Wajahnya benar-benar di tekuk seperti dompet tanggung bulan.


"Ya udah Nay, Kita nikmatin aja. Kan jarang-jarang juga kita bisa kesini. Mumpung ada yang ngebosin" Ucap Azizah seraya mengerlingkan matanya pada Nayla.


Nayla yang pada dasarnya memiliki ilmu perdagangan tingkat internasional langsung mengerti apa maksud Azizah.


'Mari Kita porotin hahaha' batin Nayla berseru gembira.


Azizah pun mengangguk mantap. Semenjak lepas dari belenggu pernikahan yang seperti neraka itu, Azizah seperti mendapatkan kembali jati dirinya yang dulu sempat hilang.


Ia gadis yang energik, sebenarnya agak jail, dan sangat ceria. Namun semenjak menikah Ia menjadi pemurung dan pendiam.


"Oke kalau begitu. Kita tarohan, Siapa yang menang maka Dia boleh minta apaaa aja, Setuju??"


"Gampaang, elahhh... Bos Darren ada disini! jadi jangan bimbang dan jangan ragu Coy!!!"

__ADS_1


"Oke!!! Deal!!"


"Aku jadi pendukung Nayla aja mas, Kalo Nayla menang berarti Aku sebagai pendukung juga dapat komisi, ya nggak Nay??"


"Betullllll"


"Beresss!!! Let's Go!! jangan buang-buang waktu!!"


"Oke! Come On!! Seru Nayla melompat riang. Ia sudah membayangkan tas dan baju incarannya.


'Jadi kan nggak perlu nyicil sama Bu Yuni hahahaha' Serunya dalam hati.


Dan Akhirnya mereka bertiga pun menghabiskan waktu untuk memainkan hampir seluruh permainan yang ada disana, mulai dari street basketball league, Capitan boneka, Animal kaiser, Dance-dance revolution dan masih banyak lagi.


Hingga Mall itu hampir tutup, Ketiga manusia berbeda usia itu baru keluar dengan banyak tentengan di tangannya.


Bukannya kesal, Darren malah tersenyum sumringah, Ia bahagia sekali bisa menyenangkan kedua wanita itu. Alasannya, Kalau Nayla jelas karena Darren naksir berat dengan gadis yang berusia 10 tahun lebih muda darinya itu. Sementara kalau Azizah ia tidak mengerti kenapa, tapi hatinya seperti terikat rasa sayang pada wanita yang kini tengah memandangi satu persatu barang belanjaannya yang semuanya adalah keperluan bayi.


"Nay, Jangan lupa, foto-foto tadi kirim ke WA Aku ya, mau buat status"


"Iyaa... Ya ampun... Pak Dirut bisa alay juga"


"Ya nggak apa-apa lah, Nggak dosa ini, Ya nggak Zizah?"


"Betull bos... selagi halal, Lanjutkan!!"


Ucap Azizah seraya mengepalkan tangannya keatas.


"Hahahaha" Darren dan Nayla seketika kompak tertawa.


Sementara Disisi lain...


"Assalamualaikum...., Permisi!"


"Waalaikumsalam... Ya sebentar!"


Seru seorang wanita yang tak lain adalah Bibi Ani.


Wanita itu kemudian membuka pintu.


Ceklek.


"Ya...? Cari siapa mas?"


Tanya Bibi Ani saat melihat pria asing yang tak dikenalnya.


"Azizahnya ada?"


"Siapa ya? ada perlu apa mencari keponakan Saya?"


Tanya Bibi Ani seraya memandang lekat-lekat wajah Axel. Ganteng bener. batin Bibi Ani memuji ketampanan Axel.



"Saya.... Emm.. Saya Axel William Djaja Bu, Mantan Suaminya"


"Astaghfirullah... Anda... ??" Bi Ani Seolah merasa jantungnya merosot jatuh saking kagetnya.

__ADS_1


"Iya Bu... Maaf, boleh Saya bertemu dengan Azizah..."


"Anu... emmm... Azizahnya, belum pulang Tuan"


"Panggil Axel saja Bu"


"Ooh Iya, Nak Axel, Azizahnya belum pulang"


"Tapi.. ini udah hampir jam 10 malam"


"Iya.. Tadi diajak pergi sama Nayla dan Bos pabrik"


"Bos pabrik?"


"I-Iya..."


Wajah Axel muram seketika, namun sedikit kemudian Bi Ani bertanya pada Axel...


"Nak Axel mau nungguin?"


"Apa boleh?"


"Boleh... Bibi rasa masalah diantara kalian harus di bicarakan. Biar tidak ada dendam di kemudian hari"


Ucap wanita itu. Setidaknya walaupun mereka berpisah, saling memaafkan itu perlu karena mereka akan menjalani kehidupan selanjutnya, agar tidak dihantui rasa bersalah atau kemarahan dari masa lalu.


"Terima kasih Bi"


Bibi Ani mengangguk kemudian mempersilahkan Axel untuk duduk di ruang tamu.


Belum juga 5 menit Axel menjatuhkan bokongnya di sofa tua yang tidak terlalu empuk itu, suara mobil terdengar dari halaman rumah Bibi Ani. Namun hanya beberapa saat, tak lama setelahnya suara mobil itu mulai menjauh.


"Assalamualaikum...."


Ucap Azizah yang sedikit heran karena malam-malam begini pintu rumah Bibi Ani masih terbuka.


'Mungkin Bibi abis buang sampah, tapi kok nggak di tutup yah pintunya?' batin Azizah bermonolog.


Azizah kembali tersenyum seraya memandangi paperbag di tangannya, Ia banyak membeli pakaian bayi yang lucu-lucu serta beberapa pernak-pernik bayi pilihan Darren dan Nayla.


Saking sibuknya memandangi semua itu, Azizah yang sudah memasuki rumah tidak menyadari ada seseorang yang tengah duduk dan memperhatikannya.


"Bi Ani... Zizah pu..."


Jantung Azizah seolah melompat keluar dari tempatnya melihat pria yang paling di takutinya kini duduk di hadapannya. Hingga tanpa sadar Azizah menjatuhkan paper bag yang ada di tangannya. Wajahnya seketika memucat...


'Tu-Tuan Axel??'


Ucap Azizah dalam hati sementara wajahnya masih kaku, tubuhnya seolah mati rasa, tidak bisa di gerakkan saking kagetnya.


"Azizah..."


Deg.... Kali ini Azizah benar-benar merasa terkena serangan jantung...


'Jadi itu benar-benar Axel? Tuan Axel mantan suaminya??? Ya Allah, bagaimana bisa??' Seru Azizah dalam hati dengan kepanikannya.


Bersambung

__ADS_1


Terima kasih atas kunjungannya teman-teman semoga terhibur yaaa 🌹❤️🌹


Maaf up-nya dikit, sibuk bener aku hari inii sungguh... mesin cuci rusak jadi ada tukang servis datang ke rumah, jadi ya super sibuk sekaliiih pemirsaah hehehe


__ADS_2