
Update Cast dulu biar semangat bacanya hehe
Azizah Nur Aida ( credits π± daren.khan786)
Abimana Aryasatya Dharmawangsa (credits π± Instagram @ekingncturk)
Axel William Djaja (credits π± Instagram @akinakinozu)
Darren Hayes Atmaja (Credits π± Instagram lupa namanya)
Nayla Sabrina (credits π± Instagram syifahadju)
Raditya Rafa Benitez (credits π± google off jumpol)
Vano Bastian Schweinsteiger (credits π± google Mario Maurer)
Semoga cocokkk sama castnya hehehe
******
"Hari ini mungkin kita akan pulang larut Malik...".
Ucap Abimana di tengah kegiatannya memeriksa tumpukan dokumen yang terpampang nyata diatas meja kerjanya.
"Baik Pak, apa perlu saya memesankan makan siang untuk Bapak?"
"Ya, Bawa kemari. Aku tidak ada waktu makan diluar"
"Siap Pak, Kalau begitu Saya kembali ke ruangan Saya"
"Hmn, Terima kasih Malik"
"Sama-sama Pak"
Malik pun berlalu dari hadapan bosnya yang masih bermesraan dengan dokumen-dokumennya. Sementara Abimana sendiri sebenarnya sudah sangat lelah. Semakin hari pekerjaannya bukan berkurang malah bertambah.
Itulah resiko jika suatu perusahaan sedang naik daun. Semakin banyak proyek yang di kerjakan maka semakin sibuk pimpinannya.
Jangan salah, menjadi pemimpin perusahaan tidak semudah itu cintah, darling adek kak Jill...
Harus memiliki dedikasi yang tinggi, disiplin dan aktif. Tidak hanya bermodal cuap-cuap ria atau tunjuk tangan. Banyak waktu dan tenaga yang harus di korbankan.
Tak lama kemudian, Malik kembali ke ruangan Abimana, wajahnya tegang seperti tersengat listrik.
"Maaf Pak...".
Abimana juga sedikit terkejut karena Ia tak merasa memanggil asistennya itu, dengan bingung Abimana bertanya,
"Ada apa Malik? kenapa wajahmu seram begitu?"
"Ada yang ingin bertemu Bapak"
Jawab Malik ragu. Abimana memicingkan matanya dan kembali bertanya,
__ADS_1
"Siapa?"
"Darren Atmaja"
"What???
Abimana sontak berdiri dari duduknya. Ia sungguh tak menyangka ada tamu tak diundang yang sama sekali tak diharapkannya tiba-tiba datang.
"Apa Dia..."
Abimana menggantungkan kalimatnya, Kemudian Malik memberikan saran agar Abimana menemui Darren.
"Sebaiknya Bapak menemuinya, masalah kekhawatiran bapak, bisa diketahui nanti setelah berbicara dengan beliau"
Abimana tiba-tiba merasa pusing. Tapi yang dikatakan Malik benar. Lagipula kebohongan tidak mungkin bisa di tutupi selamanya.
"Baiklah kalau begitu persilahkan Dia masuk, Malik"
"Baik Pak" Malik mengangguk kemudian membungkuk hormat sebelum keluar untuk kembali menemui Darren yang menunggu di lobby tamu.
Tak lama kemudian...
"Silahkan Pak Atmaja"
"Panggil Darren aja. Atmaja itu Bapak Gue"
Ucap Darren tanpa melunturkan ekspresi juteknya.
Malik hanya mengangguk kemudian meralat kalimatnya barusan.
"Silahkan Pak Darren"
Darren pun masuk dengan penuh percaya diri. ekspresi puas sekaligus sinis menghiasi wajah tampannya.
Abimana menatap Malik kemudian memberikan kode agar Malik meninggalkan mereka berdua saja.
Malik yang mengerti langsung keluar dari ruangan itu.
"Ya... Aku rasa sudah tidak ada lagi yang bisa ku tutupi..."
"Tapi tentu ada yang bisa Anda jelaskan bukan?"
Abana terdiam mendengar pertanyaan Darren. Tapi sesaat kemudian Ia tersenyum remeh.
"Kenapa Aku harus menjelaskannya padamu? Saya rasa ini tidak ada hubungannya dengan Anda Tuan Darren Atmaja"
Darren terkekeh kecil.
"Tentu saja ada, Karena Gue ditugaskan untuk menjaga Azizah. Gue bisa jadi pendukung atau penikung untuk Loe"
"Apa maksudmu?"
"Azizah di bawah perlindungan Gue. Jika maksud Loe baik maka Gue akan menjadi pendukung Loe, tapi jika sebaliknya, maka Gue akan menikung Loe dan membawanya pergi jauh dari hidup Loe"
"Brengsek! Kau bilang Kau tertarik pada Nayla, ternyata itu hanya modus!!"
"Hahaha, jangan salah paham Tuan pencemburu, Gue melindunginya bukan berarti mencintainya. Gue hanya menjalankan kepercayaan dari Kakeknya"
Ucap Darren seraya melayangkan tatapan menantang kepada Abimana. Abimana menghela nafas pelan kemudian menjawab.
"Aku tidak perduli apa tujuanmu yang jelas perasaanku pada Azizah tulus, Aku tidak memiliki niat lain. Aku sungguh-sungguh mencintainya dan ingin bersamanya"
Abimana kembali menjeda kalimatnya, kemudian melanjutkan,
"Masalah identitasku, Aku menutupinya dari Azizah karena takut Dia akan menjauhiku. Sejak pertama kali kami bertemu, Dia tidak mengetahui pekerjaanku, yang Dia tahu Aku adalah seorang supervisor. Sejak saat itu Aku tidak berani mengatakan bahwa Aku adalah seorang pemimpin perusahaan. Aku takut Azizah tidak bisa menerimaku..."
Abimana berjalan menjauh dari meja kerjanya, Ia menghadap kaca besar tanpa tirai yang menampakkan pemandangan luar yang indah.
__ADS_1
"Kau tahu, bagi orang-orang seperti kita, mendapatkan wanita itu mudah. Tapi menemukan wanita yang benar-benar tulus menjalin hubungan dengan kita tanpa niat tertentu itu sulit. Kau pasti mengerti maksudku, Uang, ketampanan, ketenaran. Kebanyakan para wanita yang mendekatiku tak lain hanya mengincar semua itu. Tapi Azizah berbeda, Dia memberiku pelajaran hidup, bahwa menjadi sederhana tetap bisa bahagia, Azizah juga yang mengenalkan Aku untuk lebih dekat dengan Tuhan.."
Darren terpaku mendengarkan penuturan Abimana. Ia bisa mengerti apa yang diucapkan oleh pria itu memang sepenuhnya benar.
Wanita-wanita cantik mengejar uang dan kekayaan mereka. Dan bisa dipastikan saat Pria-pria seperti mereka dalam keadaan sulit, maka wanita-wanita itu akan pergi, berterbangan seperti debu yang tertiup angin.
"Baiklah. Gue Percaya sama Loe. Tapi Gue akan tetap mengawasi Loe. Dan ada lagi yang pengen Gue sampein"
Abimana menoleh, kemudian berjalan mendekati Pria dengan Kaos putih den celana jeans sobek-sobek ala-ala begal.
"Apa?" tanyanya singkat.
"Mantan suami Azizah adalah sahabat, ralat.. mantan sahabat Gue. Dan sekarang ada sahabat kami yang lain datang ke Surabaya untuk menyelidiki Loe. Tentu saja untuk mencari tahu tentang Azizah"
Terang Darren. Namun Abimana justru semakin di mengerti.
"Aku tidak mengerti, Azizah sudah berpisah dengan suaminya. Dan menurut cerita Nayla, suaminya tidak mencintai Azizah. Kenapa Dia harus mencari tahu tentangnya? Apa karena... Azizah hamil?"
"Tidak... Awalnya memang seperti itu. Setelah mantan suaminya mengetahui tentang kejahatan selingkuhannya, Dia menyesal dan ingin kembali pada Azizah"
"Hahahah, jadi... Karena Dia tahu selingkuhannya tidak baik, kemudian ingin kembali pada istrinya? lucu sekali"
Abimana tertawa sinis.
Laki-laki bajingan. batinnya
"Yah, maka dari itu, Kakek mantan suaminya nyuruh Gue buat menjaga Azizah dari jangkauan cucunya itu, yang tak lain adalah mantan sahabat Gue. Karena Dia tahu bahwa cucunya sudah banyak menyakiti Azizah yang sudah Ia anggap seperti cucunya sendiri. Ada masa lalu yang membuat Kakeknya merasa sangat berhutang budi pada keluarga Azizah.Tapi Gue rasa, Gue nggak perlu menceritakannya"
Abimana mengangguk paham. Namun tiba-tiba rasa penasaran menyerang pikirannya. Ia secara spontan bertanya,
"Siapa Mantan Suaminya? Bolehkah Aku tahu?"
"Axel. Axel William Djaja"
Jawab Darren mantap yang sukses membuat Abimana menganga.
Axel William Djaja? yang angkuh dan arogan itu? batinnya.
"Azizah adalah mantan istri Axel? tapi... bagaimana bisa?"
Tanya Abimana dengan bingung.
"Ceritanya panjang, Gue bisa pulang larut malam jika menceritakannya. Yang jelas sekarang Sahabat Axel yang juga Brader Gue, Raditya Rafa Benitez sedang mencari tahu tentang Loe"
"Tapi, kenapa mereka bisa tahu Aku berhubungan dengan Azizah?"
"Sebenarnya Radit hanya menebak, Karena mendengar obrolan Loe tentang Azizah dengan Handoko saat lelang tender kemarin. Dasar dodol! Loe sendiri yang cari penyakit"
Abimana memejamkan matanya. Sejujurnya Ia merasa takut sekarang.
"Udah tenang aja, selama Loe nggak menemui Azizah 2 Minggu ini, Gue jamin bakal aman. Gue juga bakal bantu buat mempersulit mereka"
"2 Minggu? kelamaan!"
"Lebay Loe!"
Sungut Darren sebal. Namun setelah itu Dia berkata sebelum pergi meninggalkan Abimana sendiri.
"Kalo Loe pengen Azizah aman dari mantan suaminya ya Loe mesti kuat nggak ketemu Dia 2 Minggu kedepan. Kalo nggak ya... terserah. Gue pergi dulu brewok! Bye!"
Darren menepuk punggung Abimana dan berlalu dari sana dengan langkah menyebalkan. Abimana hanya mendengus kesal.
"Bagaimana ini?" Gumamnya dengan nada Gusar....
Bersambung....
Terima kasih atas kunjungannya teman-teman semoga terhibur dan cerita gaje ini dapat dipahami ya βΊοΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
__ADS_1
Jangan lupa like ya buat yang suka ceritanya...biar Aku semangat up-nya hehehehe
Luvv banyak-banyak β€οΈπΉπΉπΉ