Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
Menyusul Papamu Nak


__ADS_3

Meninggalkan kegaduhan yang terjadi di Surabaya, Kita kembali ke Jakarta pemirsah.


Seorang Wanita yang tengah memainkan gawainya tersenyum lebar entah kepada siapa. Tatapannya penuh dengan muslihat dan kelicikan.


Tak lama kemudian datang seorang Pria yang tak lain adalah Ayah dari wanita itu. Bram Sadewo.


"Jadi, Axel ada di Surabaya untuk menyusul mantan istrinya? apa Papa yakin?"


Tanyanya dengan sebelah alis yang terangkat. Ah... Bukan Bram dan Alexa namanya jika tidak update mengenai informasi apapun tentang keluarga Djaja. Termasuk perceraian Axel dan Azizah.


"Tentu saja, Orang kepercayaan Papa tidak mungkin salah memberikan informasi, Ingat bagaimana Papa bisa menemukanmu?"


Tanya Bram seraya mengelus lembut puncak kepala putri kesayangannya itu.


"Bagus kalau begitu, Aku akan kesana dan memberi kejutan pada Axel serta... Wanita rendahan itu"


"Papa setuju, Tapi ingat Alexa, Jangan ceroboh, kita harus lebih berhati-hati mulai sekarang"


"Tentu saja Papa, jangan khawatir, Aku tidak akan sebodoh dulu"


"Kau memang Putri Papa" Ucap Bram dengan seringai lebar.


Alexa tersenyum miring, seraya menyentuh perutnya yang masih rata.


"Sebentar lagi Kita akan menyusul Papamu Nak"


"Hehehehehe " Bram ikut terkekeh. Ia sangat bangga pada kecerdikan putrinya, Alexa.


Namun sejurus kemudian, raut wajah Bram berkedut, dengan ragu Ia bertanya,


"Tapi... Alexa, Kau tahu bahwa anak dalam perutmu itu bukanlah anak Axel. Papa rasa Axel pun tidak akan mempercayainya. Lalu...."


"Papa...."


Axel memotong ucapan Ayahnya, Kemudian bergelayut manja di lengan lurus pria berusia 55 tahun itu.


"Bukan itu tujuanku, Aku hanya ingin menambah sedikit bumbu untuk kehancuran hubungan Axel. Jika Aku tidak bisa memilikinya, maka wanita itupun tidak akan bisa memiliki Axel. Jadi... Papa mengerti maksudku?"


Bram menggeleng, karena memang Ia tak mengerti maksud dari Alexa.


"Jika Axel sudah di pastikan tidak akan mempercayaiku, Akan berbeda dengan si Azizah yang tolol itu. Dia akan mempercayainya dengan bukti-bukti yang sudah Aku buat. Dengan begitu, Aku yakin Dia tidak akan pernah menerima Axel kembali. Dan disitulah, Aku akan kembali masuk. Aku juga ingin memberikan balasan atas apa yang Axel lakukan padaku"


Ucap Alexa dengan mata memerah. Ia kembali teringat akan kejadian naas yang menimpanya beberapa bulan lalu. Saat Axel mengetahui semuanya dan kedua sahabatnya yang brengsek itu menyerahkannya pada Victor.


Victor yang ternyata hanyalah model figuran itu menjualnya pada mucikari di Singapura, menjadikannya seorang pelacur selama berbulan-bulan tanpa imbalan apapun. Hingga akhirnya Papa nya bisa menemukannya dan menebusnya meskipun dengan jumlah uang yang fantastis.


"Demi Tuhan, Aku akan membalas mereka semua, Papa"


Tekad Alexa dengan wajah merah padam.


***


"Oke... Udah siap semuanya"


Prok prok... Darren yang sedari tadi berjibaku membereskan dan membersihkan sebuah rumah minimalis 2 lantai yang baru saja Ia beli.

__ADS_1


Dan tebak, rumah itu untuk siapa???


Tentu saja untuk Aku... eh pede sekalih, buat Azizah dong tentunya.


"Kenapa Anda tidak menggunakan jasa cleaning servis saja Tuan Darren yang terhormat?"


Tanya Abimana sinis. Ia tak habis pikir dengan pola pikir Darren yang menurutnya idiot.


Rumah dua lantai yang luas serta lebar itu mereka hanya membersihkannya berdua saja.


Khaann maen bestieeeh... Para Hot Daddy iniih


"Nggak usah lebay! hitung-hitung olahraga brewok, Loe baru berjuang segini aja udah ngeluh! payah Loe!"


"Berjuang apa? Ini namanya bunuh diri!"


Abimana menatap bayangannya dari cermin dengan wajah murung, Pria itu memakai celemek yang biasa di pakai ibu-ibu komplek saat memasak. Baru saja Ia selesai membersihkan Dapur dan seisinya. Sungguh melelahkan. Ia bahkan belum pulang dari semenjak bertemu Darren dinihari tadi.


Abimana setuju dengan Ide cemerlang Darren yang ingin agar Bi Ani dan Azizah pindah ke rumah ini.


Darren juga memberikan Ide agar Azizah berhenti dari pabrik dan fokus berwirausaha. Jadi, Bisa dipastikan Axel akan sangat sulit menemukan Azizah.


"Masalah modal dan lain-lain, Biar Gue yang urusin. Nyokap Gue juga punya toko kue di mana-mana. Pelanggannya udah ribuan. Gue bakalan minta bantuan nyokap buat bikinin Channel, jadi Dia bisa punya banyak pelanggan dalam waktu cepat"


"Wah kebetulan banget, nyokap loe punya usaha gitu juga"


"Yup... Mungkin ini yang namanya takdir"


Begitulah kira-kira obrolan mereka malam itu.


"Sekarang Kita tinggal minta pendapat Azizah. Mudah-mudahan Dia mau"


"Gue yakin Dia mau 1000% daripada di teror terus sama Axel ya kan?"


Sahut Darren yang kemudian diangguki oleh Abimana.


"Oh masalah Nayla juga penting nih"


Ucap Darren tiba-tiba.


"Nayla?"


Tanya Abimana tak paham.


"Yups... Kita juga harus kasih tahu Nayla tentang hal ini, Jadi kalau sewaktu-waktu Nayla pengen nyamperin Azizah misalnya atau temu kangen Dia bisa berhati-hati"


"Tapi kan Axel nggak tahu tentang Nayla..."


"Kata siapa... Dia dapat informasi ini dari Raditya, Radit sama Gue isi otaknya 11:11.5 jadi Gue yakin kalau informasi hubungan Nayla dan Azizah juga pasti udah di kantongi sama mereka. Otomatis kalau Azizah ngilang, Nayla juga bakalan di cari"


Jelas Darren, cukup masuk akal.


"Ya, ya, Aku paham"


Sahut Abimana.

__ADS_1


"Kalau begitu untuk sementara ini semua udah beres. Azizah bisa pindah kesini dalam 2 hari kedepan.


Soalnya besok Gue masih ada urusan pekerjaan"


"Oke!"


"Thanks udah bantuin Gue"


"Hmn, Selama itu buat kepentingan Azizah, Aku bersedia melakukan apapun"


"Cieee, Ah sok romantis Loe brewok! bikin gue enek aje"


"Sirik aja Jomblo"


"Loe juga Jomblo, bego! emang Loe udah diterima sama Azizah??"


"Ya memang belum. Tapi hubungan kami sangat baik. Nggak kaya Kamu sama Nayla. Berantem terus"


"Ngeselin Loe ******!"


"Hahahaha"


"Jangan ketawa, Nggak Lucu!"


Sungut Darren sebal, membuat Abimana semakin terbahak-bahak.


Sejurus kemudian, Abimana berkata dengan serius,


"Aku nggak tahu kenapa Kamu begitu peduli sama Azizah, tapi Aku sangat berterima kasih untuk itu"


"Gue juga nggak tahu kenapa, mungkin karena simpati. Azizah perempuan yang baik. Tiap liat Dia gue selalu ingat sama nyokap Gue"


"Begitukah? berarti cuma muka kamu aja yang gahar seperti begal, hati kamu ternyata lembut seperti cheesecake"


Darren yang sedari tadi tersenyum tipis tiba-tiba cemberut. Pria itu menatap nyalang Abimana dan sejurus kemudian Ia meraih sepatu yang ia kenakan dan.


Bukk


Darren melempar sepatu dengan cepat ke arah Abimana. Namun Abimana dengan cepat pula menghindar seraya tertawa keras.


"Gelud aja gimana Kita! Sini Loe! bener-bener ngeselin Loe sumpah!"


"Aku hanya berkata jujur!"


Seru Abimana seraya berlari dan menghampiri mobilnya.


"Sialan Loe! Sini Loe biar Gue kasih bogem mentah Gue gratisss!!"


Terlambat, Abimana sudah keburu masuk ke dalam mobil dan secepat kilat meninggalkan tempat itu setelah beberapa detik melambaikan tangannya melalui jendela mobilnya, Membuat Darren semakin mengumpat.


"Dasar brewok nggak tahu diri. Air susu dibalas Air comberan Loe!!"


Umpat Darren. Namun setelah Abimana sudah tak terlihat lagi Ia malah tertawa keras. Ia menemukan teman baru. setelah kehilangan kedua sahabatnya.


Bersambung

__ADS_1


Terima kasih atas kunjungannya teman-teman semoga terhibur dan cerita gaje ini dapat dipahami ya ☺️❤️❤️❤️❤️


Alexa enggak sadar juga ya bund, Dia kena azab malah dendam dong 😌😌😌


__ADS_2