Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
Pertemuan Dua Rival


__ADS_3

Sebuah gedung pertemuan yang telah di design sedemikian rupa nampak penuh dengan para tamu yang nampak menikmati jamuan yang telah di hidangkan.


Mereka adalah para pebisnis muda yang berasal dari berbagai perusahaan multinasional bahkan mencakup juga perusahaan berkelas internasional.


Selain untuk membangun relasi acara hari ini juga merupakan lelang tender proyek pembangunan jaringan internet di wilayah Indonesia Timur yang sudah banyak diketahui memiliki stabilitas sinyal internet terendah di Indonesia.


Jadi, akan menjadi kesempatan emas sekaligus proyek yang sangat menguntungkan perusahaan baik secara benefit maupun popularitas perusahaan pemenang tender yang pastinya akan ikut naik.


Maka tak ayal, baik Abimana Dharmawangsa, maupun Axel William Djaja bekerja keras dalam beberapa hari terakhir untuk mempersiapkan materi presentasi mereka.


Tidak hanya itu, perusahaan Vano dan Radit pun ikut bersaing dengan mereka.


Makanya persaingan kali ini bisa terbilang sangat ketat.


Abimana baru saja sampai di tempat megah ini, 30 menit sebelum acara dimulai.


Disiplin dan tepat waktu, itulah yang menjadi prinsip seorang Abimana. Jadi tidak mengherankan jika perusahaannya bisa menjadi perusahaan baru yang sangat di perhitungkan di dunia bisnis karena keprofesionalan sekaligus kualitas pimpinannya yang sudah tersohor.



'Semoga berhasil mas, Kalaupun gagal jangan terlalu kecewa, karena rezeki sudah tertakar, tidak akan tertukar'


Suara lembut dengan kata-kata bijaknya yang selalu membuat Abimana kagum. Abimana lebih rileks setelah mengingat pesan dari Azizah kemarin, sebelum Ia bertolak ke Jakarta.


Ya, seperti biasa, jika Abimana harus melakukan pertemuan keluar kota atau keluar negeri, maka Ia bisa di pastikan selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengan Azizah dan mengajaknya jalan-jalan, entah itu hanya sekedar makan atau berkeliling menggunakan motornya. Bersama Tasya tentunya.


Jika tidak Abimana yakin Azizah akan menolak.


Lagipula, menurut ilmu MUMED dari Malik, Ia tak boleh terlalu agresif, karena khawatir malah akan membuat Azizah tidak nyaman.


Jadilah sekarang ini Abimana tidak terlalu menunjukkan perasaannya seperti sebelumnya pada wanita berhijab itu. Meskipun, percayalah itu sangat sulit baginya.


Perasaan sayang dan rindunya pada Azizah sungguh tidak tahu malu. Rasanya ingin melihat wajahnya setiap detik dalam hari-harinya.


"10 menit lagi acaranya akan dimulai pak"


"Hmn, Saya sudah sangat siap Malik. Apapun hasilnya Saya tidak terlalu memikirkannya. Yang terpenting saya sudah mengusahakan yang terbaik"


"Saya setuju pak, ini pasti karena Nyonya Azizah"


"Nyonya?"


"Iya Pak, karena sebentar lagi mba Azizah akan menjadi Nyonya Dharmawangsa, Hehehe"


Abimana tersenyum lebar, Ia benar-benar menunggu saat itu tiba.


Ditengah perbincangan mereka muncul rombongan Axel dan kedua sahabatnya yang datang paling terakhir diantara semua tamu. Dan... Paling menarik perhatian pastinya, terutama Axel. Wajah dinginnya seperti memiliki magnet yang membuat orang-orang selalu memperhatikannya meskipun diam-diam.



"Rival bisnis kita yang terkuat Pak "

__ADS_1


"Hehe jangan lupa bahwa kita berhasil menang dari Djaja Group saat tender software bulan lalu Malik, jadi jangan berkecil hati"


"Siap Pak"


Tak lama berselang acarapun dimulai.


Yang pertama membacakan presentasi adalah Abimana, Karena perusahaannya meskipun sudah berdiri lebih dari 5 tahun tapi masih terhitung perusahaan baru. Jadi pihak penyelenggara mempersilahkan Abimana untuk pertama kali mempresentasikan visi dan misinya dalam tender yang diperebutkan kini.


Cara Abimana yang tenang dan lembut serta sangat lancar, membuat orang-orang yang mendengar presentasinya dibuat terpesona seraya Manggut-manggut.


Malik yang menyaksikannya sangat puas karena bosnya itu memang terbaik dalam menyampaikan materi presentasi.


Selanjutnya dari beberapa perusahaan lainnya termasuk Radit dan Vano dan yang terakhir adalah Perusahaan Djaja Group.


Bahkan, saat Axel menaiki panggung presentasi, ruangan ikut menjadi bisu. Semua mata terpaku pada sosok angkuh tak tersentuh dengan ketampanan yang bisa menyentuh hati setiap wanita yang hadir disana.


Axel juga mempresentasikan visi dan misinya dengan lancar dan baik. Tidak berbeda dengan Abimana. Hanya Ia dingin dan tegas.


Setelah hampir seluruh perusahaan menyampaikan presentasinya, Kini saatnya pengumuman siapa yang memenangkan tender proyek pembangunan jaringan internet ini, dan yang menjadi pemenang adalah...


"Kami mempercayakan Proyek ini kepada... Djaja Group!"


Semua yang berada di ruangan yang cukup luas namun tertutup itu bertepuk tangan, tak terkecuali Abimana dan Malik.


"It's Oke Malik, belum rezeki kita"


"Iya pak, masih ada kesempatan lain yang menunggu"


Mendengar jawaban Malik, Abimana tersenyum kemudian menepuk ringan punggung asistennya itu.


Abimana berinisiatif untuk menghampiri Axel untuk mengucapkan selamat. Namun seperti biasa pria dingin itu hanya menanggapi seadanya. Abimana pun tak ingin berlama-lama menghadapi manusia yang angkuh sejak dulu itu.


Pria blasteran Indonesia-Turki itu kemudian melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan waktu sholat Dzuhur sudah tiba. Ia kemudian menghentikan seorang waiters laki-laki untuk menanyakan keberadaan masjid di tempat itu.


"Oh, di belakang ada musholla karyawan pak, tapi tidak terlalu besar"


"It's Oke yang penting Saya bisa sholat"


"Oh iya pak, mari saya antar"


Abimana pun mengangguk.


Sementara itu, Axel, Radit dan Vano yang kebetulan mendengar perbincangan Abimana dan pelayan itu pun berghibah.


"Waduh, Abimana nyari musholla buat sholat?"


Tanya Radit dengan wajah mengejek.


"Gila... Udah taubat Dia apa gimana?"


Sahut Vano

__ADS_1


"Nggak usah ngurusin hidup orang. Loe kalo mau ikutan taubat juga bagus"


Pungkas Axel yang seketika membuat Vano dan Radit mendengus.


Tak lama kemudian Axel berpamitan kepada dua sahabatnya itu untuk pergi ke toilet.


"Gue ikut Xel, Gue juga kebelet nih"


Radit langsung mengekori Axel.


Saat hendak memasuki Toilet, Axel melihat Abimana tengah berbincang dengan seorang pria berambut putih, ternyata mushollanya ada di samping toilet itu.Tanpa sengaja mereka mendengar pembicaraan Abimana dan pria itu.


"Wah Saya tidak menyangka jika ada pengusaha sesukses Abimana Dharmawangsa masih ingat ibadah"


"Alhamdulillah pak, karena pertemuan saya dengan seseorang, Dia yang membuat saya banyak berubah, menjadi lebih baik"


"Alhamdulillah... Boleh saya tebak... Seorang perempuan?"


"Hehehe, apa terlalu nampak pak?"


"Hahaha, hal seperti itu sudah biasa pak... Dia calon istri atau?"


"Saya mengaguminya, semua yang dia ucapkan selalu mengandung kebaikan dan Saya sangat bersyukur bisa dipertemukan dengannya"


"Anda mencintainya?"


"Sangat... Saya sedang berusaha meluluhkan hatinya..."


"Aduhai... Rupanya ini sungguh-sungguh. Kalau boleh Saya tahu siapa namanya pak Abi?"


"Azizah.. Namanya Azizah"


Axel yang hendak meninggalkan toilet seketika berhenti mendengar nama yang begitu di rindukannya"


"Nama yang cantik"


"Ya... Secantik hatinya..."


"Hemm, Saya bisa mengetahuinya dari matamu nak Abi..."


Pria tua yang sedari tadi berbicara formal kini memanggil Abi 'nak'. Karena Ia teringat akan anak sulungnya yang jauh di luar negeri sana.


"Azizah Nur Aida, wanita yang saat ini menguasai hati dan seluruh pikiran Saya..."


Ucap Abimana seraya tersenyum lebar.


Axel yang sudah menghentikan langkahnya seketika menoleh.


'Azizah Nur Aida... Apakah mungkin itu...?'Axel bertanya dalam hati...


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih atas kunjungannya teman-teman semoga terhibur dan cerita gaje ini dapat dipahami ya ☺️❤️❤️


Luvv banyak-banyak ❤️🌹🌹


__ADS_2