
Welcome Home....."
Nayla berseru dengan riang di tengah ruang tamu bibi Ani yang telah di sulap sedemikian rupa menyerupai... Dekorasi ulang tahun.
"Maap ya mba, Aku sama Bibi Ani salah konsep hehehe"
Ucap Nayla cengengesan yang menular pada Bi Ani.
"Hahaha, Ya Allah Makasih ya Bi, Nay...."
"Sama-sama mba... Alhamdulillah mba Azizah udah boleh pulang"
"Iyaa, Alhamdulillah... Udah nggak betah banget Aku tiduran diatas ranjang pasien hihi"
"Alhamdulillah nduk... Bibi juga udah lega, Kamu sehat lagi... Emm... Ngomong-ngomong nak Abi nggak mampir?"
"Em... Enggak Bi, ada urusan penting katanya"
Bu Ani langsung mengangguk, Wanita itu kemudian membimbing Azizah agar mendekat ke arah meja yang telah di penuhi oleh kue-kue, nasi kuning dan beberapa Snack hasil karyanya bersama Nayla.
"Nah sekarang saatnya kita Pesta wuuuuhuuuyyy"
Seru Nayla sembari berselebrasi mengangkat kedua tangannya keatas.
"Siapp Ayook kita potong nasi tumpengnya dulu, kayaknya enak nih...."
Sahut Azizah sembari menatap penuh minat pada makanan enak yang ada di hadapannya, Sudah 4 hari Ia harus makan makanan yang hambar...
Ditengah keseruan Azizah, Nayla dan Bibi Ani, terdengar suara salam dari luar pintu.
"Assalamualaikum!"
Suara lembut dan anggun yang kini sangat familiar di telinga Azizah membuat wanita hamil itu tersenyum cerah. Tante Karina?
"Waalaikumsalam..." Azizah segera menyambut kedatangan Karina di ikuti oleh Nayla dan Bi Ani yang mengekor di belakangnya.
"Siapa mba?"
"Calon mertua Kamu..."
"Haahh??"
Nayla melotot sempurna hingga bola matanya hampir melompat keluar dari sarangnya.
'Mertua siape? Pacar aja kagak punya!' Bathin Nayla bertanya-tanya.
Ceklek...
"Haloo sayang..."
Karina segera memeluk erat Azizah. Azizah pun membalasnya meskipun awalnya Ia sedikit terkejut.
"Pak Dirut??"
Gumam Nayla yang kini tepat berada di belakang Azizah, berdampingan dengan Bibi Ani.
"Hai Nayla!"
Sapa Darren antusias. OMG Hello Darren sangat kangen dengan kegalakan Nayla setelah hampir 2 hari tidak bertemu.
Suara Darren seketika membuat Karina ikut menoleh kearah Nayla. Nayla yang ditatap oleh dua orang itu tiba-tiba menjadi gugup.
__ADS_1
"Halo pak Dirut..."
Ucap Nayla sopan. Membuat Darren terkekeh.
"Oh... Jadi ini gebetan anak saya?"
Ledek Karina seraya mengerlingkan matanya pada Nayla. Membuat Nayla bertambah gugup.
"Gebetan? Bukan Nyonya... Saya... Saya karyawan di pabriknya pak Dirut"
"Oh... Tapi... Tante suka sama Kamu. Kalo mau jadian juga nggak apa-apa kok"
"Enggak nyonya... Saya.."
"Udah... Iyain aja, mumpung udah di kasih lampu ijo gimana kalo besok kita ke KUA aja?"
"Dih sinting"
Ucap Nayla spontan membuat Karina tertawa terbahak-bahak.
"Dia emang sinting Nayla, nama kamu Nayla kan?"
Tanya Karina menatap ramah gadis imut di depannya.
"Iya Nyonya..."
"Jangan panggil Nyonya, panggil Mama aja, kan bentar lagi jadi mantu..."
"Cieee... Nayla udah di restuin Nay..."
Azizah ikut menggoda Nayla yang wajahnya sudah menghijau.
"Ya sudah kita ngobrol di dalam saja, sekalian makan malam"
"Oh... iya sampai lupa...
Ayo Tante, mas Darren masuk kita makan bersama"
"Siapp..."
Sahut Darren bersemangat, Sementara Karina hanya tersenyum dengan tetap setia merangkul Azizah yang tingginya hanya mencapai bahunya. Wanita itu menatap haru sekaligus bahagia ke arah Azizah.
'Putriku....' Batinnya.
*
*
Kembali ke kediaman Abimana Dharmawangsa...
"Kakak tahu, Aku sangat menderita kak, semua orang menganggap Aku seperti pelacur yang menganggu rumah tangga orang. Kakak tahu betul alasan Aku nggak mau Tasya lahir kedunia. Tapi kakak nggak mau dengerin Aku..."
Maya terduduk memeluk tubuhnya sendiri. Ia meluapkan semua amarah dan kekecewaannya pada kehidupan melalui derai air matanya.
"Maaf.... Maaf Maya.... Maafin Kakak...."
Abimana menghampiri tubuh Maya yang meringkuk, menggenggam erat bahunya yang bergetar.
"Terlambat Kak, semuanya udah terlambat. Kalau dulu Kakak biarin Aku buat ab*rsi, Aku nggak akan mungkin jadi ibu yang jahat buat Tasya"
Maya semakin menangis, semakin Maya mengingat betapa Ia sangat melukai hati putrinya, Maya benar-benar merasa mati saat itu juga. Ia hanya menyayangi dan meminta maaf saat dalam keadaan mabuk. Mungkin itulah penyebabnya Tasya bisa merasakan bahwa sebenarnya Maya menyayanginya, Namun belum mengerti karena selama ini Maya selalu kasar pada bocah kecil itu.
__ADS_1
"Kamu bisa menyayangi Tasya kalau kamu mau May, kenapa Kamu harus berbuat seperti itu pada anak kamu sendiri? Tidak hanya Kamu yang sakit dan sedih Kakak dan Tasya juga may!"
"Lalu Aku harus gimana kak? Setiap lihat tasya Aku selalu terbayang-bayang wajah Romi si bajingan itu. Aku selalu teringat masa depan Aku yang hancur, mimpi Aku yang melebur bersama dengan kehadirannya. Aku benci kak, Aku benci!!"
"Maya... Bagaimanapun Tasya anak Kamu, darah daging Kamu.. Kamu harus..."
"Cukup kak, Aku nggak bisa. Aku benar-benar nggak bisa. Biarkan semua seperti ini. Tidak perlu ada yang berubah. Biarin Aku tetap seperti ini sama Tasya"
"Maya..."
"Sekarang tolong biarin Aku sendiri"
Maya membuang wajahnya sebagai pertanda bahwa Ia tak menginginkan keberadaan Abimana di kamarnya lagi. Abimana hanya bisa pasrah karena Ia tahu membujuk Maya bukanlah sebuah hal yang mudah. Maya terlalu batu untuk disentuh relung hatinya.
Saat Abimana hampir mencapai pintu, Maya tiba-tiba berkata,
"Sebaiknya Kakak menyuruh orang untuk menjaga Azizah, karena Nona Sadewo bukanlah orang yang bisa di remehkan"
Maya mengucapkan kalimat itu tanpa menoleh ke arah kakaknya, namun diam-diam Abimana tersenyum lembut. Adiknya memang liar dan sering berkata kasar, tapi sebenarnya memiliki hati yang baik. Semoga Maya bisa berubah satu saat nanti.
"Thanks"
Sahut Abimana sebelum benar-benar pergi meninggalkan kamar adik semata wayangnya itu.
Abimana segera menghubungi Malik. Ia harus benar-benar mengawasi Azizah. Karena seperti kata Maya, Alexa seperti ular berbisa. Licik dan berbahaya.
"Halo Malik. Suruh beberapa bodyguard andalan kita untuk mengawasi rumah Azizah dan menjaganya kemanapun Azizah pergi"
Perintah Abimana dengan tatapan tajam ke arah foto yang kini di genggamnya.
"Baik Pak"
Sahut Malik dari seberang telepon.
"Satu lagi, bisakah Kamu membereskan seseorang untukku?"
Seringai Iblis kini bertengger di bibirnya. Tidak ada yang mengenal Abimana lebih baik dari pada dirinya sendiri dan Malik. Ia bisa berubah menjadi malaikat untuk orang yang Ia cintai, tapi sebaliknya, Ia bisa menjadi Demon 👿 paling mengerikan untuk seseorang yang berani mengusiknya ataupun orang-orang tercintanya.
"Siapa Pak?"
Tanya Malik penasaran, namun terdengar bersemangat. Sudah lama sekali Ia tak melihat sisi gelap bosnya semenjak menjadi budak cinta seorang Azizah.
"Alexa Sadewo"
Ucap Abimana tenang namun menghanyutkan.
"Dengan senang hati Pak"
Sahut Malik dengan kekehan dari seberang sana.
Selepas Itu Abimana menutup panggilannya. Ia menghembuskan nafasnya pelan,
"Sayang sekali Alexa. Kamu belum kenal siapa Aku. Berani sekali Kamu ingin mengusik wanitaku, Tamatlah riwayatmu bajingan!"
Setelah mengucapkan Itu Abimana merobek foto Alexa yang tengah bersama dengan seorang Pria. Abimana bisa menebak pasti Itu adalah bagian dari rencana jahat wanita itu....
Kira-kira apa yang akan terjadi??
Bersambung
Terima kasih atas kunjungannya teman-teman semoga terhibur dan cerita gaje ini dapat dipahami ya ☺️❤️❤️❤️
__ADS_1
Luvv banyak-banyak ❤️🌹🤩🤩
****