Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
Aku Akan Menghancurkan Keluargamu


__ADS_3

Darren menatap kedua pria yang saling bersitegang itu dengan bingung. Papanya kenapa terlihat sangat marah pada Axel?


Apa karena Azizah?


Tapi Kenapa? padahal Papanya bahkan baru pertama kali melihat Azizah beberapa menit yang lalu.


Darren jujur saja sedikit cemburu, Ia tak mengerti kenapa orang tuanya bersikap sangat berlebihan jika berhubungan dengan mantan istri dari sahabatnya dulu. Apa ada sesuatu yang tidak Ia ketahui??


Tanpa sadar, Dua orang yang tengah di perhatikan olehnya telah menghilang entah kemana. Darren kemudian menghampiri Abimana yang tengah melihat keadaan Maya dari jendela kaca.


"Brewok, Loe liat bokap gue sama Axel kemana?"


"Sepertinya ke arah luar Rumah Sakit ini, Kenapa Ren?"


"Ck... Gue punya feeling bokap Gue mau jadiin Axel samsak"


"Atas dasar apa? bukannya Papa Kamu berhubungan baik dengan Kakeknya Axel?"


"Iya juga sih... Tapi keliatannya tadi..."


"Udah lah, Aku yakin kok mungkin mereka mau ngomongin masalah bisnis"


Ucap Abimana, Ia sama sekali tidak terfikirkan alasan khusus Ayah Darren meminta Axel untuk berbicara empat mata selain karena urusan bisnis.


Tapi tidak dengan Darren, Pria itu tetap curiga Jika ada sesuatu yang di sembunyikan ayahnya darinya.


Darren kemudian meninggalkan Abimana dan diam-diam mencari keberadaan Papa-nya serta Axel.


Sementara itu...


Axel mengikuti langkah Rheimon yabg entah menuju kemana. Tapi jika Axel tebak, sepertinya menuju ke parkiran rumah sakit ini.


Dan ternyata dugaan Axel tepat. Rheimon berhenti tepan di pintu masuk parkiran lantai dasar rumah sakit swasta ternama ini.


"Om... Em... Kenapa kita berbicara di tempat seperti ini?"


Ucap Axel tenang. Ia tidak takut sama sekali dengan Rheimon. Ia hanya bingung kenapa harus berbicara di tempat seperti ini, atau Ayah Darren itu ingin mengajaknya berduel??


"Saya dengar Kamu masih mengganggu putri Saya. Bisakah Kamu berhenti sekarang?"


Rheimon yang berdiri tak jauh dari Axel dengan posisi membelakangi mantan menantunya itu perlahan membalikkan badannya. Menatap tajam Axel diiringi deru nafas yang menggebu.


Ia tidak hanya mendengar semua kepahitan yang dialami oleh Azizah alias Rheina dari Istrinya, tapi Ia juga pernah mendengarnya langsung bahkan dari Adhitama Djaja, kakek dari Axel sendiri.


Itu sebabnya, dulu Ia bersedia membantu Azizah atas permintaan Adhitama untuk menerima perempuan yang ternyata adalah putri kandungnya bekerja di pabrik miliknya di Surabaya tanpa syarat apapun.


dia juga yang mengutus Ani, untuk berpura-pura menjadi saudara dari Pria yang selama ini dianggap Ayah oleh Azizah, Fauzi Ibrahim. Yang pada kenyataannya, Ani hanyalah tetangga jauh Fauzi. Dengan kata lain, Ani tidak mempunyai hubungan kekeluargaan dengan Fauzi Ibrahim, hanya sekedar mengenal saja.


Untungnya, Ani sangat baik dan benar-benar tulus menyayangi Azizah. Mungkin Karena ia juga sebatang kara dan tidak memiliki keluarga, jadi merasa senasib dengan Azizah.


"Maaf, Saya tidak bisa"


Sahut Axel tegas, membuat wajah Rheimon seketika mengeras.

__ADS_1


"Jangan memaksa putriku untuk kembali dengan bajingan sepertimu. Kau bahkan tidak layak untuknya sama sekali"


"Saya minta maaf, tapi Saya rasa Om Rheimon terlalu terlambat untuk bersikap posesif seperti ini. Anda bahkan tidak pernah ada untuk Azizah. Jadi..."


Bukkkk!!!!


Sebuah bogem mentah mendarat mulus di bibir Axel, hingga cairan merah mengalir dari sudut bibirnya.


"Itu karena keluargamu. Keluarga Djaja yang telah menculik Putriku dan menyembunyikannya"


Jleb. Axel terdiam. Karena pernyataan Rheimon juga senada dengan apa yang selama ini bergelut dalam pikirannya. Terutama tentang informasi Fauzi yang sengaja ditutupi. Membuat Axel juga mencurigai Keluarganya, terutama Kakeknya.


"Apa Om punya bukti??"


"Belum. Tapi Akan segera mendapatkannya. Dan Jika semua dugaanku terbukti benar adanya,.maka Aku bersumpah, Aku akan menghancurkan Keluargamu sampai luluh lantak!"


Axel merinding menatap wajah bengis Rheimon yang terlihat sangat bertekad. Ia tahu jika Pria berusia 55 tahun di hadapannya itu tidaklah main-main.


"Jadi dengarkan Aku anak muda, Sebelum Aku menunjukkan semua sisi gelap ku, pergilah tinggalkan putriku, Karena Dia sudah tidak sudi lagi bersamamu!"


"Tapi Dia sedang mengandung anakku"


"Hahahaha, Aku bahkan bisa menjadikannya anak pria lain secara hukum dalam semalam Nak"


Axel mengeratkan giginya kuat-kuat hingga bergemelatuk mendengar jawaban yang terkesan sangat enteng dari bibir Rheimon.


"Jangan kesal begitu, Kau bahkan membunuh cucuku sebelumnya tanpa rasa bersalah dan kasihan, bahkan Dia belum sempat lahir ke dunia ini"


"Tidak bisa berkata-kata? bagus. berarti Kau mengingatnya. Jadi, ku katakan sekali lagi. pergilah dari hidup putriku, atau kau benar-benar akan menyesalinya Axel William Djaja"


Rheimon dengan wajah dinginnya meninggalkan Axel yang masih membeku di tempatnya.


Tanpa disadari, Darren mendengar semua pembicaraan Ayahnya dan juga Axel.


Jadi... Azizah adalah saudara kandungnya???


Darren membatin, Pria itu bersandar di balik dinding dengan mata memerah.


*


*


*


"Tidakkk!!! Papa tolong!!! Tolong Lexa Papa!!! Aku tidak mau cacat seperti ini!!! Tidak!!!!"


Alexa histeris melihat wajahnya di perban, bahkan dari balik perban Ia bisa melihat wajahnya yang sangat mengerikan, 99,9% rusak total.


Bram hanya bisa menangisi Kemalangan putrinya, Akexanya yang cantik berubah menjadi nenek sihir yang menyeramkan, Ia bahkan tak sanggup melihat wajah Alexa. Luka bakarnya sudah di operasi, tapi tidak bisa menyembuhkan serta mengembalikannya kepada kondisi semula karena kadar air apinya sangat tinggi dan keras.


"Sayang, Sabar nak... Papa akan berusaha mencari dokter terbaik dinluar negeri untuk bisa mengembalikan wajah cantik Kamu"


"Nggak pah!!! Lexa tahu ini nggak akan bisa kembali!! Lexa mau papa hancurkan mereka pa, mereka yang udah buat Lexa kayak gini pah!!"

__ADS_1


Bram mengangguk, Ia kemudian berkata dengan penuh dendam,


"Papa janji, Papa akan memberikan hukuman pada mereka atas apa yang mereka lakukan padamu nak!papa Janji"


Desis Bram dengan mata melotot marah.


Tiba-tiba, Ponsel milik Bram berdering.


Anak buahnya menelepon.


Bram segera menghapus air matanya dan menjawab panggilan dari anak buahnya itu.


"Ya, Katakan"


Ucap Bram tanpa basa-basi.


Sementara Suara dari seberang terdengar gelagapan dan ketakutan.


"Ada apa bodoh??? Apa Kau meneleponku hanya untuk mengigau????"


Semprot Bram dengan kesal karena Anak buahnya tak kunjung berbicara.


"Maaf bos, semua gudang senjata kita terbakar dan hangus. Dan... Sekarang Kantor pusat kita di kepung oleh polisi"


"Apa????? Tidak mungkin!!!"


Bram shock berat mendengar informasi dari anak buahnya. Tidak mungkin, bisnis ilegalnya selama ini sangat aman dan tidak pernah tercium oleh aparat hukum bagaimana bisa?


Bram sudah tidak memiliki perusahaan legal karena semenjak Alexa kepergok membohongi Axel, perusahaannya yang selama ini di topang oleh Djaja Group sudah di akuisisi oleh Axel sepenuhnya. Jadi hanya tinggal bisnis gelapnya yang tersisa.


Tapi sekarang semua gudangnya tiba-tiba terbakar??? Yang benar saja!! siapa yang telah melakukan semua ini padanya??


"Siapa yang berani melakukan ini padaku??? Siapa???"


"Ada apa Papa??"


"Bisnis Papa hancur Lexa, hancurrr!!!"


Bram tiba-tiba memegangi dadanya karena jantungnya mendadak terasa nyeri.


"Papa!!! Papa!!!"


Alexa memekik saat melihat Papanya ambruk ke lantai...


***


"Kerja bagus. Jangan sampai meninggalkan bukti sedikitpun"


Darren menutup panggilannya. Ia tersenyum puas saat menerima laporan bahwa Anak buahnya berharap menghancurkan semua gudang senjata ilegal dan n*rkot*ka milik Ayah Alexa.


Pria itu sudah menyingkirkan salah satu manusia yang membuat adiknya menderita. Entah apapun ceritanya, meski tak mengingatnya sama sekali tapi Darren bahagia karena ternyata Ia memiliki adik sebaik Azizah. Ia berjanji akan melindungi Azizah dari siapapun itu yang berani mengusiknya. Ia akan menghabisi siapapun yang berani melukai adiknya walau hanya sekecil goresan pena. Ini adalah janji seorang Kakak!


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2