Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
AZIZAH HILANG (PART 4)


__ADS_3

AZIZAH HILANG (PART 4)


"Nak... maafkan Kami.. Tapi percayalah. Kami tidak membuang kamu ataupun mengabaikan Kamu. Kami mencarimu kemana-mana tanpa lelah. Mommy dan Daddy benar-benar minta maaf, kami tidak becus dan lalai hingga kamu bisa hilang dari keluarga kecil kita"


Karina menangis tersedu-sedu, tangannya masih menggenggam erat jemari Azizah. Dan entah kenapa melihat Karina yang menangis pedih seperti itu hati ya juga ikut sakit. Ada sesak yang tak bisa Ia jelaskan.


"Tante..."


"Nak, kami tidak akan memaksa kamu untuk menerima kehadiran kami secepatnya. Kami tahu, kamu pasti butuh waktu. Tapi kami mohon, kembalilah. Mommy dan Daddy sungguh-sungguh merindukan Kamu Rheina, kamu adalah Princess kecil Daddy, putri kecil Daddy yang sangat Daddy sayangi. Bahkan dulu Darren sering kesal karena menganggap Daddy merebutmu darinya. Mommy, Daddy dan Kakakmu ini sangat mencintaimu nak, percayalah. Kamu adalah belahan jiwa kami"


Rheimon menangis, tangannya menyentuh pipi Azizah yang kini jadi gembul karena kehamilannya. Darren yang sangat anti drama pun tidak dapat menahan air matanya. Daddy-nya benar, meski tidak mengingat apapun, tapi rasa sayangnya pada adik satu-satunya itu melekat kuat di hatinya.


"Tissue pak"


Nayla menyodorkan tissue untuk Darren. Darren tersenyum kemudian meraihnya untuk mengusap air matanya.


Suasananya berubah menjadi haru.


"Om, Tante... Tolong kasib waktu untuk Azizah, Azizah harus merenungkannya lebih dulu dan Azizqh juga butuh waktu untuk menenangkan diri..."


"Tentu nak...tentu...."


Ucap Rheimon yang juga diangguki oleh Karina...


Beberapa saat kemudian.


"Tante... Mmm nggak apa-apa kan Azizah masih panggil Tante?"


"Nggak apa-apa nak, Tante mengerti"


"Terima kasih... Azizah izin ke kamar kecil sebentar ya Tante..."


"Mau Tante temani? Atau Nayla?"


"Nggak usah.. cuma sebentar kok, lagian kamar mandinya nggak jauh dari sini"


"Mmm ya sudah, hati-hati ya nak"


"Iya..."


Azizah pun beranjak menuju ke kamar mandi.


Kesempatan emas itu tentu saja tidak di lewatkan oleh Karissa dan orang-orangnya. Mereka secepat kilat mengikuti Azizah menuju ke toilet.


Sesampainya di toilet... Azizah termenung didepan cermin besar, menatap pantulan wajahnya sendiri. Takdir apa yang mempermainkannya seperti ini?


Selama ini Ia hidup bahagia bersama dengan Ayah dan Ibunya, Fauzi dan Aminah. Meski tak menghabiskan waktu lama dengan Fauzi karena Ayahnya bekerja di ibu kota, tapi Ayahnya merupakan sosok yang perhatian. Bahkan sebelum beliau berpulang karena kejadian naas yang di ceritakan oleh kakek Adhitama bahwa Fauzi terbunuh oleh Bram, Beliau sempat meneleponnya kemudian mengatakan bahwa Beliau akan segera pulang dan mengajaknya pergi liburan.


"Ayah... Ibu.. apakah benar yang dikatakan oleh Tante Karina? Jadi, Kakek Adhitama berbohong kepadaku dan tahu sebenarnya jika Aku bukan anak kandung kalian? Hiks hiks... Kenapa kakek tidak menceritakannya padaku?"


Lama Azizah menangis dan termenung hingga tidak menyadari ada seseorang yang bersiap memangsanya....


"Hmmmph!!!!" Azizah merasakan kesulitan bernafas karena tiba-tiba mulutnya dibungkam seseorang. Ia melihat dari cermin, seorang wanita!!!

__ADS_1


Tak lama kemudian matanya mulai berkunang-kunang dan pada akhirnya pandangannya menggelap. Azizah tak sadarkan diri.


"Beres... Hei kalian!!"


Karissa memanggil orang suruhannya yang tengah berjaga diluar untuk membantunya memapah Azizah.


"Semuanya beres? Kalian sudah mengamankan keadaan?"


"Beres Madam, semuanya aman. Kita lewat pintu darurat"


"Bagus... Ayo cepat!!"


Merekapun bergegas meninggalkan tempat itu, tanpa mereka sadari, Gelang Azizah terlepas dan jatuh tepat di depan pintu darurat yang akan mereka lewati.


Sementara disisi lain..


"Tante... Nayla susul mba Azizah ya... Kok lama betul yah?"


Ucap Nayla dengan nada khawatir.


"Iya Nay, susul sekarang. Tante juga khawatir, takutnya Azizah jatuh"


"Astaghfirullah, iya Tante..."


Nayla pun segera berdiri. Ia jadi ngeri membayangkan jika Azizah benar-benar terpleset dan jatuh, tapi masa tidak ada orang yang menolong?"


"Mom, Aku susul Nayla ya..."


"Udah kamu disini aja, tunggu Nayla, kalau Nayla lama kembali, Mommy yang akan nyusul"


Darren hanya membuang nafas, perasaannya mendadak tidak enak.


Sesampainya di toilet....


"Mba zizah... Tok tok tok..."


Nayla menengok di semua pintu toilet itu.


Toiletnya sepi.. perlahan membukanya satu persatu...


"Ya Allah, kosong... Nggak ada orang... Aduuh mba Zizah kemana sih?" Nayla mendadak panik.


Bolak-balik ia mengecek kamar kecil itu tapi benar-benar tidak ada orang disana..


"Apa jangan-jangan mba zizah terlalu shock sampai akhirnya pulang duluan?? Ah nggak mungkin..."


Nayla coba menenangkan diri. ia kemudia berjalan ke luar dari ruang toilet khusus wanita itu. Ia celingukan kesana-kemari mencoba mencari barang kali ada bayangan Azizah dari jauh.


Sampai ada kilatan sesuatu yang mencuri perhatiannya.


Gelang emas putih yang teronggok dilantai membuatnya mendelik sempurna.


"Ya Allah... Gelang mbak Azizah" Nayla pun berlari menuju pintu darurat yang letaknya persis disamping ruang toilet itu. Ia membuka ruang itu dengan keras dan menuruni beberapa tangga... Kosong! Tidak ada siapapun!

__ADS_1


Nayla segera berlari secepat mungkin.menuju Restauran tempat Karina dan yang lainnya berada.


"Tanteee ... Tanteee..."


Tidak perduli dengan tatapan orang-orang Nayla berteriak seperti orang kesetanan menuju meja Karina. Karina dan yang lainnya sontak berdiri melihat Nayla Lari ketakutan seperti itu.


"Ada apa Nay???"


Sergah Darren ikut panik...


"Mba Azizah hilang! Mba Azizah nggak ada di toilet!! Nayla Nemu gelangnya jatuh dilantai!!"


Ucap Nayla dengan nafas memburu.


Duarrrr!!!


"Oh Ya Tuhan!!!!"


Karina mendadak lemas, baru saja Ia menceritakan semuanya pada putrinya, sekarang putrinya malah menghilang.


"Honey, tenangkan dirimu. Kita harus bergerak Aku yakin Azizah belum jauh! Ayo!!!"


Karina yang hampir pingsan kembali menguatkan diri, benar! Putrinya pasti belum jauh dan masih di sekitar sini.


Tanpa banyak bicara mereka berenam segera tancap gas menuju security untuk mengecek cctv.


Axel dan Radit yang mendengar itu tidak kalah panik. Merekapun segera mengikuti rombongan Keluarga Darren.


"Gila! Kok bisa Azizah hilang??!''


Seru Axel panik. Otaknya tiba-tiba nge-hang dan tidak bisa berfikir.


"Jangan-jangan...."


"Jangan-jangan apa???"


Axel memelototi Radit yang sepertinya tahu sesuatu.


"Jangan-jangan Tante Karissa yang nyulik Azizah, lagi..."


"Ww-what?? Karissa?? Kembarannya Tante Karina??"


Radit mengangguk. Tiba-tiba saja...


"Ayo Xel, cepetan ikutin Darren,Kuta harus bantuin mereka"


"Pastilah!!! Azizah Gue dalam bahaya!!! Anak-anak Gue... Aaarghhh sialan!! Kenapa sih masalahnya jadi kayak gini!!"


Axel mengumpat seraya berlari mengejar Radit yang sudah lebih dulu ngacir untuk mengikuti rombongan Darren....


Bersambung


Kira-kira Karissa bakal ketangkep atau lolos lagi ya seperti dulu???

__ADS_1


Coba tebak....


__ADS_2