Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
Musuh Misterius (1)


__ADS_3

Maya telah dipindahkan ke ruang rawat setelah mendapatkan penanganan serius dari tim dokter.


Abimana dengan setia selalu berada di sisi adiknya tepat setelah Maya tiba di ruang rawat.


Pria itu terus menatap wajah pasi dari satu-satunya anggota keluarganya yang tersisa. Ia merasa gagal menjadi seorang Kakak bagi Maya. Tidak bisa melindungi dan menjaganya selama ini. Maya mendapatkan banyak masalah dan penderitaan karena kelalaiannya.


"Mas Abi..."


Azizah yang sedari tadi memperhatikan wajah muram Abimana kini sudah berdiri di samping pria yang kini menatap kearahnya.


"Maafin Aku mas... Gara-gara Aku mba Maya jadi celaka.. Aku..."


"Sssst .... Ini bukan salah Kamu zizah, semua karena ulah Alexa, tapi Aku harus bersyukur karena luka Maya masih bisa di tangani dan tidak berakibat fatal. Aku bangga padanya karena berani menanggung resiko untuk menyelamatkan Kamu"


Azizah mengalihkan pandangannya pada sosok yang masih terpejam di ranjang pasien itu. Abimana benar, Ia sendiri tak menyangka jika Maya rela mengorbankan diri untuk menyelamatkan dirinya. Mengingat selama ini sikap Maya padanya sangat tidak bersahabat saat beberapa kali mereka bertemu.


Tapi begitulah hidup, Kita tidak bisa menilai hati seseorang hanya dari sikap luarnya saja. Bisa saja orang yang cuek dan terkesan judes seperti Maya memiliki hati yang baik dan bersih.


"Kamu udah makan?"


"Hmn?" Azizah yang masih melamun sedikit tercengang mendengar suara bariton Abimana. Namun secara impulsif Azizah menggelengkan kepalanya. Ia memang belum makan sejak kejadian tadi siang.


Nafsu makannya hilang, bahkan Karina tidak bisa membujuknya karena pikirannya terus menerus fokus pada keadaan Maya.


"Makan yuk... Maya masih tidur, setelah makan Kita kembali kesini"


Meskipun ragu, pada Akhirnya Azizah mengangguk setuju.


Mereka berdua pun meninggalkan ruang rawat dan menuju ke kantin rumah sakit yang tidak jauh dari ruang rawat itu.


Saat pasangan itu baru keluar dari ruangan, seseorang yang tak lain adalah Axel segera menghentikan langkahnya begitu melihat langkah


Azizah dan Abimana. Pria itu menatap punggung kedua orang itu yang semakin menjauh.


Meski sudah terbiasa melihat kebersamaan pasangan itu tapi hatinya tetap saja sakit. Meski harapannya semakin kecil, tapi selagi masih bisa bertemu Azizah, Axel tidak akan pernah menyerah. Seperti Azizah dulu, Ia tak akan pernah menyerah untuk mendapatkan maaf dan cinta Azizah kembali.


Greb!!!

__ADS_1


Axel terkejut bukan main saat merasakan tiba-tiba seseorang mencekik lehernya.


"Bajingan! Masih berani Loe muncul disini!!"


Darren menatap Axel dengan mata berapi-api. Axel bisa merasakan seolah mantan sahabatnya itu akan menelannya hidup-hidup. Tapi Axel bukannya tidak punya otot. Dengan cepat Axel melepaskan tangan Darren yang hampir mematahkan Batang lehernya.


"Gue mohon Ren, jangan ikut campur..."


"What?? Jangan apa?"


Axel terdiam, Karina memang sudah tahu jika Azizah adalah putri kandungnya, tapi Axel masih merasa jika Karina pasti belum memberitahu pada Darren, buktinya selama ini sikap Darren pada Azizah tetap biasa saja. Kecuali... S


sekarang. Kenapa Axel menangkap tatapan kebencian yang teramat sangat dari sorot mata Darren? Atau... jangan-jangan....


"Kenapa??"


Ucap Darren sinis. Ia menatap remeh ke arah Axel yang tampak kebingungan. Kurang lebih Darren sudah bisa menebak isi hati pria itu.


"Gue udah tahu semuanya. Tentang Azizah dan hubungannya sama Gue"


Axel menelan ludah dengan kasar. Meski begitu ekspresinya tetap tenang. Ia berusaha untuk bereaksi biasa saja agar Darren tak semakin menjadi-jadi menekan dirinya.


"Hehe... Gue akui dari dulu, nyali Loe emang nggak ada duanya. Dan Gue nggak mau kalah. Sebanyak apapun usaha Loe buat ngusik hidup adek Gue. Sebanyak itu juga Gue bakalan gagalin semuanya"


"Silahkan saja. Yang jelas Gue nggak bakalan berhenti"


"Br*ngsek. Loe nggak punya malu apa gimana sih, huh? Jangan lupa gimana dulu Loe perlakukan adek Gue. Loe bahkan anggep dia lebih rendah dari pel*c*r!!"


Kedua tinju di samping tubuhnya terkepal erat. Darren ingat betul bagaimana Axel menghina istrinya sendiri di depan teman-temannya. Saat itu Darren belum menyadari kenapa Dia sangat kesal dan marah mendengar penuturan Axel tentang Azizah. Ia pikir itu hanya sebatas rasa simpatinya saja, Ternyata, Azizah adalah adiknya.


"Dan Loe juga, dulu Loe sama keluarga Loe kemana aja? Kenapa baru sekarang kalian seolah mati-matian ingin melindunginya, padahal selama ini..."


"Tutup mulut Loe br*ngs*k! Itu semua karena keluarga Loe. Gue yakin Azizah bisa masuk ke keluarga Djaja karena ulah kalian. dan Gue bakal cari buktinya sampai ketemu. Kalau benar semua dugaan Gue. Maka bersiaplah. Gue sendiri yang bakal tembak kepala loe b*ngs*t!!"


Buk!! Darren melayangkan tinjunya tepat ke wajah Axel hingga pria itu tersungkur di lantai. Kemudian melenggang pergi dengan langkah yang diiringi kepulan asap.


"Sial!!!" Axel benar-benar putus asa. Kemarin Reymond, sekarang putranya!

__ADS_1


****


Sementara di belahan bumi lainnya.


"Tolong Tante, tolong Lexa Tante!!"


Alexa berbicara dengan histeris meminta pertolongan pada seseorang di seberang telepon. Wajahnya masih di perban, persis mumi paling bersejarah di Egypt.


"Ada apa sayang?"


Suara lembut namun terdengar licik menjawab dengan tenang.


"Semua ini karena keluarga Dharmawangsa dan Atmaja, mereka udah hancurin hidup Lexa dan juga Papa Tante... Huhuhu"


"Keluarga Atmaja Kamu bilang?"


Atensi wanita itu sepertinya tercuri mendengar nama keluarga Atmaja itu.


"Iya Tante... "


"Mmmm, dimana Kamu sekarang?"


"Di rumah sakit XXX kota Selatan Tante"


"Oke. Tante akan kirim orang-orang Tante untuk jemput Kamu dan Papa kamu, selanjutnya kita bicarakan setelah kamu sampai disini"


"Oke Tante, terima kasih"


Alexa mematikan panggilannya dengan perasaan puas. Matanya menyala penuh api dendam. Ia bertekad akan membalas mereka yang telah membuatnya seperti ini, terutama yang bertanggung jawab atas wajahnya yang rusak dan berubah menjadi monster. Maya Dharmawangsa!!!


Dengan bantuan dari orang yang baru saja Alexa hubungi, Ia yakin bisa dengan mudah menghancurkan orang-orang itu. Karena wanita misterius itu memiliki kekuatan dan kekuasaan yang tidak kalah hebat dari keluarga Atmaja maupun Dharmawangsa.


"Lihat saja. Aku akan menghancurkan kalian semua sampai luluh lantak!!! Aku akan membuat kalian merasakan sakitnya perasaanku saat ini! Lihat saja!!!"


Sementara itu, wanita yang disebutkan Alexa kini tengah tertawa penuh rasa puas dan bahagia. Pada akhirnya, musuh yang selama ini Ia incar malah mendatanginya tanpa perlu susah payah ia kejar.


"Atmaja.... Atmaja... Bagaimana kabar kalian setelah 18 tahun tidak bertemu??? Aku sungguh merindukan kalian... Tidak... Maksudku... Merindukan air mata kalian.... Hehehehe"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2