Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
Baku Hantam Darren dan Abimana


__ADS_3

Sudah sepekan lebih Abimana berada di Jakarta. Seharusnya Ia hanya berada di Ibukota ini selama 2 hari. Namun setelah pertemuannya dengan Handoko beberapa hari lalu, Ia telah resmi mengadakan kerjasama dengan perusahaan senior itu.


Jadi dengan terpaksa, kepulangannya ke Surabaya. Jadilah, Abimana baru tiba di kota domisilinya saat ini.


"Kita ke kantor dulu sebentar Malik"


Ucap Abimana seraya mempelajari sebuah dokumen dengan kacamata baca-nya.


"Baik Pak"


"Malik...."


"Saya Pak?"


"Menurutmu bagaimana kalau Aku menyatakan perasaanku pada Azizah dalam waktu dekat?"


Mendengar pertanyaan Abimana, Malik tampak berfikir. Kemudian Asisten Abimana itu menjawab.


"Asal Bapak siap dengan jawaban mba Azizah meski yang terburuk sekalipun, Saya rasa tidak masalah"


"Dalam artian Azizah menolak ku begitu?"


"Betul Pak, bagaimanapun mba Azizah baru bercerai, lagipula masa iddahnya belum selesai jika saya hitung. Maka kemungkinan besar beliau akan menolak, tapi..."


"Tapi apa?"


"Tapi kalau Bapak bisa membuat pilihan yang mudah tapi tidak bisa dibantah itu lebih bagus...."


Abimana mengernyit bingung, karena tidak mengerti maksud dari perkataan Malik.


"Maksudmu? Aku tidak mengerti"


Mendengar pertanyaan bosnya itu, Malik tersenyum lebar kemudian membisikkan sesuatu.


"Oh.... Hahaha, ya ya Aku mengerti, jadi secara tidak langsung sebenarnya Aku memaksanya"


"Kira-kira seperti itu Pak"


"Heum... Luar biasa, ternyata Kau memang pria tua yang bisa diandalkan dalam urusan percintaan Malik"


Entah Malik harus tertawa atau menangis mendengar ucapan Abimana. Sebenarnya itu pujian atau hinaan?? Batinnya.


Sampai sore hari, Abimana baru bisa menyelesaikan semua urusannya.


Pria yang kini tengah duduk di kursi kebesarannya, kemudian meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang...


***


"Hai Azizah!"

__ADS_1


Azizah yang tengah berjalan menuju ke rumahnya seketika berhenti, kemudian menoleh ke arah sumber suara.


"Anda?"


"Ya Gue... Sendirian aja... Teman Kamu yang kecil itu mana?"


Tanya seorang pria tinggi dan kekar, yang tak lain adalah Darren.


Azizah mengernyitkan keningnya,


"Nayla maksudnya?"


Tanya Azizah menebak.


"Yups! Nayla yang galak itu..."


Jawab Darren seraya cengengesan.


"Ooh, Nayla hari ini libur mas"


"Yah... Anyway Loe tahu rumahnya dimana kan?"


Darren kembali bertanya seraya menarik turunkan alisnya.


Azizah sudah bisa menebak, Darren pasti tertarik dengan Nayla, tapi melihat rekam jejak mantan suaminya, Darren pasti tidak jauh berbeda dengan Axel. Suka mabuk dan bermain perempuan.


"Maaf ya mas, bukannya apa-apa, tapi kalau mas mau iseng sebaiknya jangan sama Nayla, kasihan. Dia gadis baik-baik. Cari yang lain saja, permisi"


Namun, secepat kilat Darren mendahului langkah Azizah yang hendak berlalu.


"Eiits, tunggu dulu dong, jangan salah paham. Gue emang naksir sama Nayla tapi sumpah Gue nggak ada niat yang jelek sama Dia"


"Maaf mas, tapi sebaiknya jauhi Nayla, masih banyak gadis yang lain... Nayla adalah teman baik Saya, jadi Saya harap mas Darren mengerti"


Azizah ingin segera pergi dari sana, namun Darren tiba-tiba mencekal tangannya.


"Mas, maaf, tolong lepas"


"Nggak, dengerin Gue dulu, gue...!"


"Hei!!!! Lepasin Azizah!!!"


Suara menggelegar seorang pria mengejutkan dua insan yang tengah berdebat itu.


"Mas Abi?"


Ucap Azizah saat melihat siapa yang berbicara lantang barusan.


Sementara Darren memicingkan matanya..

__ADS_1


"Gue kayak kenal... Siapa ya?"


Gumamnya pelan, Sampai tidak menyadari bahwa Abimana berjalan cepat dan...


Bukkk!!! Sebuah bogem mentah mendarat mulus di wajah tampan Darren.


"Aaakh... ya Allah, mas Abi, Jangan!!!"


"Brengsek! Ngapain Loe nonjok Gue bangsat!!"


Darren tak terima, Ia pun melayangkan tinjunya ke wajah Abimana.


Jadilah adu baku hantam diantara dua Pria yang tengah salah paham itu.


30 menit kemudian.


"Nih kompres masing-masing. Enak rasanya udah babak belur?


Ucap Azizah seraya menggelengkan kepalanya ke arah dua pria yang duduk dihadapannya dengan wajah bonyok bin jontor, apalagi Darren yang bibirnya sudah seperti disulam bak Nicky Minaj.


"Die nih! Dateng-dateng maen tonjok aje, ucap salam dulu kek! Dasar bahlul"


"Loe yang bahlul, ngapain Loe ganggu Azizah! Pake pegang-pegang tangannya segala!


Ini pertama kalinya Abimana berbicara Loe-Gue, selama ini Ia selalu ber Aku-Kamu.


"Dih... Makanya jadi orang jangan sotoy, sok pahlawan kaya Spiderman kesiangan. Gue lagi nanyain Nayla!! Yeee"


"Ya gue mana tau, yang Gue liat Loe pegang-pegang tangan Dia, Gue nggak suka!"


"Lha kenapa Loe yang nggak suka!"


"Ya karena Gue cinta sama Azizah"


Mampus. Keceplosan kan!


Abimana yang baru menyadarinya tiba-tiba merasa tenggorokannya kering seketika.


Sementara Darren dan Azizah hanya melongo.


Sedetik kemudian...


"Buahahahaha! Aduh! bibir Gue...."


Abimana melirik Azizah Nyang juga tengah menatapnya. Kedua manusia itu saling mengunci pandangan masing-masing. Dunia seakan ikut senyap seketika.


"Elah... Angus aja Loe ren, jadi kambing conge kan Loe" gumam Darren pelan, hampir tak terdengar.


Bersambung...

__ADS_1


Minggir ngapa sih Darren ih.. ganggu aja dasar!!


Aku sebel jadinya ha-ha-ha


__ADS_2